Skip to content
Jan 30 / tsauri28

Komitmen Tim itu Penting!

Perbincangan sore itu cukup menarik, kakak yang telah lama berwiraswasta di bidang kuliner :D berbagi pengalaman dengan saya. Perbincangan dimulai dari cerita kakak yang ketika lulus kuliah S1 tidak pernah menjadi pegawai di perusahaan manapun, memulai sebuah bisnis pribadi dengan bermodalkan sebuah gerobak baso second yang dibelinya dari seorang tetangga. Usahanya memang naik turun, tapi singkat cerita usahanya merangkak menjadi semakin berkembang, terbukti dengan mulai memiliki toko dan pegawai serta pelanggan tentunya.

Yang menarik saat itu, kakak ternyata memperlakukan ‘pegawai’ itu sebagai seorang partner, ya seorang partner bisnis!. Sehingga secara tidak langsung para pegawainya itu punya rasa memiliki yang lebih atas bisnis yang dibangun tersebut. Setiap saat selalu dibangun komitmen antara mereka, sehingga sampai saat ini beberapa pegawai tetap bertahan di bisnis yang telah ada puluhan tahun itu, meskipun dari segi finansial mungkin dia bisa dapatkan yang lebih besar di tempat lain.

Sedikit merefleksikannya dengan keadaan kami (HaleyGroup) saat ini, memang keadaanya jauh berbeda namun ada beberapa point yang saya ambil dari perbincangan itu.

Pertama, saat ini kami memang telah berkomitmen akan sepenanggungan dalam membesarkan bisnis kami, meskipun diakui masih sangat minim perhatiannya disebabkan oleh beberapa hal, seperti kesibukan kuliah dan kesibukan pekerjaan masing-masing (masih jadi pegawai :D ). It’s OK!, tapi jadi terfikir tentang nilai jual. ya nilai jual, apakah nanti setelah lulus kami ini akan tetap sepenanggungan? apa jaminannya? karena saya yakin setelah lulus tentu setiap individu dari kami memiliki nilai jual untuk ‘diajak’ ataupun ‘melamar’ pekerjaan di tempat yang sudah nyaman!, apalagi jika disangkutkan dengan kebutuhan finansial nanti, apakah kami bersedia untuk lebih banyak berkorban sebagai seorang entrepreneur dibandingkan dengan teman-teman lain yang nyaman bekerja di tempat lain dengan gaji bulanan yang besar?. Itu jadi point besar buat saya, agar membangun komitmen di tim kami saat ini, harus!

Kedua, bahwa manajemen yang kuat adalah modal paling berharga dalam membangun bisnis dengan jaringan pertemanan dan atau keluarga. Banyak bisnis dengan teman atau keluarga yang gagal dan hanya bertahan dalam hitungan bulan, hal ini biasanya disebabkan karena ketidaksiapan tim dalam bertansformasi dari jaringan pertemanan menjadi jaringan bisnis. Se-intim apapun kita dalam berteman, tetap sebuah perjanjian tertulis harus dilakukan, hal ini akan menjaga agar tidak timbul permasalahan selanjutnya (biasanya bersangkutan dengan uang).

Hmm, jadi ingat beberapa prinsip dalam membangun komitmen tim

  1. Setiap individu dalam tim harus mengetahui jelas tentang apa yang akan diperjuangkan dalam tim itu. Jika tim itu akan berdakwah, maka setiap tim harus tahu dakwah apa yang akan dilakukan, begitupun dalam bisnis, setiap individu harus tahu jelas apa yang akan dijalankan dalam bisnis itu
  2. Setiap individu harus memiliki orientasi yang maju dalam membangun tim, sehingga nantinya tidak akan tergusur dan hanya menjadi ‘penggembira’ di dalam tim
  3. Ikhlas dan saling percaya, ini sangat penting karena setiap individu akan mencoba menyatukan idealisme pribadi menjadi idealisme tim.

Sedangkan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap tim yang dibangun, setidaknya harus ada beberapa hal berikut ini :

  1. Nuansa tim yang apresiatif
  2. Kepercayaan yang besar antar sesama tim
  3. Kebijakan tidak berada pada seseorang saja
  4. Intensifitas pertemuan (tatap muka)

Nah, (katanya) jika kesemuanya diatas dapat dilakukan, maka keberhasilan tim bisnis hanya tinggal menunggu waktu saja!. hmm.. pekerjaan berat! Semangat!!!

Gambar diambil dari : http://www.randalldsmith.com/

Hormat Saya,signature

One Comment

leave a comment
  1. Ammar Shadiq / Mar 20 2009

    Artikel yang menarik, inspiratif, jadi masuk bookmark deh :) .
    tapi saya rasa anda baru menuliskan pentingnya Bagian Dalam sebuah Usaha (Bisnis), belum menuliskan tentang bagian Keluarnya (Relasi, Konsumen dll).
    saya tunggu analisa mas Asep dalam hal ini :)

Leave a Comment