<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sufyan Tsauri's Blog &#187; ilkom upi</title>
	<atom:link href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/tag/ilkom-upi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog</link>
	<description>Let's Blogging !!!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Fenomena Facebook di Dunia Pendidikan Kita</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/fenomena-facebook-di-dunia-pendidikan-kita/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/fenomena-facebook-di-dunia-pendidikan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 08:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat dalam Harian Umum Priangan, 10 Februari 2010 “Buru&#8230; buka facebook, add urang!” ungkapan tersebut sering saya dengar dari ‘harewos’ para siswa ketika memulai kelas praktikum TIK di lab komputer tiap minggunya. Meski mencoba melarang, tapi ternyata sulit untuk membendung keinginan mereka untuk membuka situs jejaring sosial tersebut, biarlah.. yang penting mereka menggunakannya dengan wajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dimuat dalam Harian Umum Priangan, 10 Februari 2010</em></p>
<p><em>“Buru&#8230; buka facebook, add urang!” </em>ungkapan tersebut sering saya dengar dari <em>‘harewos’</em> para siswa ketika memulai kelas praktikum TIK di lab komputer tiap minggunya. Meski mencoba melarang, tapi ternyata sulit untuk membendung keinginan mereka untuk membuka situs jejaring sosial tersebut, biarlah.. yang penting mereka menggunakannya dengan wajar bukan?.<span id="more-879"></span><em> </em></p>
<p>Pada dasarnya bukan hal yang perlu ditakutkan jika siswa sudah mulai keranjingan dengan sebuah teknologi terkini semisal facebook, karena ini merupakan suatu konsekuensi yang harus kita terima dari perkembangan teknologi, seperti ungkapan dari Dr. Wawan Setiawan, M.Kom (Pembantu Dekan II FPMIPA UPI) <em>&#8220;Teknologi itu adalah konsekuensi yang harus diterima oleh semua orang, tekn</em><em>ologi bukan lagi sebagai pilihan!&#8221;</em>. Artinya kehadiran teknologi tidak bisa ditolak oleh siapapun, karena perkembangannya sungguh sangat kuat dan cepat mempengaruhi segala aspek kehidupan. Maka, jika kita menempatkannya sebagai sebuah pilihan (menggunakan atau tidak menggunakan), kita justru akan tergerus oleh pilihan kita sendiri.</p>
<p>Seperti kita ketahui bersama, facebook merupakan situs jejaring sosial terpopuler di dunia saat ini, bahkan di Indonesia situs ini merupakan situs paling banyak dikunjungi dan satu-satunya yang mampu mengalahkan google yang selama ini selalu memimpin (sumber: Alexa.Com). Hal tersebut mungkin disebabkan oleh banyak faktor pendorong seperti kelengkapan fitur yang dimilikinya dan kesederhanaan antarmuka/<em>interface</em> situs yang mudah digunakan oleh pengguna awam sekalipun.</p>
<p>Di wilayah Priangan Timur, meski saya belum mendapatkan angka persis tentang jumlah pengguna facebook, tetapi saya cukup yakin jika di wilayah Priatim pengguna facebook tidak kalah banyaknya, terbukti dengan ramainya berbagai <em>group </em>dan <em>page </em>yang memiliki kata kunci “Tasikmalaya”, “Garut”, “Ciamis”, dan sebagainya. Dari segi umur, kebanyakan yang bergabung dalam <em>group-group</em> tersebut adalah usia-usia remaja.</p>
<p>Dalam dunia pendidikan, semestinya fenomena “f<em>acebook booming”</em> ini bisa menjadi suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para penggerak roda pendidikan utamanya guru, kenapa? Karena apabila kita sebagai guru jeli memanfaatkan media ini, selain dapat digunakan untuk pelengkap pembelajaran di kelas juga dapat pula digunakan untuk hal-hal lain, seperti pengawasan pergaulan siswa di luar lingkungan sekolah dan kelas. Namun masalahnya, saat ini sudah berapa banyak guru yang sadar akan hal ini?</p>
<p>Pada dasarnya siswa dalam usia remaja dengan hadirnya media facebook menjadi lebih ekspresif, dengan bebas membuat status, <em>upload</em> foto dan berbagi catatan membuat mereka merasa “semakin ada”. Remaja selalu terpacu untuk melakukan hal-hal yang baru bagi mereka, dengan hadirnya facebook remaja cenderung penasaran untuk melihat profil orang-orang yang dikenalinya, melihat foto-foto dan mengomentari status, dan kadang tidak segan untuk <em>wall-to-wall</em> dengan gurunya, padahal di lapangan mereka enggan untuk berbicara langsung dengan gurunya tersebut. Guru yang cerdas dapat memanfaatkan hal ini, secara tidak langsung apabila guru mau melakukannya, guru bisa ‘menyentuh’ siswa lebih personal, dan apabila sudah berhasil saya yakin guru dapat menjadi pengarah sekaligus pengawas yang baik bagi para siswa, di sekolah maupun di luar sekolah.</p>
