<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sufyan Tsauri's Blog &#187; silabus</title>
	<atom:link href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/tag/silabus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog</link>
	<description>Let's Blogging !!!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Konektivisme: Jangan Mau Belajar TIK</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/konektivisme-jangan-mau-belajar-tik/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/konektivisme-jangan-mau-belajar-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 11:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Untuk para pelajar SMP dan SMA, jangan mau belajar mata pelajaran TIK jika hanya belajar membuat makalah dan presentasi dengan perangkat lunak  bajakan. Jangan mau pula jika anda diperlakukan selayaknya robot, disuruh klik kanan, lalu klik kiri.. dan selesailah dua jam pelajaran TIK anda di sekolah dalam seminggu, tanpa anda mengerti esensinya.&#8221; Itulah bentuk kerisauan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Untuk para pelajar SMP dan SMA, jangan mau belajar mata pelajaran TIK jika hanya belajar membuat makalah dan presentasi dengan perangkat lunak  bajakan. Jangan mau pula jika anda diperlakukan selayaknya robot, disuruh klik kanan, lalu klik kiri.. dan selesailah dua jam pelajaran TIK anda di sekolah dalam seminggu, tanpa anda mengerti esensinya.&#8221;</em></p>
<p>Itulah bentuk kerisauan saya tentang aplikasi kurikulum mata pelajaran TIK di sekolah saat ini, bukan berarti saya tidak setuju 100% dengan hal itu, tetapi saya merasa itu bukanlah esensi sesungguhnya kurikulum TIK di Sekolah Menengah. Saya bukan tidak sepakat jika mata pelajaran TIK di sekolah salah satunya adalah mempelajari untuk menggunakan beberapa perangkat lunak, tapi ada yang lebih penting dibandingkan dengan hal itu, ada satu hal yang dilupakan dalam penyusunan kurikulum TIK, dan itu sangat penting!.<span id="more-738"></span></p>
<p>Pelajaran TIK di Sekolah Menengah <strong>bukan bertujuan</strong> untuk menciptakan <em><strong>teknokrat</strong></em> di bidang informatika seperti layaknya di Universitas, (semestinya) tujuannya adalah untuk membentuk karakter siswa untuk terbiasa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu kehidupannya, membantu menyelesaikan masalah dan membantunya belajar lebih cepat dan efisien. Sehingga akan <strong>menjadi apapun</strong> (pekerjaan) siswa itu kelak, dapat menggunakan teknologi dengan tepat dan bijaksana.</p>
<p>Satu hal yang belum dimasukkan kedalam kurikulum TIK di sekolah ini adalah tentang <strong>bagaimana menggunakan teknologi untuk belajar dan untuk kehidupan yang lebih luas</strong>. Mungkin terdengar terlalu teoritis, namun itulah yang justru harus menjadi semangat dari pengembangan kurikulum TIK untuk SMP maupun SMA, sehingga penyalahgunaan teknologi seperti film-film porno yang selama ini dilakukan oleh sebagian remaja kita akan semakin berkurang.</p>
<p>Berbicara tentang teknologi dan cara belajar, ada sebuah teori pembelajaran baru yang diungkapkan oleh ilmuan bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stephen_Downes" target="_blank">Stephen Downes</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_Siemens" target="_blank">George Siemens</a>, yaitu teori <strong><a title="konektivisme: wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Connectivism_(learning_theory)" target="_blank">connectivism</a></strong> atau konektivisme. Saya berpendapat, seharusnya pelajaran TIK dilandasi oleh teori ini, sehingga pelajaran TIK dapat menjadi motor untuk perubahan gaya belajar siswa dan gaya mengajar guru yang dapat menerima teknologi yang berubah begitu cepat.</p>
