<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sufyan Tsauri's Blog &#187; ples</title>
	<atom:link href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/tag/ples/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog</link>
	<description>Let's Blogging !!!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Mengevaluasi eLearning Berbasis PLEs</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/bagaimana-mengevaluasi-elearning-berbasis-ples/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/bagaimana-mengevaluasi-elearning-berbasis-ples/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 04:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ple]]></category>
		<category><![CDATA[ples]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1006</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini di lini masa twitter saya dan pak Arief Bahtiar sedikit berbincang tentang bagaimana konsep eLearning dengan menggunakan pendekatan Personal Learning Environments (PLEs) dapat diterapkan di suatu lembaga pendidikan/pelatihan. (bagi yang belum mengetahui apa itu PLEs dan Konsepnya, klik http://tsauri28.myhaley.com/blog/pengertian-ples/) Pendekatan PLEs merupakan suatu perubahan mendasar dalam melihat pembelajaran melalui eLearning. Selama ini eLearning [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1007" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-1007" title="Bagaimana mengevaluasi eLearning berbasis PLEs?" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/personal_social_network.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Gambar dicuil dari theinnovativeeducator.blogspot.com</p></div>
<p>Pagi ini di lini masa twitter <a title="twitter asep sufyan tsauri" href="http://twitter.com/tsauri28" target="_blank">saya</a> dan <a href="http://twitter.com/ariefbb" target="_blank">pak Arief Bahtiar</a> sedikit berbincang tentang bagaimana konsep eLearning dengan menggunakan pendekatan Personal Learning Environments (PLEs) dapat diterapkan di suatu lembaga pendidikan/pelatihan. <em><strong>(bagi yang belum mengetahui apa itu PLEs dan Konsepnya, klik <a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/pengertian-ples/">http://tsauri28.myhaley.com/blog/pengertian-ples/</a>)</strong></em></p>
<p>Pendekatan PLEs merupakan suatu perubahan mendasar dalam melihat pembelajaran melalui eLearning. Selama ini eLearning diidentikan dengan adanya Learning Management System yang memiliki kemampuan untuk menghadirkan kelas virtual secara lengkap, dari mulai pengadaan bahan ajar, aktivitas-aktivitas hingga asesment hasil belajar dan kesemuanya itu dikelola dalam satu &#8220;rumah besar&#8221; bernama Learning Management System. Nah, dalam pendekatan PLEs, konsep itu dibalik 180 derajat, bahwa pembelajaran eLearning harus berpusat pada pembelajar itu sendiri (bukan pada kelas virtual di LMS), sehingga imbasnya tools yang digunakan bukan hanya LMS, tetapi juga tools lain yang sudah familiar digunakan oleh pembelajar (seperti social network, blog, dll)<span id="more-1006"></span></p>
<p>IMHO, konsep PLEs ini memang masih &#8220;terlalu muda&#8221; untuk dianggap dapat sepenuhnya menggantikan paradima eLearning yang selama ini identik dengan LMS. Setidaknya terdapat beberapa tantangan dan pertanyaan yang harus dijawab seiring pengembangannya, yaitu:</p>
<ol>
<li>Mungkinkah PLEs ini diterapkan di lembaga pendidikan yang pada prakteknya akan sangat sulit melakukan labelisasi, legalisasi, atau validasi? (pernyataan pak Arief <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</li>
<li> Sulitnya melakukan asesmen (evaluasi pembelajaran) bagi peserta, karena data/jejak belajar siswa akan tersebar di begitu banyak tempat</li>
<li>Mungkinkah adanya standarisasi konten PLEs ini, karena apabila ditinjau dari konsep dasarnya justru spirit PLEs adalah &#8220;tidak distandarisasi&#8221;?</li>
<li>(Pertanyaan lain silahkan ditambahkan)</li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px;">Nah, untuk sementara ini Saya sendiri belum menemukan jawaban yang benar-benar sahih atas pertanyaan dan tantangan di atas, hanya untuk jawaban sementara ada beberapa asumsi yang dapat saya sampaikan:</span></span></p>
<ol>
<li>Untuk melakukan asesmen hasil belajar, kita memerlukan suatu validasi dan sistem untuk melakukan penilaian belajar dan pengetahuan. hal ini sebetulnya memang sedang banyak didiskusikan oleh para peneliti eLearning di Amerika dan Eropa, silahkan kunjungi kursus &#8220;Learning and Knowledge Analytics&#8221; -&gt; <a href="http://scope.bccampus.ca/course/view.php?id=365">http://scope.bccampus.ca/course/view.php?id=365</a></li>