<p>Dalam pengamatan saya, fitur-fitur facebook banyak yang dapat dioptimalkan oleh para pendidik, seperti fitur foto <em>tagging </em>misalnya, guru yang bisa merangkul siswanya melalui facebook bisa saja melakukan penjelasan materi pelajaran dengan sebuah foto. Siswa-siswa di<em>-‘tag’</em> oleh gurunya dan kemudian diminta untuk berkomentar terhadap foto tersebut, dan guru akan bisa mengambil peranan sebagai fasilitator yang baik di sana. Contoh lain, di facebook ternyata telah ada sebuah aplikasi buatan orang Indonesia bernama “Teman Belajar” (<a href="http://apps.facebook.com/temanbelajar/" target="_blank">http://apps.facebook.com/temanbelajar/</a>) yang bisa saja dimanfaatkan oleh guru-guru dan siswa-siswa untuk melakukan semacam pembelajaran jarak jauh yang bersifat kolaboratif.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Guru Jangan Mau Gaptek!</strong></p>
<p><em>“Ah.. Bapak mah teu gaul..!!”,</em>ungkapan itu mungkin pernah kita dengar dari para siswa kita, tentu kita tidak bisa marah karena memang iya, rata-rata guru kita belum “gaul” menurut pandangan mereka para siswa.<em> </em>Salah satu ukuran “gaul” para siswa adalah menyangkut penggunaan teknologi, termasuk di dalamnya facebook. Saya mengajak para guru untuk tidak gaptek (gagap teknologi), karena sekali lagi, bahwa teknologi itu merupakan suatu konsekuensi perkembangan zaman.</p>
<p>Mungkin beberapa saran di bawah ini bisa dilaksanakan oleh kita para guru yang berkeinginan untuk “melek teknologi” :</p>
<ol>
<li>Mulailah memiliki akun facebook, jika kesulitan bertanya ke siswa bukan pilihan yang buruk bukan?</li>
<li>Bertahaplah menambahkan jaringan khususnya dengan para siswa kita sendiri, <em>add </em>satu persatu atau minta mereka untuk meng-<em>add</em> kita</li>
<li>Kenali dan manfaatkan fitur-fitur facebook dengan cerdas, yang penting dapat menyentuh siswa-siswa kita dengan lebih personal</li>
<li>Aktiflah di group atau aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran (elearning).</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Di tengah isu profesionalisme guru saat ini, dimana guru dituntut untuk mampu memberikan pembinaan optimal terhadap siswa-siswanya, tentunya salah satu indikatornya adalah hubungan antara guru dan siswa yang harmonis, guru sebagai pamong. Kehadiran facebook sebagai sebuah konsekuensi perkembangan teknologi sepatutnya dapat menjadi suatu momentum berharga bagi para guru profesional untuk meningkatkan kualitasnya, dengan merangkul siswa lebih personal.</p>
<p>Mari menjadi guru profesional!</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Penulis :</span></strong></p>
<p><strong>Asep Sufyan Tsauri</strong></p>
<p>Guru TIK MTs. Mu’awanah Cisayong &amp; Staff Lab Pendidikan TIK, Ilmu Komputer UPI Bandung</p>
<p>(<a href="../../../../../../">http://tsauri28.myhaley.com</a>)</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/fenomena-facebook-di-dunia-pendidikan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Depan E-Learning</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/masa-depan-e-learning/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/masa-depan-e-learning/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 18:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[E-Learning diprediksikan oleh banyak pakar akan menjadi sebuah metode yang akan digunakan oleh banyak lingkungan kerja untuk melakukan up-grading internal organisasi tersebut. Ada sebuah penelitian yang cukup menarik yang dilakukan oleh Kyong-Jee Kim dan Curtis J. Bonk dari Indiana University tahun 2004 yang melakukan survey untuk melihat masa depan E-Learning. Penelitian tersebut mencoba melihat kecenderungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>E-Learning diprediksikan oleh banyak pakar akan menjadi sebuah metode yang akan digunakan oleh banyak lingkungan kerja untuk melakukan <em>up-grading</em> internal organisasi tersebut. Ada sebuah penelitian yang cukup menarik yang dilakukan oleh <span class="byline">Kyong-Jee Kim dan Curtis J. Bonk dari </span><span class="byline">Indiana University tahun 2004 yang melakukan survey untuk melihat masa depan E-Learning. Penelitian tersebut mencoba melihat kecenderungan pengembangan E-Learning yang akan dilakukan oleh 239 orang peneliti dan praktisi. Ada beberapa hal menarik dari hasil penelitan tersebut, seperti konsentrasi apa yang akan dikembangkan dimasa datang dan teknologi apa yang akan dipakai dimasa yang akan datang.<span id="more-752"></span></span></p>
<p><strong><span class="byline">Konsentrasi Pengembangan Yang Akan Datang</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><span class="byline"><img class="aligncenter" title="Fokus Pengembangan" src="http://elearnmag.org/content/subpages/images/kim_bonk_zeng/Figure2_350w_206h.jpg" alt="" width="350" height="206" /></span></p>
<p><span class="byline">Lebih dari 30% responden meramalkan bahwa di masa mendatang akan konsenterasi pada pengembangan konten dari sistem E-Learning. Di masa mendatang diperkirakan tool dan sistem bukan lagi konsentrasi utama dalam pengembangan E-Learning.<br />
</span></p>
<p><strong><span class="byline">Teknologi yang Diprediksikan Berkembang</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><span class="byline"><img class="aligncenter" title="Teknologi" src="http://elearnmag.org/content/subpages/images/kim_bonk_zeng/Figure4_350w_196h.jpg" alt="" width="350" height="196" /></span></p>
