Jamboreee! Board Game
“Board Game”, satu istilah yang mulai akrab di telinga saya sejak setahun lalu ketika berkesempatan banyak berdiskusi dengan Mas Eko Nugroho dari Kummara. Banyak hal yang secara pribadi saya dapat dari diskusi-diskusi panjang itu, yang pada intinya saya sangat merasa tertantang untuk selain memainkan juga mulai membuatnya!.
Di sisi lain, aktifitas di Pojok Pendidikan pun banyak membentuk saya untuk mengetahui lebih mendalam tentang kebutuhan inovasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas, dan saya rasa board game bisa menjadi salah satu solusinya — anak-anak dan remaja itu suka bermain game!
Singkat cerita, teman-teman inisiator Pojok Pendidikan seperti Daus dan Ikhsan Peryoga pun menjadi sangat ‘keranjingan’ dengan virus ini dan mulai mencoba mendesain beberapa board game yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, akhirnya secara resmi Pojok Pendidikan memiliki 2 (dua) board game buatan sendiri: ‘Hadiah Susu’ demikian kami menyebutnya untuk board game untuk pembelajaran fisika dan ‘Bebentengan’ board game yang mengangkat permainan tradisional Jawa Barat yang sekaligus dapat dimanfaatkan bagi pembelajaran Bahasa Sunda.
Ketika event ‘Indonesia Bermain 2011′ lalu kami berkesempatan untuk memamerkan kedua board game tersebut, dan luar biasanya kami tidak menyangka bahwa masyarakat (pengunjung) sangat mengapresiasi kedua board game tersebut, termasuk Walikota Bandung Bapak Dada Rosada dan Wakil Gubernur Jawa Barat Bapak Dede Yusuf yang secara langsung datang dan mencoba kedua board game tersebut. Yang menarik ketika didatangi oleh Pak Wagub, selain mencoba board game ‘Bebentengan’ kami pun ditantang oleh beliau untuk membuat satu board game yang bertemakan Pramuka!, nah lhoo..

Dede Yusuf Melihat Board Game Bebentengan
Pramuka, ya Pramuka istilah yang sangat dekat dengan pengalaman berorganisasi saya sejak SD hingga SMA lalu, seakan mengingatkan kembali berbagai aktifitas yang pernah dilakukan, sehingga tantangan dari Bapak Dede Yusuf itu akhirnya saya terima dengan penuh semangat.
Pendek cerita, saya mencoba mengingat kembali aktifitas, istilah dan segala hal yang mungkin dapat diangkat dalam board game yang akan saya buat tersebut, dan setelah menemukan semua itu akhirnya saya memutuskan untuk membuat game Pramuka tingkat Penggalang (umur SD kelas 4 – SMP kelas 3).

Jamboreee prototype pertama
Ide telah didapat, saatnya memikirkan aturan main (game play) dari ide tersebut, akhirnya saya mencoba mengembangkan itu melalui metode prototyping, alhamdulillahnya dapat dengan mudah dilalui, tentu dengan berbagai diskusi dengan teman-teman di Pojok Pendidikan.
Terakhir, setelah melalui 3 (tiga) kali siklus ‘design-prototype-review’ saya putuskan desain akhir dari game pramuka tersebut, saya namai game tersebut “Jamboreee!’. Berikut wujud dari board game pertama saya, meskipun grafik secara lebih sempurna sedang dibuat oleh rekan saya Ikhsan Peryoga yang memang ahlinya di bidang ini

Jamboreee Prototype Kedua

Sumber Gambar: Daus Gonia
Catatan: Board Game ini nanti akan kami produksi massal setelah desain grafik finalnya rilis
Hormat Saya,






