<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sufyan Tsauri's Blog &#187; Pendidikan Teknologi Dasar</title>
	<atom:link href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/tag/pendidikan-teknologi-dasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog</link>
	<description>Let's Blogging !!!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Fenomena Facebook di Dunia Pendidikan Kita</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/fenomena-facebook-di-dunia-pendidikan-kita/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/fenomena-facebook-di-dunia-pendidikan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 08:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat dalam Harian Umum Priangan, 10 Februari 2010 “Buru&#8230; buka facebook, add urang!” ungkapan tersebut sering saya dengar dari ‘harewos’ para siswa ketika memulai kelas praktikum TIK di lab komputer tiap minggunya. Meski mencoba melarang, tapi ternyata sulit untuk membendung keinginan mereka untuk membuka situs jejaring sosial tersebut, biarlah.. yang penting mereka menggunakannya dengan wajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dimuat dalam Harian Umum Priangan, 10 Februari 2010</em></p>
<p><em>“Buru&#8230; buka facebook, add urang!” </em>ungkapan tersebut sering saya dengar dari <em>‘harewos’</em> para siswa ketika memulai kelas praktikum TIK di lab komputer tiap minggunya. Meski mencoba melarang, tapi ternyata sulit untuk membendung keinginan mereka untuk membuka situs jejaring sosial tersebut, biarlah.. yang penting mereka menggunakannya dengan wajar bukan?.<span id="more-879"></span><em> </em></p>
<p>Pada dasarnya bukan hal yang perlu ditakutkan jika siswa sudah mulai keranjingan dengan sebuah teknologi terkini semisal facebook, karena ini merupakan suatu konsekuensi yang harus kita terima dari perkembangan teknologi, seperti ungkapan dari Dr. Wawan Setiawan, M.Kom (Pembantu Dekan II FPMIPA UPI) <em>&#8220;Teknologi itu adalah konsekuensi yang harus diterima oleh semua orang, tekn</em><em>ologi bukan lagi sebagai pilihan!&#8221;</em>. Artinya kehadiran teknologi tidak bisa ditolak oleh siapapun, karena perkembangannya sungguh sangat kuat dan cepat mempengaruhi segala aspek kehidupan. Maka, jika kita menempatkannya sebagai sebuah pilihan (menggunakan atau tidak menggunakan), kita justru akan tergerus oleh pilihan kita sendiri.</p>
<p>Seperti kita ketahui bersama, facebook merupakan situs jejaring sosial terpopuler di dunia saat ini, bahkan di Indonesia situs ini merupakan situs paling banyak dikunjungi dan satu-satunya yang mampu mengalahkan google yang selama ini selalu memimpin (sumber: Alexa.Com). Hal tersebut mungkin disebabkan oleh banyak faktor pendorong seperti kelengkapan fitur yang dimilikinya dan kesederhanaan antarmuka/<em>interface</em> situs yang mudah digunakan oleh pengguna awam sekalipun.</p>
<p>Di wilayah Priangan Timur, meski saya belum mendapatkan angka persis tentang jumlah pengguna facebook, tetapi saya cukup yakin jika di wilayah Priatim pengguna facebook tidak kalah banyaknya, terbukti dengan ramainya berbagai <em>group </em>dan <em>page </em>yang memiliki kata kunci “Tasikmalaya”, “Garut”, “Ciamis”, dan sebagainya. Dari segi umur, kebanyakan yang bergabung dalam <em>group-group</em> tersebut adalah usia-usia remaja.</p>
<p>Dalam dunia pendidikan, semestinya fenomena “f<em>acebook booming”</em> ini bisa menjadi suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para penggerak roda pendidikan utamanya guru, kenapa? Karena apabila kita sebagai guru jeli memanfaatkan media ini, selain dapat digunakan untuk pelengkap pembelajaran di kelas juga dapat pula digunakan untuk hal-hal lain, seperti pengawasan pergaulan siswa di luar lingkungan sekolah dan kelas. Namun masalahnya, saat ini sudah berapa banyak guru yang sadar akan hal ini?</p>
<p>Pada dasarnya siswa dalam usia remaja dengan hadirnya media facebook menjadi lebih ekspresif, dengan bebas membuat status, <em>upload</em> foto dan berbagi catatan membuat mereka merasa “semakin ada”. Remaja selalu terpacu untuk melakukan hal-hal yang baru bagi mereka, dengan hadirnya facebook remaja cenderung penasaran untuk melihat profil orang-orang yang dikenalinya, melihat foto-foto dan mengomentari status, dan kadang tidak segan untuk <em>wall-to-wall</em> dengan gurunya, padahal di lapangan mereka enggan untuk berbicara langsung dengan gurunya tersebut. Guru yang cerdas dapat memanfaatkan hal ini, secara tidak langsung apabila guru mau melakukannya, guru bisa ‘menyentuh’ siswa lebih personal, dan apabila sudah berhasil saya yakin guru dapat menjadi pengarah sekaligus pengawas yang baik bagi para siswa, di sekolah maupun di luar sekolah.</p>
<p>Dalam pengamatan saya, fitur-fitur facebook banyak yang dapat dioptimalkan oleh para pendidik, seperti fitur foto <em>tagging </em>misalnya, guru yang bisa merangkul siswanya melalui facebook bisa saja melakukan penjelasan materi pelajaran dengan sebuah foto. Siswa-siswa di<em>-‘tag’</em> oleh gurunya dan kemudian diminta untuk berkomentar terhadap foto tersebut, dan guru akan bisa mengambil peranan sebagai fasilitator yang baik di sana. Contoh lain, di facebook ternyata telah ada sebuah aplikasi buatan orang Indonesia bernama “Teman Belajar” (<a href="http://apps.facebook.com/temanbelajar/" target="_blank">http://apps.facebook.com/temanbelajar/</a>) yang bisa saja dimanfaatkan oleh guru-guru dan siswa-siswa untuk melakukan semacam pembelajaran jarak jauh yang bersifat kolaboratif.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Guru Jangan Mau Gaptek!</strong></p>