<p><span class="byline">Di masa mendatang, E-Learning diprediksi akan menjadi alat Knowledge Management dan bentuk dari model pelaksanaannya berupa pembelajaran studi kasus.</span></p>
<p><span class="byline">Untuk melihat hasil penelitian lebih lengkapnya silahkan lihat di:</span></p>
<p><span class="byline"><a href="http://elearnmag.org/subpage.cfm?section=research&amp;article=5-1" target="_blank">http://elearnmag.org/subpage.cfm?section=research&amp;article=5-1</a><br />
</span></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/masa-depan-e-learning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konektivisme: Jangan Mau Belajar TIK</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/konektivisme-jangan-mau-belajar-tik/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/konektivisme-jangan-mau-belajar-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 11:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Untuk para pelajar SMP dan SMA, jangan mau belajar mata pelajaran TIK jika hanya belajar membuat makalah dan presentasi dengan perangkat lunak  bajakan. Jangan mau pula jika anda diperlakukan selayaknya robot, disuruh klik kanan, lalu klik kiri.. dan selesailah dua jam pelajaran TIK anda di sekolah dalam seminggu, tanpa anda mengerti esensinya.&#8221; Itulah bentuk kerisauan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Untuk para pelajar SMP dan SMA, jangan mau belajar mata pelajaran TIK jika hanya belajar membuat makalah dan presentasi dengan perangkat lunak  bajakan. Jangan mau pula jika anda diperlakukan selayaknya robot, disuruh klik kanan, lalu klik kiri.. dan selesailah dua jam pelajaran TIK anda di sekolah dalam seminggu, tanpa anda mengerti esensinya.&#8221;</em></p>
<p>Itulah bentuk kerisauan saya tentang aplikasi kurikulum mata pelajaran TIK di sekolah saat ini, bukan berarti saya tidak setuju 100% dengan hal itu, tetapi saya merasa itu bukanlah esensi sesungguhnya kurikulum TIK di Sekolah Menengah. Saya bukan tidak sepakat jika mata pelajaran TIK di sekolah salah satunya adalah mempelajari untuk menggunakan beberapa perangkat lunak, tapi ada yang lebih penting dibandingkan dengan hal itu, ada satu hal yang dilupakan dalam penyusunan kurikulum TIK, dan itu sangat penting!.<span id="more-738"></span></p>
<p>Pelajaran TIK di Sekolah Menengah <strong>bukan bertujuan</strong> untuk menciptakan <em><strong>teknokrat</strong></em> di bidang informatika seperti layaknya di Universitas, (semestinya) tujuannya adalah untuk membentuk karakter siswa untuk terbiasa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu kehidupannya, membantu menyelesaikan masalah dan membantunya belajar lebih cepat dan efisien. Sehingga akan <strong>menjadi apapun</strong> (pekerjaan) siswa itu kelak, dapat menggunakan teknologi dengan tepat dan bijaksana.</p>
<p>Satu hal yang belum dimasukkan kedalam kurikulum TIK di sekolah ini adalah tentang <strong>bagaimana menggunakan teknologi untuk belajar dan untuk kehidupan yang lebih luas</strong>. Mungkin terdengar terlalu teoritis, namun itulah yang justru harus menjadi semangat dari pengembangan kurikulum TIK untuk SMP maupun SMA, sehingga penyalahgunaan teknologi seperti film-film porno yang selama ini dilakukan oleh sebagian remaja kita akan semakin berkurang.</p>
<p>Berbicara tentang teknologi dan cara belajar, ada sebuah teori pembelajaran baru yang diungkapkan oleh ilmuan bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stephen_Downes" target="_blank">Stephen Downes</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_Siemens" target="_blank">George Siemens</a>, yaitu teori <strong><a title="konektivisme: wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Connectivism_(learning_theory)" target="_blank">connectivism</a></strong> atau konektivisme. Saya berpendapat, seharusnya pelajaran TIK dilandasi oleh teori ini, sehingga pelajaran TIK dapat menjadi motor untuk perubahan gaya belajar siswa dan gaya mengajar guru yang dapat menerima teknologi yang berubah begitu cepat.</p>
<div id="__ss_164150" style="width: 425px; text-align: center;"><object width="425" height="355" data="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=connectivism-101-1194920072248473-3&amp;stripped_title=connectivism-101" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=connectivism-101-1194920072248473-3&amp;stripped_title=connectivism-101" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<div style="font-size: 11px; font-family: tahoma,arial; height: 26px; padding-top: 2px; text-align: center;"><em>View more <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/">OpenOffice presentations</a> from <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/gsiemens">gsiemens</a>.</em></div>
</div>
<p>Menurut  <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_Siemens" target="_blank">George Siemens</a>, konektivisme memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pembelajaran dan pengetahuan berada dalam keaneka-ragaman (diversity) pandangan/pendapat/opini.</li>