<div id="__ss_164150" style="width: 425px; text-align: center;"><object width="425" height="355" data="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=connectivism-101-1194920072248473-3&amp;stripped_title=connectivism-101" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=connectivism-101-1194920072248473-3&amp;stripped_title=connectivism-101" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<div style="font-size: 11px; font-family: tahoma,arial; height: 26px; padding-top: 2px; text-align: center;"><em>View more <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/">OpenOffice presentations</a> from <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/gsiemens">gsiemens</a>.</em></div>
</div>
<p>Menurut  <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_Siemens" target="_blank">George Siemens</a>, konektivisme memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pembelajaran dan pengetahuan berada dalam keaneka-ragaman (diversity) pandangan/pendapat/opini.</li>
<li>Pembelajaran merupakan suatu proses menghubungkan sumber sumber informasi terutama node node khusus. Selain itu, pembelajaran dapat terjadi di luar diri manusia ( may reside in non-human appliances )</li>
<li>Kapasitas untuk dapat mengetahui lebih penting dari pada apa yang saat ini diketahui.</li>
<li>Mendorong dan memelihara hubungan hubungan diperlukan untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran berkelanjutan.</li>
<li>Kemampuan untuk melihat hubungan hubungan antara bidang bidang, ide ide, dan konsep konsep merupakan keterampilan inti.</li>
<li>Kemutakhiran (akurat, pengetahuan up-to-date) merupakan tujuan dari kegiatan pembelajaran connectivism</li>
<li>Pengambilan keputusan merupakan proses pembelajaran.</li>
<li>Memilih apa yang akan dipelajari sangat penting dalam menghadapi “banjir informasi”.</li>
<li>Makna dari informasi yang masuk harus dilihat melalui “kacamata” suatu pergeseran realitas. Suatu jawaban yang benar saat ini dapat salah besok pagi karena adanya perubahan “iklim” informasi yang mempengaruhi keputusan tersebut.</li>
</ol>
<p>Akhirnya saya berharap agar kurikulum TIK dapat terus ditinjau dengan banyak sudut pandang yang kreatif. Agar mata pelajaran <em>&#8220;teknologi&#8221;</em> ini tidak malah jadi mata pelajaran yang tidak peka perubahan.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang &#8220;<a title="kemanakah roh kurikulum tik" href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/" target="_blank">Kemanakah Roh Kurikulum TIK?</a>&#8220;.</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/konektivisme-jangan-mau-belajar-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Future View: Ilkom UPI 2020</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/future-view-ilkom-upi-2020/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/future-view-ilkom-upi-2020/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 00:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Program Ilmu Komputer FPMIPA UPI merupakan salah satu program yang berumur masih sangat muda di Universitas Pendidikan Indonesia. (Katanya) Ini merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan yang ada di lapangan pada saat ini, dimana dunia saat ini tidak bisa lepas dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, khusus di bidang pendidikan, TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk masuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cs.upi.edu" target="_blank"><strong>Program Ilmu Komputer FPMIPA UPI</strong></a> merupakan salah satu program yang berumur masih sangat muda di Universitas Pendidikan Indonesia. (Katanya) Ini merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan yang ada di lapangan pada saat ini, dimana dunia saat ini tidak bisa lepas dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, khusus di bidang pendidikan, TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk masuk kedalam kurikulum pendidikan dasar.</p>
