<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sufyan Tsauri's Blog &#187; tik</title>
	<atom:link href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/tag/tik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog</link>
	<description>Let's Blogging !!!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Fenomena Facebook di Dunia Pendidikan Kita</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/fenomena-facebook-di-dunia-pendidikan-kita/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/fenomena-facebook-di-dunia-pendidikan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 08:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat dalam Harian Umum Priangan, 10 Februari 2010 “Buru&#8230; buka facebook, add urang!” ungkapan tersebut sering saya dengar dari ‘harewos’ para siswa ketika memulai kelas praktikum TIK di lab komputer tiap minggunya. Meski mencoba melarang, tapi ternyata sulit untuk membendung keinginan mereka untuk membuka situs jejaring sosial tersebut, biarlah.. yang penting mereka menggunakannya dengan wajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dimuat dalam Harian Umum Priangan, 10 Februari 2010</em></p>
<p><em>“Buru&#8230; buka facebook, add urang!” </em>ungkapan tersebut sering saya dengar dari <em>‘harewos’</em> para siswa ketika memulai kelas praktikum TIK di lab komputer tiap minggunya. Meski mencoba melarang, tapi ternyata sulit untuk membendung keinginan mereka untuk membuka situs jejaring sosial tersebut, biarlah.. yang penting mereka menggunakannya dengan wajar bukan?.<span id="more-879"></span><em> </em></p>
<p>Pada dasarnya bukan hal yang perlu ditakutkan jika siswa sudah mulai keranjingan dengan sebuah teknologi terkini semisal facebook, karena ini merupakan suatu konsekuensi yang harus kita terima dari perkembangan teknologi, seperti ungkapan dari Dr. Wawan Setiawan, M.Kom (Pembantu Dekan II FPMIPA UPI) <em>&#8220;Teknologi itu adalah konsekuensi yang harus diterima oleh semua orang, tekn</em><em>ologi bukan lagi sebagai pilihan!&#8221;</em>. Artinya kehadiran teknologi tidak bisa ditolak oleh siapapun, karena perkembangannya sungguh sangat kuat dan cepat mempengaruhi segala aspek kehidupan. Maka, jika kita menempatkannya sebagai sebuah pilihan (menggunakan atau tidak menggunakan), kita justru akan tergerus oleh pilihan kita sendiri.</p>
<p>Seperti kita ketahui bersama, facebook merupakan situs jejaring sosial terpopuler di dunia saat ini, bahkan di Indonesia situs ini merupakan situs paling banyak dikunjungi dan satu-satunya yang mampu mengalahkan google yang selama ini selalu memimpin (sumber: Alexa.Com). Hal tersebut mungkin disebabkan oleh banyak faktor pendorong seperti kelengkapan fitur yang dimilikinya dan kesederhanaan antarmuka/<em>interface</em> situs yang mudah digunakan oleh pengguna awam sekalipun.</p>
<p>Di wilayah Priangan Timur, meski saya belum mendapatkan angka persis tentang jumlah pengguna facebook, tetapi saya cukup yakin jika di wilayah Priatim pengguna facebook tidak kalah banyaknya, terbukti dengan ramainya berbagai <em>group </em>dan <em>page </em>yang memiliki kata kunci “Tasikmalaya”, “Garut”, “Ciamis”, dan sebagainya. Dari segi umur, kebanyakan yang bergabung dalam <em>group-group</em> tersebut adalah usia-usia remaja.</p>
<p>Dalam dunia pendidikan, semestinya fenomena “f<em>acebook booming”</em> ini bisa menjadi suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para penggerak roda pendidikan utamanya guru, kenapa? Karena apabila kita sebagai guru jeli memanfaatkan media ini, selain dapat digunakan untuk pelengkap pembelajaran di kelas juga dapat pula digunakan untuk hal-hal lain, seperti pengawasan pergaulan siswa di luar lingkungan sekolah dan kelas. Namun masalahnya, saat ini sudah berapa banyak guru yang sadar akan hal ini?</p>