<p><em>“Ah.. Bapak mah teu gaul..!!”,</em>ungkapan itu mungkin pernah kita dengar dari para siswa kita, tentu kita tidak bisa marah karena memang iya, rata-rata guru kita belum “gaul” menurut pandangan mereka para siswa.<em> </em>Salah satu ukuran “gaul” para siswa adalah menyangkut penggunaan teknologi, termasuk di dalamnya facebook. Saya mengajak para guru untuk tidak gaptek (gagap teknologi), karena sekali lagi, bahwa teknologi itu merupakan suatu konsekuensi perkembangan zaman.</p>
<p>Mungkin beberapa saran di bawah ini bisa dilaksanakan oleh kita para guru yang berkeinginan untuk “melek teknologi” :</p>
<ol>
<li>Mulailah memiliki akun facebook, jika kesulitan bertanya ke siswa bukan pilihan yang buruk bukan?</li>
<li>Bertahaplah menambahkan jaringan khususnya dengan para siswa kita sendiri, <em>add </em>satu persatu atau minta mereka untuk meng-<em>add</em> kita</li>
<li>Kenali dan manfaatkan fitur-fitur facebook dengan cerdas, yang penting dapat menyentuh siswa-siswa kita dengan lebih personal</li>
<li>Aktiflah di group atau aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran (elearning).</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Di tengah isu profesionalisme guru saat ini, dimana guru dituntut untuk mampu memberikan pembinaan optimal terhadap siswa-siswanya, tentunya salah satu indikatornya adalah hubungan antara guru dan siswa yang harmonis, guru sebagai pamong. Kehadiran facebook sebagai sebuah konsekuensi perkembangan teknologi sepatutnya dapat menjadi suatu momentum berharga bagi para guru profesional untuk meningkatkan kualitasnya, dengan merangkul siswa lebih personal.</p>
<p>Mari menjadi guru profesional!</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Penulis :</span></strong></p>
<p><strong>Asep Sufyan Tsauri</strong></p>
<p>Guru TIK MTs. Mu’awanah Cisayong &amp; Staff Lab Pendidikan TIK, Ilmu Komputer UPI Bandung</p>
<p>(<a href="../../../../../../">http://tsauri28.myhaley.com</a>)</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/fenomena-facebook-di-dunia-pendidikan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperkenalkan Diigo Social Bookmarking</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memperkenalkan-diigo-social-bookmarking/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memperkenalkan-diigo-social-bookmarking/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 01:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[connectivism]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[personal learning environments]]></category>
		<category><![CDATA[ple]]></category>
		<category><![CDATA[ples]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[toolbox development]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>
		<category><![CDATA[Webservice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi social networking yang saya ikuti, diigo namanya. Sifat dari social networking ini sedikit berbeda dengan yang lainnya, sehingga lebih tepat disebut social bookmarking. Mengapa? karena diigo ini memiliki fokus pada bagaimana membantu user untuk mengorganisir, me-share dan mendiskusikan koleksi website-webiste personal (bookmark). Sebetulnya social bookmarking bukan hal yang baru di dunia web 2.0, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu lagi <em>social networking</em> yang saya ikuti, <a href="http://diigo.com" target="_blank"><strong>diigo</strong></a> namanya. Sifat dari <em>social networking</em> ini sedikit berbeda dengan yang lainnya, sehingga lebih tepat disebut <strong><em>social bookmarking</em></strong>. Mengapa? karena diigo ini memiliki fokus pada bagaimana membantu user untuk mengorganisir, me-<em>share</em> dan mendiskusikan koleksi website-webiste personal (bookmark).</p>
<p>Sebetulnya social bookmarking bukan hal yang baru di dunia web 2.0, sebelumnya telah lahir social bookmarking semacam digg, google bookmark, dan sebagainya. Namun, diigo meskipun masih versi beta telah memiliki beberapa hal menarik yang belum dimiliki yang lainnya, cukup revolusioner menurut saya!. Seperti <span id="more-767"></span>fitur Sticky Notes, Read Later, Highlight dan sebagainya. Diigo ini sangat cocok untuk dijadikan tools untuk kita yang terbiasa browsing-browsing namun kesulitas untuk mengorganisirnya, dan terkadang kita lupa alamat web padahal itu sangat penting.</p>
<p>Berikut ini beberapa fitur yang cukup menarik dari diigo :</p>
<p><strong>Diigo Toolbar</strong><br />
Diigo memberikan fitur yang akan sangat membantu kita dalam melakukan hobby kita berselancar, yaitu toolbar yang dapat di-embed ke browser milik kita. Browser yang mendukung diantaranya firefox, IE dan flox.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="diigo toolbar" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090713074408_diigotoolbar_4a5a83588c770.jpg" alt="" width="500" height="117" /></p>
<p>Dengan adanya toolbar, kita tidak selalu harus untuk membuka website diigo untuk menggunakan fitur-fitur yang ditawarkan diigo. Tidak egois kan? <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Sticky Notes</strong><br />