<li>Pembelajaran merupakan suatu proses menghubungkan sumber sumber informasi terutama node node khusus. Selain itu, pembelajaran dapat terjadi di luar diri manusia ( may reside in non-human appliances )</li>
<li>Kapasitas untuk dapat mengetahui lebih penting dari pada apa yang saat ini diketahui.</li>
<li>Mendorong dan memelihara hubungan hubungan diperlukan untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran berkelanjutan.</li>
<li>Kemampuan untuk melihat hubungan hubungan antara bidang bidang, ide ide, dan konsep konsep merupakan keterampilan inti.</li>
<li>Kemutakhiran (akurat, pengetahuan up-to-date) merupakan tujuan dari kegiatan pembelajaran connectivism</li>
<li>Pengambilan keputusan merupakan proses pembelajaran.</li>
<li>Memilih apa yang akan dipelajari sangat penting dalam menghadapi “banjir informasi”.</li>
<li>Makna dari informasi yang masuk harus dilihat melalui “kacamata” suatu pergeseran realitas. Suatu jawaban yang benar saat ini dapat salah besok pagi karena adanya perubahan “iklim” informasi yang mempengaruhi keputusan tersebut.</li>
</ol>
<p>Akhirnya saya berharap agar kurikulum TIK dapat terus ditinjau dengan banyak sudut pandang yang kreatif. Agar mata pelajaran <em>&#8220;teknologi&#8221;</em> ini tidak malah jadi mata pelajaran yang tidak peka perubahan.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang &#8220;<a title="kemanakah roh kurikulum tik" href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/" target="_blank">Kemanakah Roh Kurikulum TIK?</a>&#8220;.</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/konektivisme-jangan-mau-belajar-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Situs Belajaria</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/review-situs-belajaria/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/review-situs-belajaria/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 16:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[ajax]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiring People]]></category>
		<category><![CDATA[toolbox development]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya akan memperkenalkan sebuah situs lokal berbahasa Indonesia yang elegan dan bagi para developer web application mungkin akan sangat anda butuhkan. Namanya cukup unik, &#8220;Belajaria&#8221;, alamatnya di http://belajaria.co.cc/. Yang pertama saya fikirkan ketika mendengarnya sedikit keheranan, Belajaria? belajar untuk riya? hehe&#8230; ternyata, maksudnya adalah Belajar RIA alias belajar Rich Internet Application. Perkembangan teknologi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya akan memperkenalkan sebuah situs lokal berbahasa Indonesia yang elegan dan bagi para <em>developer web application</em> mungkin akan sangat anda butuhkan. Namanya cukup unik, &#8220;Belajaria&#8221;, alamatnya di <a href="http://belajaria.co.cc/" target="_blank">http://belajaria.co.cc/</a>. Yang pertama saya fikirkan ketika mendengarnya sedikit keheranan, Belajaria? belajar untuk riya? hehe&#8230; ternyata, maksudnya adalah Belajar RIA alias belajar <em>Rich Internet Application</em>. <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perkembangan teknologi dalam pengembangan software berbasis web memang sedang <em>on-fire</em> saat ini, sehingga sebuah metode pengembangan yang lebih baik dan lebih kaya akan sangat diminati oleh para developer.<span id="more-698"></span></p>
<p>Belajaria ini menurut salah seorang adminnya saat ini beranggotakan 5 (lima) orang yang memiliki kompetensi dalam pengembangan <em>web application</em>. Meskipun kelima orang kontributor belajaria ini masih berstatus mahasiswa di salah satu <a href="http://upi.edu" target="_blank">Universitas</a> di Kota Bandung, namun kemampuannya dalam menyampaikan apa yang mereka ketahui sudah sangat mumpuni. Berikut kutipan singkat tentang situs belajaria ini :</p>
<blockquote><p>Situs ini merupakan sebuah bentuk usaha kami dalam mendokumentasikan semua pengetahuan yang kami dapatkan saat kami memperlajari RIA beserta konsep dan teknologi lain disekitarnya.</p>
<p>Kami masih akan terus belajar.</p></blockquote>
<p>Meskipun masih berumur sangat muda, saya memperkirakan situs ini bisa berkembang pesat dan akan memiliki banyak <em>subscriber</em>, karena materi yang dihadirkannya masih sangat jarang dijumpai, apalagi yang berbahasa Indonesia. Sukses ya!! <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/review-situs-belajaria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Future View: Ilkom UPI 2020</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/future-view-ilkom-upi-2020/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/future-view-ilkom-upi-2020/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 00:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Program Ilmu Komputer FPMIPA UPI merupakan salah satu program yang berumur masih sangat muda di Universitas Pendidikan Indonesia. (Katanya) Ini merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan yang ada di lapangan pada saat ini, dimana dunia saat ini tidak bisa lepas dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, khusus di bidang pendidikan, TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk masuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cs.upi.edu" target="_blank"><strong>Program Ilmu Komputer FPMIPA UPI</strong></a> merupakan salah satu program yang berumur masih sangat muda di Universitas Pendidikan Indonesia. (Katanya) Ini merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan yang ada di lapangan pada saat ini, dimana dunia saat ini tidak bisa lepas dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, khusus di bidang pendidikan, TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk masuk kedalam kurikulum pendidikan dasar.</p>
<p>Program Ilmu Komputer UPI terbagi menjadi 2 (dua) Program Studi yaitu Prodi Ilmu Komputer dan Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer. Ilmu Komputer bukan merupakan hal yang baru di Indonesia karena sudah begitu banyak lahir di universitas-universitas lain sehingga Prodi Ilkom di UPI ini boleh dikatakan terlambat, namun untuk Prodi Pendidikan Ilmu Komputer merupakan fenomena baru, karena Prodi ini baru lahir di Indonesia, yaitu di UPI. Pada Kesempatan ini, saya akan lebih banyak menyoroti Prodi Pendidikan Ilmu Komputer.<span id="more-691"></span></p>
<p>Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang ada di atas, Program Ilmu Komputer memiliki peluang yang sangat besar dalam berpartisipasi membangun Republik ini. Garis besar peluang yang bisa diambil oleh Program Ilkom tersebut adalah Pendidikan dan Ilmu Komputer. Sehingga bukan impian yang berlebihan jika pada tahun 2020 Program Ilkom UPI ini sudah bisa menjadi <em>Leader</em> di Indonesia dalam hal pengembangan <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=templates-and-stylesheets" target="_blank"><em><strong>inovasi dalam bidang pendidikan dan Ilmu Komputer</strong></em></a>, tentu jika diupayakan dengan serius.</p>
<p><a href="http://farm4.static.flickr.com/3228/2880986063_d3f324dfab.jpg" rel="shadowbox[post-691];player=img;"><img class="alignright" title="isola upi" src="http://farm4.static.flickr.com/3228/2880986063_d3f324dfab.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Sebelas tahun (2009 s.d. 2020) bukan waktu yang lama untuk membangun sebuah Program Ilkom UPI ini menjadi Leading di negeri ini, sehingga perlu ada sebuah target yang menjadi prioritas. Dalam pandangan saya, setidaknya harus ada 2 (dua) hal yang menjadi prioritas, yaitu <strong>Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)</strong> dan<strong> Pengembangan Konten</strong>.</p>
<p><strong>Pengembangan SDM</strong><br />
Kebutuhan mendesak saat ini akan SDM TIK dalam bidang pendidikan harus segera dijawab oleh Program Ilkom UPI, yaitu dengan melahirkan 2 (dua) jenis SDM, pertama Tenaga Pendidik yang Profesional untuk bidang keilmuan TIK; kedua Ahli/Pakar/Praktisi/Entrepreneur untuk mengembangkan konten TIK di dunia pendidikan (Sistem maupun konten).</p>
<p><em><strong>Tenaga Pendidik yang Profesional</strong></em><br />
Prodi Pendidikan Ilkom UPI harus bisa menjadi <em>&#8216;produsen&#8217;</em> yang mampu menghasilkan agen-agen tenaga pendidik profesional untuk bidang keilmuan TIK yang siap dan militan untuk berjuang di tataran <em>grass root</em> (sekolah) alias <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank"><strong>guru TIK</strong></a>.</p>
<p><em><strong>Ahli / Pakar / Praktisi Pengembang Konten TIK untuk Pendidikan</strong></em><br />
Prodi Pendidikan Ilkom harus mampu menghasilkan banyak pakar dalam bidang pendidikan dan teknologi. Setidaknya harus ada 2 (dua) jenis pakar yang mampu dihasilkan Prodi Ilmu Komputer UPI, yaitu Ahli di bidang pengembangan Sistem dan Konten.</p>
<p>Ahli di bidang sistem harus bisa menghasilkan produk-produk teknologi untuk pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan teori-teori kependidikan, seperti produk <em>e-education</em>, media-media pembelajaran, dan sebagainya.</p>
<p>Ahli di bidang konten harus bisa menjadi <strong>penentu kebijakan-kebijakan arah pendidikan TIK</strong> di tingkat sekolah menengah (kurikulum, bahan ajar, dsb), seperti yang di ungkapkan salah seorang sahabat di blognya yang mengungkapkan bahwa Prodi Ilkom harus bisa menghasilkan pakar di tingkat Depdiknas untuk mengembangkan Kurikulum TIK.</p>
<p><strong>Pengembangan Konten</strong><br />
Konten TIK dalam Pendidikan yang ada saat ini dirasakan belum memiliki roh, hampa dan kosong. Konten TIK dalam Pendidikan saat ini baru sampai menjadi <strong>KOMODITAS BISNIS</strong> dari pengembang konten yang tidak begitu faham tentang dunia kependidikan, imbasnya banyak anggaran yang habis tanpa hasil yang memuaskan. Prodi Ilkom UPI sangat pantas jika nanti menjadi <strong>rujukan utama dalam mengembangkan konten TIK</strong> untuk pendidikan di negeri ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://farm2.static.flickr.com/1307/1332482603_7756469d77.jpg" rel="shadowbox[post-691];player=img;"><img class="aligncenter" title="fpmipa upi" src="http://farm2.static.flickr.com/1307/1332482603_7756469d77.jpg" alt="" width="350" height="263" /></a></p>