<p>Pada dasarnya siswa dalam usia remaja dengan hadirnya media facebook menjadi lebih ekspresif, dengan bebas membuat status, <em>upload</em> foto dan berbagi catatan membuat mereka merasa “semakin ada”. Remaja selalu terpacu untuk melakukan hal-hal yang baru bagi mereka, dengan hadirnya facebook remaja cenderung penasaran untuk melihat profil orang-orang yang dikenalinya, melihat foto-foto dan mengomentari status, dan kadang tidak segan untuk <em>wall-to-wall</em> dengan gurunya, padahal di lapangan mereka enggan untuk berbicara langsung dengan gurunya tersebut. Guru yang cerdas dapat memanfaatkan hal ini, secara tidak langsung apabila guru mau melakukannya, guru bisa ‘menyentuh’ siswa lebih personal, dan apabila sudah berhasil saya yakin guru dapat menjadi pengarah sekaligus pengawas yang baik bagi para siswa, di sekolah maupun di luar sekolah.</p>
<p>Dalam pengamatan saya, fitur-fitur facebook banyak yang dapat dioptimalkan oleh para pendidik, seperti fitur foto <em>tagging </em>misalnya, guru yang bisa merangkul siswanya melalui facebook bisa saja melakukan penjelasan materi pelajaran dengan sebuah foto. Siswa-siswa di<em>-‘tag’</em> oleh gurunya dan kemudian diminta untuk berkomentar terhadap foto tersebut, dan guru akan bisa mengambil peranan sebagai fasilitator yang baik di sana. Contoh lain, di facebook ternyata telah ada sebuah aplikasi buatan orang Indonesia bernama “Teman Belajar” (<a href="http://apps.facebook.com/temanbelajar/" target="_blank">http://apps.facebook.com/temanbelajar/</a>) yang bisa saja dimanfaatkan oleh guru-guru dan siswa-siswa untuk melakukan semacam pembelajaran jarak jauh yang bersifat kolaboratif.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Guru Jangan Mau Gaptek!</strong></p>
<p><em>“Ah.. Bapak mah teu gaul..!!”,</em>ungkapan itu mungkin pernah kita dengar dari para siswa kita, tentu kita tidak bisa marah karena memang iya, rata-rata guru kita belum “gaul” menurut pandangan mereka para siswa.<em> </em>Salah satu ukuran “gaul” para siswa adalah menyangkut penggunaan teknologi, termasuk di dalamnya facebook. Saya mengajak para guru untuk tidak gaptek (gagap teknologi), karena sekali lagi, bahwa teknologi itu merupakan suatu konsekuensi perkembangan zaman.</p>
<p>Mungkin beberapa saran di bawah ini bisa dilaksanakan oleh kita para guru yang berkeinginan untuk “melek teknologi” :</p>
<ol>
<li>Mulailah memiliki akun facebook, jika kesulitan bertanya ke siswa bukan pilihan yang buruk bukan?</li>
<li>Bertahaplah menambahkan jaringan khususnya dengan para siswa kita sendiri, <em>add </em>satu persatu atau minta mereka untuk meng-<em>add</em> kita</li>
<li>Kenali dan manfaatkan fitur-fitur facebook dengan cerdas, yang penting dapat menyentuh siswa-siswa kita dengan lebih personal</li>
<li>Aktiflah di group atau aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran (elearning).</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Di tengah isu profesionalisme guru saat ini, dimana guru dituntut untuk mampu memberikan pembinaan optimal terhadap siswa-siswanya, tentunya salah satu indikatornya adalah hubungan antara guru dan siswa yang harmonis, guru sebagai pamong. Kehadiran facebook sebagai sebuah konsekuensi perkembangan teknologi sepatutnya dapat menjadi suatu momentum berharga bagi para guru profesional untuk meningkatkan kualitasnya, dengan merangkul siswa lebih personal.</p>
<p>Mari menjadi guru profesional!</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Penulis :</span></strong></p>
<p><strong>Asep Sufyan Tsauri</strong></p>
<p>Guru TIK MTs. Mu’awanah Cisayong &amp; Staff Lab Pendidikan TIK, Ilmu Komputer UPI Bandung</p>