Fitur ini memungkinkan kita berdiskusi di suatu halaman web tertentu dengan pengguna diigo lainnya. Sticky Notes ini dapat disetting hanya untuk catatan pribadi (private), group ataupun public.</p>
<p><img class="alignnone" title="diigo sticky notes example" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090713074408_sticky_4a5a835882ac6.jpg" alt="" width="485" height="181" /></p>
<p>Terdapat nilai plus dan minus dari fitur ini memang, jika tidak digunakan dengan baik fitur ini banyak dianggap sebagai fasilitas spamming, oleh karena itu sebaiknya fitur ini digunakan seperlunya saja.</p>
<p><strong>Diigo Group</strong><br />
<img class="alignright" title="signup diigo group" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090713074408_diigogroup_4a5a83589152b.jpg" alt="" width="167" height="127" /></p>
<p>Diigo sebagai <em>social networking</em>, fitur group ini memang merupakan fitur wajib. Dengan fitur ini kita bisa berkolaborasi tentang berbagai bookmark dengan user lain, sehingga pengetahuan kita bisa semakin luas dan kaya.</p>
<p>Sebaiknya mengikuti group yang memang diikuti oleh user-user yang sudah dipercayai anda, agar fungsi dari group ini bisa banyak membantu.</p>
<p><strong>Tips Menggunakan Diigo</strong><br />
Agar penggunaan diigo ini memberikan manfaat yang maksimal bagi pengetahuan anda, berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan.</p>
<ul>
<li>Bookmark yang memang benar-benar website penting</li>
<li>Buat perencanaan belajar pribadi yang sederhana saja, seperti topik apa yang akan dipelajari, sehingga kita fokus pada saat browsing dan memasukkannya ke diigo</li>
<li>berikan tag yang jelas, agar kita mudah mencarinya dikemudian hari</li>
<li>Manfaatkan sticky notes sebijak mungkin, jika tidak ingin disebut sebagai spammer <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Ikuti group yang berkualitas</li>
<li>Manfaatkan fitur highlight seoptimal mungkin</li>
<li>Jangan lupa mengdownload toolbarnya, karena akan sangat membantu.</li>
</ul>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Diigo merupakan situs social bookmarking yang memberikan banyak fitur yang menarik, cocok untuk kegiatan pembelajaran online pribadi kita, karena kita dapat mengorganisir <em>resource</em> yang bertebaran di dunia maya ini <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .<br />
Selamat mencoba! dan jangan lupa kunjungi profil saya di <a href="http://www.diigo.com/profile/tsauri28">http://www.diigo.com/profile/tsauri28</a></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memperkenalkan-diigo-social-bookmarking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Future View: Ilkom UPI 2020</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/future-view-ilkom-upi-2020/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/future-view-ilkom-upi-2020/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 00:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Program Ilmu Komputer FPMIPA UPI merupakan salah satu program yang berumur masih sangat muda di Universitas Pendidikan Indonesia. (Katanya) Ini merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan yang ada di lapangan pada saat ini, dimana dunia saat ini tidak bisa lepas dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, khusus di bidang pendidikan, TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk masuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cs.upi.edu" target="_blank"><strong>Program Ilmu Komputer FPMIPA UPI</strong></a> merupakan salah satu program yang berumur masih sangat muda di Universitas Pendidikan Indonesia. (Katanya) Ini merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan yang ada di lapangan pada saat ini, dimana dunia saat ini tidak bisa lepas dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, khusus di bidang pendidikan, TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk masuk kedalam kurikulum pendidikan dasar.</p>
<p>Program Ilmu Komputer UPI terbagi menjadi 2 (dua) Program Studi yaitu Prodi Ilmu Komputer dan Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer. Ilmu Komputer bukan merupakan hal yang baru di Indonesia karena sudah begitu banyak lahir di universitas-universitas lain sehingga Prodi Ilkom di UPI ini boleh dikatakan terlambat, namun untuk Prodi Pendidikan Ilmu Komputer merupakan fenomena baru, karena Prodi ini baru lahir di Indonesia, yaitu di UPI. Pada Kesempatan ini, saya akan lebih banyak menyoroti Prodi Pendidikan Ilmu Komputer.<span id="more-691"></span></p>
<p>Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang ada di atas, Program Ilmu Komputer memiliki peluang yang sangat besar dalam berpartisipasi membangun Republik ini. Garis besar peluang yang bisa diambil oleh Program Ilkom tersebut adalah Pendidikan dan Ilmu Komputer. Sehingga bukan impian yang berlebihan jika pada tahun 2020 Program Ilkom UPI ini sudah bisa menjadi <em>Leader</em> di Indonesia dalam hal pengembangan <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=templates-and-stylesheets" target="_blank"><em><strong>inovasi dalam bidang pendidikan dan Ilmu Komputer</strong></em></a>, tentu jika diupayakan dengan serius.</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3228/2880986063_d3f324dfab.jpg" rel="shadowbox[post-691];player=img;"><img class="alignright" title="isola upi" src="http://farm4.static.flickr.com/3228/2880986063_d3f324dfab.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Sebelas tahun (2009 s.d. 2020) bukan waktu yang lama untuk membangun sebuah Program Ilkom UPI ini menjadi Leading di negeri ini, sehingga perlu ada sebuah target yang menjadi prioritas. Dalam pandangan saya, setidaknya harus ada 2 (dua) hal yang menjadi prioritas, yaitu <strong>Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)</strong> dan<strong> Pengembangan Konten</strong>.</p>