<p>Strategi yang bisa diambil untuk tujuan diatas adalah dengan melakukan kolaborasi yang masif antara civitas Prodi Pendidikan Ilkom UPI ini (dosen, mahasiswa dan alumni). Tidak ada salahnya, jika setiap tugas Mata Kuliah berupa pengembangan produk yang sudah dipetakan sebelumnya untuk menjadi sebuah produk yang memang menjawab permasalahan di lapangan, sehingga setiap tugas tidak ada yang sia-sia (akan berkesinambungan).</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Program Ilkom UPI di tahun 2020 sepantasnya sudah bisa menjadi <em>leader</em> dalam berbicara soal aplikasi TIK di dunia pendidikan, baik dari segi subjek (SDM) maupun objek (konten). Sehingga, civitas Program Pendidikan Ilmu Komputer UPI tidak hanya akan menghasilkan guru TIK, namun juga harus menghasilkan entrepreneur dan analis yang bisa mewarnai pendidikan Indonesia dengan TIK. Luar biasa&#8230;</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/future-view-ilkom-upi-2020/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maknai Hardiknas dengan Go Blog!</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/maknai-hardiknas-dengan-go-blog/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/maknai-hardiknas-dengan-go-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 02:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini serasa tidak ada yang istimewa, saya pun ingat ketika melihat status seorang teman yang mengucapkan selamat di facebook. Kemudian saya mencoba mencari makna yang cocok untuk Hardiknas tahun ini, sejenak merenung.. dan keluarlah sebuah kalimat &#8220;Mari maknai Hardiknas dengan semangat berbagi ilmu!&#8221;, demikian status facebook yang saya tulis pagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini serasa tidak ada yang istimewa, saya pun ingat ketika melihat status seorang teman yang mengucapkan selamat di facebook. Kemudian saya mencoba mencari makna yang cocok untuk Hardiknas tahun ini, sejenak merenung.. dan keluarlah sebuah kalimat<strong><em> &#8220;Mari maknai Hardiknas dengan semangat berbagi ilmu!&#8221;</em></strong>, demikian status facebook yang saya tulis pagi 2 Mei 2009.</p>
<p>Kenapa kalimat itu yang keluar?. Mungkin karena yang terbesit di benak saya saat ini adalah tentang semangat berbagi ilmu<span id="more-680"></span> bangsa Indonesia yang masih rendah, khususnya pada penulisan konten di ruang publik (internet).</p>
<p>Hal di atas dapat kita lihat betapa masih terbatasnya sumber-sumber bacaan bermutu yang berbahasa Indonesia untuk semua disiplin ilmu. Untuk mencari topik-topik yang sedikit &#8216;<em>advance</em>&#8216;, kita sangat jarang menemukan sumber berbahasa Indonesia. Padahal media untuk berbagi ilmu saat ini sudah sangat terbuka dan sebagian besar GRATIS! (blog, wikipedia, youtube, dsb).</p>
<p><strong>Penyebabnya (mungkin)</strong></p>
<ol>
<li>Budaya menulis yang masih rendah<br />
Pendidikan di negeri kita belum bisa memberikan stimulus yang baik untuk menumbuhkan budaya menulis yang erat hubungannya dengan kemampuan psikomotorik dan afektif. Pendidikan kita masih terlalu dominan untuk menghasilkan manusia yang cerdas kognitif saja.</li>
<li>Anggapan <em>&#8220;Internet adalah sumber yang sangat kaya dan tidak terbatas&#8221;</em><br />
Iklan layanan masyarakat yang mengenalkan tentang pentingnya internet tersebut, disatu sisi memang benar, namun di sisi lain itu membentuk opini bahwa ber-internet hanya untuk &#8216;<em>mendapatkan</em>&#8216; padahal ruang publik ini juga memerlukan banyak kontribusi, harus ditumbuhkan bahwa selain &#8216;mendapatkan&#8217; namun juga perlu ditumbuhkan budaya &#8216;memberi&#8217; dan &#8216;berkontribusi&#8217;.</li>
<li>Keteladanan<br />
Para pakar di negeri ini masih sangat jarang yang mau berbagi melalui jaringan internet, apalagi sampai melakukan <em>conversation</em>. Budaya menulis mungkin harus juga diberikan stimulus dengan keteladanan seperti yang dilakukan oleh <a href="http://romisatriawahono.net/">Pak Romi</a>, terus terang saya pun menjadi termotivasi menulis di blog ini salah satunya karena beliau.</li>
</ol>
<p><strong>Peluang untuk Pendidik<br />
</strong></p>
<p>Dari kondisi yang ada, hal ini malah menjadi peluang yang sangat terbuka untuk para pendidik untuk dapat mengembangkan diri.</p>
<ol>
<li>Mengimbangi <em>lifestyle</em> siswa<br />
Ketika pendidik mau terjun untuk berkreasi di dunia maya, hal ini akan berdampak luar biasa, bukankah dunia siswa saat ini adalah dunia facebook, dunia friendster dan dunia blogging?</li>
<li>Portofolio<br />
Tulisan-tulisan di blog akan sangat ampuh jika dijadikan sebuah portofolio, karena setiap tulisan yang dipublish akan selalu ada selama tidak dihapus. <em>Search engine</em> seperti google pun akan terus mengindex semua tulisan yang ada di jaringan internet.</li>