<p>Program Ilmu Komputer UPI terbagi menjadi 2 (dua) Program Studi yaitu Prodi Ilmu Komputer dan Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer. Ilmu Komputer bukan merupakan hal yang baru di Indonesia karena sudah begitu banyak lahir di universitas-universitas lain sehingga Prodi Ilkom di UPI ini boleh dikatakan terlambat, namun untuk Prodi Pendidikan Ilmu Komputer merupakan fenomena baru, karena Prodi ini baru lahir di Indonesia, yaitu di UPI. Pada Kesempatan ini, saya akan lebih banyak menyoroti Prodi Pendidikan Ilmu Komputer.<span id="more-691"></span></p>
<p>Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang ada di atas, Program Ilmu Komputer memiliki peluang yang sangat besar dalam berpartisipasi membangun Republik ini. Garis besar peluang yang bisa diambil oleh Program Ilkom tersebut adalah Pendidikan dan Ilmu Komputer. Sehingga bukan impian yang berlebihan jika pada tahun 2020 Program Ilkom UPI ini sudah bisa menjadi <em>Leader</em> di Indonesia dalam hal pengembangan <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=templates-and-stylesheets" target="_blank"><em><strong>inovasi dalam bidang pendidikan dan Ilmu Komputer</strong></em></a>, tentu jika diupayakan dengan serius.</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3228/2880986063_d3f324dfab.jpg" rel="shadowbox[post-691];player=img;"><img class="alignright" title="isola upi" src="http://farm4.static.flickr.com/3228/2880986063_d3f324dfab.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Sebelas tahun (2009 s.d. 2020) bukan waktu yang lama untuk membangun sebuah Program Ilkom UPI ini menjadi Leading di negeri ini, sehingga perlu ada sebuah target yang menjadi prioritas. Dalam pandangan saya, setidaknya harus ada 2 (dua) hal yang menjadi prioritas, yaitu <strong>Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)</strong> dan<strong> Pengembangan Konten</strong>.</p>
<p><strong>Pengembangan SDM</strong><br />
Kebutuhan mendesak saat ini akan SDM TIK dalam bidang pendidikan harus segera dijawab oleh Program Ilkom UPI, yaitu dengan melahirkan 2 (dua) jenis SDM, pertama Tenaga Pendidik yang Profesional untuk bidang keilmuan TIK; kedua Ahli/Pakar/Praktisi/Entrepreneur untuk mengembangkan konten TIK di dunia pendidikan (Sistem maupun konten).</p>
<p><em><strong>Tenaga Pendidik yang Profesional</strong></em><br />
Prodi Pendidikan Ilkom UPI harus bisa menjadi <em>&#8216;produsen&#8217;</em> yang mampu menghasilkan agen-agen tenaga pendidik profesional untuk bidang keilmuan TIK yang siap dan militan untuk berjuang di tataran <em>grass root</em> (sekolah) alias <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank"><strong>guru TIK</strong></a>.</p>
<p><em><strong>Ahli / Pakar / Praktisi Pengembang Konten TIK untuk Pendidikan</strong></em><br />
Prodi Pendidikan Ilkom harus mampu menghasilkan banyak pakar dalam bidang pendidikan dan teknologi. Setidaknya harus ada 2 (dua) jenis pakar yang mampu dihasilkan Prodi Ilmu Komputer UPI, yaitu Ahli di bidang pengembangan Sistem dan Konten.</p>
<p>Ahli di bidang sistem harus bisa menghasilkan produk-produk teknologi untuk pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan teori-teori kependidikan, seperti produk <em>e-education</em>, media-media pembelajaran, dan sebagainya.</p>
<p>Ahli di bidang konten harus bisa menjadi <strong>penentu kebijakan-kebijakan arah pendidikan TIK</strong> di tingkat sekolah menengah (kurikulum, bahan ajar, dsb), seperti yang di ungkapkan salah seorang sahabat di blognya yang mengungkapkan bahwa Prodi Ilkom harus bisa menghasilkan pakar di tingkat Depdiknas untuk mengembangkan Kurikulum TIK.</p>
<p><strong>Pengembangan Konten</strong><br />
