<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sufyan Tsauri's Blog</title>
	<atom:link href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog</link>
	<description>Let's Blogging !!!</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Nov 2012 09:30:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Psikologi Positif?</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/psikologi-positif/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/psikologi-positif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Nov 2012 09:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1082</guid>
		<description><![CDATA[Psikologi Positif? Selama ini psikologi diidentikan dengan cabang ilmu yang menangani perilaku menyimpang atau bahkan penyakit. Martin Seligman dalam presentasinya di forum TED berikut mengungkap beberapa hasil penelitiannya tentang bagaimana ilmu psikologi dapat digunakan untuk menjadikan orang-orang &#8216;normal&#8217; menjadi lebih bahagia, lebih memiliki hidup yang bermakna. Martin Seligman menamakannya positive psychology (psikologi positif). Berikut video presentasinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Psikologi Positif? Selama ini psikologi diidentikan dengan cabang ilmu yang menangani perilaku menyimpang atau bahkan penyakit. Martin Seligman dalam presentasinya di forum TED berikut mengungkap beberapa hasil penelitiannya tentang bagaimana ilmu psikologi dapat digunakan untuk menjadikan orang-orang &#8216;normal&#8217; menjadi lebih bahagia, lebih memiliki hidup yang bermakna. Martin Seligman menamakannya positive psychology (psikologi positif).</p>
<p>Berikut video presentasinya :</p>
<p>&nbsp;<br />
<iframe src="http://embed.ted.com/talks/lang/id/martin_seligman_on_the_state_of_psychology.html" width="560" height="315" frameborder="0" scrolling="no" webkitAllowFullScreen mozallowfullscreen allowFullScreen></iframe></p>
<p>Dan saya salinkan transkip presentasinya dalam bahasa Indonesia <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8212;</p>
<blockquote><p>Ketika saya menjabat sebagai presiden Asosiasi Psikologi Amerika mereka mencoba melatih saya menghadapi media, dan ketika itu saya harus menghadapi CNN mencoba meringkas apa yang akan saya bahas hari ini, yaitu &#8220;alasan ke-11 untuk optimis.&#8221; Editor Discover memberi tahu kita 10 alasan, saya akan memberitahu Anda yang ke-11.</p>
<p>Jadi CNN datang, dan berkata, &#8220;Profesor Seligman, bisakah Anda memberitahu kami keadaan Psikologi sekarang ini? Kami hendak mewawancarai Anda tentang ini.&#8221; Saya jawab, &#8220;Tentu.&#8221; Ia berkata, &#8220;Tapi ini CNN, jadi Anda hanya mendapat waktu sebentar.&#8221; Saya bertanya, &#8220;Berapa kata yang boleh saya ucapkan?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Satu.&#8221;</p>
<p>(Suara tawa)</p>
<p>Kamera menyala, dan ia berkata, &#8220;Profesor Seligman, bagaimana keadaan Psikologi sekarang ini?&#8221; &#8221;Baik.&#8221;</p>
<p>(Suara tawa)</p>
<p>&#8220;Berhenti. Berhenti. Bukan seperti itu. Kami sebaiknya memberi Anda jatah waktu yang lebih banyak.&#8221; &#8221;Berapa kata yang boleh saya ucapkan kali ini?&#8221; &#8220;Dua kata boleh. Doktor Seligman, bagaimana keadaan Psikologi sekarang ini?&#8221; &#8221;Tidak baik.&#8221;</p>
<p>(Suara tawa)</p>
<p>&#8220;Dengar, Doktor Seligman, kami tahu Anda benar-benar tidak nyaman dengan medium ini.Kami sebaiknya memberi Anda jatah waktu yang cukup. Kali ini Anda boleh mengucapkan tiga kata. Profesor Seligman, bagaimana keadaan Psikologi sekarang ini?&#8221; &#8221;Tidak cukup baik.&#8221; Inilah yang akan saya bahas pada kesempatan ini.</p>
<p>Saya ingin membahas mengapa Psikologi baik, mengapa tidak baik dan bagaimana nanti, 10 tahun mendatang, menjadi cukup baik. Dengan kesimpulan paralel, nanti saya ingin mengatakan hal yang sama tentang teknologi, tentang hiburan, dan desain, karena masalahnya sangat serupa.</p>
<p>Jadi mengapa Psikologi baik? Selama 60 tahun, Psikologi bekerja dalam model penyakit.10 tahun yang lalu, ketika saya di pesawat dan saya memperkenalkan diri kepada orang di samping saya mereka menjauhi saya. Itu karena menurut mereka, benar sebenarnya,Psikologi itu tentang mencari yang salah pada diri Anda. &#8220;Mencari yang tidak beres.&#8221;Sekarang jika saya mengatakan kepada orang lain pekerjaan saya, mereka mendekati saya.</p>
<p>Yang baik tentang Psikologi, ada investasi sebesar 30 miliar dollar yang ditanamkan oleh NIMH, tentang bekerja dalam model penyakit, tentang apa yang dimaksud dengan Psikologi, 60 tahun lalu tidak ada gangguan kejiwaan yang dapat diterapi &#8211; sepenuhnya tidak nyata. Sekarang, 14 dari gangguan itu bisa diterapi, dua di antaranya dapat disembuhkan.</p>
<p>Selain itu, yang terjadi adalah sebuah ilmu berkembang, ilmu penyakit jiwa. Kita menemukan bahwa konsep-konsep abstrak yang kita sebut dengan depresi, alkoholisme,bisa diukur dengan tepat. Bahwa kita dapat membuat klasifikasi penyakit jiwa. Bahwa kita dapat memahami penyebab penyakit jiwa. Kita dapat melihat seiring waktu pada orang yang sama &#8211; orang, misalnya, yang secara genetis mudah terkena schizophrenia, dan bertanya apa kontribusi perawatan, genetis pada penyakit itu, dan kita dapat mengisolasi variabel ketiga dengan mengadakan eksperimen pada penyakit jiwa.</p>
<p>Yang paling baik, kita bisa, dalam 50 tahun terakhir, menemukan terapi obat dan terapi psikologis, dan kemudian kita bisa mengujinya secara teliti, dalam eksperimen acak berdesain kontrol-placebo &#8211; membuang yang gagal, menyimpan yang berhasil.</p>
<p>Kesimpulannya, Psikologi dan Psikiatri, dalam 60 tahun terakhir, boleh mengaku bahwa kita membuat orang yang menderita menjadi lebih baik. Ini hebat. Saya bangga akan hal itu. Yang tidak baik adalah konsekuensinya, tiga hal berikut.</p>
<p>Yang pertama, moral &#8211; bahwa Psikolog dan Psikiater menjadi Victimologist, Pathologizer;pandangan kami tentang manusia, jika Anda dalam masalah, itu berarti masalah menimpa Anda. Kami lupa bahwa orang mengambil pilihan dan keputusan. Kami lupa akan tanggung jawab. Itu konsekuensi pertama.</p>
<p>Konsekuensi kedua, kami melupakan orang-orang seperti Anda. Kami lupa memperbaiki kehidupan yang normal. Kami melupakan misi untuk membuat orang yang relatif tidak bermasalah menjadi lebih bahagia, lebih merasa utuh, produktif, dan &#8220;jenius&#8221;, &#8220;bertalenta-tinggi&#8221;, menjadi kata yang salah. Tidak ada yang mengurusinya.</p>
<p>Masalah ketiga mengenai model penyakit adalah, karena tergesa-gesa untuk melakukan sesuatu bagi orang yang bermasalah, ntuk melakukan sesuatu yang memperbaiki kerusakan, tidak pernah terpikir bagi kita untuk mengembangkan intervensi untuk membuat orang lebih bahagia, intervensi yang positif.</p>
<p>Jadi ini tidak baik. Inilah yang menggiring orang seperti Nancy Etcoff, Dan Gilbert, Mike Csikszentmihalyi dan saya untuk berkecimpung dalam sesuatu yang saya sebut Psikologi Positif, yang memiliki tiga tujuan. Pertama, Psikologi harus memperhatikan kekuatan manusia sama seperti memperhatikan kelemahannya. Psikologi harus memperhatikan pembangunan kekuatan seperti memperhatikan perbaikan kerusakan. Psikologi harus tertarik terhadap hal-hal terbaik dalam hidup, dan harus berusaha membuat kehidupan orang normal menjadi lebih utuh dan memperhatikan orang-orang yang jenius, dan juga yang bertalenta tinggi.</p>
<p>Jadi dalam 10 tahun terakhir dan semoga terus berlanjut, kita melihat awal dari ilmu Psikologi Positif: sebuah ilmu yang membuat hidup lebih layak dijalani. Ternyata kita dapat mengukur kebahagiaan dalam bentuk yang berbeda. Anda semua dapat mengunjungi laman situs tersebut dan mencoba tes kebahagiaan, gratis. Anda dapat bertanya, bagaimana posisi Anda dalam emosi positif, makna, aliran, dibandingkan dengan puluhan ribu orang lainnya? Kami menciptakan kebalikan dari diagnosis terhadap ketidakwarasan: klasifikasi kekuatan dan sifat baik yang dilihat dari rasio jenis kelamin, bagaimana definisinya, cara mendiagnosisnya, apa yang menyusunnya, dan apa yang menghambatnya. Kami menemukan bahwa kita dapat menelaah penyebab dari kondisi positif, hubungan antara aktivitas hemisfer kiri dan aktivitas hemisfer kanan sebagai penyebab kebahagiaan.</p>
<p>Saya menghabiskan hidup saya bekerja dengan orang yang sangat menderita, dan saya banyak bertanya, bagaimana orang yang sangat menderita berbeda dari orang lain? Sejak sekitar enam tahun lalu, kami berfokus pada orang yang sangat bahagia, dan bagaimana mereka berbeda dari orang lain? Satu hal yang kami temukan. Mereka tidak lebih religius, tidak punya tubuh yang lebih baik, tidak punya uang lebih banyak, tidak lebih rupawan,tidak memiliki lebih banyak kejadian baik dan lebih sedikit kejadian buruk. Satu hal yang membuat mereka berbeda: mereka sangat sosial. Mereka tidak duduk di seminar pada Sabtu pagi. (Tawa) Mereka tidak menghabiskan waktu sendiri. Mereka menjalin sebuah hubungan romantis dan memiliki daftar teman yang banyak.</p>
<p>Tapi hati-hati. Ini data korelasional, bukan sebab-akibat, dan ini kebahagiaan dalam gaya Hollywood yang akan saya sampaikan: kebahagiaan yang meluap-luap, tawa, kegembiraan.Saya akan menyakinkan Anda bahwa itu tidak cukup sesaat lagi Kami mulai dengan melihat intervensi yang ada selama berabad-abad, dari Buddha sampai Tony Robbins.Sekitar 120 intervensi diusulkan yang dianggap dapat membuat orang bahagia. Kami menemukan bahwa sebagian besar bisa kami manualkan, dan kami melakukan eksperimen acak penelitian efikasi dan efektivitasnya. Yaitu, mana yang sebenarnya membuat orang lebih bahagia lebih lama? Dalam beberapa menit ke depan saya akan menceritakan beberapa hasilnya.</p>
<p>Tapi hasil dari semua ini justru misi yang saya ingin Psikologi jalankan, selain misinya dalam menyembuhkan penyakit jiwa, dan selain misinya dalam membuat orang yang menderita menjadi lebih baik, adalah bisakah Psikologi membuat orang lebih bahagia?Untuk menemukan jawabannya &#8212; bahagia bukan kata yang sering saya gunakan &#8211; kami harus memecahnya menjadi hal-hal yang dapat ditanyakan tentang bahagia. Saya percaya ada tiga hal berbeda &#8211; berbeda karena mereka dibangun oleh intervensi yang berbeda, bisa memilih satu saja &#8211; tiga bentuk hidup bahagia yang berbeda. Yang pertama, kehidupan yang menyenangkan. Yaitu kehidupan di mana Anda memiliki emosi positif sebanyak mungkin, dan kemampuan untuk memperkuatnya. Yang kedua, kehidupan terikat:kehidupan Anda dalam bekerja, menjadi orang tua, pasangan, waktu senggang, waktu berhenti untuk Anda. Itulah yang Aristoteles maksudkan. Yang ketiga, kehidupan yang bermakna. Jadi saya ingin menceritakan sedikit tentang masing-masing itu dan apa yang kita ketahui mengenainya.</p>
<p>Yang pertama, kehidupan yang menyenangkan, itu yang terbaik, memiliki kesenangan sebanyak mungkin, emosi positif sebanyak mungkin, dan mempelajari ketrampilan, menikmati, menyadari, yang menguatkan semua itu, dan mempertahankannya selama dan sejauh mungkin. Tapi kehidupan yang menyenangkan punya tiga kekurangan, dan itu mengapa Psikologi Positif bukan tentang bahagia dan tidak berakhir di sini.</p>
<p>Kekurangan pertama, ternyata kehidupan yang menyenangkan, pengalaman Anda akan emosi positif, dapat luntur, sekitar 50 persen dapat luntur, dan bahkan tidak bisa banyak diubah. Trik berbeda yang Matthieu [Ricard] dan saya dan orang lain tahu untuk meningkatkan jumlah emosi positif dalam hidup Anda 15 sampai 20 persen, mengambil lebih banyak. Kekurangan yang kedua, emosi positif dapat menjadi biasa dengan cepat.Seperti es krim French vanila, rasa jilatan pertama 100 persen; sampai dengan jilatan keenam, rasanya menghilang. Seperti saya katakan, itu tidak terlalu mudah dibentuk.</p>
<p>Ini mengantarkan kita ke kehidupan kedua. Saya akan menceritakan kepada Anda tentang teman saya, Len, untuk menjelaskan mengapa Psikologi Positif lebih dari sekadar emosi positif, lebih dari sekadar menciptakan kesenangan. Dalam dua dari tiga wilayah besar kehidupan, ketika Len berumur 30, Len sangat sukses. Wilayah pertama, pekerjaan. Ketika berumur 20, ia merupakan pedagang saham. Ketika berumur 25, ia multimiliuner dan pimpinan dari perusahaan perdagangan saham. Kedua, wilayah kesenangan: ia merupakan juara nasional olahraga bridge. Tapi dalam wilayah ketiga, percintaan, Len gagal.Alasannya, Len adalah orang yang dingin. (Suara tawa)</p>
<p>Len seorang introvert. Wanita Amerika yang ia kencani selalu berkata, &#8221;Kamu tidak menyenangkan. Tidak punya emosi positif. Pergi sana.&#8221; Len cukup kaya untuk membayar seorang Psikoanalis di Park Avenue, yang selama lima tahun berusaha mencari trauma seksual yang entah bagaimana mengunci emosi positif di dalam dirinya. Tapi hasilnya, tidak ada trauma seksual apa pun. Ternyata &#8230; Len tumbuh besar di Long Island, bermain dan menonton sepak bola, dan bermain bridge &#8230; Len ada di paling dasar lima persen dari apa yang kita sebut dengan afeksi positif.</p>
<p>Pertanyaannya, apakah Len tidak bahagia? Saya jawab tidak. Bertentangan dengan apa yang Psikologi katakan tentang 50 persen bawah ras manusia dalam afeksi positif, Len orang yang paling bahagia yang pernah saya tahu. Dia tidak terjebak dalam neraka ketidakbahagiaan dan itu karena Len, seperti kebanyakan dari Anda, sangat mampu mengalir. Ketika ia berjalan di lantai American Exchange pada 9.30 pagi hari, waktu berhenti untuknya. Dan berhenti sampai bel penutupan. Ketika kartu pertama dimainkan,sampai 10 hari kemudian turnamen berakhir, waktu berhenti untuk Len.</p>
