Proyek: Mengembangkan Alat Peraga dengan Pendekatan Berpikir Desain (1)
Sejak Januari lalu 5 orang guru SD dari berbagai daerah di bandung secara rutin berkumpul seminggu sekali membentuk fokus grup guna berdiskusi menciptakan alat peraga yang akan mereka ikut sertakan dalam kompetisi. Untuk memuluskannya kami coba menggunakan alat bantu bernama “design thinking” atau berpikir desain.
Apa itu Berpikir desain (design thinking)? merujuk pengertian dari situs designthinkingforeducators.com :
Design Thinking is a mindset.Design Thinking is the confidence that everyone can be part of creating a more desirable future, and a process to take action when faced with a difficult challenge. That kind of optimism is well needed in education.Classrooms and schools across the world are facing design challenges every single day, from teacher feedback systems to daily schedules. Wherever they fall on the spectrum of scale—the challenges educators are confronted with are real, complex, and varied. And as such, they require new perspectives, new tools, and new approaches. Design Thinking is one of them.
Berpikir desain adalah pola pikir.
Berpikir desain adalah kepercayaan bahwa setiap orang bisa menjadi bagian untuk menciptakan masa depan yang lebih diinginkan, dan proses untuk mengambil tindakan ketika menghadapi sebuah tantangan yang sulit. Semacam optimisme ini juga diperlukan dalam pendidikan.
Ruang kelas dan sekolah di seluruh dunia menghadapi tantangan desain setiap hari, dari sistem umpan balik kepada guru jadwal harian. Di mana pun mereka jatuh pada spektrum skala-tantangan pendidik dihadapkan adalah nyata, kompleks, dan bervariasi. Dan dengan demikian, mereka membutuhkan perspektif baru, alat baru, dan pendekatan baru. Berpikir desain adalah salah satunya.
—
Berpikir desain adalah pendekatan yang dapat digunakan oleh siapapun untuk ikut andil dalam menciptakan berbagai hal (produk, layanan, metode, dsb) tidak terkecuali bagi para pendidik untuk berinovasi menciptakan pembelajaran yang lebih baik. Melalui pendekatan ini diyakini inovasi yang bersifat bottom up dapat terjadi, yaitu inovasi yang dimunculkan atas kebutuhan di kelas-kelas yang setiap hari guru hadapi. Bukan inovasi yang muncul ‘top down‘ yang terkadang pada kenyataannya tidak selalu menjadi jawaban atas permasalahan yang terjadi di kelas.
Dalam proyek kali ini, Pojok Pendidikan menggunakan pendekatan berpikir desain untuk menciptakan sebuah alat peraga (masing-masing guru) yang dapat digunakan di kelas oleh guru-guru yang bersangkutan, langkah-langkah yang dilakukan untuk sementara masih mengadopsi langkah-langkah yang diberikan Ideo, yaitu :
- Discovery
- Interpretation
- Ideation
- Experimentation
- Evolution
Hingga pekan ini, kami telah melakukan hingga tahap ideation, dimana para guru telah mendapatkan ide-ide baru yang kemudian digodok bersama dalam mengembangkan alat peraga yang akan diikut sertakan dalam kompetisi tersebut.

Harapannya proyek pertama ini dapat menjadi framework atas proyek-proyek kreativitas selanjutnya. Salam #gurukreatif ! 
Hormat Saya,







keren, sep. tinggal landas..