Konten TIK dalam Pendidikan yang ada saat ini dirasakan belum memiliki roh, hampa dan kosong. Konten TIK dalam Pendidikan saat ini baru sampai menjadi <strong>KOMODITAS BISNIS</strong> dari pengembang konten yang tidak begitu faham tentang dunia kependidikan, imbasnya banyak anggaran yang habis tanpa hasil yang memuaskan. Prodi Ilkom UPI sangat pantas jika nanti menjadi <strong>rujukan utama dalam mengembangkan konten TIK</strong> untuk pendidikan di negeri ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://farm2.static.flickr.com/1307/1332482603_7756469d77.jpg" rel="shadowbox[post-691];player=img;"><img class="aligncenter" title="fpmipa upi" src="http://farm2.static.flickr.com/1307/1332482603_7756469d77.jpg" alt="" width="350" height="263" /></a></p>
<p>Strategi yang bisa diambil untuk tujuan diatas adalah dengan melakukan kolaborasi yang masif antara civitas Prodi Pendidikan Ilkom UPI ini (dosen, mahasiswa dan alumni). Tidak ada salahnya, jika setiap tugas Mata Kuliah berupa pengembangan produk yang sudah dipetakan sebelumnya untuk menjadi sebuah produk yang memang menjawab permasalahan di lapangan, sehingga setiap tugas tidak ada yang sia-sia (akan berkesinambungan).</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Program Ilkom UPI di tahun 2020 sepantasnya sudah bisa menjadi <em>leader</em> dalam berbicara soal aplikasi TIK di dunia pendidikan, baik dari segi subjek (SDM) maupun objek (konten). Sehingga, civitas Program Pendidikan Ilmu Komputer UPI tidak hanya akan menghasilkan guru TIK, namun juga harus menghasilkan entrepreneur dan analis yang bisa mewarnai pendidikan Indonesia dengan TIK. Luar biasa&#8230;</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/future-view-ilkom-upi-2020/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa E-Learning 2.0 Itu?</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/apa-e-learning-20-itu/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/apa-e-learning-20-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 22:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tsauri28]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>
		<category><![CDATA[Webservice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Sudah banyak penelitian tentang bagaimanakah caranya sebuah kegiatan pembelajaran bisa dihadirkan secara virtual atau online, sehingga kegiatan pembelajaran bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. (Mungkin) semua sepakat bahwa e-learning lah jawabannya. Telah 1 (satu) dekade lebih ide e-learning tersebut ramai diperbincangkan oleh banyak kalangan, dan sudah banyak pula yang telah menerapkannya. Akan tetapi, kebanyakan implementasi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah banyak penelitian tentang bagaimanakah caranya sebuah kegiatan pembelajaran bisa dihadirkan secara <em>virtual</em> atau <em>online</em>, sehingga kegiatan pembelajaran bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. (Mungkin) semua sepakat bahwa <em>e-learning</em> lah jawabannya.</p>
<p>Telah 1 (satu) dekade lebih ide <em>e-learning</em> tersebut ramai diperbincangkan oleh banyak kalangan, dan sudah banyak pula yang telah menerapkannya. Akan tetapi, kebanyakan implementasi di lapangan, sistem yang dibangun ternyata sebagian besar tidak bisa berjalan dengan baik dan tahan lama, banyak <em>situs e-learning</em><span id="more-640"></span> baik di industri maupun institusi pendidikan <em><strong>&#8220;Mati sebelum Berkembang&#8221;</strong></em>. Sebuah penelitian menyebutkan, bahwa kegagalan penerapan e-learning tersebut diakibatkan oleh kakunya sistem yang diterapkan, sehingga pengguna sistem merasa kurang termotivasi untuk menggunakannya. Sistem yang dimaksud adalah sistem yang melakukan pendekatan implementasi e-learning dengan metode <em>Virtual Learning Environment</em> (VLE), yaitu dengan pengembangan ruang <em>virtual</em> yang sengaja dibuat untuk tujuan pembelajaran. Konsekuensi dari metode VLE ini adalah harus adanya sistem &#8216;besar&#8217; yang menampung semua aspek pembelajaran seperti di kelas konvensional. Guru menyimpan semua bahan pembelajaran, dan siswa harus mengikuti semua proses yang ada, dari mulai membaca materi sampai mengikuti ujian. Bagi guru yang kurang motivasi, maka &#8216;ruang&#8217; yang telah dibuat tersebut tentu akan menjadi tugas tambahan yang memberatkan, begitupun siswanya. VLE lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan institusional dibandingkan dengan kebutuhan personal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="kurang motivasi" src="http://breathewithme.files.wordpress.com/2008/07/lack-motivation-3.jpg" alt="" width="259" height="320" /></p>