<p><strong>Pengembangan SDM</strong><br />
Kebutuhan mendesak saat ini akan SDM TIK dalam bidang pendidikan harus segera dijawab oleh Program Ilkom UPI, yaitu dengan melahirkan 2 (dua) jenis SDM, pertama Tenaga Pendidik yang Profesional untuk bidang keilmuan TIK; kedua Ahli/Pakar/Praktisi/Entrepreneur untuk mengembangkan konten TIK di dunia pendidikan (Sistem maupun konten).</p>
<p><em><strong>Tenaga Pendidik yang Profesional</strong></em><br />
Prodi Pendidikan Ilkom UPI harus bisa menjadi <em>&#8216;produsen&#8217;</em> yang mampu menghasilkan agen-agen tenaga pendidik profesional untuk bidang keilmuan TIK yang siap dan militan untuk berjuang di tataran <em>grass root</em> (sekolah) alias <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank"><strong>guru TIK</strong></a>.</p>
<p><em><strong>Ahli / Pakar / Praktisi Pengembang Konten TIK untuk Pendidikan</strong></em><br />
Prodi Pendidikan Ilkom harus mampu menghasilkan banyak pakar dalam bidang pendidikan dan teknologi. Setidaknya harus ada 2 (dua) jenis pakar yang mampu dihasilkan Prodi Ilmu Komputer UPI, yaitu Ahli di bidang pengembangan Sistem dan Konten.</p>
<p>Ahli di bidang sistem harus bisa menghasilkan produk-produk teknologi untuk pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan teori-teori kependidikan, seperti produk <em>e-education</em>, media-media pembelajaran, dan sebagainya.</p>
<p>Ahli di bidang konten harus bisa menjadi <strong>penentu kebijakan-kebijakan arah pendidikan TIK</strong> di tingkat sekolah menengah (kurikulum, bahan ajar, dsb), seperti yang di ungkapkan salah seorang sahabat di blognya yang mengungkapkan bahwa Prodi Ilkom harus bisa menghasilkan pakar di tingkat Depdiknas untuk mengembangkan Kurikulum TIK.</p>
<p><strong>Pengembangan Konten</strong><br />
Konten TIK dalam Pendidikan yang ada saat ini dirasakan belum memiliki roh, hampa dan kosong. Konten TIK dalam Pendidikan saat ini baru sampai menjadi <strong>KOMODITAS BISNIS</strong> dari pengembang konten yang tidak begitu faham tentang dunia kependidikan, imbasnya banyak anggaran yang habis tanpa hasil yang memuaskan. Prodi Ilkom UPI sangat pantas jika nanti menjadi <strong>rujukan utama dalam mengembangkan konten TIK</strong> untuk pendidikan di negeri ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://farm2.static.flickr.com/1307/1332482603_7756469d77.jpg" rel="shadowbox[post-691];player=img;"><img class="aligncenter" title="fpmipa upi" src="http://farm2.static.flickr.com/1307/1332482603_7756469d77.jpg" alt="" width="350" height="263" /></a></p>
<p>Strategi yang bisa diambil untuk tujuan diatas adalah dengan melakukan kolaborasi yang masif antara civitas Prodi Pendidikan Ilkom UPI ini (dosen, mahasiswa dan alumni). Tidak ada salahnya, jika setiap tugas Mata Kuliah berupa pengembangan produk yang sudah dipetakan sebelumnya untuk menjadi sebuah produk yang memang menjawab permasalahan di lapangan, sehingga setiap tugas tidak ada yang sia-sia (akan berkesinambungan).</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Program Ilkom UPI di tahun 2020 sepantasnya sudah bisa menjadi <em>leader</em> dalam berbicara soal aplikasi TIK di dunia pendidikan, baik dari segi subjek (SDM) maupun objek (konten). Sehingga, civitas Program Pendidikan Ilmu Komputer UPI tidak hanya akan menghasilkan guru TIK, namun juga harus menghasilkan entrepreneur dan analis yang bisa mewarnai pendidikan Indonesia dengan TIK. Luar biasa&#8230;</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/future-view-ilkom-upi-2020/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maknai Hardiknas dengan Go Blog!</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/maknai-hardiknas-dengan-go-blog/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/maknai-hardiknas-dengan-go-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 02:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini serasa tidak ada yang istimewa, saya pun ingat ketika melihat status seorang teman yang mengucapkan selamat di facebook. Kemudian saya mencoba mencari makna yang cocok untuk Hardiknas tahun ini, sejenak merenung.. dan keluarlah sebuah kalimat &#8220;Mari maknai Hardiknas dengan semangat berbagi ilmu!&#8221;, demikian status facebook yang saya tulis pagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini serasa tidak ada yang istimewa, saya pun ingat ketika melihat status seorang teman yang mengucapkan selamat di facebook. Kemudian saya mencoba mencari makna yang cocok untuk Hardiknas tahun ini, sejenak merenung.. dan keluarlah sebuah kalimat<strong><em> &#8220;Mari maknai Hardiknas dengan semangat berbagi ilmu!&#8221;</em></strong>, demikian status facebook yang saya tulis pagi 2 Mei 2009.</p>