<p>(<a href="../../../../../../">http://tsauri28.myhaley.com</a>)</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/fenomena-facebook-di-dunia-pendidikan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Depan E-Learning</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/masa-depan-e-learning/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/masa-depan-e-learning/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 18:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[E-Learning diprediksikan oleh banyak pakar akan menjadi sebuah metode yang akan digunakan oleh banyak lingkungan kerja untuk melakukan up-grading internal organisasi tersebut. Ada sebuah penelitian yang cukup menarik yang dilakukan oleh Kyong-Jee Kim dan Curtis J. Bonk dari Indiana University tahun 2004 yang melakukan survey untuk melihat masa depan E-Learning. Penelitian tersebut mencoba melihat kecenderungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>E-Learning diprediksikan oleh banyak pakar akan menjadi sebuah metode yang akan digunakan oleh banyak lingkungan kerja untuk melakukan <em>up-grading</em> internal organisasi tersebut. Ada sebuah penelitian yang cukup menarik yang dilakukan oleh <span class="byline">Kyong-Jee Kim dan Curtis J. Bonk dari </span><span class="byline">Indiana University tahun 2004 yang melakukan survey untuk melihat masa depan E-Learning. Penelitian tersebut mencoba melihat kecenderungan pengembangan E-Learning yang akan dilakukan oleh 239 orang peneliti dan praktisi. Ada beberapa hal menarik dari hasil penelitan tersebut, seperti konsentrasi apa yang akan dikembangkan dimasa datang dan teknologi apa yang akan dipakai dimasa yang akan datang.<span id="more-752"></span></span></p>
<p><strong><span class="byline">Konsentrasi Pengembangan Yang Akan Datang</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><span class="byline"><img class="aligncenter" title="Fokus Pengembangan" src="http://elearnmag.org/content/subpages/images/kim_bonk_zeng/Figure2_350w_206h.jpg" alt="" width="350" height="206" /></span></p>
<p><span class="byline">Lebih dari 30% responden meramalkan bahwa di masa mendatang akan konsenterasi pada pengembangan konten dari sistem E-Learning. Di masa mendatang diperkirakan tool dan sistem bukan lagi konsentrasi utama dalam pengembangan E-Learning.<br />
</span></p>
<p><strong><span class="byline">Teknologi yang Diprediksikan Berkembang</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><span class="byline"><img class="aligncenter" title="Teknologi" src="http://elearnmag.org/content/subpages/images/kim_bonk_zeng/Figure4_350w_196h.jpg" alt="" width="350" height="196" /></span></p>
<p><span class="byline">Di masa mendatang, E-Learning diprediksi akan menjadi alat Knowledge Management dan bentuk dari model pelaksanaannya berupa pembelajaran studi kasus.</span></p>
<p><span class="byline">Untuk melihat hasil penelitian lebih lengkapnya silahkan lihat di:</span></p>
<p><span class="byline"><a href="http://elearnmag.org/subpage.cfm?section=research&amp;article=5-1" target="_blank">http://elearnmag.org/subpage.cfm?section=research&amp;article=5-1</a><br />
</span></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/masa-depan-e-learning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial : WordPress Custom Fields</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tutorial-wordpress-custom-fields/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tutorial-wordpress-custom-fields/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 06:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Plugin WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;WordPress memang powerfull !!