<p>Di sisi lain, perkembangan web 2.0 telah banyak mengubah perilaku masyarakat pengguna internet. Kecendrungannya memperlihatkan bahwa pengguna menjadi semakin narsis, <em>mobile</em> dan sensitif. Web 2.0 ini melahirkan banyak sekali pilihan aplikasi online untuk digunakan masyarakat pengguna internet, dari mulai aplikasi blogging sederhana sampai dengan aplikasi sosial (<em>social media</em>) dengan interaktifitas dan konektivitas tinggi semacam facebook dan secondlife. Setiap orang menjadi sangat narsis, mobile dan sensitif karena hal tersebut. Setiap orang menjadi sangat bebas menentukan pilihannya untuk mengikuti <em>&#8216;madzhab&#8217;</em> mana untuk mengekspresikan dirinya di internet, boleh jadi sekarang menjadi <em>facebookaholic</em>, minggu depan menjadi <em>secondlifaholic</em>!. Semuanya bebas pilih!!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="collaborative" src="http://i.ehow.com/images/GlobalPhoto/Articles/2100625/4personalities_Full.jpg" alt="" width="360" height="238" /></p>
<p>Nah, lalu apa sebenarnya e-learning 2.o itu?. <strong>E-learning 2.0</strong> itu adalah<strong><em> sebuah pendekatan sistem e-learning yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi web 2.0</em></strong> (Wikipedia), artinya e-learning yang lebih mengakomodir sifat narsistik, <em>mobile-isme</em> dan sensitifitas para penggunanya.</p>
<p>E-learning 2.0 memiliki pendekatan yang berbeda, jika e-learning 1.0 bersifat VLE maka e-learning 2.0 bersifat PLEs, yaitu singkatan dari <em>Personal Learning Environments</em>. Sistem dibangun untuk memenuhi kebutuhan personal penggunanya dibandingkan dengan institusionalnya. Sehingga model ini ciri khasnya adalah :</p>
<ol>
<li>Setiap orang memiliki kewenangan penuh dalam mengatur kegiatan pembelajarannya</li>
<li>Setiap orang berhak memberikan masukan tentang bahan pembelajaran</li>
<li>Guru atau mentor memiliki tugas yang lebih ringan, yaitu hanya menjadi fasilitator dan moderator (tidak harus menyiapkan bahan pembelajaran keseluruhan)</li>
<li>Tingkat kolaborasi menjadi lebih tinggi</li>
<li>Penilaian<strong> proses belajar</strong> tiap siswa dapat dilakukan, tidak seperti e-learning 1.0 yang hanya memungkinkan melakukan evaluasi di akhir saja.</li>
</ol>
<p>Pengembangan sistem e-learning 2.0 ini sudah banyak dilakukan oleh banyak pihak (Indonesia saya belum menemukan), namun masih terdapat banyak kekurangan. Ini menjadi satu peluang bagi para peneliti dan pengembang sistem untuk berkonsentrasi pada hal ini, karena saya meyakini ini bisa menjadi masa depan e-learning (di Indonesia juga).</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/apa-e-learning-20-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Dosen Pun Bermain Pet Society</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/ketika-dosen-pun-bermain-pet-society/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/ketika-dosen-pun-bermain-pet-society/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 23:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Webservice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Aplikasi Facebook yang cukup banyak ditambahkan oleh teman-teman saya di facebook adalah &#8220;Pet Society&#8221; .  