<li>Amal yang tak putus pahalanya &#8211;<em>ilmu yang bermanfaat</em><br />
Ketika tulisan kita dibaca dan bermanfaat untuk orang lain, bukankah itu merupakan ilmu yang bermanfaat?. Oleh karena itu, marilah kita mulai memberikan banyak manfaat untuk orang lain.</li>
</ol>
<p>Kesimpulannya, mari maknai hari pendidikan ini dengan semangat berbagi ilmu di internet, mari perkaya content dengan content-content berbahasa Indonesia dan berangkat dari realita-realita lokal.</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/maknai-hardiknas-dengan-go-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa E-Learning 2.0 Itu?</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/apa-e-learning-20-itu/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/apa-e-learning-20-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 22:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Teknologi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[silabus]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tsauri28]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>
		<category><![CDATA[Webservice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Sudah banyak penelitian tentang bagaimanakah caranya sebuah kegiatan pembelajaran bisa dihadirkan secara virtual atau online, sehingga kegiatan pembelajaran bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. (Mungkin) semua sepakat bahwa e-learning lah jawabannya. Telah 1 (satu) dekade lebih ide e-learning tersebut ramai diperbincangkan oleh banyak kalangan, dan sudah banyak pula yang telah menerapkannya. Akan tetapi, kebanyakan implementasi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah banyak penelitian tentang bagaimanakah caranya sebuah kegiatan pembelajaran bisa dihadirkan secara <em>virtual</em> atau <em>online</em>, sehingga kegiatan pembelajaran bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. (Mungkin) semua sepakat bahwa <em>e-learning</em> lah jawabannya.</p>
<p>Telah 1 (satu) dekade lebih ide <em>e-learning</em> tersebut ramai diperbincangkan oleh banyak kalangan, dan sudah banyak pula yang telah menerapkannya. Akan tetapi, kebanyakan implementasi di lapangan, sistem yang dibangun ternyata sebagian besar tidak bisa berjalan dengan baik dan tahan lama, banyak <em>situs e-learning</em><span id="more-640"></span> baik di industri maupun institusi pendidikan <em><strong>&#8220;Mati sebelum Berkembang&#8221;</strong></em>. Sebuah penelitian menyebutkan, bahwa kegagalan penerapan e-learning tersebut diakibatkan oleh kakunya sistem yang diterapkan, sehingga pengguna sistem merasa kurang termotivasi untuk menggunakannya. Sistem yang dimaksud adalah sistem yang melakukan pendekatan implementasi e-learning dengan metode <em>Virtual Learning Environment</em> (VLE), yaitu dengan pengembangan ruang <em>virtual</em> yang sengaja dibuat untuk tujuan pembelajaran. Konsekuensi dari metode VLE ini adalah harus adanya sistem &#8216;besar&#8217; yang menampung semua aspek pembelajaran seperti di kelas konvensional. Guru menyimpan semua bahan pembelajaran, dan siswa harus mengikuti semua proses yang ada, dari mulai membaca materi sampai mengikuti ujian. Bagi guru yang kurang motivasi, maka &#8216;ruang&#8217; yang telah dibuat tersebut tentu akan menjadi tugas tambahan yang memberatkan, begitupun siswanya. VLE lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan institusional dibandingkan dengan kebutuhan personal.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="kurang motivasi" src="http://breathewithme.files.wordpress.com/2008/07/lack-motivation-3.jpg" alt="" width="259" height="320" /></p>
<p>Di sisi lain, perkembangan web 2.0 telah banyak mengubah perilaku masyarakat pengguna internet. Kecendrungannya memperlihatkan bahwa pengguna menjadi semakin narsis, <em>mobile</em> dan sensitif. Web 2.0 ini melahirkan banyak sekali pilihan aplikasi online untuk digunakan masyarakat pengguna internet, dari mulai aplikasi blogging sederhana sampai dengan aplikasi sosial (<em>social media</em>) dengan interaktifitas dan konektivitas tinggi semacam facebook dan secondlife. Setiap orang menjadi sangat narsis, mobile dan sensitif karena hal tersebut. Setiap orang menjadi sangat bebas menentukan pilihannya untuk mengikuti <em>&#8216;madzhab&#8217;</em> mana untuk mengekspresikan dirinya di internet, boleh jadi sekarang menjadi <em>facebookaholic</em>, minggu depan menjadi <em>secondlifaholic</em>!. Semuanya bebas pilih!!</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="collaborative" src="http://i.ehow.com/images/GlobalPhoto/Articles/2100625/4personalities_Full.jpg" alt="" width="360" height="238" /></p>
<p>Nah, lalu apa sebenarnya e-learning 2.o itu?. <strong>E-learning 2.0</strong> itu adalah<strong><em> sebuah pendekatan sistem e-learning yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi web 2.0</em></strong> (Wikipedia), artinya e-learning yang lebih mengakomodir sifat narsistik, <em>mobile-isme</em> dan sensitifitas para penggunanya.</p>