&#8221;, mungkin demikian yang saya ungkapkan setelah bekerja keras mencoba mengimplementasikan Custom Fields dalam blog saya ini . Custom Fields, merupakan salah satu atribut dari post dalam WordPress (atribut lainnya seperti &#8220;Title&#8221;, &#8220;Post&#8221;, &#8220;Tags&#8221;, &#8220;Categories&#8221;, dst), berfungsi untuk memberikan keleluasaan kepada pengguna wordpress supaya bisa menambahkan field atau atribut dalam setiap post-nya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;<a href="http://wordpress.org" target="_blank"><strong>WordPress</strong></a> memang powerfull !!&#8221;</em>, mungkin demikian yang saya ungkapkan setelah bekerja keras mencoba mengimplementasikan Custom Fields dalam blog saya ini <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Custom Fields, merupakan salah satu atribut dari post dalam WordPress (atribut lainnya seperti<em> &#8220;Title&#8221;, &#8220;Post&#8221;, &#8220;Tags&#8221;, &#8220;Categories&#8221;</em>, dst), berfungsi untuk memberikan keleluasaan kepada pengguna wordpress supaya bisa menambahkan field atau atribut dalam setiap post-nya. Ilustrasinya bisa digambarkan seperti ini :<span id="more-309"></span></p>
<blockquote><p>Selain menampilkan artikel-artikel yang ditulisnya, sang blogger juga ingin menyertakan file agar bisa di<em>download</em> oleh pembacanya, karena blog yang dia miliki adalah <span style="text-decoration: underline;">blog jurnal </span>yang banyak dibutuhkan orang. Awalnya, setiap akan menyisipkan file yang siap didownload sang blogger membuatnya secara manual yaitu dengan cara membuat link ke file yang dimaksud dengan menuliskan<code> "&lt;a href="filenya.pdf"&gt;Download!&lt;/a&gt;".<br />
</code>, awalnya sih ok, tapi selanjutnya itu membuat pekerjaan bertambah ribet, ditambah lagi posisi dan <em>style</em>-nya jadi tidak standar. Maka sang blogger menambahkan satu field dalam setiap postnya yang berisi alamat file yang siap di<em>download</em>.</p></blockquote>
<p>Pusing dengan ilustrasinya?, kita praktekkan saja langsung.. <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" />
<div id="clear">&nbsp;</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tutorial-wordpress-custom-fields/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemanakah Roh Kurikulum TIK ??</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 15:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Photoblog]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Kapita Selekta, adalah salah satu mata kuliah yang saya kontrak semester ini. Mungkin hanya kapsel ini mata kuliah yang semester ini mewajibkan saya masuk kelas, karena sisanya kebanyakan tugas di luar. Perkuliahan minggu ini, kapsel yang diampu langsung oleh Pak Wawan selaku Kaprodi Pendidikan Ilmu Komputer membahas tentang tugas kelompok yang telah dikumpulkan sebelumnya, topiknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081106223347_mosaic2657176_49130e5ba8304.jpg" rel="shadowbox[post-270];player=img;"><img class="aligncenter" title="kapsel" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081106223347_mosaic2657176_49130e5ba8304.jpg" alt="" width="431" height="217" /></a></p>
<p><strong>Kapita Selekta</strong>, adalah salah satu <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=templates-and-stylesheets" target="_blank"><strong>mata kuliah</strong></a> yang saya kontrak semester ini. Mungkin hanya kapsel ini mata kuliah yang semester ini mewajibkan saya masuk kelas, karena sisanya kebanyakan tugas di luar.</p>
<p>Perkuliahan minggu ini, kapsel yang diampu langsung oleh <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=dr-wawan-setiawan-m-kom" target="_blank"><strong><span style="text-decoration: underline;">Pak Wawan</span></strong></a> selaku Kaprodi <a href="http://cs.upi.edu" target="_blank"><strong>Pendidikan Ilmu Komputer</strong></a> membahas tentang tugas kelompok yang telah dikumpulkan sebelumnya, topiknya adalah kajian kurikulum mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Ada yang menarik? mari kita lihat.<span id="more-270"></span></p>