<p>Kenapa kalimat itu yang keluar?. Mungkin karena yang terbesit di benak saya saat ini adalah tentang semangat berbagi ilmu<span id="more-680"></span> bangsa Indonesia yang masih rendah, khususnya pada penulisan konten di ruang publik (internet).</p>
<p>Hal di atas dapat kita lihat betapa masih terbatasnya sumber-sumber bacaan bermutu yang berbahasa Indonesia untuk semua disiplin ilmu. Untuk mencari topik-topik yang sedikit &#8216;<em>advance</em>&#8216;, kita sangat jarang menemukan sumber berbahasa Indonesia. Padahal media untuk berbagi ilmu saat ini sudah sangat terbuka dan sebagian besar GRATIS! (blog, wikipedia, youtube, dsb).</p>
<p><strong>Penyebabnya (mungkin)</strong></p>
<ol>
<li>Budaya menulis yang masih rendah<br />
Pendidikan di negeri kita belum bisa memberikan stimulus yang baik untuk menumbuhkan budaya menulis yang erat hubungannya dengan kemampuan psikomotorik dan afektif. Pendidikan kita masih terlalu dominan untuk menghasilkan manusia yang cerdas kognitif saja.</li>
<li>Anggapan <em>&#8220;Internet adalah sumber yang sangat kaya dan tidak terbatas&#8221;</em><br />
Iklan layanan masyarakat yang mengenalkan tentang pentingnya internet tersebut, disatu sisi memang benar, namun di sisi lain itu membentuk opini bahwa ber-internet hanya untuk &#8216;<em>mendapatkan</em>&#8216; padahal ruang publik ini juga memerlukan banyak kontribusi, harus ditumbuhkan bahwa selain &#8216;mendapatkan&#8217; namun juga perlu ditumbuhkan budaya &#8216;memberi&#8217; dan &#8216;berkontribusi&#8217;.</li>
<li>Keteladanan<br />
Para pakar di negeri ini masih sangat jarang yang mau berbagi melalui jaringan internet, apalagi sampai melakukan <em>conversation</em>. Budaya menulis mungkin harus juga diberikan stimulus dengan keteladanan seperti yang dilakukan oleh <a href="http://romisatriawahono.net/">Pak Romi</a>, terus terang saya pun menjadi termotivasi menulis di blog ini salah satunya karena beliau.</li>
</ol>
<p><strong>Peluang untuk Pendidik<br />
</strong></p>
<p>Dari kondisi yang ada, hal ini malah menjadi peluang yang sangat terbuka untuk para pendidik untuk dapat mengembangkan diri.</p>
<ol>
<li>Mengimbangi <em>lifestyle</em> siswa<br />
Ketika pendidik mau terjun untuk berkreasi di dunia maya, hal ini akan berdampak luar biasa, bukankah dunia siswa saat ini adalah dunia facebook, dunia friendster dan dunia blogging?</li>
<li>Portofolio<br />
Tulisan-tulisan di blog akan sangat ampuh jika dijadikan sebuah portofolio, karena setiap tulisan yang dipublish akan selalu ada selama tidak dihapus. <em>Search engine</em> seperti google pun akan terus mengindex semua tulisan yang ada di jaringan internet.</li>
<li>Amal yang tak putus pahalanya &#8211;<em>ilmu yang bermanfaat</em><br />
Ketika tulisan kita dibaca dan bermanfaat untuk orang lain, bukankah itu merupakan ilmu yang bermanfaat?. Oleh karena itu, marilah kita mulai memberikan banyak manfaat untuk orang lain.</li>
</ol>
<p>Kesimpulannya, mari maknai hari pendidikan ini dengan semangat berbagi ilmu di internet, mari perkaya content dengan content-content berbahasa Indonesia dan berangkat dari realita-realita lokal.</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/maknai-hardiknas-dengan-go-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa E-Learning 2.0 Itu?</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/apa-e-learning-20-itu/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/apa-e-learning-20-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 22:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tsauri28]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>
		<category><![CDATA[Webservice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Sudah banyak penelitian tentang bagaimanakah caranya sebuah kegiatan pembelajaran bisa dihadirkan secara virtual atau online, sehingga kegiatan pembelajaran bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. (Mungkin) semua sepakat bahwa e-learning lah jawabannya. Telah 1 (satu) dekade lebih ide e-learning tersebut ramai diperbincangkan oleh banyak kalangan, dan sudah banyak pula yang telah menerapkannya. Akan tetapi, kebanyakan implementasi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah banyak penelitian tentang bagaimanakah caranya sebuah kegiatan pembelajaran bisa dihadirkan secara <em>virtual</em> atau <em>online</em>, sehingga kegiatan pembelajaran bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. (Mungkin) semua sepakat bahwa <em>e-learning</em> lah jawabannya.</p>