<p>E-learning 2.0 memiliki pendekatan yang berbeda, jika e-learning 1.0 bersifat VLE maka e-learning 2.0 bersifat PLEs, yaitu singkatan dari <em>Personal Learning Environments</em>. Sistem dibangun untuk memenuhi kebutuhan personal penggunanya dibandingkan dengan institusionalnya. Sehingga model ini ciri khasnya adalah :</p>
<ol>
<li>Setiap orang memiliki kewenangan penuh dalam mengatur kegiatan pembelajarannya</li>
<li>Setiap orang berhak memberikan masukan tentang bahan pembelajaran</li>
<li>Guru atau mentor memiliki tugas yang lebih ringan, yaitu hanya menjadi fasilitator dan moderator (tidak harus menyiapkan bahan pembelajaran keseluruhan)</li>
<li>Tingkat kolaborasi menjadi lebih tinggi</li>
<li>Penilaian<strong> proses belajar</strong> tiap siswa dapat dilakukan, tidak seperti e-learning 1.0 yang hanya memungkinkan melakukan evaluasi di akhir saja.</li>
</ol>
<p>Pengembangan sistem e-learning 2.0 ini sudah banyak dilakukan oleh banyak pihak (Indonesia saya belum menemukan), namun masih terdapat banyak kekurangan. Ini menjadi satu peluang bagi para peneliti dan pengembang sistem untuk berkonsentrasi pada hal ini, karena saya meyakini ini bisa menjadi masa depan e-learning (di Indonesia juga).</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/apa-e-learning-20-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The New Ilkom Building</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/the-new-ilkom-upi-building/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/the-new-ilkom-upi-building/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 02:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoblog]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/the-new-ilkom-building/</guid>
		<description><![CDATA[tsauri28 posted a photo: Gedung FPOK Lama, kini jadi gedung persinggahan baru prodi Ilkom dan pendilkom FPMIPA UPI, setelah sebelumnya hijrah ke perpustakaan lt 4 dan gymnasium&#8230; Selanjutnya akan kemana lagi kami disuruh pindah, bapak2 yang terhormat?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/people/tsauri28/">tsauri28</a> posted a photo:</p>
<p style="text-align: center;"><a class="panel_wrapper" title="The New Ilkom Building" href="http://www.flickr.com/photos/tsauri28/2962983725/"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3136/2962983725_5503082f42_m.jpg" alt="The New Ilkom Building" width="240" height="180" /></a></p>
<p>Gedung FPOK Lama, kini jadi gedung persinggahan baru prodi Ilkom dan pendilkom FPMIPA UPI, setelah sebelumnya hijrah ke perpustakaan lt 4 dan gymnasium&#8230; <strong>Selanjutnya akan kemana lagi kami disuruh pindah, <span style="text-decoration: underline;">bapak2 yang terhormat?</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/the-new-ilkom-upi-building/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Scanner Photography</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/scanner-photo/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/scanner-photo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 02:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Photoblog]]></category>
		<category><![CDATA[asep sufyan tsauri]]></category>
		<category><![CDATA[ilkom upi]]></category>
		<category><![CDATA[photography]]></category>
		<category><![CDATA[tsauri28]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/scanner-photo/</guid>
		<description><![CDATA[tsauri28 posted a photo: Pernah lihat dan baca sekilas di sebuah majalah fotografi *entah majalah apa dan edisi kapan ?? -maaf* tentang fotografi menggunakan scanner! ya.. scanner!, kebetulan di lab ada scanner Cannon CanoScan LiDE25 nganggur, terus iseng deh cari barang-barang disekitar dan jadilah foto-foto seperti diatas .. Lumayan bukan? Modified with fd&#8217;s Flickr Toys.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/people/tsauri28/">tsauri28</a> posted a photo:</p>
<p style="text-align: center;"><a title="Scanner Photo" href="http://www.flickr.com/photos/tsauri28/2973342374/"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3200/2973342374_cfa8d01a7b_m.jpg" alt="Scanner Photo" width="240" height="240" /></a></p>
<p>Pernah lihat dan baca sekilas di sebuah majalah fotografi <em>*entah majalah apa dan edisi kapan ??</em> -<strong><em>maaf</em></strong><em>*</em> tentang fotografi menggunakan <span style="text-decoration: underline;">scanner</span>! ya.. <span style="text-decoration: underline;">scanner!</span>, kebetulan di lab ada scanner <span style="text-decoration: underline;"><strong>Cannon CanoScan LiDE25</strong></span> nganggur, terus iseng deh cari barang-barang disekitar dan jadilah foto-foto seperti diatas <img class="alignnone" title="sm" src="http://static.plurk.com/static/emoticons/basic/grin.gif" alt="" width="13" height="13" />.. Lumayan bukan?</p>
<p>Modified with <a href="http://bighugelabs.com/flickr/">fd&#8217;s Flickr Toys</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/scanner-photo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.524 seconds -->