<li>Perubahan paradigma ke PLEs tidak sekedar perubahan paradigma tools, akan tetapi ada perubahan yang lebih besar lagi yaitu perubahan kebiasaan (habit) orang untuk belajar dan berkolaborasi. sebagai contoh, PLEs ini akan berhasil jika kesadaran akan belajar dan keinginan untuk berkolaborasi antar pembelajar/tutor harus tinggi, seperti yang ditunjukkan pada kursus di atas (poin 1) -&gt; <a href="http://scope.bccampus.ca/course/view.php?id=365">http://scope.bccampus.ca/course/view.php?id=365</a></li>
<li>Perubahan kebiasaan itu tentu harus dimulai dari tutor/dosen/guru karena perannya akan sangat berbeda antara peran dosen dengan menggunakan Learning Management System dibandingkan dengan menggunakan tools web 2.0</li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px;">Sekian dulu curhatnya, semoga seiring waktu pertanyaan yang belum terjawab itu dapat ditemukan <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</span></span></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/bagaimana-mengevaluasi-elearning-berbasis-ples/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>E-Learning: Personal Learning Environments</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/pengertian-ples/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/pengertian-ples/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 07:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.o]]></category>
		<category><![CDATA[personal learning]]></category>
		<category><![CDATA[ples]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[E-learning telah lahir dan berkembang dalam hampir 2 dekade ini, banyak hasil-hasil pemikiran yang mencoba menghadirkan e-learning sebagai sebuah alternatif pembelajaran dan pendidikan baik di sekolah-sekolah maupun di industri-industri besar. Praktek E-Learning telah pula melahirkan banyak perangkat lunak bernama Learning Management System atau Course Management System seperti Moodle, Sakai, Dokeos dan masih banyak lagi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><a href="http://myhaley.com">E-learning</a></strong></em> telah lahir dan berkembang dalam hampir 2 dekade ini, banyak hasil-hasil pemikiran yang mencoba menghadirkan e-learning sebagai sebuah alternatif pembelajaran dan pendidikan baik di sekolah-sekolah maupun di industri-industri besar.</p>
<p>Praktek <em><strong>E-Learning</strong></em> telah pula melahirkan banyak perangkat lunak bernama <em><strong>Learning Management System</strong></em> atau <em><strong>Course Management System</strong></em> seperti Moodle, Sakai, Dokeos dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun sayang, <span id="more-816"></span>dalam implementasinya belum memberikan hasil yang menggembirakan, hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurang motivasi dari pengguna <em>software</em> (siswa dan guru) tersebut untuk menjadikannya sebuah wahana pembelajaran yang menyenangkan, —alih-alih membantu, malah membuat beban baru!.</p>
<p>Melihat hal tersebut maka lahirlah sebuah pemikiran-pemikiran bagaimana agar pengguna merasa tetap nyaman dengan <em><strong>e-learning. </strong></em>Salah satunya adalah lahir sebuah konsep pendekatan pengembangan <em><strong>e-learning</strong></em> bernama &#8220;<em><strong>Personal Learning Environments (PLEs)</strong></em>&#8220;.</p>
<h4><a href="http://www.slideshare.net/tsauri28/personal-learning-environments-pl-es">Apakah <em><strong>Personal Learning Environments</strong></em> itu?</a></h4>
<p><em><strong>Personal Learning Environments</strong></em> atau disingkat <em><strong>PLEs</strong></em> adalah sebuah pendekatan atau cara pandang <em><strong>e-learning </strong></em>dilihat dari sudut pandang pengalaman belajar mandiri siswa/pengguna. Graham Attwell mendefinisikan PLEs sebagai berikut :</p>
<blockquote><p><em><strong>Personal Learning Environments</strong> (PLE) as an idea that firstly integrates &#8220;pressures and movements&#8221; like lifelong learning, <a title="Informal learning" href="http://edutechwiki.unige.ch/en/Informal_learning">informal learning</a>, <a title="Learning style" href="http://edutechwiki.unige.ch/en/Learning_style">learning styles</a>, new approaches to <a class="mw-redirect" title="Assessment" href="http://edutechwiki.unige.ch/en/Assessment">assessment</a>, <a title="Cognitive tool" href="http://edutechwiki.unige.ch/en/Cognitive_tool">cognitive tools</a>. Furthermore, PLEs are inspired by the success of &#8220;sticky&#8221; new technologies in <a title="Ubiquitous computing" href="http://edutechwiki.unige.ch/en/Ubiquitous_computing">ubiquitous computing</a> and <a title="Social software" href="http://edutechwiki.unige.ch/en/Social_software">social software</a>. </em></p></blockquote>