<p>TIK sejak tahun 2004 (kurikulum KBK) telah masuk pada kurikulum resmi di seluruh sekolah, setidaknya menjadi mata pelajaran yang wajib dipelajari, dari sejak SMP sampai SMA. Sejak itu pula, kurikulum terbentuk dan berjalan di seluruh sekolah se-Indonesia. Sebagai mata pelajaran yang baru masuk, TIK masih memiliki kekurangan di sana sini, yaitu :</p>
<ol>
<li>Korelasi dengan infrastruktur sangat kental, laboratorium komputer menjadi penentu utama keberhasilan pelaksanaan pembelajaran TIK di sekolah sehingga sekolah-sekolah yang tidak mampu mengadakan laboratorium komputer menjadi tidak bisa optimal</li>
<li>Pendalaman materi yang kabur, maksud saya bahwa kurikulum yang ada kurang dapat merangsang para pendidik mata pelajaran TIK untuk membuat pendalaman materi yang lebih baik</li>
<li>Pendidik mata pelajaran TIK di sekolah saat ini didominasi bukan oleh lulusan yang semestinya, yaitu oleh guru mata pelajaran lain dan lulusan ilmu komputer/informatika yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai pendidik</li>
<li>Pemahaman bahwa pelajaran TIK adalah pelajaran yang hanya akan menjadikan peserta didik menjadi seorang operator berbagai perangkat lunak.</li>
</ol>
<p>Dari ke-empat alasan diatas menggambarkan bahwa kurikulum TIK di SMP maupun SMA belum memiliki roh yang seharusnya ada dalam kurikulum TIK (krisis identitas), padahal sepanjang pengetahuan saya bahwa TIK semestinya dapat mengantarkan peserta didik yang berwawasan luas dan bertindak arif berdasarkan teknologi mutakhir yang berkembang, tidak hanya menjadikan seorang yang hanya bisa <em>klik kanan, klik kiri, drag dan copy paste!</em>. <strong>Sebuah tantangan bagi para <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank">guru TIK</a>!!</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="panel_wrapper" href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081107055122_mosaic2657176_491374ea42cce.jpg" rel="shadowbox[post-270];player=img;"><img class="aligncenter" title="laboratorium komputer" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081107055122_mosaic2657176_491374ea42cce.jpg" alt="" width="360" height="360" /></a></p>
<p>Salah satu solusi dari permasalahan diatas (menurut Pak Wawan) adalah dengan memasukkan <strong>Pendidikan Teknologi Dasar (PTD)</strong> kedalam kurikulum TIK saat ini. Pengetahuan Teknologi Dasar secara garis besar adalah <span style="text-decoration: line-through;">merupakan</span> konsep pemahaman terhadap suatu teknologi dari sudut pandang yang ilimiah dan <em>eksak</em>. Dengan <strong>Pendidikan Teknologi Dasar</strong> ini, pendidik TIK dituntut untuk dapat menganalisa suatu teknologi yang akan diajarkan kepada peserta didik dari sudut pandang yang mendalam sehingga dapat menyampaikan kepada peserta didik bahwa teknologi lahir dari beberapa disiplin ilmu yang saling berhubungan, sehingga tidak hanya menyampaikan <em>&#8220;bagaimana melakukannya?&#8221; </em>tapi juga <em>&#8220;bagaimana itu lahir?&#8221;</em>.</p>
<p>Memang diakui, bahwa TIK baru lahir tahun 2004 yang sampai saat ini kurikulumnya pun belum pernah dikaji kembali oleh Pusat Kurikulum (Puskur) Depdiknas pasti menyisakan &#8220;<em>celah</em>&#8221; yang tidak sedikit, akhirnya kita memang harus terus mendorong agar pendidikan TIK pada khususnya dan pendidikan pada umumnya dapat terus berkembang dan benar &#8211; benar dapat menjadikan peserta didik yang cerdas, bertaqwa dan ber<em>akhlakul karimah</em>. Amiin.</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.469 seconds -->