<p>Inilah apa yang Mike Csikszentmihalyi maksudkan, tentang aliran, dan ini berbeda dari kesenangan. Kesenangan punya rasa yang mentah: Anda tahu itu terjadi. Anda memikirkan dan merasakannya. Tapi apa yang Mike katakan kemarin, ketika mengalir, Anda tidak dapat merasakan apa pun. Ketika Anda mendengarkan musik. Waktu berhenti. Anda berada dalam konsentrasi intens. Inilah karakteristik dari kehidupan yang baik. Kami percaya ada resep untuk itu, dan resepnya, mengetahui kekuatan tertinggi Anda. Sekali lagi, ada tes yang valid dari lima kekuatan tertinggi Anda. Dan kemudian membentuk kembali kehidupan Anda untuk bisa menggunakannya sebanyak mungkin. Membentuk kembali pekerjaan, percintaan Anda, permainan, pertemanan, cara Anda menjadi orang tua.</p>
<p>Hanya satu contoh: saya bekerja dengan orang ini, pelayan di Genuardi&#8217;s. Ia benci pekerjaannya. Ia bekerja untuk kuliah. Kekuatan tertingginya, kecerdasan sosial, jadi ia membentuk kembali pekerjaannya agar cocok dengannya menjadi pusat perhatian setiap pelanggan. Jelas ia gagal. Tapi apa yang ia lakukan menemukan kekuatan tertingginya, dan membentuk kembali pekerjaannya dengan menggunakannya sebanyak mungkin. Apa yang Anda dapatkan bukanlah senyuman. Anda tidak tampak seperti Debbie Reynolds. Anda tidak selalu cekikikan. Yang Anda dapatkan, lebih banyak penyerapan. Jadi itu jalan kedua. Yang pertama, emosi positif. Yang kedua, aliran yang membahagiakan.</p>
<p>Jalan ketiga, makna. Ini kebahagiaan yang paling dimuliakan, secara tradisional. Makna dalam pandangan ini terdiri dari &#8212; sangat paralel dengan kebahagiaan, mengetahui apa kekuatan tertinggi Anda, dan bagaimana menggunakannya kepada dan untuk melayani sesuatu yang lebih besar dari diri Anda.</p>
<p>Saya menyebutkan bahwa ketiga jenis kehidupan, kehidupan yang menyenangkan,kehidupan yang baik, dan kehidupan yang bermakna, orang-orang berusaha mencari jawaban, apakah ada hal yang bisa mengubah hidup mereka cukup lama? Jawabannya, ya. Saya akan memberikan beberapa contoh. Ini telah diperiksa secara teliti. Dilakukan dengan cara yang sama ketika kita mengetes obat untuk mengetahui kinerjanya. Jadi kami melakukan eksperimen acak, kontrol-plasebo, studi jangka panjang dari intervensi yang berbeda. Hanya untuk mengambil contoh intervensi yang menurut kami punya efek, ketika kami mengajarkan orang tentang kehidupan yang menyenangkan, bagaimana cara mendapatkan kesenangan lebih dalam hidup, salah satu tugasnya, untuk melatih kemampuan menyadari, menikmati, dan Anda harus mendesain hari yang indah. Sabtu berikutnya, pilih satu hari, desain sendiri satu hari yang indah, dan gunakan kemampuan menikmati dan menyadari untuk menambah kesenangan tersebut. Kami dapat menunjukkan bahwa kehidupan menyenangkan menjadi lebih baik.</p>
<p>Kunjungan syukur. Saya ingin Anda semua melakukan hal ini bersama saya. Tutup mata Anda. Saya ingin Anda semua mengingat seseorang yang melakukan sesuatu yang sangat penting yang mengubah hidup Anda dalam hal yang baik, dan yang belum pernah Anda ucapkan terima kasih. Orangnya harus masih hidup. OK. Sekarang, OK, Anda dapat membuka mata Anda. Saya harap Anda semua punya orang seperti itu. Tugas Anda ketika mempelajari kunjungan syukur adalah menulis testimoni 300 kata kepada orang tersebut,telepon orang tersebut di Phoenix, tanyakan apakah Anda boleh berkunjung, jangan katakan alasannya, muncullah di pintu mereka, bacakan testimonI Anda &#8212; setiap orang menangis ketika hal ini terjadi &#8211; dan apa yang terjadi, ketika kami tes orang ini seminggu kemudian, sebulan kemudian, tiga bulan kemudian, mereka lebih bahagia dan lebih sedikit depresi,</p>
<p>Sebuah contoh lain, kencan kekuatan di mana kami minta pasangan mengidentifikasi kekuatan tertinggi mereka dalam tes kekuatan, dan kemudian mendesain suatu sore di mana mereka menggunakan kekuatan mereka, dan yang kami temukan adalah hubungan yang lebih erat. Kesenangan versus filantropi. Sangat menggembirakan untuk dapat berada dalam kelompok seperti ini, banyak di antara Anda mendedikasikan hidup ke filantropi.Mahasiswa saya dan orang yang bekerja dengan saya belum menemukan ini, kita sebenarnya memiliki orang yang melakukan hal-hal altruistik dan sesuatu yang menyenangkan, dan untuk mengkontraskannya. Yang Anda temukan ketika Anda melakukan hal menyenangkan, adalah itu cepat berlalu. Ketika Anda melakukan filantropi untuk membantu orang lain, itu akan bertahan lebih lama. Jadi contoh-contoh itu adalah intervensi positif.</p>
<p>Jadi hal terakhir selanjutnya yang ingin saya katakan adalah kami tertarik pada seberapa besar kepuasan hidup yang seseorang miliki, dan ini benar-benar mengenai Anda. Itulah variabel target kami. Kami mengajukan pertanyaan sebagai fungsi tiga kehidupan yang berbeda, berapa banyak kepuasan hidup yang Anda dapatkan? Jadi kami bertanya &#8212; sebanyak 15 replikasi yang melibatkan ribuan orang &#8211; untuk melihat sejauh mana pencarian kesenangan, pencarian emosi positif, kehidupan yang menyenangkan, pencarian keterikatan, waktu yang terhenti bagi Anda, dan pencarian makna, berkontribusi terhadap kepuasan hidup?</p>
<p>Hasilnya mengejutkan kita, tapi tidak seperti apa yang kami perkirakan. Ternyata, pencarian kesenangan hampir tidak memiliki kontribusi apa pun terhadap kepuasan hidup.Pencarian makna adalah yang terkuat. Pencarian keterikatan juga sangat kuat. Ketika kesenangan menjadi penting, Anda memiliki keterikatan dan makna, kesenangan adalah krim dan buah ceri. Yang artinya kehidupan yang utuh, kombinasi ketiganya lebih besar daripada satu bagian saja. Sebaliknya, jika Anda tidak memiliki salah satu saja,kekosongan kehidupan, kesemuanya menjadi kurang.</p>
<p>Apa yang kami tanyakan sekarang adalah apakah relasi, kesehatan fisik, kewarasan,berapa lama Anda akan hidup dan produktivitas, punya hubungan yang sama? Di sebuah perusahaan, apakah produktivitas diakibatkan oleh emosi positif, keterikatan, dan makna?Apakah kesehatan diakibatkan oleh keterikatan positif, kesenangan, dan makna kehidupan? Ada alasan untuk menduga bahwa jawaban keduanya adalah iya.</p>
<p>Chris berkata bahwa pembicara terakhir bisa mengintegrasikan apa yang sudah didengarnya, ini sangat luar biasa bagi saya. Saya belum pernah berada dalam pertemuan seperti ini. Saya belum pernah melihat pembicara yang melebihi diri mereka sendiri begitu rupa, yang merupakan sesuatu yang menakjubkan. Tapi saya menemukan bahwa masalah di Psikologi tampaknya paralel dengan masalah di bidang teknologi, hiburan, dan desain dalam hal-hal berikut. Kita semua tahu bahwa teknologi, hiburan, dan desain telah, dan dapat, digunakan untuk tujuan yang destruktif. Kita juga tahu bahwa, teknologi, hiburan, dan desain dapat digunakan untuk mengurangi penderitaan. Perbedaan antara mengurangi penderitaan dan membangun kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat penting. Ketika pertama kali saya menjadi terapis 30 tahun yang lalu, saya merasa kalau saya bisa membuat orang tidak depresi, tidak cemas, tidak marah, saya bisa membuat mereka bahagia. Tapi itu salah. Yang terbaik yang dapat saya lakukan adalah mengembalikan ke titik nol. Tapi mereka kemudian kosong.</p>
<p>Dan ternyata ketrampilan kebahagiaan, kehidupan yang menyenangkan, keterikatan, makna, berbeda dari ketrampilan untuk mengurangi penderitaan. Dan yang paralel dengan teknologi, hiburan, dan desain,saya percaya. Adalah mungkin bagi tiga pemicu dunia kita tersebut untuk meningkatkan kebahagiaan, meningkatkan emosi positif, dan seperti itulah biasanya mereka digunakan. Tapi sekali Anda memilah kebahagiaan seperti yang saya lakukan, bukan hanya emosi positif &#8212; itu saja tidak cukup &#8211; ada aliran dalam kehidupan, dan ada makna dalam kehidupan. Seperti yang Lauralee katakan, desain, dan saya percaya hiburan dan teknologi, dapat digunakan untuk meningkatkan keterikatan makna dalam hidup.</p>
<p>Jadi kesimpulannya, alasan ke-11 untuk optimis, sebagai tambahan dari lift luar angkasa,adalah dengan teknologi, hiburan, dan desain, kita dapat sungguh-sungguh meningkatkan jumlah kebahagiaan manusia di muka bumi ini. Jika teknologi dalam satu atau dua dekade selanjutnya dapat meningkatkan kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang baik dan bermakna, itu akan cukup baik. Jika hiburan dapat dialihkan untuk juga meningkatkan emosi positif, rmakna, kebahagiaan, itu akan cukup baik. Jika desain dapat meningkatkan emosi positif, kebahagiaan, dan aliran, dan kebermaknaan, apa yang kita lakukan bersama akan menjadi cukup baik. Terima kasih. (Tepuk tangan)</p></blockquote>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/psikologi-positif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Tipe Belajar Penting dalam E-Learning?</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/mengapa-tipe-belajar-penting-dalam-e-learning/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/mengapa-tipe-belajar-penting-dalam-e-learning/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Sep 2012 04:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1079</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Gambar: workplacepsychology.wordpress.com Pembaca mungkin sudah familiar dengan istilah learning style, yang konon katanya bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mempelajari suatu hal, seperti contoh penulis lebih memilih mempelajari sesuatu dengan melihat gambar dan video dibandingkan harus melihat atau membaca &#8216;text-book&#8217; yang luar biasa tebal, akan tetapi berbeda dengan rekan penulis yang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;">
<dl id="attachment_677" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://idelearning.com/wp-content/uploads/2012/09/learning-styles.jpg" rel="shadowbox[post-1079];player=img;"><img class="size-full wp-image-677" title="learning-styles" src="http://idelearning.com/wp-content/uploads/2012/09/learning-styles.jpg" alt="" width="500" height="311" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Sumber Gambar: workplacepsychology.wordpress.com</dd>
</dl>
</div>
<p>Pembaca mungkin sudah familiar dengan istilah<em> learning style,</em> yang konon katanya bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mempelajari suatu hal, seperti contoh penulis lebih memilih mempelajari sesuatu dengan melihat gambar dan video dibandingkan harus melihat atau membaca &#8216;<em>text-book&#8217;</em> yang luar biasa tebal, akan tetapi berbeda dengan rekan penulis yang lebih nyaman membaca <em>text-book</em> untuk mempelajarinya, karena katanya bisa mempelajarinya lebih detail dan komprehensif. Ya, itulah <em>learning style</em>! Setiap orang memiliki cara dan kebiasaan yang berbeda untuk belajar.</p>
<p>Berbicara learning style dalam konteks pembelajaran melalui elearning tentu akan menimbulkan pertanyaan yang standar yaitu apa? bagaimana? dan mengapa?</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Apa</h3>
<p>Tipe belajar adalah cara atau metode seorang individu dalam mempelajari sesuatu. Setiap orang pasti memiliki kecenderungan yang dominan terhadap suatu tipe belajar, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat pula menggunakan tipe belajar lain untuk beberapa kasus.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Apa saja tipe belajar?</strong></span><br />
dilihat dari modalitas seseorang, tipe belajar seseorang dikelompokan menjadi<strong> tipe visual, tipe auditory</strong> dan<strong> tipe kinestetik</strong>. Sedangkan menurut Kolb dengan variabel yang berbeda mengelompokkan tipe belajar menjadi 4 tipe, yaitu tipe<strong><em> reflectors, theorists, pragmatists</em></strong> dan <strong><em>activists</em>.</strong></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;">
<dl id="attachment_676" class="wp-caption aligncenter" style="width: 586px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://idelearning.com/wp-content/uploads/2012/09/kolb.jpg" rel="shadowbox[post-1079];player=img;"><img class="size-full wp-image-676" title="kolb's Learning Style" src="http://idelearning.com/wp-content/uploads/2012/09/kolb.jpg" alt="" width="576" height="432" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">kolb&#8217;s Learning Style</dd>
</dl>
</div>
<p>Dalam pembelajaran elearning nampaknya kita (khususnya penulis) belum terlalu memperhatikan ini ketika mengembangkan course maupun konten, padahal meskipun melalui elearning kita perlu memperhatikan <em>user</em> (pembelajar) agar hasil pembelajarannya optimal.</p>
<h3></h3>
<h3>Bagaimana</h3>
<p>Pertanyaannya bagaimana agar pembelajaran elearning kita dapat menyesuaikan dengan tipe belajar para user (pembelajar)-nya? Hal ini perlu ditinjau secara komprehensif dimulai dari ketika kita merencanakan/mempersiapkan pembelajaran, melaksanakan, memantau hingga mengevaluasi pembelajaran elearning kita.</p>
<p>Dalam tahap perencanaan kita perlu mendefinisikan karakteristik dominan user yang akan mengikuti pembelajaran elearning kita, apakah dominan tipe theorists atau tipe lainnya (misal). Dalam tahap pelaksanaan pembelajaran kita perlu menyesuaikan aktivitas pembelajaran kita dengan tipe tersebut, tentu tidak tepat membuat aktivitas membaca jurnal-jurnal bagi user yang ternyata dominan memiliki tipe activists. Dalam tahap evaluasi pun perlu disesuaikan, apabila tipe pembelajar dominan tipe theorists kita menyiapkan assessment berupa portofolio.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Mengapa</h3>
<p>Terakhir pertanyaan pamungkas adalah mengapa kita perlu repot-repot memperhatikan tipe belajar user? Jawabannya tentu kembali pada kemauan kita untuk meningkatkan mutu dari pembelajaran elearning kita. Penulis berpendapat bahwa semakin kita mampu membuat pembelajaran ini tepat sesuai dengan tipe belajar user-nya, maka semakin baik pula mutunya. Mutu di sini berbicara tentang mutu lulusan dan mutu proses pembelajarannya pula. ***</p>