<p><img class="alignright" title="PLEs v.s. VLE" src="http://edutechwiki.unige.ch/mediawiki/images/LMS_PLE-chatti.gif" alt="" width="313" height="191" /></p>
<p>Lain halnya dengan Graham Attwell, Mohamed Amine Chatti mengibaratkan PLEs sebagai perlengkapan kecil-kecil namun lengkap, berbeda dengan LMS atau sering disebut dengan<em><strong> e-learning</strong></em> dengan pendekatan<em><strong> Virtual Learning Environment</strong></em> (VLE) sebagai &#8220;<em>pisau swiss</em>&#8220;.</p>
<p>Intinya bahwa PLEs melihat <em><strong>e-learning</strong></em> sebagai sebuah aktivitas yang biasa dilakukan seseorang ketika <em>online</em>, <em>tools</em>-nya bebas, bisa dengan <em>social networking</em>, blog atau<em> tools </em>lainnya. Hal ini diharapkan <a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/apa-e-learning-20-itu/"><strong>demotivasi</strong></a> yang biasa terjadi dapat dihilangkan atau setidaknya dikurangi.</p>
<p>Untuk lebih memahami, berikut presentasi tentang PLEs :</p>
<div id="__ss_1724942" style="width: 425px; text-align: left;"><a style="font:14px Helvetica,Arial,Sans-serif;display:block;margin:12px 0 3px 0;text-decoration:underline;" title="Personal Learning Environments (Pl Es)" href="http://www.slideshare.net/tsauri28/personal-learning-environments-pl-es">Personal Learning Environments (Pl Es)</a><object style="margin:0px" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=personallearningenvironmentsples-090715083451-phpapp02&amp;stripped_title=personal-learning-environments-pl-es" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed style="margin:0px" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=personallearningenvironmentsples-090715083451-phpapp02&amp;stripped_title=personal-learning-environments-pl-es" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="font-size: 11px; font-family: tahoma,arial; height: 26px; padding-top: 2px;">View more <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/tsauri28">Asep Sufyan Tsauri</a>.</div>
</div>
<h4>Kesimpulan</h4>
<p>PLEs adalah sebuah pendekatan atau cara pandang terhadap <strong><em>e-learning</em> </strong> sebagai sebuah aktivitas pembelajaran yang dilakukan secara <em>online</em> oleh pembelajar (siswa) dengan <em>tools</em> yang biasa dan disenangi oleh pembelajar yang bersangkutan. PLEs ini diprediksikan akan menjadi titik tolak utama dalam pengembangan sistem <a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/masa-depan-e-learning/"><em><strong>e-learning</strong></em> di masa yang akan segera datang</a>.</p>
<blockquote><p>Artikel ini merupakan salah satu topik penelitian di Program Studi <a href="http://cs.upi.edu">Pendidikan Ilmu Komputer</a> UPI Bandung, sebuah Program Studi yang menghasilkan <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank"><strong>guru TIK</strong></a>.</p></blockquote>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/pengertian-ples/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperkenalkan Diigo Social Bookmarking</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memperkenalkan-diigo-social-bookmarking/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memperkenalkan-diigo-social-bookmarking/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 01:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[connectivism]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[personal learning environments]]></category>
		<category><![CDATA[ple]]></category>
		<category><![CDATA[ples]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[toolbox development]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>
		<category><![CDATA[Webservice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi social networking yang saya ikuti, diigo namanya. Sifat dari social networking ini sedikit berbeda dengan yang lainnya, sehingga lebih tepat disebut social bookmarking. Mengapa? karena diigo ini memiliki fokus pada bagaimana membantu user untuk mengorganisir, me-share dan mendiskusikan koleksi website-webiste personal (bookmark). Sebetulnya social bookmarking bukan hal yang baru di dunia web 2.0, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu lagi <em>social networking</em> yang saya ikuti, <a href="http://diigo.com" target="_blank"><strong>diigo</strong></a> namanya. Sifat dari <em>social networking</em> ini sedikit berbeda dengan yang lainnya, sehingga lebih tepat disebut <strong><em>social bookmarking</em></strong>. Mengapa? karena diigo ini memiliki fokus pada bagaimana membantu user untuk mengorganisir, me-<em>share</em> dan mendiskusikan koleksi website-webiste personal (bookmark).</p>