<p>Telah 1 (satu) dekade lebih ide <em>e-learning</em> tersebut ramai diperbincangkan oleh banyak kalangan, dan sudah banyak pula yang telah menerapkannya. Akan tetapi, kebanyakan implementasi di lapangan, sistem yang dibangun ternyata sebagian besar tidak bisa berjalan dengan baik dan tahan lama, banyak <em>situs e-learning</em><span id="more-640"></span> baik di industri maupun institusi pendidikan <em><strong>&#8220;Mati sebelum Berkembang&#8221;</strong></em>. Sebuah penelitian menyebutkan, bahwa kegagalan penerapan e-learning tersebut diakibatkan oleh kakunya sistem yang diterapkan, sehingga pengguna sistem merasa kurang termotivasi untuk menggunakannya. Sistem yang dimaksud adalah sistem yang melakukan pendekatan implementasi e-learning dengan metode <em>Virtual Learning Environment</em> (VLE), yaitu dengan pengembangan ruang <em>virtual</em> yang sengaja dibuat untuk tujuan pembelajaran. Konsekuensi dari metode VLE ini adalah harus adanya sistem &#8216;besar&#8217; yang menampung semua aspek pembelajaran seperti di kelas konvensional. Guru menyimpan semua bahan pembelajaran, dan siswa harus mengikuti semua proses yang ada, dari mulai membaca materi sampai mengikuti ujian. Bagi guru yang kurang motivasi, maka &#8216;ruang&#8217; yang telah dibuat tersebut tentu akan menjadi tugas tambahan yang memberatkan, begitupun siswanya. VLE lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan institusional dibandingkan dengan kebutuhan personal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="kurang motivasi" src="http://breathewithme.files.wordpress.com/2008/07/lack-motivation-3.jpg" alt="" width="259" height="320" /></p>
<p>Di sisi lain, perkembangan web 2.0 telah banyak mengubah perilaku masyarakat pengguna internet. Kecendrungannya memperlihatkan bahwa pengguna menjadi semakin narsis, <em>mobile</em> dan sensitif. Web 2.0 ini melahirkan banyak sekali pilihan aplikasi online untuk digunakan masyarakat pengguna internet, dari mulai aplikasi blogging sederhana sampai dengan aplikasi sosial (<em>social media</em>) dengan interaktifitas dan konektivitas tinggi semacam facebook dan secondlife. Setiap orang menjadi sangat narsis, mobile dan sensitif karena hal tersebut. Setiap orang menjadi sangat bebas menentukan pilihannya untuk mengikuti <em>&#8216;madzhab&#8217;</em> mana untuk mengekspresikan dirinya di internet, boleh jadi sekarang menjadi <em>facebookaholic</em>, minggu depan menjadi <em>secondlifaholic</em>!. Semuanya bebas pilih!!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="collaborative" src="http://i.ehow.com/images/GlobalPhoto/Articles/2100625/4personalities_Full.jpg" alt="" width="360" height="238" /></p>
<p>Nah, lalu apa sebenarnya e-learning 2.o itu?. <strong>E-learning 2.0</strong> itu adalah<strong><em> sebuah pendekatan sistem e-learning yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi web 2.0</em></strong> (Wikipedia), artinya e-learning yang lebih mengakomodir sifat narsistik, <em>mobile-isme</em> dan sensitifitas para penggunanya.</p>
<p>E-learning 2.0 memiliki pendekatan yang berbeda, jika e-learning 1.0 bersifat VLE maka e-learning 2.0 bersifat PLEs, yaitu singkatan dari <em>Personal Learning Environments</em>. Sistem dibangun untuk memenuhi kebutuhan personal penggunanya dibandingkan dengan institusionalnya. Sehingga model ini ciri khasnya adalah :</p>
<ol>
<li>Setiap orang memiliki kewenangan penuh dalam mengatur kegiatan pembelajarannya</li>
<li>Setiap orang berhak memberikan masukan tentang bahan pembelajaran</li>
<li>Guru atau mentor memiliki tugas yang lebih ringan, yaitu hanya menjadi fasilitator dan moderator (tidak harus menyiapkan bahan pembelajaran keseluruhan)</li>
<li>Tingkat kolaborasi menjadi lebih tinggi</li>
<li>Penilaian<strong> proses belajar</strong> tiap siswa dapat dilakukan, tidak seperti e-learning 1.0 yang hanya memungkinkan melakukan evaluasi di akhir saja.</li>
</ol>
<p>Pengembangan sistem e-learning 2.0 ini sudah banyak dilakukan oleh banyak pihak (Indonesia saya belum menemukan), namun masih terdapat banyak kekurangan. Ini menjadi satu peluang bagi para peneliti dan pengembang sistem untuk berkonsentrasi pada hal ini, karena saya meyakini ini bisa menjadi masa depan e-learning (di Indonesia juga).</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/apa-e-learning-20-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Dosen Pun Bermain Pet Society</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/ketika-dosen-pun-bermain-pet-society/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/ketika-dosen-pun-bermain-pet-society/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 23:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Webservice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Aplikasi Facebook yang cukup banyak ditambahkan oleh teman-teman saya di facebook adalah &#8220;Pet Society&#8221; .  Kenapa saya tahu, karena saya juga termasuk orang yang memiliki Pet dalam aplikasi tersebut . Pet yang dapat kita lihat adalah pet-pet yang dipunyai oleh teman-teman kita sendiri, jadi jika kita ingin dapet point besar, ya.. perbanyaklah teman yang memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aplikasi Facebook yang cukup banyak ditambahkan oleh teman-teman saya di facebook adalah <em>&#8220;Pet Society&#8221;</em> .  Kenapa saya tahu, karena saya juga termasuk orang yang memiliki <em>Pet</em> dalam aplikasi tersebut <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Pet yang dapat kita lihat adalah pet-pet yang dipunyai oleh teman-teman kita sendiri, jadi jika kita ingin dapet point besar, ya.. perbanyaklah teman yang memiliki pet juga.</p>
<p>Aplikasi game ini ternyata banyak sekali dimainkan oleh teman saya, ada sekitar 60 orang lebih teman yang memainkannya, dan ternyata salah satu <a href="http://yudiwbs.wordpress.com" target="_blank">dosen</a> saya pun memainkannya, wah.. saya rasa ini bisa jadi sindroma baru nih&#8230; <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <span id="more-615"></span></p>
