Metode Menumbuhkan Ide
Ide.. satu kata yang sering kita dengar dan rasanya sangat sering kita harapkan datang disaat kita membutuhkannya. Ide untuk menulis; ide untuk mengerjakan tugas
; juga ide untuk membuat suatu hal yang baru!. Saking pentingnya sebuah ide, banyak kata-kata tokoh besar tentang hal ini :
“Eureka, Aku dapat ide!”
–Archimedes
“Jika anda berdoa memohon sesuatu, mintalah sebuah gagasan (ide)!”
–Percy Sutton, Direktur Inner City Brodcasting
Dalam berbisnis, ide atau gagasan biasanya dibutuhkan untuk membuat 3 (tiga) hal, yaitu ide untuk membuat produk baru; ide untuk metode marketing baru dan ide untuk layanan baru.
Kali ini saya ingin membahas bagaimana suatu ide itu bisa tumbuh dan berkembang dengan metode-metode tertentu. Emang bisa? bisa.. Setidaknya ada 3 (tiga) metode agar ide itu bisa tumbuh dan menjadi sesuatu yang kongkret. Apa saja 3 (tiga) metode itu?, berikut ulasannya :
- Focus Group (Kelompok Fokus)
- Brainstorming
- Rekayasa Ide

Adalah metode menumbuhkan ide dengan cara mengumpulkan sekelompok orang asing dalam sebuah tempat untuk berbicara tentang suatu hal. Kemudian ditambah satu orang asing lagi untuk menjadi moderator pembicaraan.
Biasanya kelompok ini terdiri dari 8 orang plus satu orang moderator, berlangsung selama 2 jam serta diamati oleh bagian marketing, periklanan, dan orang-orang bisnis lainnya.
Para peserta ditanyai untuk mengungkapkan pemikiran dan perasaan mereka tentang suatu hal yang akan perusahaan jadikan sesuatu hal yang baru (produk, marketing atau layanan).

Metode untuk menumbuhkan ide dengan cara mengumpulkan orang-orang bisnis dalam satu kondisi yang santai dan bebas. Terkadang dilakukan beberapa simulasi (permainan) untuk mencairkan suasana, agar ide-ide segar bisa tumbuh.
Setiap peserta bebas memberikan usulan apa saja, tidak boleh ditanggapi oleh peserta lainnya, prinsipnya semua ide bagus dan harus ditampung. Naah, baru di akhir session ide-ide yang telah masuk list disortir dan dipilih mana terbaik dan yang mungkin dilakukan.

Metode yang diungkapkan oleh David Minter dan Michael Reid ini merupakan metode baru untuk mengatasi kegagalan yang biasanya timbul ketika menggunakan metode focus group atau brainstorming. Inti dari metode ini adalah bagaimana menggali keinginan konsumen dengan sangat mendalam dengan melakukan 7 (tujuh) langkah penting, sehingga tidak terjadi “Piramida Terbalik” dalam membuat hal baru!. Untuk metode ini akan saya tulis terpisah nanti –sabar saja…
Saat ini saya pun sedang mencoba menerapkan salah satu dari 3 (tiga) metode ini di bidang usaha saya yang baru, yaitu dalam industri kreatif KicksLab. , yaitu industri kreatif dalam industri fashion bagi anak muda. Dalam bidang ini kami sangat dituntut dapat membuat ide sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya, karena konsep yang kami usung adalah “Kaos unik dan terbatas, hanya 24 pcs dan update tiap 2 minggu satu kali”. Hmm.. mudah-mudahan idealisme itu dapat tercapai dengan mencoba menerapkan metode-metode di atas.
Bagaimana dengan bisnis anda?
Hormat Saya,





Emh,menggali keinginan könsumen dgn 7 piramida trbalik(dig it!)
i can’t wait 4 a long time to know it.oke,keep my patient
kdg,dgn byk baca,brgaul dgn org2 yg ‘ngdukung kreativitas’,timbul renungn n brmunculan ide2 yg seakan brdesakn u/ berebut dicurahkn,namun bingung,harus dr mana tgn ini memulai mencatat,apa dulu dan bgaimana,5w+1h..
I mean that how the way to find keinginan costumer,so biar ga trjdi 7 piramida trblik? Bärokallöhufiik
Adapun diantara berbagai metode penggalian ide ide baru bisa ditambahkan kita juga harus berpikir diluar kebiasaan dan banyak2 mencari sumber informasi dengan segala macam jenis bacaan bermutu
Salam kenal mas ..
Banyak ilmu bermanfaat di webnya mas ..
Jadi bisa ikutan belajar …
terima kasih mas