<p><em>Wallahu&#8217;alam</em></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/mengapa-tipe-belajar-penting-dalam-e-learning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Design Thinking untuk Mendesain Pembelajaran di Kelas</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/design-thinking-untuk-mendesain-pembelajaran-di-kelas/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/design-thinking-untuk-mendesain-pembelajaran-di-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 02:11:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Hallo rekan-rekan guru? pernahkah Anda merasakan hal-hal berikut di pekerjaan Anda sehari-hari: Kegiatan pembelajaran dari tahun ke tahun monoton, begitu-begitu saja, jarang sekali melakukan inovasi, atau Mengetahui begitu banyak metode pembelajaran yang menarik dan kreatif baik dari buku, seminar, internet tapi sulit diterapkan di lapangan, atau bingung memulai metode pembelajaran baru di kelas, padahal sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 407px"><img alt="" src="http://www.notosh.com/wp-content/themes/notoshchild/img/uploads/brisbane-article.jpg" title="Design Thinking" width="397" height="302" /><p class="wp-caption-text">Sumber Gambar: notosh.com</p></div>
<div>Hallo rekan-rekan guru? pernahkah Anda merasakan hal-hal berikut di pekerjaan Anda sehari-hari:</div>
<div>
<ol>
<li>Kegiatan pembelajaran dari tahun ke tahun monoton, begitu-begitu saja, jarang sekali melakukan inovasi, atau</li>
<li>Mengetahui begitu banyak metode pembelajaran yang menarik dan kreatif baik dari buku, seminar, internet tapi sulit diterapkan di lapangan, atau</li>
<li>bingung memulai metode pembelajaran baru di kelas, padahal sudah bertekad kuat untuk memulainya</li>
</ol>
</div>
<div>3 Hal tersebut merupakan hal yang sering dirasakan oleh para pendidik tentu dengan berbagai sebab, salah satunya karena kemampuan kita untuk melakukan adopsi terhadap inovasi yang kita terima dari luar diri kita tersebut masih rendah. Nah, melalui tulisan ini saya mencoba memberikan satu ide kecil untuk mengatasi kesulitan tersebut.</div>
<h3><strong>Design thinking</strong></h3>
<div>Saya pernah membahas tentang design thingking untuk pendidik <strong><a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/proyek-mengembangkan-alat-peraga-dengan-pendekatan-berpikir-desain-1/" target="_blank">di sini</a></strong>, intinya design thinking adalah suatu cara untuk siapapun untuk berpikir dan bertindak layaknya seorang desainer dengan mengikuti prinsip-prinsip: holistik, kolaboratif, iteratif, visual.<span id="more-1066"></span></div>
<div><em>Design thinking</em> pun sangat mungkin diterapkan untuk membuat desain pembelajaran inovasi &#8216;ala&#8217; Anda sendiri &#8211;&#8217;orisinil&#8217;. Untuk langkah-langkahnya Anda mungkin dapat mengikuti list yang coba saya rangkum berikut ini:</div>
<div>
<ul>
<li><strong>Persiapan</strong></li>
<ul>
<li>cari partner yang memiliki keinginan sama, minimal 1 orang guru sehingga anda dan rekan anda akan mendesain pembelajaran yang unik untuk anda masing-masing</li>
<li>sediakan kertas, ATK dan media visual lainnya untuk melakukan desain</li>
</ul>
<li><strong>Tahap I: Mencari inspirasi,</strong> dalam tahap ini Anda diharuskan untuk mencari inspirasi sebanyak-banyaknya yang mungkin akan memperkaya desain anda, seperti mengikuti seminar, menonton video youtube, membaca blog guru-guru teladan, dsb. yang perlu diperhatikan, inspirasi JANGAN DIBATASI OLEH BIDANG PENDIDIKAN SAJA &#8212; PERBANYAK INSPIRASI DARI BIDANG-BIDANG LAIN, seperti desain produk, marketing, seni, dsb. Opsi-opsinya bisa dengan:</li>
<ul>
<li>membaca buku-buku tentang metode pembelajaran inovatif, desain pelatihan, dll</li>
<li>mengikuti seminar-seminar seperti: hypnoteaching, multiple intellegent, dll</li>
<li>menonton video-video tentang desain pembelajaran, desain pelatihan</li>
<li>membaca blog/website tokoh inspiratif</li>
</ul>
<li><strong>Tahap II: Desain!,</strong> dalam tahap ini saatnya anda mendesain, yup.. saatnya mendesain. Ambil kertas, lem, gunting, pensil, stick note, dsb.</li>
<ul>
<li>menentukan tantangan, ambil satu skenario spesifik tentang pembelajaran yang akan Anda desain, yaitu di kelas berapa?, SK/KD apa?, jumlah siswa?, fasilitas yang ada?, dst.</li>
<li>buat prototype dengan berbagai skenario dengan memanfaatkan alat-alat yang dimiliki jangan ragu untuk berkolaborasi dengan rekan sejawat</li>
<li>buat RPP sementara</li>
</ul>
<li><strong>Tahap III: Review</strong>, dalam tahap ini Anda upayakan untuk mendatangi banyak pihak seperti teman sejawat, perwakilan siswa, dst sehingga dapat menyempurnakan desain anda.</li>
<ul>
<li>peer review</li>
<li>microteaching</li>
<li>coba, coba, coba!</li>
</ul>
</ul>
</div>
<p><iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/2gHTdUQBkcg" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<div>Menurut saya, melalui design thingking Anda dapat menjadikan pengetahuan-pengetahuan Anda yang selama ini dipendam (karena bingung diimplementasikan) menjadi mudah dilaksanakan di kelas bahkan dengan desain yang utuh &#8211;&#8217;ala&#8217; Anda sendiri. Perlu diingat bahwa pengetahuan yang kita dapatkan dari seminar-seminar, buku, internet dsb merupakan &#8216;inspirasi&#8217; yang tidak serta merta mudah untuk diimplementasikan secara utuh dengan kondisi unik yang kita hadapi. Yang kita perlukan adalah kemampuan kita untuk &#8216;meracik&#8217; inspirasi-inspirasi yang kita miliki menjadi desain utuh &#8216;ala&#8217; Anda sendiri.</div>
<div>Selamat mendesain! <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/design-thinking-untuk-mendesain-pembelajaran-di-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tim Brown: Kita Bisa Tetap Serius dan Bermain</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tim-brown-kita-bisa-tetap-serius-dan-bermain/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tim-brown-kita-bisa-tetap-serius-dan-bermain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 09:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1072</guid>
		<description><![CDATA[Tim Brown adalah CEO IDEO Consulting, yaitu perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang inovasi dan desain. Dalam ceramahnya di TED Talk di bawah ini banyak inspirasi yang berharga tentang 2 hal yang selama ini banyak pihak membenturkannya yaitu antara &#8216;keseriusan&#8217; dan &#8216;bermain&#8217;. Beberapa bagian menarik dari ceramah Tim Brown ini adalah ketika dia menunjukan &#8216;budaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1075" title="Kreativitas dan Bermain" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/totem-ideo.jpg" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p><strong>Tim Brown</strong> adalah CEO IDEO Consulting, yaitu perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang inovasi dan desain. Dalam ceramahnya di TED Talk di bawah ini banyak inspirasi yang berharga tentang 2 hal yang selama ini banyak pihak membenturkannya yaitu antara &#8216;keseriusan&#8217; dan &#8216;bermain&#8217;.</p>
<p>Beberapa bagian menarik dari ceramah Tim Brown ini adalah ketika dia menunjukan &#8216;budaya bermain&#8217; di tempat kerjanya dan di beberapa tempat kerja perusahaan-perusahaan raksasa yang tidak pernah kering akan produk-produk yang inovatif (seperti google, dsb). Dia berhasil menunjukan bahwa bermain bukan hal yang menyebabkan produktivitas berkurang, malah melalui bermain produktivitas meningkat dengan sangat pesat!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><object width="398" height="374" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="bgColor" value="#ffffff" /><param name="flashvars" value="vu=http://video.ted.com/talk/stream/2008P/Blank/TimBrown_2008P-320k.mp4&amp;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/TimBrown-2008P.embed_thumbnail.jpg&amp;vw=384&amp;vh=288&amp;ap=0&amp;ti=392&amp;lang=id&amp;introDuration=15330&amp;adDuration=4000&amp;postAdDuration=830&amp;adKeys=talk=tim_brown_on_creativity_and_play;year=2008;theme=unconventional_explanations;theme=tales_of_invention;theme=the_creative_spark;theme=design_like_you_give_a_damn;event=Serious+Play+2008;tag=art;tag=creativity;tag=design;tag=education;&amp;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" /><param name="src" value="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" /><param name="pluginspace" value="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed width="398" height="374" type="application/x-shockwave-flash" src="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" allowFullScreen="true" allowScriptAccess="always" wmode="transparent" bgColor="#ffffff" flashvars="vu=http://video.ted.com/talk/stream/2008P/Blank/TimBrown_2008P-320k.mp4&amp;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/TimBrown-2008P.embed_thumbnail.jpg&amp;vw=384&amp;vh=288&amp;ap=0&amp;ti=392&amp;lang=id&amp;introDuration=15330&amp;adDuration=4000&amp;postAdDuration=830&amp;adKeys=talk=tim_brown_on_creativity_and_play;year=2008;theme=unconventional_explanations;theme=tales_of_invention;theme=the_creative_spark;theme=design_like_you_give_a_damn;event=Serious+Play+2008;tag=art;tag=creativity;tag=design;tag=education;&amp;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" pluginspace="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" /></object></p>
<p><span id="more-1072"></span>Berikut transkip ceramahnya dalam bahasa Indonesia:</p>
<blockquote><p>Ada seorang laki-laki, laki-laki ini bernama Bob McKim. Dan beliau adalah peneliti kreativitas pada tahun 60-an dan 70-an, dan juga mengepalai program desain di Stanford. Dan sebetulnya, teman saya dan pendiri IDEO, David Kelley, yang ada di sekitar sini, belajar dari beliau di Stanford. Dan beliau suka memberikan sebuah latihan untuk murid-muridnya. di mana beliau minta mereka mengambil selembar kertas dan menggambar orang yang duduk di sebelah mereka, tetangga mereka, secepat-cepatnya, secepat mungkin yang mereka bisa.</p>
<p>Dan sebenarnya, kita akan melakukan latihan itu sekarang. Kalian semua memegang sebuah papan dan selembar kertas. Di sana ada sejumlah lingkaran. Saya ingin anda membalikkan selembar kertas itu, anda akan melihat lembaran kosong di sisi lain itu, OK? Dan seharusnya sudah ada sebuah pensil. Dan saya mau kamu memilih seseorang yang duduk di sebelah kamu, dan waktu saya bilang, mulai, kamu punya 30 detik untuk menggambar tetangga kamu, OK? Jadi, semuanya siap? OK. Mulai. Kamu punya 30 detik, jadi lebih baik kamu cepat. Ayo, semua karya-karya itu. OK? Stop. Baik, sekarang.</p>
<p>(Tertawa)</p>
<p>Iya, banyak yang tertawa. Ya, tepat sekali. Banyak yang tertawa, sedikit malu.</p>
<p>(Tertawa)</p>
<p>Apakah saya mendengar beberapa &#8216;maaf&#8217;? Saya rasa saya mendengar beberapa permintaan maaf. Ya, ya, saya rasa mungkin saya dengar itu. Dan itu yang biasanya terjadi setiap kali, setiap kali kamu melakukan ini dengan orang dewasa. Dan McKim menemukan hal ini setiap kali beliau melakukannya dengan murid-muridnya. Beliau mendapatkan respon yang sama: banyak permintaan maaf.</p>
<p>(Tertawa)</p>
<p>Dan beliau akan menunjukkan ini sebagai bukti kalau kita takut dengan penilaian dari teman-teman kita, dan kalau kita malu, sepertinya, untuk menunjukkan ide-ide kitakepada orang-orang yang kita anggap sebagai rekan, kepada mereka di sekitar kita. Dan ketakutan ini yang menyebabkan kita menjadi konsevatif dalam pemikiran kita. Jadi kita mungkin saja punya ide gila, tapi kita takut membagikannya ke siapa pun.</p>
<p>OK, jadi kalau kamu mencoba latihan yang sama dengan anak-anak, mereka tidak ada rasa malu sama sekali. Mereka dengan senangnya memperlihatkan hasil karya merekakepada siapapun yang mau melihatnya. Tapi sejalan dengan mereka menjadi dewasa,mereka menjadi lebih sensitif dengan pendapat orang lain, dan kehilangan kebebasan itu dan mereka memang mulai menjadi malu. Dan di studi-studi tentang anak bermain, sudah ditemukan bahwa dari waktu ke waktu, anak-anak yang merasa percaya diri, yang ada di lingkungan yang bisa dipercaya, merekalah yang paling merasa bebas untuk bermain.</p>
<p>Dan kalau kamu memulai sebuah perusahaan desain, katakanlah, kemudian kamu mungkin juga mau membuat, kamu tahu, sebuah tempat di mana orang-orang merasakan kemanan yang sama. Di mana mereka merasakan keamanan yang sama untuk mengambil resiko. Mungkin mempunyai keamanan yang sama untuk bermain.</p>
<p>Sebelum mendirikan IDEO, David bilang bahwa yang dia mau lakukan adalah untuk membentuk perusahaan di mana semua pegawainya adalah teman baik saya.Sekarang, itu bukan saja untuk kesenangan diri sendiri. Dia tahu kalau pertemanan itu adalah jalan pintas untuk bermain. Dan dia tahu kalau itu akan memberikan rasa percaya, dan itu mengijikan kita untuk mengambil semacam resiko kreatif yang memang perlu kita ambil sebagai desainer. Dan keputusan seperti itu untuk bekerja dengan teman-temannya &#8211; sekarang dia punya 550 orang &#8212; itu yang memulai IDEO.</p>
<p>Dan studio-studio kami mirip, saya rasa, seperti tempat-tempat kerja kreatif saat ini,didesain untuk membantu orang merasa relaks / santai. Menjadi terbiasa dengan sekeliling mereka, nyaman dengan orang-orang yang bekerja dengan mereka. Itu memerlukan lebih dari dekorasi, tapi saya rasa kita semua pernah melihat ini, seperti yang kamu tahu, perusahaan-perusahaan kreatif sering mempunyai simbol-simbol di tempat kerjanya yang mengingatkan orang-orang untuk punya jiwa bermain, dan itu ada lingkungan yang diperbolehkan. Jadi bisa saja seperti microbus untuk ruangan rapatbahwa kita punya satu ruangan di IDEO, atau di Pixar di mana para animator bekerja di gubuk kayu dan gua yang didekorasi. Atau di Googleplex di mana, seperti kamu tahu,terkenal dengan lapangan untuk bola voli pantai, dan bahkan kerangka dinosaurus besar dengan flamingo merah muda diatasnya. Tidak tahu alasannya untuk flamingo-flamingo merah muda itu, tapi ya, mereka semuanya ada di taman. Atau bahkan orang-orang Google di kantor Swiss, yang mungkin mempunyai ide yang paling aneh dari semuanya.Dan teori saya adalah bahwa orang-orang di kantor Swiss bisa membuktikan pada rekan-rekan mereka di California kalau mereka tidak membosankan. Jadi mereka punya perosotan, dan mereka bahkan punya tiang pemadam kebakaran. Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan dengan itu, tapi mereka punya satu.</p>