<p>Berbicara masalah game, memang ini merupakan salah satu fenomena menarik dalam perkembangan teknologi, termasuk dalam inovasi pendidikan. Berbicara masalah E-Learning tentu saat ini sangat identik dengan game, tentunya game pembelajaran. Banyak pihak di Indonesia yang telah serius mengembangkan game-game pembelajaran, karena memang terbukti cukup efektif dalam menjembatani antara dunia bermain dengan pendidikan. Buat teman-teman yang mengambil skripsi tentang game pembelajaran, salut deh..!</p>
<p>Nah, kemudian bagaimana sih kriteria-kriteria game pembelajaran yang baik itu?, berikut rangkuman dari beberapa sumber yang saya dapat :</p>
<ol>
<li><strong>Menarik dan menantang</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="menantang" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://thestar.com.my/archives/2008/7/14/sports/s_p54Ambak.jpg&amp;usg=AFQjCNFJ3klzN6X7RU_LmyrsK8ScI7tTfw" alt="" width="200" height="280" /></p>
<p>Dari mulai judul, intro dan isi berikan kesan menarik dan menantang sehingga ketika bermain, user seakan sedang melakukan satu misi tertentu (layaknya game). Dari judul berilah judul yang membuat penasaran seperti<em> &#8220;Petualangan Menaklukan Meteor X&#8221; </em>atau <em>&#8220;Misi Rahasia Agen 008&#8243;</em> dan sebagainya.</p>
<li><strong>Tujuan pembelajaran yang jelas</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="target" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://www.orientbuy.com/files/laser_target_alarmclock.jpg&amp;usg=AFQjCNG7b2_N_VFLtzTD2Qe_1hEgVAf_gQ" alt="" width="280" height="365" /></p>
<p>Dalam<em> Quantum Teaching</em> ada istilah &#8220;AMBAK&#8221; = &#8220;Apa Manfaatnya Bagiku?&#8221;. User <strong>WAJIB</strong> mengetahui misi tiap langkah dalam game tersebut, hal ini penting dalam menciptakan motivasi belajar bagi user. Tujuan pembelajaran harus di-setting menantang juga, artinya jangan terlalu mudah ataupun terlalu sulit.</p>
<li><strong>Berikan apersepsi yang baik</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="apersepsi" src="http://www.studentfilmmakers.com/news/uploads/bogenimaging/apperception.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p>Berangkatlah dari kebiasaan user, kemudian baru kita bawa ke dunia kita. Intinya buatlah suatu kondisi yang nyaman dan dimengerti user ketika memulai game tersebut.</p>
<li><strong>Komunikatif</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="komunikasi" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://www.sbs.ox.ac.uk/NR/rdonlyres/DEB81C3C-7A32-4E28-8492-59586F2E1BED/3887/direct_communication_marketing.jpg&amp;usg=AFQjCNGxfefP-KS6bRkQYaiDpCuJsNZ03A" alt="" width="315" height="212" /></p>
<p>Apa yang ditayangkan dalam game harus bisa menjadi jalur komunikasi yang baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat dipahami oleh user.</p>
<li><strong>Ilustrasi dan animasi yang jelas dan masuk akal<br />
</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="ilustrasio" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://www.cpluv.com/www/medias/smpl/smpl_45354c608eaca.gif&amp;usg=AFQjCNH0pNFb3VX7N809B75hSLQ1tDFjEw" alt="" width="343" height="218" /></p>
<p>Ilustrasi dan animasi merupakan nyawa dari game pembelajaran. Upayakan agar ilustrasi dan animasi yang terdapat dalam game mendekati kenyataan, sehingga user akan merasa dalam kondisi yang riil dan mudah dibayangkan kembali nantinya.</p>
<li><strong>Evaluasi dan umpan balik yang kreatif</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="evaluation" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://www.trilliumassociates.com/images/magnify1.JPG&amp;usg=AFQjCNE51jEQj7aeS26UOLcjhmR9D3Jnhg" alt="" width="350" height="234" /></p>
<p>Berikan tes yang kreatif, jika perlu berikan tes yang berupa misi juga, sehingga user tidak sadar bahwa ia sedang dalam fase evaluasi dalam pembelajaran. Kemudian berikan juga umpan balik yang kreatif, bisa berupa reward atau apapun yang bisa meningkatkan motivasi user untuk mengulang game tersebut di lain waktu.</ol>
<p>Mohon maaf jika judul dan isi kurang relevan, inspirasi judul didapat setelah melihat wall facebook <a href="http://yudiwbs.wordpress.com" target="_blank">pak yudi</a>. hehe&#8230; peace pak!<br />
<a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;ct=res&amp;cd=1&amp;url=http%3A%2F%2Ffakultasluarkampus.net%2Fwp-content%2Fuploads%2F2008%2F09%2F01-software-pembelajaran-yang-baik-dilihat-dari-aspek-desain-pembelajaran-pak-uwes.doc&amp;ei=RebTSaKHHsOIkAXrp8GmCA&amp;usg=AFQjCNH4MDBvXYN_TWgR6TwQ6m_r1bG8PQ&amp;sig2=PPTjXuHXH4v1unfpyyxc2A" target="_blank"></a></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<p style="text-align: right;">