Kenapa saya tahu, karena saya juga termasuk orang yang memiliki Pet dalam aplikasi tersebut . Pet yang dapat kita lihat adalah pet-pet yang dipunyai oleh teman-teman kita sendiri, jadi jika kita ingin dapet point besar, ya.. perbanyaklah teman yang memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aplikasi Facebook yang cukup banyak ditambahkan oleh teman-teman saya di facebook adalah <em>&#8220;Pet Society&#8221;</em> .  Kenapa saya tahu, karena saya juga termasuk orang yang memiliki <em>Pet</em> dalam aplikasi tersebut <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Pet yang dapat kita lihat adalah pet-pet yang dipunyai oleh teman-teman kita sendiri, jadi jika kita ingin dapet point besar, ya.. perbanyaklah teman yang memiliki pet juga.</p>
<p>Aplikasi game ini ternyata banyak sekali dimainkan oleh teman saya, ada sekitar 60 orang lebih teman yang memainkannya, dan ternyata salah satu <a href="http://yudiwbs.wordpress.com" target="_blank">dosen</a> saya pun memainkannya, wah.. saya rasa ini bisa jadi sindroma baru nih&#8230; <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <span id="more-615"></span></p>
<p>Berbicara masalah game, memang ini merupakan salah satu fenomena menarik dalam perkembangan teknologi, termasuk dalam inovasi pendidikan. Berbicara masalah E-Learning tentu saat ini sangat identik dengan game, tentunya game pembelajaran. Banyak pihak di Indonesia yang telah serius mengembangkan game-game pembelajaran, karena memang terbukti cukup efektif dalam menjembatani antara dunia bermain dengan pendidikan. Buat teman-teman yang mengambil skripsi tentang game pembelajaran, salut deh..!</p>
<p>Nah, kemudian bagaimana sih kriteria-kriteria game pembelajaran yang baik itu?, berikut rangkuman dari beberapa sumber yang saya dapat :</p>
<ol>
<li><strong>Menarik dan menantang</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="menantang" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://thestar.com.my/archives/2008/7/14/sports/s_p54Ambak.jpg&amp;usg=AFQjCNFJ3klzN6X7RU_LmyrsK8ScI7tTfw" alt="" width="200" height="280" /></p>
<p>Dari mulai judul, intro dan isi berikan kesan menarik dan menantang sehingga ketika bermain, user seakan sedang melakukan satu misi tertentu (layaknya game). Dari judul berilah judul yang membuat penasaran seperti<em> &#8220;Petualangan Menaklukan Meteor X&#8221; </em>atau <em>&#8220;Misi Rahasia Agen 008&#8243;</em> dan sebagainya.</p>
<li><strong>Tujuan pembelajaran yang jelas</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="target" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://www.orientbuy.com/files/laser_target_alarmclock.jpg&amp;usg=AFQjCNG7b2_N_VFLtzTD2Qe_1hEgVAf_gQ" alt="" width="280" height="365" /></p>
<p>Dalam<em> Quantum Teaching</em> ada istilah &#8220;AMBAK&#8221; = &#8220;Apa Manfaatnya Bagiku?&#8221;. User <strong>WAJIB</strong> mengetahui misi tiap langkah dalam game tersebut, hal ini penting dalam menciptakan motivasi belajar bagi user. Tujuan pembelajaran harus di-setting menantang juga, artinya jangan terlalu mudah ataupun terlalu sulit.</p>
<li><strong>Berikan apersepsi yang baik</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="apersepsi" src="http://www.studentfilmmakers.com/news/uploads/bogenimaging/apperception.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p>Berangkatlah dari kebiasaan user, kemudian baru kita bawa ke dunia kita. Intinya buatlah suatu kondisi yang nyaman dan dimengerti user ketika memulai game tersebut.</p>
<li><strong>Komunikatif</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="komunikasi" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://www.sbs.ox.ac.uk/NR/rdonlyres/DEB81C3C-7A32-4E28-8492-59586F2E1BED/3887/direct_communication_marketing.jpg&amp;usg=AFQjCNGxfefP-KS6bRkQYaiDpCuJsNZ03A" alt="" width="315" height="212" /></p>
<p>Apa yang ditayangkan dalam game harus bisa menjadi jalur komunikasi yang baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat dipahami oleh user.</p>
