Skip to content
Apr 5 / tsauri28

Menanti Era Kampanye Ala Obama di Indonesia

Tinggal 4 (empat) hari lagi Pemilu Legislatif akan segera diselenggarakan di Negeri tercinta kita ini. Perhelatan pesta demokrasi empat lima tahunan ini sudah menguras banyak pundi-pundi uang yang tentunya tidak sedikit, menurut Hermawan Kartajaya (Pakar Pemasaran Indonesia) uang yang berputar berkisar sekitar 5,5 Triliun Rupiah, Wow..!

Ada banyak fenomena menarik dalam kampanye Pemilu saat ini jika dibanding dengan kampanye Pemilu sebelumnya, mulai peralihan sifat kampanye dari “Kampanye Partai” menjadi “Kampanye Individual Caleg” sampai pada kampanye melalui media online yang terkesan “maksa”.

Mencoba menghubungkannya dengan Image Branding dan Personal Branding, ternyata perbedaan sekarang dengan Pemilu sebelumnya sungguh sangat luar biasa. Ada 4 (empat) hal yang baru di kampanye pemilu sekarang :

Pertama : “Kampanye Parpol” Menjadi “Kampanye CalegĀ  –Saja
Setelah keputusan Mahkamah Konstitusi tentang penentuan jumlah suara caleg menjadi suara terbanyak (bukan lagi nomor urut) membuat strategi kampanye berubah drastis, sekarang ‘modal’ kampanye lebih banyak keluar dari individu caleg dibandingkan parpol. Konon menurut riset, rata-rata seorang caleg mengeluarkan dana sebesar Rp 500 juta.

Personal Branding menjadi sangat penting dalam kampanye saat ini, dan boleh jadi kedudukan partai menjadi tidak terlalu penting sekarang, karena hanya sebagai “kendaraan politik saja”. Kalau boleh saya perkirakan, kemungkinan sekarang akan banyak tokoh-tokoh daerah yang maju ke Senayan dibandingkan dengan tokoh-tokoh Nasional. Karena masyarakat pemilih lebih mengenal tokoh yang berada di daerah masing-masing bukan?. Tapi kita lihat nanti deh ^_^

Kedua : Kampanye melalui Media TV
Televisi menjadi media publikasi primer di Indonesia saat ini. Mungkin baru TV yang sudah menjangkau sampai pelosok dibandingkan dengan Internet.

Melihat peluang tersebut, Parpol dan Caleg (yang punya modal tentunya) berbondong-bondong membuat iklan politik. Hasil pengamatan saya yang tidak terlalu mengerti dengan strategi politik, terobosannya belum cukup baik, isu-isunya kurang “gereget” apa bedanya satu partai dengan partai lain?, belum bermuatan pendidikan politik yang baik untuk rakyat!.

Ketiga : Kampanye Door to Door
Model baru yang berkembang saat ini adalah melakukan kampanye door to door atau saya lebih suka menyebutnya kampanye gang to gang (dari satu gang ke gang lain). :D

Model kampanye seperti ini boleh dibilang model yang paling murah namun efektif, karena sang Caleg dan Masyarakat bisa berinteraksi langsung. Hanya saja kok tumben-tumbenan bapak/ibu ini ber-”silaturahmi” ke rumah saya ya?.

Keempat : Kampanye melalui Internet dan Social Media
Nah ini yang saya titik beratkan. Saat ini kampanye sudah mulai merambah melalui media Internet, yang jadi model adalah keberhasilan Obama (Presiden AS). Berbondong-bondonglah para Caleg membuat account Facebook :D

Ada yang berbeda antara Obama dengan para Politikus kita :

  1. Obama memang dari awal “melek teknologi”, politikus kita “terpaksa deh, melek teknologi!”
  2. Obama menjawab sendiri tiap pertanyaan para konsituennya dengan sangat detail, bahkan membuat video khusus untuk konsituennya. Lha, politikus kita boro-boro ngejawab satu-satu, wong account saja dibuatkan orang!,
  3. Obama berhasil mengumpulkan dana kampanye terbesar sepanjang masa dengan gerakan “5 dollar per person”, politikus kita ikut-ikutan dengan gerakan “5000 rupiah per orang”, hasilnya? saya tidak yakin!.
  4. Obama nenteng Blackberry kemana pun dia pergi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, politikus kita nenteng blackberry hanya untuk bergaya, login facebook saja dibantu oleh asistennya.
  5. dan banyak lagi yang lainnya :)

Nah, melihat perbedaan-perbedaan di atas ditambah juga dengan belum meratanya pengguna internet di Negeri kita, saya simpulkan Era Kampanye Era Obama masih belum bisa terjadi di Indonesia. Saya berharap tahun 2014 sudah bisa.

Hormat Saya,signature

3 Comments

leave a comment
  1. An Zhu / Apr 5 2009

    1. Masyarakat pemilih lebih mengenal tokoh yang berada di daerah masing-masing (yup, btul skali). tak kenal maka tak sayang ada benarnya (heumm)
    2. Kampanye melalui Media TV (terlalu menyibukkan diri dengan jargon yang notabene gampang diingat rakyat.. iklannya bejibun ampun).
    3. Sutradara kiamat sudah dekat (hayoo who he is??) meluncurkan buku bertajuk cara menjadi presiden tanpa use kendaraan politik bahkan beliau pantang menyerah mencalonkan diri as presiden (mandiri)..so butuh gelas (wadah) apa butuh air nih? ya kedua2 nya lah.. bukankah kita haus?? oke bisa pake tangan, tetapi lihat.. airnya merembes dari sela2 jari jemari kita..seakan berdesakan jatuh ke bumi, walau oke terminum sedikit.. tapi tak cukup untuk memenuhi dahaga kita, bukan??
    Player (air : caleg, gelas: partai parpol, jemari : mandiri (calig banyak yang narsis en jayuzz abiss), dahaga : masyarakat)
    4. toz ah, parantos Kang.. ^_^

  2. Ndiez / Apr 6 2009

    Menurut ndiez kampaye yang paling efektif adalah kampanye yang ga muluk2 janji, yang ngga menatikan ato nyindir orang (kaya IBU siapa hayo??) dan rakyat sekarang sudah cerdas dan bisa memilih yang mana yang kira2 pantas buat duduk di kursi empuk….

    Tentang masalah kampanye lewat internet memang wajar, kalo caleg yang pasang eccount di facebook itu sebenernya di kelola oleh anak buahnya, kan boro2 buat buka aspirasi rakyat justru mereka pada sibuk buat bikin janji2 dan bikin sindiran2 mereka tuh kerjanya “latihan maen yoyo”, ato ngga “latihan maen gangsing” dan laen2,,,,

    pokoknya RAKYAT KITA SUDAH PINTAR!! hidup Raykat!!

  3. Elfa Silfiana / Apr 7 2009

    ya..semua cara dilakukan para caleg…personal branding juga salah satu cara yang cukup bagus kalau caleg nya bener-bener yang buatny sendiri…

    tapi kalau hanya ditolongin orang…percuma…

Leave a Comment