<p>Jadi semua tempat ini, seperti kamu tahu, punya simbol-simbol tersebut. Sekarang, simbol besar kami di IDEO sebenarnya bukan tempatnya, melainkan suatu benda. Dan sebenarnya sesuatu yang kami temukan beberapa tahun yang lalu, atau buat beberapa tahun yang lalu. Jadi ini sebuah mainan. Dan namanya &#8220;finger blaster.&#8221; Dan saya lupa membawa buat saya sendiri. Jadi kalau ada yang bisa ambil di bawah kursi disebelahnya, kamu akan menemukan sesuatu yang ditempel dibawahnya. Bagus. Kalau kamu bisa lempar itu ke atas. Terima kasih, David, saya menghargainya.</p>
<p>Jadi ini adalah sebuah finger blaster, dan kamu akan menemukan kalau masing-masingpunya satu yang sudah ditempel di bawah kursi kamu. Dan saya akan mengadakan percobaan kecil-kecilan. Sebuah percobaan kecil. Tapi sebelum kita mulai, saya mau memakai ini dulu. Terima kasih. Baiklah. Sekarang, saya akan melakukan ini, saya mau melihat bagaimana &#8211; Saya tidak benar-benar bisa melihat dengan ini, OK. Saya mau melihat berapa banyak dari kamu yang duduk di belakang ruangan bisa melempar mainan ini sampai ke atas panggung. Jadi ini caranya mereka bekerja, seperti kamu tahu, kamu hanya perlu memasukkan jari kamu didalamnya, tarik mereka, dan mulailah.Jadi, jangan melihat ke belakang. Itu satu-satunya rekomendasi saya di sini. Saya mau melihat berapa banyak dari kamu bisa melempar sampai ke atas panggung. Ayolah! Kita mulai, kita mulai. Terima kasih. Terima kasih. Oh. Saya punya ide lain. Saya mau &#8212; begitu.</p>
<p>(Tertawa)</p>
<p>Begitu.</p>
<p>(Tertawa)</p>
<p>Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Tidak terlalu buruk, tidak terlalu buruk. Tidak ada luka serius sejauh ini.</p>
<p>(Tertawa)</p>
<p>Nah, masih banyak yang datang dari belakang sana; mereka masih datang ke sini.Beberapa dari kamu belum menembakkannya. Apakah kamu tidak tahu cara memainkannya, atau bagaimana? Ini tidak terlalu susah. Kebanyakan anak-anak tahu cara melakukan ini dalam 10 detik pertama, waktu mereka mengambil ini. Baiklah. Ini cukup bagus; ini cukup bagus. OK, baiklah. Mari &#8212; saya rasa sebaiknya kita&#8230; saya sebaiknya membersihkan beberapa dari jalan atau saya akan jatuh tersandung. Baiklah. Jadi yang lain bisa simpan mainan-mainan ini untuk waktu saya mengatakan sesuatu yang sangat membosankan, dan kemudian kamu bisa menembakkannya ke saya.</p>
<p>(Tertawa)</p>
<p>Baiklah. Saya rasa saya akan mencopot ini sekarang, karena saya tidak bisa melihat apa-apa dengan &#8212; baiklah, OK. Jadi, ah, tadi itu seru.</p>
<p>(Tertawa)</p>
<p>Baiklah, bagus.</p>
<p>(Tepukan tangan)</p>
<p>Jadi, OK, jadi kenapa? Jadi kita punya finger blasters, orang lain punya dinosaurus, seperti kamu tahu. Kenapa kita punya semua itu? Baiklah, seperti saya bilang sebelumnya, kita mempunyai ini karena kami percaya kalau mempunyai jiwa bermain itu penting. Tapi kenapa itu penting? Kami memakainya dengan cara prakmatis, sejujurnya.Kami percaya bahwa jiwa bermain membantu kita mendapat solusi kreatif yang lebih baik. Membantu kita melakukan pekerjaan kita lebih baik, dan membantu kita merasa lebih baik waktu melakukannya.</p>
<p>Sekarang, seorang dewasa berada di situasi baru &#8211; waktu kita berada di situasi baru kita punya kecendurangan untuk mau mekategorasikan secepat mungkin, seperti yang kamu tahu. Dan ada alasannya. Kita mau mendapat sebuah jawaban. Hidup itu rumit. Kita mau memecahkannya apa yang sedang terjadi di sekitar kita, dengan sangat cepat. Saya kira, sebetulnya, biologis-biologis yang evolusioner mungkin punya alasan yang banyak kenapa kita mau menkategorisasikan hal-hal baru dengan sangat, sangat cepat. Salah satunya mungkin, seperti kamu tahu, waktu kita melihat suatu benda dengan garis-garis yang lucu, apakah itu seekor macan yang akan menyerang dan membunuh kita? Atau cuma sekedar bayangan aneh dari pohon? Kita perlu memecahkannya dengan cukup cepat. Yah, setidaknya, kita pernah seperti itu. Kebanyakan dari kita tidak memerlukan itu lagi, saya rasa.</p>
<p>Ini adalah lembaran aluminium, bukan? Kamu memakai ini di dapur. Itulah benda itu, bukankah begitu? Tentu saja, tentu saja. Yah, belum tentu.</p>
<p>(Tertawa)</p>
<p>Anak-anak lebih terhubungan dengan kemungkinan-kemungkinan yang terbuka.Sekarang, mereka pastinya akan &#8212; waktu mereka melihat sesuatu yang baru, mereka pastinya akan bertanya, apa ini? Tentu mereka akan bertanya. Tapi mereka juga akan bertanya, apa yang bisa saya lakukan dengan ini? Dan kamu tahu, mereka yang lebih kreatif mungkin akan mendapatkan sebuah contoh yang sangat menarik. Dan keterbukaan ini adalah permulaan dari permainan eksplorasi. Apakah di sini ada orang tua yang mempunyai anak-anak kecil? Pastinya ada. Ya, seperti saya kira. Jadi kita semua pernah melihat ini, bukan?</p>
<p>Kita semua pernah bercerita tentang apa yang terjadi di hari Natal pada pagi hari, seperti kamu tahu, anak-anak kita malah bermain dengan kardus-kardusnya lebih banyak daripada mereka bermain dengan mainan yang ada didalamnya. Dan kamu tahu, dari sisi eksplorasi, tingkah laku ini benar-benar masuk akal. Karena kamu bisa melakukan lebih banyak hal dengan kardus daripada dengan mainan. Bahkan sesuatu seperti, Tickle Me Elmo, yang, di luar dari kesungguhannya, hanya benar-benar melakukan satu hal, di mana kardus bisa menawarkan begitu banyak pilihan. Jadi sekali lagi, ini adalah salah satu kegiatan bermain, bahwa dengan bertambah tua kita, kita cenderung untuk lupa dan kita harus belajar lagi.</p>
<p>Jadi satu lagi latihan favorit Bob McKim yang bernama &#8220;30 Circles Test.&#8221; Jadi kita kembali bekerja. Kalian semua akan kembali bekerja. Tolong balikkan selembar kertas yang tadi kamu sketsa, dibalik, dan kamu akan melihat 30 lingkaran tercetak di atas kertas itu. Jadi seharusnya terlihat seperti ini. Kamu seharusnya melihat sesuatu seperti ini. Ini yang akan saya lakukan, saya akan memberikan kamu waktu 1 menit, dan saya mau kamu untuk merubah lingkaran sebanyak yang kamu bisa, menjadi sesuatu objek. Misalnya, kamu bisa merubah satu menjadi football, atau yang lainnya menjadi matahari. Saya hanya tertarik pada kuantitas. Saya mau kamu melakukan sebanyak mungkin yang kamu bisa, dalam waktu 1 menit yang akan saya berikan pada kamu. Jadi, semuanya siap? OK? Mulai.</p>
<p>OK. Tolong taruh pensilmu, seperti yang mereka katakan. Jadi, siapa yang mendapat lebih dari 5 lingkaran? Semoga semuanya? Lebih dari 10? Tetap angkat tangan kamu kalau iya. 10. 15? 20? Ada yang mendapat 30 semuanya? Tidak? Oh! Seseorang iya. Fantastik. Apakah ada yang melakukan variasi dari suatu tema? Seperti muka tersenyum? Muka senang? Muka sedih? Muka ngantuk? Ada yang melakukan itu? Ada yang melakukan contoh saya? Matahari dan football? Bagus. Cool. Jadi saya sangat tertarik dengan kuantitas. Sebeneranya saya tidak terlalu tertarik apakah mereka semua beda atau tidak. Saya hanya mau kamu mengisi lingkaran sebanyak mungkin. Dan salah satu hal yang kita biasa lakukan sebagai orang dewasa, sekali lagi, adalah kita mengedit sesuatu. Kita menghentikan diri kita sendiri dari melakukan berbagai hal. Kita mengedit diri sendiri sewaktu kita mempunyai ide-ide.</p>
<p>Dan di beberapa kasus, keinginan kita untuk menjadi orisinil sebenarnya adalah suatu bentuk dari mengedit. Dan itu sebenarnya tidak terlalu berjiwa bermain. Jadi kemampuan untuk, tetap terus melakukan sesuatu dan mengeksplore banyak hal, bahkan sewaktu mereka tidak terlihat begitu beda antara satu dan lainnya, adalah sesuatu yang anak-anak lakukan dengan baik, dan ini adalah suatu bentuk permainan. Jadi, Bob McKim melakukan sesuatu- &#8211; versi lain dari test ini, in sebuah eksperimen yang cukup terkenal yang dilakukan di tahun 1960-an. Ada yang tahu tentang ini? Ini tentang kaktus peyote. Itu adalah tumbuhan untuk membuat mescaline, salah satu obat psikotropik. Untuk kalian yang sudah ada di tahun 60-an, seharusnya kalian tahu tentang ini dengan baik.</p>
<p>McKim mempublikasikan tulisan tahun 1966 menggambarkan sebuah eksperimen yang beliau dan koleganya adakan, untuk menguji efek dari obat-obat psikotropik pada kreatifitas. Jadi beliau memilih 27 professional. Mereka, seperti yang kamu tahu, insinyur, ahli fisika, ahli matematika, arsitek, desainer furniture bahkan, artis. Dan beliau minta mereka datang pada satu malam dan membawa masalah yang sedang mereka kerjakan. Beliau memberi masing-masing beberapa mescaline, dan meminta mereka mendengarkan beberapa lagu santai untuk beberapa saat. Dan kemudian beliau mengadakan apa yang disebut Purdue Creativity Test. Mungkin kamu tahu, berapa banyak kegunaan dari klip yang bisa kamu temukan? Pada dasarnya ini sama dengan 30 lingkaran yang baru saja saya minta kamu kerjakan.</p>
<p>Sekarang, sebenarnya, beliau memberikan test ini sebelum memberikan obat, dan sesudah diberikan obat, untuk melihat apakah &#8211; apakah ada perbedaan di orang-orang ini, seperti, fasilitas dan kecepatan dalam mengeluarkan ide-ide. Dan beliau minta mereka untuk pergi dan menyelesaikan masalah-masalah yang mereka bawa. Dan mereka menghasilkan sekelompok, solusi yang menarik, dan sebenarnya agak, solusi valid untuk hal-hal yang sedang mereka kerjakan. Dan jadi ada beberapa hal yang mereka bisa pecahkan, beberapa individu bisa pecahkan. Dalam satu kasus untuk bangunan komersial dan desain rumah diterima oleh klien. Sebuah desain untuk solar space. Sebuah desain ulang untuk linear electron accelerator, kemajuan teknik untuk tape recorder dengan daya magnet. Kamu bisa tahu kalau ini sudah beberapa waktu yang lalu. Penyelesaian dari sejumlah furniture, dan bahkan konsep model baru untuk photon. Jadi itu sebuah malam yang sukses.</p>
<p>Nyatanya, mungkin eksperimen itu adalah sebab kenapa Silicon Valley berangkat dari permulaan yang baik dengan inovasi. Kita tidak tahu, tapi mungkin saja. Kita perlu tanya pada beberapa CEO apakah mereka terlibat dalam eksperimen mescaline. Tapi sebenarnya, bukan obatnya yang penting, melainkan ide dari apa yang obat itu lakukanbisa mengangetkan orang keluar dari cara berpikir mereka yang biasanya. Dan membuat mereka, sepertinya, melupakan tingkah laku orang-orang dewasa yang menghalangi mereka dari ide-ide mereka. Tapi sangat susah untuk menghilangkan kebiasaan kita, kebiasaan orang dewasa kita.</p>
<p>Di IDEO kami mempunyai peraturan tukar pikiran tertulis di dinding. Pernyataan seperti, &#8220;Tinggalkan penilaian,&#8221; atau &#8220;Lakukan untuk kuantitas.&#8221; Dan sepertinya itu terlihat salah.Maksud saya, apakah kamu bisa mempunyai peraturan untuk kreatifitas? Yah, ternyata memang kita perlu peraturan untuk membantu kita keluar dari peraturan dan norma lamayang atau tidak kita akan bawa ke prosess kreatif. Dan kita pastinya belajar tentang itu dengan sejalannya waktu, kamu akan menjadi lebih baik dalam tukar pikiran, lebih banyak hasil yang kreatif waktu orang-orang mengikuti peraturan. Sekarang, tentunya, banyak desainer, banyak desainer individual, menbcapai ini dengan cara yang lebih organik.</p>
<p>Saya rasa Eames adalah contoh yang baik untuk eksperimen. Dan mereka melakukan eksperimen untuk plywood bertahun-tahun tanpa harus mempunyai satu gol. Mereka eksplorasi yang menarik untuk mereka. Dan mereka pun mendesain penyangga untuk tentara yang terluka dari Perang Dunia II dan Perang Korea, saya rasa. Dari eksperimen ini mereka pindah ke kursi.</p>
<p>Dan melalui eksperimen terus-menerus dengan material, mengembangkan solusi dengan jangkauan luas yang kita tahu sekarang ini, dan lama-lama menghasilkan,tentunya, kursi lounge yang legendaris. Sekarang, kalau Eames berhenti dengan solusi hebat yang pertama, kita tidak akan menjadi ahli waris dari begitu banyak, seperti yang kamu tahu, desain-desain indah sekarang ini. Dan tentunya, mereka memakai eksperimen untuk segala aspek dalam pekerjaan mereka. Dari film sampai gedung, dari games sampai grafik. Jadi mereka adalah contoh yang baik, saya rasa, untuk eksplorasidan eksperimen dalam desain.</p>
<p>Sekarang, sementara Eames mengeksplorasi berbagai kemungkinan, mereka juga mengeksplorasi objek-objek fisik. Dan mereka melakukan ini melalui pembuatan prototype. Dan membangun pada tingkah laku yang saya pikir saya akan bicarakan. Jadi untuk anak-anak barat di kelas 1 menghabiskan sebanyak 50 persen dari waktu bermain mereka berpartisipasi dalam &#8220;construction play.&#8221; Construction play &#8212; itu banyak bermain, tentunya, tapi juga cara efektif untuk belajar. Ketika bermain tersebut adalah tentang membangun menara dari blok-blok, anak itu mulai belajar banyak tentang menara. Dan sesering mereka merubuhkan dan mulai lagi, belajar terjadi sebagai akibat dari barmain.Ini adalah klasik dari belajar dengan mengerjakan.</p>
<p>Sekarang, David Kelley menamakan tingkah laku ini, waktu dilakukan oleh desainer, &#8221; berpikir dengan tanganmu.&#8221; Dan biasanya melibatkan dengan membuat macam-macam, prototype dengan resolusi rendah, dengan cepat. Kamu tahu, dengan sering membawa elemen-elemen yang sudah ditemukan untuk mendapatkan solusi. Di salah satu projek awalnya, team itu menemukan jalan buntu, dan mereka keluar dengan semua mekanisme dengan mengumpulkan bersama-sama sebuah model terbuat dari deodoran. Sekarang, itu menjadi mouse komputer komersial pertama untuk Apple Lisa dan Macintosh.</p>
<p>Jadi mereka belajar menemukan jalannya melalui membangun prototype. Contoh lainnya adalah sekelompok desainer yang bekerja untuk sebuah instrumen bedah dengan beberapa ahli bedah. Mereka bertemu, mereka berbicara dengan ahli bedahtentang apa yang mereka perlukan dengan alat ini. Dan salah satu dari desainer lari keluar ruangan dan mengambil spidol white board dan semua isi film &#8211; yang sekarang menjadi medium prototype yang sangat berharga &#8211; dan peniti. Dieratkan semuanya,kembali lari ke ruangan dan berkata, yang kamu maksud sesuatu seperti ini? Dan para ahli bedah memegangnya dan berkata, yah, saya mau memegangnya seperti ini, atau seperti itu. Dan tiba-tiba sebuah percakapan yang produktif terjadi mengenai desain sekitar objek yang bisa dipegang. Dan pada akhirnya berubah menjadi alat yang nyata.</p>
