My last Tweet..

CodeIgniter from Scratch: File Operations http://bit.ly/bYBDf7
{ Follow Me }
   

Catatan-catatan pembelajaran pribadi Asep Sufyan Tsauri.
— Founder MyHaley.Com, Guru TIK, Web Desainer & Blogger :) (?)

Future View: Ilkom UPI 2020

ilustrasi: Future View: Ilkom UPI 2020 Future View: Ilkom UPI 2020

Program Ilmu Komputer FPMIPA UPI merupakan salah satu program yang berumur masih sangat muda di Universitas Pendidikan Indonesia. (Katanya) Ini merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan yang ada di lapangan pada saat ini, dimana dunia saat ini tidak bisa lepas dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, khusus di bidang pendidikan, TIK sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk masuk kedalam kurikulum pendidikan dasar.

Program Ilmu Komputer UPI terbagi menjadi 2 (dua) Program Studi yaitu Prodi Ilmu Komputer dan Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer. Ilmu Komputer bukan merupakan hal yang baru di Indonesia karena sudah begitu banyak lahir di universitas-universitas lain sehingga Prodi Ilkom di UPI ini boleh dikatakan terlambat, namun untuk Prodi Pendidikan Ilmu Komputer merupakan fenomena baru, karena Prodi ini baru lahir di Indonesia, yaitu di UPI. Pada Kesempatan ini, saya akan lebih banyak menyoroti Prodi Pendidikan Ilmu Komputer.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang ada di atas, Program Ilmu Komputer memiliki peluang yang sangat besar dalam berpartisipasi membangun Republik ini. Garis besar peluang yang bisa diambil oleh Program Ilkom tersebut adalah Pendidikan dan Ilmu Komputer. Sehingga bukan impian yang berlebihan jika pada tahun 2020 Program Ilkom UPI ini sudah bisa menjadi Leader di Indonesia dalam hal pengembangan inovasi dalam bidang pendidikan dan Ilmu Komputer, tentu jika diupayakan dengan serius.

Sebelas tahun (2009 s.d. 2020) bukan waktu yang lama untuk membangun sebuah Program Ilkom UPI ini menjadi Leading di negeri ini, sehingga perlu ada sebuah target yang menjadi prioritas. Dalam pandangan saya, setidaknya harus ada 2 (dua) hal yang menjadi prioritas, yaitu Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengembangan Konten.

Pengembangan SDM
Kebutuhan mendesak saat ini akan SDM TIK dalam bidang pendidikan harus segera dijawab oleh Program Ilkom UPI, yaitu dengan melahirkan 2 (dua) jenis SDM, pertama Tenaga Pendidik yang Profesional untuk bidang keilmuan TIK; kedua Ahli/Pakar/Praktisi/Entrepreneur untuk mengembangkan konten TIK di dunia pendidikan (Sistem maupun konten).

Tenaga Pendidik yang Profesional
Prodi Pendidikan Ilkom UPI harus bisa menjadi ‘produsen’ yang mampu menghasilkan agen-agen tenaga pendidik profesional untuk bidang keilmuan TIK yang siap dan militan untuk berjuang di tataran grass root (sekolah) alias guru TIK.

Ahli / Pakar / Praktisi Pengembang Konten TIK untuk Pendidikan
Prodi Pendidikan Ilkom harus mampu menghasilkan banyak pakar dalam bidang pendidikan dan teknologi. Setidaknya harus ada 2 (dua) jenis pakar yang mampu dihasilkan Prodi Ilmu Komputer UPI, yaitu Ahli di bidang pengembangan Sistem dan Konten.

Ahli di bidang sistem harus bisa menghasilkan produk-produk teknologi untuk pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan teori-teori kependidikan, seperti produk e-education, media-media pembelajaran, dan sebagainya.

Ahli di bidang konten harus bisa menjadi penentu kebijakan-kebijakan arah pendidikan TIK di tingkat sekolah menengah (kurikulum, bahan ajar, dsb), seperti yang di ungkapkan salah seorang sahabat di blognya yang mengungkapkan bahwa Prodi Ilkom harus bisa menghasilkan pakar di tingkat Depdiknas untuk mengembangkan Kurikulum TIK.

Pengembangan Konten
Konten TIK dalam Pendidikan yang ada saat ini dirasakan belum memiliki roh, hampa dan kosong. Konten TIK dalam Pendidikan saat ini baru sampai menjadi KOMODITAS BISNIS dari pengembang konten yang tidak begitu faham tentang dunia kependidikan, imbasnya banyak anggaran yang habis tanpa hasil yang memuaskan. Prodi Ilkom UPI sangat pantas jika nanti menjadi rujukan utama dalam mengembangkan konten TIK untuk pendidikan di negeri ini.

Strategi yang bisa diambil untuk tujuan diatas adalah dengan melakukan kolaborasi yang masif antara civitas Prodi Pendidikan Ilkom UPI ini (dosen, mahasiswa dan alumni). Tidak ada salahnya, jika setiap tugas Mata Kuliah berupa pengembangan produk yang sudah dipetakan sebelumnya untuk menjadi sebuah produk yang memang menjawab permasalahan di lapangan, sehingga setiap tugas tidak ada yang sia-sia (akan berkesinambungan).

Kesimpulan
Program Ilkom UPI di tahun 2020 sepantasnya sudah bisa menjadi leader dalam berbicara soal aplikasi TIK di dunia pendidikan, baik dari segi subjek (SDM) maupun objek (konten). Sehingga, civitas Program Pendidikan Ilmu Komputer UPI tidak hanya akan menghasilkan guru TIK, namun juga harus menghasilkan entrepreneur dan analis yang bisa mewarnai pendidikan Indonesia dengan TIK. Luar biasa…

Hormat Saya,signature

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

Komentar Teman-Teman.. {6}


Ndiez

sip… sep….
mudah2an ini akan menjadi masukan yang sangat berharga buat pihak prodi…..
kira2 setelah kita lulus kita masih bisa berkontribusi langsung ga yah di prodi….??

— 7 May 2009

AnZhu

heum… adanya sinergi antara Pengembang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengembang Konten, apa yang menjembatani keduanya?? visi dan misi yang satu yaitu
menghasilkan entrepreneur dan analis yang bisa mewarnai pendidikan Indonesia dengan TIK.

— 7 May 2009

dwi alikhs

wah, kalau begitu anak2 P.Ilkom banyak2 berbisnis kali ye..? pastinya di bidang pendidikan, cari proyek dan ngembangin content skill masing2..he..he..

— 9 May 2009

musa

Semangat bung

— 27 May 2009

zean

kalo pendidikan TIK trus ngajar komputer si wajar, tapi kalo pendidikan komputer ngajar TIK? hm.. i dont think so. Coz yang namanya TIK kan gak cuma komputer,, TIK itu lebih luas dari sekedar komputer…

— 18 December 2009

tsauri28

betul pak/mas Zean, saya sepakat dgn anda, TIK tidak hanya komputer, sangat luas. Oleh karena itu, pendidikan TIK harus 'dibesarkan', bukan malah disempitkan atau disederhanakan, butuh perjuangan untuk menjadikannya disiplin ilmu.

— 18 December 2009

Trackback

Tinggalkan Komentarnya di Sini Ya.. :)

Tag-tag yang diizinkan : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

top