<li><strong>Ilustrasi dan animasi yang jelas dan masuk akal<br />
</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="ilustrasio" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://www.cpluv.com/www/medias/smpl/smpl_45354c608eaca.gif&amp;usg=AFQjCNH0pNFb3VX7N809B75hSLQ1tDFjEw" alt="" width="343" height="218" /></p>
<p>Ilustrasi dan animasi merupakan nyawa dari game pembelajaran. Upayakan agar ilustrasi dan animasi yang terdapat dalam game mendekati kenyataan, sehingga user akan merasa dalam kondisi yang riil dan mudah dibayangkan kembali nantinya.</p>
<li><strong>Evaluasi dan umpan balik yang kreatif</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="evaluation" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://www.trilliumassociates.com/images/magnify1.JPG&amp;usg=AFQjCNE51jEQj7aeS26UOLcjhmR9D3Jnhg" alt="" width="350" height="234" /></p>
<p>Berikan tes yang kreatif, jika perlu berikan tes yang berupa misi juga, sehingga user tidak sadar bahwa ia sedang dalam fase evaluasi dalam pembelajaran. Kemudian berikan juga umpan balik yang kreatif, bisa berupa reward atau apapun yang bisa meningkatkan motivasi user untuk mengulang game tersebut di lain waktu.</ol>
<p>Mohon maaf jika judul dan isi kurang relevan, inspirasi judul didapat setelah melihat wall facebook <a href="http://yudiwbs.wordpress.com" target="_blank">pak yudi</a>. hehe&#8230; peace pak!<br />
<a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;ct=res&amp;cd=1&amp;url=http%3A%2F%2Ffakultasluarkampus.net%2Fwp-content%2Fuploads%2F2008%2F09%2F01-software-pembelajaran-yang-baik-dilihat-dari-aspek-desain-pembelajaran-pak-uwes.doc&amp;ei=RebTSaKHHsOIkAXrp8GmCA&amp;usg=AFQjCNH4MDBvXYN_TWgR6TwQ6m_r1bG8PQ&amp;sig2=PPTjXuHXH4v1unfpyyxc2A" target="_blank"></a></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<p style="text-align: right;">
<p>Referensi : <a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;ct=res&amp;cd=1&amp;url=http%3A%2F%2Ffakultasluarkampus.net%2Fwp-content%2Fuploads%2F2008%2F09%2F01-software-pembelajaran-yang-baik-dilihat-dari-aspek-desain-pembelajaran-pak-uwes.doc&amp;ei=RebTSaKHHsOIkAXrp8GmCA&amp;usg=AFQjCNH4MDBvXYN_TWgR6TwQ6m_r1bG8PQ&amp;sig2=PPTjXuHXH4v1unfpyyxc2A" target="_blank">FakultasLuarKampus.Net</a></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/ketika-dosen-pun-bermain-pet-society/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemanakah Roh Kurikulum TIK ??</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 15:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Photoblog]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Kapita Selekta, adalah salah satu mata kuliah yang saya kontrak semester ini. Mungkin hanya kapsel ini mata kuliah yang semester ini mewajibkan saya masuk kelas, karena sisanya kebanyakan tugas di luar. Perkuliahan minggu ini, kapsel yang diampu langsung oleh Pak Wawan selaku Kaprodi Pendidikan Ilmu Komputer membahas tentang tugas kelompok yang telah dikumpulkan sebelumnya, topiknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081106223347_mosaic2657176_49130e5ba8304.jpg" rel="shadowbox[post-270];player=img;"><img class="aligncenter" title="kapsel" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081106223347_mosaic2657176_49130e5ba8304.jpg" alt="" width="431" height="217" /></a></p>
<p><strong>Kapita Selekta</strong>, adalah salah satu <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=templates-and-stylesheets" target="_blank"><strong>mata kuliah</strong></a> yang saya kontrak semester ini. Mungkin hanya kapsel ini mata kuliah yang semester ini mewajibkan saya masuk kelas, karena sisanya kebanyakan tugas di luar.</p>