<p>Dan tingkah laku ini adalah tentang mengambil sesuatu dari dunia nyata, dan menyebabkan pemikiranmu menjadi maju sebagai hasilnya. Di IDEO ada perasaan seperti kembali ke playgroup kadang-kadang pada lingkungan. Kereta prototype penuh dengan kertas warna-warni dan lilin dan stik lem dan lainnya. Maksud saya, mereka memang mempunyai kesan playgroup padanya. Tapi ide yang penting di sini, semuanya ada. Semuanya ada di sekitar. Jadi sewaktu desainer-desainer bekerja dengan ide-idemereka bisa mulai membangun sesuatu, seperti, apapun yang mereka mau. Mereka bahkan tidak perlu pergi ke workshop yang formal untuk melakukannya. Dan kami pikir itu cukup penting.</p>
<p>Dan kemudian yang menyedihkan adalah, walaupun playgroup penuh dengan hal-hal ini, dengan anak-anak pergi ke sistem sekolah semuanya akan diambil. Mereka kehilangan hal-hal yang mendukung cara pikir yang berjiwa bermain, dan membangun. Dan tentunya, pada saat kamu sampai di tempat kerja pada umumnya, mungkin alat konstruksi terbaik yang kita punya adalah note Post-it. Itu cukup gersang. Tapi dengan memberikan project team dan klien mereka ijin untuk berpikir dengan tangan mereka,ide-ide cukup kompleks bisa tercetus dan langsung ke proses eksekusi dengan lebih mudah.</p>
<p>Ini adalah seorang perawat yang mengunakan &#8212; seperti yang kamu bisa lihat &#8212; plasticine prototype, menjelaskan apa yang dia inginkan dari sistem informasi portabelkepada tim ahli teknologi dan desainer yang bekerja dengannya di sebuah rumah sakit.Dan dengan mempunyai prototype yang sederhana ini memungkinkannya untuk berbicara tentang apa yang dia inginkan dengan cara yang lebih efektif. Dan tentunya, dengan membuat prototype dengan cepat, seperti kamu tahu, kita bisa mengeluarkan dan menguji ide-ide kita dengan konsumen dan pengguna dengan lebih cepat daripada kalau kita mencoba menggambarkannya dengan kata-kata.</p>
<p>Tapi bagaimana dengan mendesain sesuatu yang tidak ada fisiknya? Sesuatu seperti pelayanan atau pengalaman? Sesuatu yang terlahir dari sederetan interaksi setelah beberapa waktu? Daripada bermain dengan membangun, ini bisa dilakukan dengan role play. Jadi kalau kamu mendesain interaksi antara dua orang seperti, saya tidak tahu, memesan makanan di tempat rast food atau sesuatu, kamu perlu untuk bisa berimajinasi bagaimana pengalaman itu dirasakan setelah waktu tertentu. Dan saya rasa cara terbaik untuk mencapai ini, dan mendapat kesan untuk kekurangan pada desainmu, adalah melalui mempraktekannya.</p>
<p>Jadi kami melakukan cukup banyak pekerjaan di IDEO mencoba untuk menyakinkan klien kami tentang ini. Mereka bisa agak skeptis, saya akan kembali pada topik itu. Tapi sebuah tempat, saya rasa, di mana usaha itu memang setimpal di mana banyak orang bergumul dengan masalah yang cukup serius. Hal-hal seperti pendidikan atau keamanan atau keuangan atau kesehatan. Dan ini adalah contoh lain dari lingkungan kesehatan dari beberapa dokter dan perawat dan desainer menjalankan skenario pelayanan pada pasien. Tapi kamu tahu, banyak orang dewasa yang cukup enggan untuk melakukan role play. Sebagian karena mereasa malu dan sebagian karenamereka tidak percaya kalau yang timbul itu sebenarnya valid. Mereka tidak menganggap interaksi yang menarik itu dengan berkata, kamu tahu, itu semua terjadi karena mereka hanya berakting.</p>
<p>Riset tentang tingkah laku anak-anak sebenarnya menyarankan bahwa sangatlah berarti untuk menganggap role play secara serius. Karena waktu anak kecil bermain sebuah peran mereka sebenarnya mengikuti naskah sosial dengan cukup dekat yang mereka pelajari dari kita sebagai orang dewasa. Kalau seorang anak bermain toko-tokoan, dan yang lain bermain rumah-rumahan, kemudian permainan secaran keseluruhan terbentuk. Jadi mereka terbiasa, dengan cukup cepat, untuk mengerti peraturan-peraturan untuk interaksi sosial, dan sebenarnya cukup cepat untuk menunjukkan kalau mereka dilanggar.</p>
<p>Jadi ketika, sebagai anak dewasa, kita bermain role play, jadi kita sudah mempunyai kumpulan naskah yang besar yang sudah diinternalisasikan. Kita melalui banyak pengalaman di dalam hidup. Dan mereka memberikan intuisi yang kuat dalam menunjukkan interaksi mana yang akan berhasil. Jadi mereka menjadi sangat ahli dalam menemukan sebuah solusi, dalam melihat apakah sesuatu kurang ketulusan.Jadi role play sebenarnya, saya rasa, cukup berharga untuk berpikir tentang pengalaman.Cara lain untuk kita, sebagai desainer, untuk mengeksplorasi role play adalah dengan menaruh diri kita pada pengalaman di mana kita membuat desain, dan memproyeksikan diri kita dalam sebuah pengalaman.</p>
<p>jadi di sini ada beberapa desainer yang mencoba untuk mengerti apa rasanya untuk tidur, misalnya, di tempat sempit dalam pesawat. Jadi mereka mengambil material yang sangat sederhana, seperti yang kamu bisa lihat. Dan melakukan roleh play, semacam role play yang masih kasar, hanya untuk merasakan seperti para penumpang kalau mereka terjebak di tempat-tempat sangat sempit di kapal terbang.</p>
<p>Ini adalah salah satu dari desainer kami, Kristian Simsarian, dan dia menaruh dirinya dalam pengalaman menjadi pasien UGD. Sekarang, ini adalah rumah sakit betulan, di UGD betulan. Salah satu alasan kenapa dia memilih untuk membawa video camera yang cukup besar dengannya karena dia tidak mau para dokter dan perawat berpikirkalau dia benar-benar sakit dan menusukkan sesuatu padanya yang dia akan sesali nanti. Jadi, dia pergi ke sana dengan video kamera, dan yang dia bawa pulang sangat menarik. Karena waktu kita melihat videonya setelah dia kembali, kita melihat ini selama 20 menit.</p>
<p>(Tertawa)</p>
<p>Dan yang menarik dari video ini, segera kamu melihat ini, kamu akan memproyeksi diri kamu pada pengalaman itu. Dan tahu apa rasanya, semua ketidakpastian itu sewaktu kamu ditinggalkan di gang sementara para dokter menangani kasus-kasus yang lebih darurat di salah satu ruangan UGD, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Dan jadi ide untuk memakai role play, atau dalam hal ini, seperti hidup melalui pengalaman adalah satu cara untuk menciptakan empati, apalagi sewaktu kamu memakai video, itu sangat ampuh.</p>
<p>Atau salah satu dari desainer kami, Altay Sendil, dia mencukur dadanya, bukan karena dia sombong, walaupun sebetulnya memang iya. Bukan, saya bercanda. Tapi untuk merasakan empati dengan rasa sakit yang dirasakan pasien kronis yang harus dilalui waktu balutan mereka diganti. Dan kadang-kadang pengalaman analogi ini, seperti role play analogi, bisa menjadi sangat berharga.</p>
<p>Jadi waktu seorang anak berpakaian seperti pemadam kebakaran, seperti kamu tahu,dia mulai mencoba identitas tersebut. Dia mau tahu rasanya menjadi pemadam kebakaran. Kami melakukan hal yang sama sebagai desainer. Kami mencoba dengan pengalaman-pengalaman ini. Dan jadi ide role play itu adalah alat untuk rasa empati,juga alat untuk mencontoh pengalaman-pengalaman tersebut. Dan seperti kamu tahu, kami mengagumi orang-orang yang melakukan ini di IDEO. Bukan hanya karena mereka memimpin dengan masukan-masukan dari pengalaman itu, tapi juga karena mereka bersedia untuk eksplorasi dan kemampuan mereka, tidak secara terlalu sadar diri untuk menyerahkan diri mereka ke dalam pengalaman. Singkatnya, kami mengagumi kebersediaan mereka untuk bermain.</p>
<p>Jadi eksplorasi bermain, membangun dengan jiwa bermain dan role play. Dan mereka adalah beberapa cara yang dipakai desainer untuk bermain sewaktu bekerja. Dan sejauh ini, saya akui, kalau ini mungkin terasa seperti pesan untuk keluar dan bermain seperti anak kecil. Dan sepertinya memang iya, tapi saya mau menekankan beberapa poin. Hal pertama yang perlu diingat adalah bermain itu bukan anarki. Bermain itu memiliki peraturan, khususnya bermain dalam group. Waktu anak kecil bermain pesta minum teh, atau mereka bermain polisi dan pencuri, mereka mengikuti naskah yang sudah mereka setujui. Dan ini adalah kode negosiasi yang menghasilkan bermain yang produktif.</p>
<p>Jadi ingat dengan tugas sketsa yang kita lakukan pada permulaan? Seperti sebuah wajah kecil, potret yang kamu lakukan? Yah, bayangkan kalau kamu melakukan hal yang sama dengan teman-teman kamu waktu kamu sedang minum-minum di pub. Tapi semua orang sudah setuju untuk bermain. di mana artis dengan sketsa paling jelek mentraktir pesanan minum selanjutnya. Cara kerja dari peraturan itu bisa merubah situasi yang memalukan, situasi yang sulit, menjadi permainan yang seru. Dan hasilnya, kamu tahu, kita menjadi merasa aman dan menikmati waktu itu &#8211; tapi karena kita semua mengerti peraturannya dan kita menyetujuinya bersama-sama.</p>
<p>Tapi tidak saja hanya ada peraturan bagaimana untuk bermain, ada peraturan kapan untuk bermain. Anak-anak tidak bermain setiap waktu, tentu saja. Mereka bertransisi masuk dan keluar. Dan para guru, seperti kamu tahu, guru-guru yang baik menggunakan banyak waktu berpikir bagaimana caranya untuk membawa anak-anak melalui pengalaman-pengalaman ini. Dan sebagai desainer, kita perlu bisa untuk bertransisi masuk dan keluar dari bermain juga. Dan kalau kita menjalankan studio desain klita perlu bisa memecahkan, bagaimana kita bisa mentransisikan para desainer melalui pengalaman-pengalaman yang berbeda? Saya rasa ini terlebih lagi benar kalau kita berpikir tentang, sepertinya</p>
<p>Saya rasa yang sangat berbeda pada desain adalah kita melalui dua model untuk beroperasi yang sangat berbeda. Kita melalui mode mengenerasi ide-ide, di mana kita mengeksplorasi banyak ide. Dan kemudian, kita kembali berembuk lagi, dan kembali mencari untuk semacam solusi, dan mengembangkan solusi itu. Saya rasa itu ada dua mode yang berbeda. Divergensi dan konvergensi. Dan saya rasa mungkin di mode divergensi kita paling memerlukan jiwa bermain. Mungkin di mode konvergensi kita perlu lebih serius. Dan untuk bisa berpindah antara dua mode ini adalah sangat penting. Jadi di mana ada, sepertinya, pandangan akan bermain yang lebih bertema, saya rasa, diperlukan.</p>
<p>Karena sangatlah mudah untuk jatuh ke perangkap kalau kedua kondisi ini absolut.Antara kamu berjiwa bermain, atau kamu serius, dan kamu tidak bisa keduanya. Tapi itu tidak benar. Kamu bisa menjadi profesional dewasa yang serius dan, terkadang, suka bermain. Ini bukanlah atau, tapi adalah dan. Kamu bisa serious dan bermain. Jadi untuk merangkum semuanya, kita perlu kepercayaan untuk bermain, dan kita perlu kepercayaan untuk menjadi kreatif, karena di sana ada hubungan. Dan ada sederetan tingkah laku yang kita pelajari sewaktu masih anak-anak, dan itu bisa menjadi berguna untuk kita sebagai desainer. Mereka termasuk eksplorasi, yang bertujuan pada kuantitas.Membangun dan berpikir dengan tangan-tangan mereka. Dan role play, di mana acting membantu kita untuk mempunyai empati pada situasi-situasi di mana kita desain, dan untuk membuat servis dan pengalaman yang berkesinambungan dan tulus.</p>
<p>Terima kasih banyak.</p></blockquote>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tim-brown-kita-bisa-tetap-serius-dan-bermain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proyek: Mengembangkan Alat Peraga dengan Pendekatan Berpikir Desain (1)</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/proyek-mengembangkan-alat-peraga-dengan-pendekatan-berpikir-desain-1/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/proyek-mengembangkan-alat-peraga-dengan-pendekatan-berpikir-desain-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 09:31:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1063</guid>
		<description><![CDATA[Sejak Januari lalu 5 orang guru SD dari berbagai daerah di bandung secara rutin berkumpul seminggu sekali membentuk fokus grup guna berdiskusi menciptakan alat peraga yang akan mereka ikut sertakan dalam kompetisi. Untuk memuluskannya kami coba menggunakan alat bantu bernama “design thinking” atau berpikir desain. Apa itu Berpikir desain (design thinking)? merujuk pengertian dari situs [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak Januari lalu 5 orang guru SD dari berbagai daerah di bandung secara rutin berkumpul seminggu sekali membentuk fokus grup guna berdiskusi menciptakan alat peraga yang akan mereka ikut sertakan dalam kompetisi. Untuk memuluskannya kami coba menggunakan alat bantu bernama “design thinking” atau berpikir desain.<span id="more-1063"></span></p>
<div id="_mcePaste">Apa itu Berpikir desain (<em>design thinking</em>)? merujuk pengertian dari situs designthinkingforeducators.com :</div>
<blockquote>
<div id="_mcePaste"><strong>Design Thinking is a mindset.</strong></div>
<div id="_mcePaste">Design Thinking is the confidence that everyone can be part of creating a more desirable future, and a process to take action when faced with a difficult challenge. That kind of optimism is well needed in education.</div>
<div id="_mcePaste">Classrooms and schools across the world are facing design challenges every single day, from teacher feedback systems to daily schedules. Wherever they fall on the spectrum of scale—the challenges educators are confronted with are real, complex, and varied. And as such, they require new perspectives, new tools, and new approaches. Design Thinking is one of them.</div>
</blockquote>
<div id="_mcePaste"><strong>Berpikir desain adalah pola pikir.</strong></div>
<div>Berpikir desain adalah kepercayaan bahwa setiap orang bisa menjadi bagian untuk menciptakan masa depan yang lebih diinginkan, dan proses untuk mengambil tindakan ketika menghadapi sebuah tantangan yang sulit. Semacam optimisme ini juga diperlukan dalam pendidikan.</div>