<p>Sebetulnya social bookmarking bukan hal yang baru di dunia web 2.0, sebelumnya telah lahir social bookmarking semacam digg, google bookmark, dan sebagainya. Namun, diigo meskipun masih versi beta telah memiliki beberapa hal menarik yang belum dimiliki yang lainnya, cukup revolusioner menurut saya!. Seperti <span id="more-767"></span>fitur Sticky Notes, Read Later, Highlight dan sebagainya. Diigo ini sangat cocok untuk dijadikan tools untuk kita yang terbiasa browsing-browsing namun kesulitas untuk mengorganisirnya, dan terkadang kita lupa alamat web padahal itu sangat penting.</p>
<p>Berikut ini beberapa fitur yang cukup menarik dari diigo :</p>
<p><strong>Diigo Toolbar</strong><br />
Diigo memberikan fitur yang akan sangat membantu kita dalam melakukan hobby kita berselancar, yaitu toolbar yang dapat di-embed ke browser milik kita. Browser yang mendukung diantaranya firefox, IE dan flox.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="diigo toolbar" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090713074408_diigotoolbar_4a5a83588c770.jpg" alt="" width="500" height="117" /></p>
<p>Dengan adanya toolbar, kita tidak selalu harus untuk membuka website diigo untuk menggunakan fitur-fitur yang ditawarkan diigo. Tidak egois kan? <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Sticky Notes</strong><br />
Fitur ini memungkinkan kita berdiskusi di suatu halaman web tertentu dengan pengguna diigo lainnya. Sticky Notes ini dapat disetting hanya untuk catatan pribadi (private), group ataupun public.</p>
<p><img class="alignnone" title="diigo sticky notes example" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090713074408_sticky_4a5a835882ac6.jpg" alt="" width="485" height="181" /></p>
<p>Terdapat nilai plus dan minus dari fitur ini memang, jika tidak digunakan dengan baik fitur ini banyak dianggap sebagai fasilitas spamming, oleh karena itu sebaiknya fitur ini digunakan seperlunya saja.</p>
<p><strong>Diigo Group</strong><br />
<img class="alignright" title="signup diigo group" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090713074408_diigogroup_4a5a83589152b.jpg" alt="" width="167" height="127" /></p>
<p>Diigo sebagai <em>social networking</em>, fitur group ini memang merupakan fitur wajib. Dengan fitur ini kita bisa berkolaborasi tentang berbagai bookmark dengan user lain, sehingga pengetahuan kita bisa semakin luas dan kaya.</p>
<p>Sebaiknya mengikuti group yang memang diikuti oleh user-user yang sudah dipercayai anda, agar fungsi dari group ini bisa banyak membantu.</p>
<p><strong>Tips Menggunakan Diigo</strong><br />
Agar penggunaan diigo ini memberikan manfaat yang maksimal bagi pengetahuan anda, berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan.</p>
<ul>
<li>Bookmark yang memang benar-benar website penting</li>
<li>Buat perencanaan belajar pribadi yang sederhana saja, seperti topik apa yang akan dipelajari, sehingga kita fokus pada saat browsing dan memasukkannya ke diigo</li>
<li>berikan tag yang jelas, agar kita mudah mencarinya dikemudian hari</li>
<li>Manfaatkan sticky notes sebijak mungkin, jika tidak ingin disebut sebagai spammer <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Ikuti group yang berkualitas</li>
<li>Manfaatkan fitur highlight seoptimal mungkin</li>
<li>Jangan lupa mengdownload toolbarnya, karena akan sangat membantu.</li>
</ul>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Diigo merupakan situs social bookmarking yang memberikan banyak fitur yang menarik, cocok untuk kegiatan pembelajaran online pribadi kita, karena kita dapat mengorganisir <em>resource</em> yang bertebaran di dunia maya ini <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .<br />
Selamat mencoba! dan jangan lupa kunjungi profil saya di <a href="http://www.diigo.com/profile/tsauri28">http://www.diigo.com/profile/tsauri28</a></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memperkenalkan-diigo-social-bookmarking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.383 seconds -->