<p>Perkuliahan minggu ini, kapsel yang diampu langsung oleh <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=dr-wawan-setiawan-m-kom" target="_blank"><strong><span style="text-decoration: underline;">Pak Wawan</span></strong></a> selaku Kaprodi <a href="http://cs.upi.edu" target="_blank"><strong>Pendidikan Ilmu Komputer</strong></a> membahas tentang tugas kelompok yang telah dikumpulkan sebelumnya, topiknya adalah kajian kurikulum mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Ada yang menarik? mari kita lihat.<span id="more-270"></span></p>
<p>TIK sejak tahun 2004 (kurikulum KBK) telah masuk pada kurikulum resmi di seluruh sekolah, setidaknya menjadi mata pelajaran yang wajib dipelajari, dari sejak SMP sampai SMA. Sejak itu pula, kurikulum terbentuk dan berjalan di seluruh sekolah se-Indonesia. Sebagai mata pelajaran yang baru masuk, TIK masih memiliki kekurangan di sana sini, yaitu :</p>
<ol>
<li>Korelasi dengan infrastruktur sangat kental, laboratorium komputer menjadi penentu utama keberhasilan pelaksanaan pembelajaran TIK di sekolah sehingga sekolah-sekolah yang tidak mampu mengadakan laboratorium komputer menjadi tidak bisa optimal</li>
<li>Pendalaman materi yang kabur, maksud saya bahwa kurikulum yang ada kurang dapat merangsang para pendidik mata pelajaran TIK untuk membuat pendalaman materi yang lebih baik</li>
<li>Pendidik mata pelajaran TIK di sekolah saat ini didominasi bukan oleh lulusan yang semestinya, yaitu oleh guru mata pelajaran lain dan lulusan ilmu komputer/informatika yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai pendidik</li>
<li>Pemahaman bahwa pelajaran TIK adalah pelajaran yang hanya akan menjadikan peserta didik menjadi seorang operator berbagai perangkat lunak.</li>
</ol>
<p>Dari ke-empat alasan diatas menggambarkan bahwa kurikulum TIK di SMP maupun SMA belum memiliki roh yang seharusnya ada dalam kurikulum TIK (krisis identitas), padahal sepanjang pengetahuan saya bahwa TIK semestinya dapat mengantarkan peserta didik yang berwawasan luas dan bertindak arif berdasarkan teknologi mutakhir yang berkembang, tidak hanya menjadikan seorang yang hanya bisa <em>klik kanan, klik kiri, drag dan copy paste!</em>. <strong>Sebuah tantangan bagi para <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank">guru TIK</a>!!</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="panel_wrapper" href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081107055122_mosaic2657176_491374ea42cce.jpg" rel="shadowbox[post-270];player=img;"><img class="aligncenter" title="laboratorium komputer" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081107055122_mosaic2657176_491374ea42cce.jpg" alt="" width="360" height="360" /></a></p>
<p>Salah satu solusi dari permasalahan diatas (menurut Pak Wawan) adalah dengan memasukkan <strong>Pendidikan Teknologi Dasar (PTD)</strong> kedalam kurikulum TIK saat ini. Pengetahuan Teknologi Dasar secara garis besar adalah <span style="text-decoration: line-through;">merupakan</span> konsep pemahaman terhadap suatu teknologi dari sudut pandang yang ilimiah dan <em>eksak</em>. Dengan <strong>Pendidikan Teknologi Dasar</strong> ini, pendidik TIK dituntut untuk dapat menganalisa suatu teknologi yang akan diajarkan kepada peserta didik dari sudut pandang yang mendalam sehingga dapat menyampaikan kepada peserta didik bahwa teknologi lahir dari beberapa disiplin ilmu yang saling berhubungan, sehingga tidak hanya menyampaikan <em>&#8220;bagaimana melakukannya?&#8221; </em>tapi juga <em>&#8220;bagaimana itu lahir?&#8221;</em>.</p>
<p>Memang diakui, bahwa TIK baru lahir tahun 2004 yang sampai saat ini kurikulumnya pun belum pernah dikaji kembali oleh Pusat Kurikulum (Puskur) Depdiknas pasti menyisakan &#8220;<em>celah</em>&#8221; yang tidak sedikit, akhirnya kita memang harus terus mendorong agar pendidikan TIK pada khususnya dan pendidikan pada umumnya dapat terus berkembang dan benar &#8211; benar dapat menjadikan peserta didik yang cerdas, bertaqwa dan ber<em>akhlakul karimah</em>. Amiin.</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 4.286 seconds -->