<div id="_mcePaste">Ruang kelas dan sekolah di seluruh dunia menghadapi tantangan desain setiap hari, dari sistem umpan balik kepada guru jadwal harian. Di mana pun mereka jatuh pada spektrum skala-tantangan pendidik dihadapkan adalah nyata, kompleks, dan bervariasi. Dan dengan demikian, mereka membutuhkan perspektif baru, alat baru, dan pendekatan baru. Berpikir desain adalah salah satunya.</div>
<div>—</div>
<div id="_mcePaste">Berpikir desain adalah pendekatan yang dapat digunakan oleh siapapun untuk ikut andil dalam menciptakan berbagai hal (produk, layanan, metode, dsb) tidak terkecuali bagi para pendidik untuk berinovasi menciptakan pembelajaran yang lebih baik. Melalui pendekatan ini diyakini inovasi yang bersifat<em><strong> bottom up</strong></em> dapat terjadi, yaitu inovasi yang dimunculkan atas kebutuhan di kelas-kelas yang setiap hari guru hadapi. Bukan inovasi yang muncul <strong><em>‘top down</em></strong>‘ yang terkadang pada kenyataannya tidak selalu menjadi jawaban atas permasalahan yang terjadi di kelas.</div>
<div>Dalam proyek kali ini, Pojok Pendidikan menggunakan pendekatan berpikir desain untuk menciptakan sebuah alat peraga (masing-masing guru) yang dapat digunakan di kelas oleh guru-guru yang bersangkutan, langkah-langkah yang dilakukan untuk sementara masih mengadopsi langkah-langkah yang diberikan Ideo, yaitu :</div>
<div id="_mcePaste">
<ol>
<li>Discovery</li>
<li>Interpretation</li>
<li>Ideation</li>
<li>Experimentation</li>
<li>Evolution</li>
</ol>
</div>
<div><a href="http://pojokpendidikan.com/wp-content/uploads/2012/02/designthinksteps.png" rel="shadowbox[post-1063];player=img;"><img title="designthinksteps" src="http://pojokpendidikan.com/wp-content/uploads/2012/02/designthinksteps.png" alt="" width="609" height="319" /></a></div>
<div>Hingga pekan ini, kami telah melakukan hingga tahap<strong><em> ideation</em></strong>, dimana para guru telah mendapatkan ide-ide baru yang kemudian digodok bersama dalam mengembangkan alat peraga yang akan diikut sertakan dalam kompetisi tersebut.</div>
<div><img title="Prototipe Alat Peraga 1" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/396360_383364658356000_173567629335705_1530244_792486632_n.jpg" alt="" width="576" height="432" /></div>
<div>Harapannya proyek pertama ini dapat menjadi framework atas proyek-proyek kreativitas selanjutnya. Salam #gurukreatif ! <img src="http://pojokpendidikan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></div>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/proyek-mengembangkan-alat-peraga-dengan-pendekatan-berpikir-desain-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jamboreee! Board Game</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/jamboreee-board-game/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/jamboreee-board-game/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 07:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Board Game&#8221;, satu istilah yang mulai akrab di telinga saya sejak setahun lalu ketika berkesempatan banyak berdiskusi dengan Mas Eko Nugroho dari Kummara. Banyak hal yang secara pribadi saya dapat dari diskusi-diskusi panjang itu, yang pada intinya saya sangat merasa tertantang untuk selain memainkan juga mulai membuatnya!. Di sisi lain, aktifitas di Pojok Pendidikan pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="Jamboreee masih versi coba-coba :)" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/391089_2711436275289_1538363183_2786043_694005916_n.jpg" alt="" width="297" height="285" />&#8220;Board Game&#8221;, satu istilah yang mulai akrab di telinga saya sejak setahun lalu ketika berkesempatan banyak berdiskusi dengan Mas <a href="http://twitter.com/eNugroho" target="_blank">Eko Nugroho</a> dari <a href="http://kummara.com" target="_blank">Kummara</a>. Banyak hal yang secara pribadi saya dapat dari diskusi-diskusi panjang itu, yang pada intinya saya sangat merasa tertantang untuk selain memainkan juga mulai membuatnya!.</p>
<p>Di sisi lain, aktifitas di Pojok Pendidikan pun banyak membentuk saya untuk mengetahui lebih mendalam tentang kebutuhan inovasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas, dan saya rasa board game bisa menjadi salah satu solusinya &#8212; anak-anak dan remaja itu suka bermain game!</p>
<p>Singkat cerita, teman-teman inisiator Pojok Pendidikan seperti <a href="http://twitter.com/dausgonia" target="_blank">Daus</a> dan <a href="http://twitter.com/ikhsanperyoga" target="_blank">Ikhsan Peryoga</a> pun menjadi sangat &#8216;keranjingan&#8217; dengan virus ini dan mulai mencoba mendesain beberapa board game yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, akhirnya secara resmi Pojok Pendidikan memiliki 2 (dua) board game buatan sendiri: &#8216;Hadiah Susu&#8217; demikian kami menyebutnya untuk board game untuk pembelajaran fisika dan &#8216;Bebentengan&#8217; board game yang mengangkat permainan tradisional Jawa Barat yang sekaligus dapat dimanfaatkan bagi pembelajaran Bahasa Sunda.</p>
<p>Ketika event &#8216;Indonesia Bermain 2011&#8242; lalu kami berkesempatan untuk<span id="more-1055"></span> memamerkan kedua board game tersebut, dan luar biasanya kami tidak menyangka bahwa masyarakat (pengunjung) sangat mengapresiasi kedua board game tersebut, termasuk Walikota Bandung Bapak Dada Rosada dan Wakil Gubernur Jawa Barat Bapak Dede Yusuf yang secara langsung datang dan mencoba kedua board game tersebut. Yang menarik ketika didatangi oleh Pak Wagub, selain mencoba board game &#8216;Bebentengan&#8217; kami pun ditantang oleh beliau untuk membuat satu board game yang bertemakan Pramuka!, nah lhoo..</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><img title="Dede Yusuf Melihat Board Game Bebentengan" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/291826_2552111850563_1486890320_2888235_31814474_n.jpg" alt="Dede Yusuf Melihat Board Game Bebentengan" width="604" height="453" /><p class="wp-caption-text">Dede Yusuf Melihat Board Game Bebentengan</p></div>
<p>Pramuka, ya Pramuka istilah yang sangat dekat dengan pengalaman berorganisasi saya sejak SD hingga SMA lalu, seakan mengingatkan kembali berbagai aktifitas yang pernah dilakukan, sehingga tantangan dari Bapak Dede Yusuf itu akhirnya saya terima dengan penuh semangat.</p>
<p>Pendek cerita, saya mencoba mengingat kembali aktifitas, istilah dan segala hal yang mungkin dapat diangkat dalam board game yang akan saya buat tersebut, dan setelah menemukan semua itu akhirnya saya memutuskan untuk membuat game Pramuka tingkat Penggalang (umur SD kelas 4 &#8211; SMP kelas 3).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img title="Jamboreee prototype 1" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/377914_2617417444877_1538363183_2749299_233337560_n.jpg" alt="Jamboreee prototype 1" width="600" height="450" /><p class="wp-caption-text">Jamboreee prototype pertama</p></div>
<p>Ide telah didapat, saatnya memikirkan aturan main (game play) dari ide tersebut, akhirnya saya mencoba mengembangkan itu melalui metode prototyping, alhamdulillahnya dapat dengan mudah dilalui, tentu dengan berbagai diskusi dengan teman-teman di <a href="http://pojokpendidikan.com" target="_blank">Pojok Pendidikan</a>.</p>
<p>Terakhir, setelah melalui 3 (tiga) kali siklus &#8216;design-prototype-review&#8217; saya putuskan desain akhir dari game pramuka tersebut, saya namai game tersebut &#8220;Jamboreee!&#8217;. Berikut wujud dari board game pertama saya, meskipun grafik secara lebih sempurna sedang dibuat oleh rekan saya Ikhsan Peryoga yang memang ahlinya di bidang ini <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 514px"><img class=" " title="Jamboreee Prototype 2" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/388673_2682029460137_1538363183_2775332_2017675417_n.jpg" alt="Jamboreee Prototype 2" width="504" height="378" /><p class="wp-caption-text">Jamboreee Prototype Kedua</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1058" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-1058" title="Board Game Jamboreee!" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/AfuOsxbCMAEpFR1.jpg" alt="" width="600" height="448" /><p class="wp-caption-text">Sumber Gambar: Daus Gonia</p></div>
<div id="attachment_1059" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/AfuQrTfCIAAQNbd.jpg" rel="shadowbox[post-1055];player=img;"><img class="size-full wp-image-1059" title="Board Game Jamboreee! diperkenalkan ke Guru-Guru SD di Cileunyi" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/AfuQrTfCIAAQNbd.jpg" alt="" width="600" height="448" /></a><p class="wp-caption-text">Board Game Jamboreee! diperkenalkan ke Guru-Guru SD di Cileunyi</p></div>
<p>Catatan: Board Game ini nanti akan kami produksi massal setelah desain grafik finalnya rilis <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/jamboreee-board-game/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Generasi Digital: Anak-Anak Tak Perlu Diajari Teknologi</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/generasi-digital-anak-anak-tak-perlu-diajari-teknologi/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/generasi-digital-anak-anak-tak-perlu-diajari-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 10:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1038</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar istilah &#8220;digital immigrant&#8221; dan &#8220;digital native&#8221; ? kedua terminologi tersebut lahir untuk menunjukan perbedaan antara generasi anak-anak dan remaja (digital native) dibandingkan dengan generasi dewasa (digital immigrant) dalam hal kemampuan mengadaptasi teknologi secara alamiah. Sebuah riset yang dilakukan oleh pemikir bidang pendidikan India: Sugata Mitra sangat menarik perhatian saya, bahwa anak-anak pedalaman India [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1041" title="sugata mitra project" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/sugatamitra.jpg" alt="" width="500" height="297" /></p>
<p>Pernah dengar istilah <em><strong>&#8220;digital immigrant&#8221;</strong></em> dan <em><strong>&#8220;digital native&#8221;</strong></em> ? kedua terminologi tersebut lahir untuk menunjukan perbedaan antara generasi anak-anak dan remaja <em><strong>(digital native)</strong></em> dibandingkan dengan generasi dewasa<em><strong> (digital immigrant)</strong></em> dalam hal kemampuan mengadaptasi teknologi secara alamiah.</p>
<p>Sebuah riset yang dilakukan oleh pemikir bidang pendidikan India: <strong>Sugata Mitra</strong> sangat menarik perhatian saya, bahwa anak-anak pedalaman India yang dalam hal ini buta aksara hanya membutuhkan waktu yang relatif sebentar untuk menguasai komputer. Tidak percaya?, mari lihat video ceramah beliau di forum TEDx berikut :</p>
<p><object width="526" height="374" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="bgColor" value="#ffffff" /><param name="flashvars" value="vu=http://video.ted.com/talk/stream/2010G/Blank/SugataMitra_2010G-320k.mp4&amp;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/SugataMitra-2010G.embed_thumbnail.jpg&amp;vw=512&amp;vh=288&amp;ap=0&amp;ti=949&amp;lang=id&amp;introDuration=15330&amp;adDuration=4000&amp;postAdDuration=830&amp;adKeys=talk=sugata_mitra_the_child_driven_education;year=2010;theme=rethinking_poverty;theme=unconventional_explanations;theme=how_the_mind_works;event=TEDGlobal+2010;tag=Technology;tag=children;tag=development;tag=education;tag=third+world;tag=web;&amp;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" /><param name="src" value="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" /><param name="pluginspace" value="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed width="526" height="374" type="application/x-shockwave-flash" src="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" allowFullScreen="true" allowScriptAccess="always" wmode="transparent" bgColor="#ffffff" flashvars="vu=http://video.ted.com/talk/stream/2010G/Blank/SugataMitra_2010G-320k.mp4&amp;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/SugataMitra-2010G.embed_thumbnail.jpg&amp;vw=512&amp;vh=288&amp;ap=0&amp;ti=949&amp;lang=id&amp;introDuration=15330&amp;adDuration=4000&amp;postAdDuration=830&amp;adKeys=talk=sugata_mitra_the_child_driven_education;year=2010;theme=rethinking_poverty;theme=unconventional_explanations;theme=how_the_mind_works;event=TEDGlobal+2010;tag=Technology;tag=children;tag=development;tag=education;tag=third+world;tag=web;&amp;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" pluginspace="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" /></object></p>
<p>Saya salinkan juga transkip ceramah beliau sebagai berikut :</p>
<blockquote><p>Pernyataan di atas itu sepertinya sangat jelas Saya memulainya dengan pernyataan itu 12 tahun yang lalu dan saya memulainya dalam konteks negara berkembang tapi, anda yang sekarang ada disini, berasal dari berbagai penjuru dunia Jadi, jika anda melihat peta negara anda, saya pikir anda akan menyadari bahwa pada tiap negara di bumi ini,anda dapat membuat lingkaran-lingkaran kecil dan berkata, &#8221;Inilah tempat-tempat dimana tidak terdapat guru-guru yang bagus&#8221; Di atas itu semua,dari tempat-tempat itulah berbagai masalah muncul. Jadi, kita memiliki masalah yang ironis.Guru-guru yang bagus tidak mau mengajar di tempat-tempat dimana keberadaan mereka sangat dibutuhkan.</p>
<p>Saya memulainya pada tahun 1999 untuk mencoba memecahkan masalah tersebut dengan sebuah eksperimen yang sangat sederhana di New Delhi. Yakni, saya hanya menempatkan sebuah komputer pada dinding sebuah daerah kumuh di New Delhi. Anak-anak disitu tidak bersekolah. Mereka tidak mengerti sedikit pun Bahasa Inggris. Mereka tidak pernah melihat komputer sebelumnya, dan mereka tidak tahu internet. Saya menyambungkan komputer tersebut dengan internet berkecepatan tinggi &#8212; dipasang kira-kira setinggi 1 meter dari tanah &#8211; dan saya menyalakannya dan meninggalkannya disitu.Setelah itu, kami menemukan beberapa hal yang menarik yang akan anda lihat. Saya melakukan eksperimen seperti ini lagi di berbagai daerah di India dan kemudian hingga ke belahan dunia laindan menemukan bahwa anak-anak akan belajar melakukan apa yang ingin mereka pelajari untuk dilakukan.</p>