<p>Referensi : <a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;ct=res&amp;cd=1&amp;url=http%3A%2F%2Ffakultasluarkampus.net%2Fwp-content%2Fuploads%2F2008%2F09%2F01-software-pembelajaran-yang-baik-dilihat-dari-aspek-desain-pembelajaran-pak-uwes.doc&amp;ei=RebTSaKHHsOIkAXrp8GmCA&amp;usg=AFQjCNH4MDBvXYN_TWgR6TwQ6m_r1bG8PQ&amp;sig2=PPTjXuHXH4v1unfpyyxc2A" target="_blank">FakultasLuarKampus.Net</a></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/ketika-dosen-pun-bermain-pet-society/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemanakah Roh Kurikulum TIK ??</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 15:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Photoblog]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Kapita Selekta, adalah salah satu mata kuliah yang saya kontrak semester ini. Mungkin hanya kapsel ini mata kuliah yang semester ini mewajibkan saya masuk kelas, karena sisanya kebanyakan tugas di luar. Perkuliahan minggu ini, kapsel yang diampu langsung oleh Pak Wawan selaku Kaprodi Pendidikan Ilmu Komputer membahas tentang tugas kelompok yang telah dikumpulkan sebelumnya, topiknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081106223347_mosaic2657176_49130e5ba8304.jpg" rel="shadowbox[post-270];player=img;"><img class="aligncenter" title="kapsel" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081106223347_mosaic2657176_49130e5ba8304.jpg" alt="" width="431" height="217" /></a></p>
<p><strong>Kapita Selekta</strong>, adalah salah satu <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=templates-and-stylesheets" target="_blank"><strong>mata kuliah</strong></a> yang saya kontrak semester ini. Mungkin hanya kapsel ini mata kuliah yang semester ini mewajibkan saya masuk kelas, karena sisanya kebanyakan tugas di luar.</p>
<p>Perkuliahan minggu ini, kapsel yang diampu langsung oleh <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=dr-wawan-setiawan-m-kom" target="_blank"><strong><span style="text-decoration: underline;">Pak Wawan</span></strong></a> selaku Kaprodi <a href="http://cs.upi.edu" target="_blank"><strong>Pendidikan Ilmu Komputer</strong></a> membahas tentang tugas kelompok yang telah dikumpulkan sebelumnya, topiknya adalah kajian kurikulum mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Ada yang menarik? mari kita lihat.<span id="more-270"></span></p>
<p>TIK sejak tahun 2004 (kurikulum KBK) telah masuk pada kurikulum resmi di seluruh sekolah, setidaknya menjadi mata pelajaran yang wajib dipelajari, dari sejak SMP sampai SMA. Sejak itu pula, kurikulum terbentuk dan berjalan di seluruh sekolah se-Indonesia. Sebagai mata pelajaran yang baru masuk, TIK masih memiliki kekurangan di sana sini, yaitu :</p>
<ol>
<li>Korelasi dengan infrastruktur sangat kental, laboratorium komputer menjadi penentu utama keberhasilan pelaksanaan pembelajaran TIK di sekolah sehingga sekolah-sekolah yang tidak mampu mengadakan laboratorium komputer menjadi tidak bisa optimal</li>
<li>Pendalaman materi yang kabur, maksud saya bahwa kurikulum yang ada kurang dapat merangsang para pendidik mata pelajaran TIK untuk membuat pendalaman materi yang lebih baik</li>
<li>Pendidik mata pelajaran TIK di sekolah saat ini didominasi bukan oleh lulusan yang semestinya, yaitu oleh guru mata pelajaran lain dan lulusan ilmu komputer/informatika yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai pendidik</li>
<li>Pemahaman bahwa pelajaran TIK adalah pelajaran yang hanya akan menjadikan peserta didik menjadi seorang operator berbagai perangkat lunak.</li>
</ol>
<p>Dari ke-empat alasan diatas menggambarkan bahwa kurikulum TIK di SMP maupun SMA belum memiliki roh yang seharusnya ada dalam kurikulum TIK (krisis identitas), padahal sepanjang pengetahuan saya bahwa TIK semestinya dapat mengantarkan peserta didik yang berwawasan luas dan bertindak arif berdasarkan teknologi mutakhir yang berkembang, tidak hanya menjadikan seorang yang hanya bisa <em>klik kanan, klik kiri, drag dan copy paste!</em>. <strong>Sebuah tantangan bagi para <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank">guru TIK</a>!!</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="panel_wrapper" href="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081107055122_mosaic2657176_491374ea42cce.jpg" rel="shadowbox[post-270];player=img;"><img class="aligncenter" title="laboratorium komputer" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20081107055122_mosaic2657176_491374ea42cce.jpg" alt="" width="360" height="360" /></a></p>
<p>Salah satu solusi dari permasalahan diatas (menurut Pak Wawan) adalah dengan memasukkan <strong>Pendidikan Teknologi Dasar (PTD)</strong> kedalam kurikulum TIK saat ini. Pengetahuan Teknologi Dasar secara garis besar adalah <span style="text-decoration: line-through;">merupakan</span> konsep pemahaman terhadap suatu teknologi dari sudut pandang yang ilimiah dan <em>eksak</em>. Dengan <strong>Pendidikan Teknologi Dasar</strong> ini, pendidik TIK dituntut untuk dapat menganalisa suatu teknologi yang akan diajarkan kepada peserta didik dari sudut pandang yang mendalam sehingga dapat menyampaikan kepada peserta didik bahwa teknologi lahir dari beberapa disiplin ilmu yang saling berhubungan, sehingga tidak hanya menyampaikan <em>&#8220;bagaimana melakukannya?&#8221; </em>tapi juga <em>&#8220;bagaimana itu lahir?&#8221;</em>.</p>
<p>Memang diakui, bahwa TIK baru lahir tahun 2004 yang sampai saat ini kurikulumnya pun belum pernah dikaji kembali oleh Pusat Kurikulum (Puskur) Depdiknas pasti menyisakan &#8220;<em>celah</em>&#8221; yang tidak sedikit, akhirnya kita memang harus terus mendorong agar pendidikan TIK pada khususnya dan pendidikan pada umumnya dapat terus berkembang dan benar &#8211; benar dapat menjadikan peserta didik yang cerdas, bertaqwa dan ber<em>akhlakul karimah</em>. Amiin.</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.895 seconds -->

