My last Tweet..

RT @nukman: pendapatan ke kas negara dari rokok hanya Rp 54 triliun, kerugiannya Rp 180 triliun! silahkan baca: http://bit.ly/cpdXdX
{ Follow Me }
   

Catatan-catatan pembelajaran pribadi Asep Sufyan Tsauri.
— Founder MyHaley.Com, Guru TIK, Web Desainer & Blogger :) (?)

Maknai Hardiknas dengan Go Blog!

ilustrasi: Maknai Hardiknas dengan Go Blog! Maknai Hardiknas dengan Go Blog!

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini serasa tidak ada yang istimewa, saya pun ingat ketika melihat status seorang teman yang mengucapkan selamat di facebook. Kemudian saya mencoba mencari makna yang cocok untuk Hardiknas tahun ini, sejenak merenung.. dan keluarlah sebuah kalimat “Mari maknai Hardiknas dengan semangat berbagi ilmu!”, demikian status facebook yang saya tulis pagi 2 Mei 2009.

Kenapa kalimat itu yang keluar?. Mungkin karena yang terbesit di benak saya saat ini adalah tentang semangat berbagi ilmu bangsa Indonesia yang masih rendah, khususnya pada penulisan konten di ruang publik (internet).

Hal di atas dapat kita lihat betapa masih terbatasnya sumber-sumber bacaan bermutu yang berbahasa Indonesia untuk semua disiplin ilmu. Untuk mencari topik-topik yang sedikit ‘advance‘, kita sangat jarang menemukan sumber berbahasa Indonesia. Padahal media untuk berbagi ilmu saat ini sudah sangat terbuka dan sebagian besar GRATIS! (blog, wikipedia, youtube, dsb).

Penyebabnya (mungkin)

  1. Budaya menulis yang masih rendah
    Pendidikan di negeri kita belum bisa memberikan stimulus yang baik untuk menumbuhkan budaya menulis yang erat hubungannya dengan kemampuan psikomotorik dan afektif. Pendidikan kita masih terlalu dominan untuk menghasilkan manusia yang cerdas kognitif saja.
  2. Anggapan “Internet adalah sumber yang sangat kaya dan tidak terbatas”
    Iklan layanan masyarakat yang mengenalkan tentang pentingnya internet tersebut, disatu sisi memang benar, namun di sisi lain itu membentuk opini bahwa ber-internet hanya untuk ‘mendapatkan‘ padahal ruang publik ini juga memerlukan banyak kontribusi, harus ditumbuhkan bahwa selain ‘mendapatkan’ namun juga perlu ditumbuhkan budaya ‘memberi’ dan ‘berkontribusi’.
  3. Keteladanan
    Para pakar di negeri ini masih sangat jarang yang mau berbagi melalui jaringan internet, apalagi sampai melakukan conversation. Budaya menulis mungkin harus juga diberikan stimulus dengan keteladanan seperti yang dilakukan oleh Pak Romi, terus terang saya pun menjadi termotivasi menulis di blog ini salah satunya karena beliau.

Peluang untuk Pendidik

Dari kondisi yang ada, hal ini malah menjadi peluang yang sangat terbuka untuk para pendidik untuk dapat mengembangkan diri.

  1. Mengimbangi lifestyle siswa
    Ketika pendidik mau terjun untuk berkreasi di dunia maya, hal ini akan berdampak luar biasa, bukankah dunia siswa saat ini adalah dunia facebook, dunia friendster dan dunia blogging?
  2. Portofolio
    Tulisan-tulisan di blog akan sangat ampuh jika dijadikan sebuah portofolio, karena setiap tulisan yang dipublish akan selalu ada selama tidak dihapus. Search engine seperti google pun akan terus mengindex semua tulisan yang ada di jaringan internet.
  3. Amal yang tak putus pahalanya –ilmu yang bermanfaat
    Ketika tulisan kita dibaca dan bermanfaat untuk orang lain, bukankah itu merupakan ilmu yang bermanfaat?. Oleh karena itu, marilah kita mulai memberikan banyak manfaat untuk orang lain.

Kesimpulannya, mari maknai hari pendidikan ini dengan semangat berbagi ilmu di internet, mari perkaya content dengan content-content berbahasa Indonesia dan berangkat dari realita-realita lokal.

Hormat Saya,signature

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

Tinggalkan Komentarnya di Sini Ya.. :)

Tag-tag yang diizinkan : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

top