<p>Ini adalah eksperimen pertama saya &#8211; anak lelaki berusia delapan tahun, yang di sebelah kanan itusedang mengajarkan siswanya, seorang anak perempuan berusia enam tahun, dia sedang mengajarkan bagaimana melakukan browsing.Anak lelaki ini tinggal di India bagian tengah &#8211;yakni di Rajashtan Village, dimana anak-anak belajar merekam musik mereka sendiri dan memainkannya berulang-ulang satu sama lain,dan dalam proses ini, mereka mampu menghibur diri mereka sendiri. Mereka melakukan semua itu dalam waktu empat jam sejak mereka melihat komputer untuk pertama kalinya. Di sebuah desa lain di selatan India, anak-anak ini memasang sebuah kamera video dan mencoba mengambil photo seekor lebah. Mereka mengunduhnya dari Disney.com atau situs-situs lainnya, 14 hari setelah komputer tersebut dipasang di kampung mereka. Jadi, setelah eksperimen tersebut, kami menyimpulkan bahwa kelompok anak-anak dapat belajar menggunakan komputer dan internet dengan sendirinya, siapapun atau dimanapun mereka berada</p>
<p>Saat itu, saya menjadi semakin ambisius dan kemudian ingin mencari tahu apalagi yang dapat anak-anak lakukan dengan komputer. Kami memulai sebuah eksperimen di Hyderabad, India,dimana saya memberikan komputer pada sekelompok anak &#8211; mereka berbicara Bahasa Inggris dengan aksen Telugu yang sangat kental.Saya memberikan mereka sebuah komputer yang memiliki kemampuan untuk memunculkan teks dari ucapan yang dapat anda peroleh dengan gratis di Windows, dan saya meminta mereka berbicara pada komputer itu. Lalu, ketika mereka berbicara pada komputer tersebut, komputer itu akan otomatis mengetik kata yang mereka ucapkan namun melantur dan mereka berkata, &#8220;Komputer itu tidak mengerti apapun yang kami ucapkan.&#8221; Lalu saya katakan, &#8220;Yah, saya akan meninggalkan komputer ini selama dua bulan disini. Belajarlah bagaimana caranya komputer itumemahami ucapan kalian.&#8221; Anak-anak itu berkata, &#8220;Bagaimana kami melakukannya.&#8221; Dan saya bilang, &#8221;Sebenarnya, saya juga tidak tahu bagaimana caranya.&#8221; (Ketawa) Lalu saya pergi(Ketawa) Dua bulan kemudian&#8211; dan eksperimen ini dimuat di jurnal &#8220;Information Technology for International Development&#8221; &#8211; aksen anak-anak tersebut telah berubah dan mereka dengan sangat luar biasa mampu berbicara Bhs. Inggris murni dengan aksen Inggris dimana saya melatih untuk menyelaraskan ucapan dengan teks pada komputer. Dengan kata lain, mereka kini berbicara mirip seperti James Tooley. (Ketawa) Jadi, mereka mampu melakukan pembelajaran itu dengan sendirinya. Setelah itu, saya mulai melakukan eksperimen dengan berbagai hal lain dimana mereka bisa belajar dengan mandiri.</p>
<p>Saya mendapat panggilan telepon dari Kolombo,dari almarhum Arthur C. Clarke, yang berkata, &#8220;Saya ingin tahu apa yang terjadi.&#8221; Karena dia tidak bisa bepergian, maka saya yang menghampirinya kesana Dia menyampaikan dua hal yang menarik,&#8221;Kalau ada guru yang bisa digantikan perannya oleh mesin, maka gantikanlah.&#8221; (Ketawa) Yang kedua, dia berkata bahwa, &#8221;Jika anak-anak memiliki minat, maka pendidikan akan berjalan.&#8221;Dan saya melakukan hal tersebut langsung di lapangan, jadi setiap kali saya melakukannya dan saya mengingat dia.</p>
<p>(Video) Arthur C. Clarke: &#8220;Dan mesin-mesin itu benar-benar mampu menolong orang, sebab anak-anak dapat dengan cepat belajar untuk menavigasi dan mencari berbagai hal yang menarik buat mereka. Dan jika kamu memiliki minat, maka kamu memiliki pendidikan.&#8221;</p>
<p>Saya kemudian melakukan eksperimen tersebut di Afrika Selatan. Anak lelaki ini berusia 15 tahun.</p>
<p>&#8220;&#8230;.. Saya bermain games &#8230;.. &#8230; seperti hewan-hewan, &#8230; .. dan mendengarkan musik&#8230;&#8221;</p>
<p>Saya bertanya, &#8220;Apakah kamu mengirim email?&#8221;Dia menjawab, &#8220;Ya, dan email-email itu mampu melewat samudera.&#8221; Dan ini di Kamboja, daerah pedesaan di Kamboja &#8211; sebuah permainan artimatika yang konyol, yang tak seorangpun anak mau memainkannya di kelas atau di rumah. Yah anda tahu, mereka mungkin akan melemparkan permainan itu pada anda. Dan berkata, &#8220;Permainan ini membosankan.&#8221; Namun jika anda membiarkan permainan tersebut di jalanan, dan setelah tidak ada orang dewasa disitu, maka mereka akan saling menunjukan satu sama lainkemampuan mereka dalam bermain games tersebut. Inilah yang mereka lakukan Sepertinya mereka sedang bermain perkalian. Dan di berbagai wilayah di India, setelah berjalan dua tahun, anak-anak mulai menggunakan Google untuk mengerjakan PR. Hasilnya, guru-guru melaporkan adanya peningkatan yang luar biasa pada Bahasa Inggris anak-anak itu &#8211; (Ketawa)peningkatan yang cepat dalam berbagai hal. Guru-guru berkata, &#8220;Anak-anak telah menjadi pemikir yang hebat, dan sebagainya.&#8221; (Ketawa) Dan memang seperti itu adanya. Maksud saya, jika banyak hal kita bisa temukan di Google, kenapa harus memasukan banyak hal itu ke kepala kita?Lalu, pada akhir empat tahun berikutnya, Saya menemukan bahwa anak-anak tersebut mampu melakukan navigasi internet guna mencapai tujuan pendidikan mereka sendiri.</p>
<p>Saat itu, saya mendapat bantuan dana yang sangat besar dari Universitas Newcastle yang ditujukan untuk membangun pendidikaan di India.Newcastle menghubungi saya. Saya bilang, &#8220;Saya akan melakukannya di Delhi.&#8221; Mereka menjawab, &#8220;Tidak mungkin kamu menggunakan jutaan Pounds uang Universitas hanya dengan berdiam di Delhi.&#8221; Lalu pada tahun 2006, Saya membeli jaket yang sangat tebal dan pergi ke NewcastleSaya ingin menguji limit dari sistem ini.Eksperimen pertama yang saya lakukan di luar Newcastle, yang sebenarnya saya lakukan di India.Saya menetapkan target baru yang sangat mustahil: dapatkah anak-anak Tamil berusia 12 tahun di sebuah kampung di selatan India belajar biotechnology dalam Bahasa Inggris dengan sendirinya? Dan saya akan menguji mereka. Dan nilai mereka, nol. Saya berikan mereka bahan pengajaran. Dan kembali saya menguji mereka.Hasilnya kembali, nol. Saya kembali dan berkata, &#8220;Yah, dalam hal tertentu, guru memang dibutuhkan.&#8221;</p>
<p>Saya memanggil 26 anak Mereka datang dan saya katakan ke mereka bahwa terdapat beberapa hal yang sangat sulit pada komputer ini. Saya tidak akan kaget jika kalian tidak memahami apapun.Semuanya dalam Bahasa Inggris, .. lalu saya pergi. (Ketawa) Saya tinggalkan mereka dengan komputer itu. Saya kembali dua bulan kemudiandan 26 anak itupun berbaris sambil membisu.Saya katakan, &#8220;Apakah kalian menemukan sesuatu dari komputer itu?&#8221; Mereka menjawab, &#8220;Ya, kami menemukannya.&#8221; &#8221;Apakah kalian memahaminya?&#8221;. &#8220;Tidak, tak satupun.&#8221; Lalu saya berkata, &#8221;Berapa lama kalian mempelajari komputer itu sebelum kalian memutuskan bahwa kalian tak mampu memahami apapun?&#8221; Mereka menjawab, &#8220;Kami memperhatikannya setiap hari.&#8221;Saya tanya lagi, &#8220;Selama dua bulan, kalian memperhatikan komputer itu dan tak memahami apapun?&#8221; Lalu seorang anak gadis berusia 12 tahun mengangkat tangan dan berkata, dengan serius, &#8221;Selain fakta bahwa replikasi molekul DNA yang tak sesuai dapat menyebabkan penyakit genetik, kami tak memahami apapun selain itu.&#8221;</p>
<p>(Ketawa)</p>
<p>(Tepuk tangan)</p>
<p>(Ketawa)</p>
<p>Butuh waktu tiga tahun bagi saya untuk menerbitkannya Eksperimen itu diterbitkan pada &#8220;British Journal of Educational Technology&#8221;. Salah seorang juri pada jurnal tersebut dan juga juri bagi makalah saya tersebut, berkata, &#8221;Terlalu menakjubkan untuk dapat dipercaya,&#8221; yang artinya sangat tidak baik. Salah seorang anak gadis mengajarkan dirinya sendiri untuk menjadi guru.Anak yang ini. Ingat, mereka tidak belajar Bahasa Inggris. Saya menyunting sedikit bagian akhirnya dan bertanya, &#8220;Apakah nueron itu?&#8221; dan dia berkata, &#8220;Neuron? Neuron?&#8221; Dan dia bertingkah seperti ini. Apapun ekspresinya, hal itu sangat tidak baik.</p>
<p>Nilai mereka meningkat dari Nol hingga 30 persen, angka yang sebenarnya mustahil mengingat kondisi pendidikan seperti itu. Tapi nilai 30 persen tetap tidak membuat mereka lulus. Dan saya melihat mereka memiliki seorang temanseorang gadis yang bekerja sebagai akuntan lokal, dan mereka sering bermain bola bersama.Saya tanyakan pada gadis itu, &#8220;Apakah kamu mau mengajarkan mereka biotekhnologi, cukup supaya mereka lulus saja?&#8221; Dia menjawab, &#8220;Bagaimana melakukannya? Saya tidak paham pelajaran itu.&#8221;Saya bilang, &#8220;Kamu cukup gunakan metode seorang nenek.&#8221; Dia bertanya, &#8220;Seperti apa itu?&#8221;Saya bilang, &#8220;Yang harus kamu lakukan hanyalahberdiri di belakang anak-anak itu dan puji mereka setiap saat. Katakan saja, &#8216;Wah, hebat. Bagus sekali. Apakah itu? Kamu bisa mengulanginya? Tunjukan lagi kepada saya seperti apa?&#8221;&#8216; Dan dia melakukan itu selama dua bulan. Dan nilai anak-anak pun meningkat jadi 50, nilai yang sama seperti yang diraih oleh anak-anak sekolah mewah di Delhi yang diajar oleh guru biotekhnologi terlatih.</p>
<p>Lalu saya kembali ke Newcastle, dengan hasil seperti itu, dan menyimpulkan bahwa ada sesuatu terjadi disini yang menjadi sangat serius. Dan setelah melakukan berbagai eksperimen di berbagai tempat terpencil, Saya tiba pada sebuah tempat paling terpencil yang pernah saya tahu.(Ketawa) Jaraknya sekitar 5.000 mil dari Delhiyakni kota kecil bernama Gateshead. Di Gateshead, saya mengambil 32 anak, dan mulai menjalankan metode eksperimen tersebut. Saya mengelompokkan mereka menjadi 4 siswa per kelompok Saya katakan, &#8220;Silahkan kalian buat kelompok masing-masing empat orang. Tiap kelompok dapat menggunakan satu komputer, bukan empat komputer.&#8221; Ingat, satu komputer seperti yang saya pasang di dinding daerah kumuh itu. &#8221;Kalian dapat bertukar kelompok. Kalian dapat berpindah ke kelompok lain jika kalian tidak suka kelompok kalian, dan sebagainya. Kalian boleh pergi ke kelompok lain, intip pekerjaan mereka, perhatikan apa yang mereka lakukan, lalu kembali ke kelompok kalian dan akui bahwa pekerjaan itu hasil kerja kelompok kalian.&#8221; Saya jelaskan pada mereka, bahwa banyak riset ilmiah dijalankan dengan metode ini.</p>
<p>(Ketawa)</p>
<p>(Tepuk tangan)</p>
<p>Anak-anak itu nampak senang sekali dan berkata,&#8221;Apa yang harus kami lakukan?&#8221; Saya berikan mereka pertanyaan GCSE (Soal ujian untuk anak usia 14-16 tahun di Inggris) Kelompok pertama, kelompok yang terbaik, mampu menjawab pertanyaan dalam waktu 20 menit. Dan kelompok terjelek mampu menjawab dalam waktu 45 menit.Mereka menggunakan semua media yang mereka tahu &#8211; newsgroup, Google, Wikipedia, &#8221;Ask Jeeves&#8221;, dan lain-lain. Guru mereka bertanya, &#8220;Apakah ini pembelajaran yang mendalam?&#8221; Saya jawab, &#8220;Ya mari kita coba.&#8221; Saya kembali lagi setelah dua bulan Saya berikan mereka ujian tulis &#8211; tanpa komputer, tanpa kerjasama satu sama lain, dsb.&#8221; Rata-rata skor mereka ketika mengerjakan tes dengan komputer dan berkelompok adalah 76 persen. Ketika saya melakukan eksperimen ini, ketika saya melakukan tes ini, setelah dua bulan, skor mereka tetap &#8230; 76 persen. Ada semacam penghafalan pada anak-anak tersebut, saya mencurigai demikian karena mereka saling berbicara satu sama lain. Seorang anak yang bekerja di depan sebuah komputertidak akan melakukan hafalan Saya menemukan hasil lanjutan yang hampir sulit untuk dipercaya,dimana skor mereka naik setiap waktu. Karena guru mereka berkata bahwa setelah sesi belajar selesai, anak-anak tetap menggunakan Google.</p>
<p>Disini, di Inggris, saya menelepon para nenek,setelah eksperimen Kuppam. Dan anda tahu,nenek-nenek di Inggris itu sangat penuh semangat 200 orang dari mereka kemudian mau jadi sukarelawan. (Ketawa) Perjanjiananya adalah bahwa mereka harus mencurahkan waktu satu jam duduk di rumah masing-masing sehari dalam sepekan. Dan mereka melakukannya, Dan selama dua tahun terakhir, lebih dari 600 pengajaranterjadi melalui Skype, menggunakan apa yang siswa saya sebut dengan &#8220;Granny Cloud&#8221; (Nenek yang mengajar) . Para &#8220;Granny Cloud&#8221; tersebut duduk di seberang sana. Saya dapat menyambungkan mereka ke sekolah manapun yang saya mau.</p>
<p>Guru: You can&#8217;t catch me (kamu tidak bisa menangkap saya). Katakan. You can&#8217;t catch me</p>
<p>Anak-anak: You can&#8217;t catch me</p>
<p>Guru: I&#8217;m the gingerbread man (saya adalah lelaki kue jahe).</p>
<p>Anak-anak: I&#8217;m the gingerbread man.</p>
<p>Guru: Bagus sekali&#8230;</p>
<p>Kembali ke Gateshead, seorang anak gadis berusia 10 tahun berbicara tentang inti agama Hindu selama 15 menit. Hal-hal tentang Hindu yang sebenarnya saya juga tidak paham. Dua anak ini menonton video-video di TEDTalk.Awalnya mereka ingin menjadi pemain sepakbola.Setelah menonton 8 video TEDTalks, dia ingin menjadi Leonardo da Vinci.</p>
<p>(Ketawa)</p>
<p>(Tepuk tangan)</p>
<p>Sangat sederhana.</p>
<p>Inilah yang saya bangun saat ini. Mereka menyebutnya SOLEs: Self Organized Learning Environments (Lingkungan Belajar yang Mandiri).Furniture ini dirancang supaya anak-anak dapat duduk di depan layar yang besar, dengan koneksi internet berkecepatan tinggi, namun mereka harus berkelompok. Jika mereka mau, mereka dapat menghubungi Granny Cloud. Ini adalah SOLE di Newcastle. Mediatornya dari India.</p>
<p>Seberapa jauh yang bisa kami capai? Saya akan bahan satu hal lagi sebelum saya menghentikan percakapan ini. Saya pergi ke Torino di bulan Mei.Saya meminta semua guru menjauhi siswa saya, sekelompok siswa berusia 10 tahun. Saya hanya berbicara dalam Bahasa Inggris, sementara mereka hanya bisa berbicara Bahasa Italia, artinya kami tidak bisa saling berkomunikasi. Saya memulai pelajaran dengan menuliskan sebuah pertanyaan dalam Bahasa Inggris di papan tulisAnak-anak itu melihatnya dan berkata, &#8220;Apakah itu?&#8221; Saya jawab, &#8220;Kerjakan saja.&#8221; Dan anak-anak tersebut mengetik pertanyaan itu di Google dan menerjemahkannya ke Bahasa Italia kembali ke Google dalam Bahasa Italia. 15 menit kemudian &#8230;Pertanyaannya adalah: Where is Calcutta? Untuk menjawab pertanyaan ini, mereka hanya butuh waktu 10 menit. Saya mencoba pertanyaan yang lebih sulit. Siapa Pitagoras dan apa yang dia temukan? Anak-anak itu terdiam sesaat, dan lalu berkata,&#8221;Anda salah menuliskan namanya.seharusnya Pitagora.&#8221; Lalu, dalam waktu 20 menit,gambar segitiga muncul di layar. Hal ini membuat bulu roma saya berdiri. Mereka adalah anak-anak berusia 10 tahun. Dalam waktu 30 menit, mereka mampu menemukan Teori Relatifitas. Lalu?</p>
<p>(Ketawa)</p>
<p>(Tepuk tangan)</p>
<p>Anda tahu apa yang sebenarnya terjadi? Saya pikir kita baru saja melewati sebuah sistem yang otonom. Sistem yang otonom adalah sistemdimana sebuah struktur muncul tanpa intervensi eksplisit dari luar. Sistem yang otonom juga selalu muncul dengan cara dimana sistem tersebut mulai melakukan banyak hal, yang sebenarnya tidak dirancang untuk menjadi seperti itu. Itu sebabnya kenapa anda berekasi seperti ini,karena hal itu tampak mustahil. Saya pikir kita bisa menebak sekarang. Pendidikan adalah sebuah sistem yang otonom, dimana pembelajaran merupakan sebuah fenomena yang muncul. Butuh waktu bertahun-tahun bagi saya untuk membuktikannya, melalui eksperimen, tapi saya akan mencobanya. Namun sementara ini, terdapat sebuah metode tersedia. Satu juta anak, kita butuh 100 juta mediator &#8211; ada lebih banyak lagi dari itu di planet ini &#8211; 10 juta SOLE, 180 miliar Dollar dalam waktu 10 tahun. Kita mampu merubah segala hal.</p>
<p>Terima kasih</p>
<p>(Tepuk tangan)</p></blockquote>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/generasi-digital-anak-anak-tak-perlu-diajari-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Hari Guru Nasional: Didn&#8217;t You Have Bigger Dreams ?</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/renungan-hari-guru-nasional-didnt-you-have-bigger-dreams/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/renungan-hari-guru-nasional-didnt-you-have-bigger-dreams/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 06:37:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Shubuh tadi ketika pertama melihat timeline twitter, twitt pertama yang muncul adalah twit dari seorang teman yang membagikan link video pendek dari youtube&#8230; jujur saya sempat termenung ketika melihat video tersebut. Berikut video yang saya maksud : &#160; &#160; Video tersebut menceritakan tentang seorang anak yang amat berterima kasih pada seorang guru yang dengan tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shubuh tadi ketika pertama melihat timeline twitter, twitt pertama yang muncul adalah twit dari seorang teman yang membagikan link video pendek dari youtube&#8230; jujur saya sempat termenung ketika melihat video tersebut. Berikut video yang saya maksud :</p>
<p>&nbsp;<br />
<iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/l48FyAmQNOc" frameborder="0" allowfullscreen></iframe><br />
&nbsp;<br />
Video tersebut menceritakan tentang seorang anak yang amat berterima kasih pada seorang guru yang dengan tanpa pamrih memberikannya pendidikan, bimbingan, dan motivasi untuk terus maju di masa remajanya.</p>
<p>Semoga guru-guru di Indonesia hari ini masih tetap menjadi pelita harapan dalam kegelapan, masih menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, tidak sekedar pekerjaan ataupun profesi yang terlalu sempit dimaknai dengan sejumlah rupiah.</p>
<p>Selamat Hari Guru Nasional 2011.</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/renungan-hari-guru-nasional-didnt-you-have-bigger-dreams/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Revolusi Pendidikan ala Sir Ken Robinson</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/revolusi-pendidikan-ala-sir-ken-robinson/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/revolusi-pendidikan-ala-sir-ken-robinson/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 10:36:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[Sir Ken Robinson merupakan satu tokoh lagi yang sedang saya kagumi, khususnya dalam hal pemikiran beliau tentang dunia pendidikan. Ide utamanya tentang kekhawatiran beliau (dan mungkin kita semua) akan dunia pendidikan yang hari ini seakan seperti makanan cepat saji (fast food) istilah yang menunjukan bahwa sistem pendidikan kita telah sesak dengan berbagai standarisasi, linearitas dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1034" title="ken robinson" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/kenrobinson.jpg" alt="" width="450" height="316" /></p>
<p>Sir Ken Robinson merupakan satu tokoh lagi yang sedang saya kagumi, khususnya dalam hal pemikiran beliau tentang dunia pendidikan. Ide utamanya tentang kekhawatiran beliau (dan mungkin kita semua) akan dunia pendidikan yang hari ini seakan seperti <strong>makanan cepat saji <em>(fast food)</em></strong> istilah yang menunjukan bahwa sistem pendidikan kita telah sesak dengan berbagai <strong>standarisasi, linearitas dan berbasis pemikiran industrialisasi</strong>, padahal manusia dilahirkan begitu sempurna, memiliki bakat dan minat yang unik tiap orangnya.</p>
<p>Berikut ceramah beliau berjudul &#8220;<em><strong>Bring on the Learning Revolution!</strong></em>&#8221; di forum TEDx.</p>
<p><object width="526" height="374" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="bgColor" value="#ffffff" /><param name="flashvars" value="vu=http://video.ted.com/talk/stream/2010/Blank/SirKenRobinson_2010-320k.mp4&amp;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/SirKenRobinson-2010.embed_thumbnail.jpg&amp;vw=512&amp;vh=288&amp;ap=0&amp;ti=865&amp;lang=id&amp;introDuration=15330&amp;adDuration=4000&amp;postAdDuration=830&amp;adKeys=talk=sir_ken_robinson_bring_on_the_revolution;year=2010;theme=whipsmart_comedy;theme=the_rise_of_collaboration;theme=how_the_mind_works;theme=master_storytellers;theme=the_creative_spark;theme=how_we_learn;event=TED2010;tag=children;tag=creativity;tag=education;tag=invention;&amp;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" /><param name="src" value="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" /><param name="pluginspace" value="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed width="526" height="374" type="application/x-shockwave-flash" src="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" allowFullScreen="true" allowScriptAccess="always" wmode="transparent" bgColor="#ffffff" flashvars="vu=http://video.ted.com/talk/stream/2010/Blank/SirKenRobinson_2010-320k.mp4&amp;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/SirKenRobinson-2010.embed_thumbnail.jpg&amp;vw=512&amp;vh=288&amp;ap=0&amp;ti=865&amp;lang=id&amp;introDuration=15330&amp;adDuration=4000&amp;postAdDuration=830&amp;adKeys=talk=sir_ken_robinson_bring_on_the_revolution;year=2010;theme=whipsmart_comedy;theme=the_rise_of_collaboration;theme=how_the_mind_works;theme=master_storytellers;theme=the_creative_spark;theme=how_we_learn;event=TED2010;tag=children;tag=creativity;tag=education;tag=invention;&amp;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" pluginspace="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" /></object><br />
<span id="more-1033"></span>Sekaligus berikut saya lampirkan pula transkip dari ceramah tersebut :</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>Saya berada di sini empat tahun lalu, dan saya ingat, pada waktu itu, bahwa ceramah-ceramahnya tidak ditaruh online; saya rasa ceramah-ceramah itu diberikan kepada TEDsters dalam sebuah kotak, satu kotak set DVD, yang ditaruh di rak mereka, sampai sekarang.</p>
<p>(Tawa)</p>
<p>Dan ternyata Chris menelepon saya satu minggu setelah saya memberikan ceramah dan dia berkata, &#8220;Kita akan memulai untuk menaruhnya online. Bisakah kita menaruh ceramah anda online?&#8221; Dan saya berkata, &#8220;Tentu saja.&#8221;</p>
<p>Dan empat tahun selanjutnya, seperti yang saya bilang, itu telah dilihat oleh empat&#8230; Er, itu sudah didownload empat juta kali. Jadi saya bisa menganggap bahwa itu bisa dikali 20 atau suatu angka untuk mendapatkan jumlah orang yang sudah menontonnya. Dan seperti yang Chris bilang, ada sebuah rasa lapar untuk video saya.</p>
<p>(Tawa)</p>
<p>(Tepuk tangan)</p>
<p>&#8230;. tidakkah anda merasa?</p>
<p>(Tawa)</p>
<p>Jadi, semua kejadian ini hanyalah sekumpulan langkah-langkah terperinci untuk membuat saya melakukan ceramah sekali lagi, jadi inilah ceramahnya.</p>
<p>(Tawa)</p>
<p>Al Gore berbicara di Konferensi TED yang saya hadiri empat tahun lalu dan membahas tentang krisis iklim. Dan saya merujuk kepada itu di akhir dari ceramah saya sebelumnya. Jadi saya ingin mulai dari sana karena saya hanya punya 18 menit, jujur saya. Jadi, sebagaimana yang saya katakan&#8230;</p>
<p>(Tawa)</p>
<p>Anda tahu, dia benar. Maksud saya, ada sebuah krisis iklim yang sangat besar, tentu saja. Dan saya rasa jika orang tidak percaya, mereka harus keluar lebih sering. (Tawa) Tapi saya juga merasa bahwa ada satu krisis iklim lain, yang separah,yang punya asal-usul yang sama, dan yang harus kita tangani dengan urgensi yang sama. Dan yang saya maksudkan adalah &#8211; dan anda mungkin berkata, &#8220;Lihat, saya baik-baik saja. Saya punya satu krisis iklim; saya tidak benar-benar butuh yang kedua.&#8221; Tapi ini adalah krisis, bukan tentang sumber daya alam, walaupun saya juga percaya hal itu, tapi sebuah krisis sumber daya manusia.</p>
<p>Saya percaya, pada dasarnya, sebagaimana sudah dikatakan oleh banyak pembicara beberapa hari ini, bahwa kita tidak mendayagunakan dengan baik bakat dan talenta kita. Banyak orang melewati seluruh hidupnya tanpa mengetahui apakah bakat mereka sebenarnya, atau jika mereka bahkan punya bakat. Saya bertemu dengan berbagai macam orang yang tidak berpikir bahwa mereka ahli dalam satupun hal.</p>
<p>Sebenarnya, sekarang saya agak membagi dunia ke dalam dua kelompok. Jeremy Bentham, filsuf utilitarian yang termasyhur, suatu kali pernah mengungkapkan argumen ini. Dia berkata, &#8220;Ada dua tipe orang di dunia ini, mereka yang membagi dunia ke dalam dua tipe dan mereka yang tidak.&#8221;(Tawa) Ya, saya setuju. (Tawa)</p>
<p>Saya bertemu berbagai macam orang yang tidak menikmati apa yang mereka lakukan. Mereka hanyalah menjalani hidup mereka melewati hari demi hari. Mereka tidak memperoleh kepuasan besar dari apa yang mereka lakukan. Mereka bertahan dan tabah, bukannya menikmatinya, dan menunggu akhir minggu tiba. Tapi saya juga bertemu dengan orang-orang yang mencintai apa yang mereka kerjakan dan tidak dapat membayangkan melakukan hal lain. Jika anda berkata kepada mereka, &#8220;Jangan lakukan ini lagi,&#8221; mereka akan bertanya-tanya apa yang anda maksudkan. Karena itu bukanlah apa yang mereka kerjakan, itu jati diri mereka. Mereka bilang, &#8221;Tapi ini saya, kamu tahu. Sangatlah bodoh bagi saya untuk meninggalkan ini, karena ini menunjukkan diri saya yang paling otentik.&#8221; Dan ini tidaklah benar untuk orang kebanyakan. Faktanya, berlawanan dengan itu, saya rasa ini jelaslah hanya sekelompok kecil orang. Dan saya rasa ada banyak</p>
<p>penjelasan yang mungkin untuk hal ini. Dan yang paling atas di antaranya adalah pendidikan,karena pendidikan, dapat dikatakan,menjerumuskan banyak sekali orang-orang dari bakat alami mereka. Dan sumber daya manusia adalah seperti sumber daya alam; mereka seringkali tertimbun dalam. Anda harus mencarinya. Dan mereka tidaklah berada di permukaan. Anda harus menciptakan situasi di mana mereka dapat mencuat dan muncul. Dan seperti yang anda dapat bayangkan pendidikan adalah caranya. Tapi seringkali tidak. Setiap sistem pendidikan di dunia sedang direformasi saat ini Dan ini tidaklah cukup. Reformasi tidak lagi berguna, karena itu hanya meningkatkan sebuah model yang rusak. Apa yang kita butuhkan &#8211; dan kata ini telah digunakan berkali-kali dalam beberapa hari belakangan &#8211; bukanlah evolusi,melainkan revolusi dalam bidang pendidikan.(Sistem pendidikan yang ada sekarang) haruslah ditransformasikan menjadi sesuatu yang lain.</p>
<p>(Tepuk tangan)</p>
<p>Salah satu tantangan utamanya adalah berinovasi secara fundamental dalam pendidikan. Inovasi sangatlah sulit karena itu berarti melakukan sesuatu yang orang-orang kebanyakan tidak merasa gampang. Itu berarti mempertanyakan apa yang telah kita terima apa adanya, hal-hal yang kita anggap sudah jelas. Masalah terbesar dari reformasi atau transformasi adalah tirani dari penalaran awam, hal-hal yang orang-orang pikirkan, &#8221;Ya, itu tidak mungkin dilakukan dengan cara lain karena caranya biasanya begitu.&#8221;</p>
<p>Baru-baru ini saya menjumpai satu kutipan keren dari Abraham Lincoln, yang saya pikir akan membuat anda senang untuk dikutip saat ini.(Tawa) Dia berkata begini pada Desember 1862kepada rapat tahunan kedua Kongres. Saya harus menjelaskan bahwa saya tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu. Kami tidak mengajarkan sejarah Amerika di Inggris. (Tawa) Kami menekannya. Anda tahu, memang kebijakannya begitu. (Tawa) Jadi, pastinya, sesuatu yang luar biasa sedang terjadi pada Desember 1862, yang mana orang-orang Amerika di antara kita pastilah tahu.</p>
<p>Tapi dia berkata begini: &#8221;Dogma-dogma dari masa lalu yang tentram tidaklah lagi memadai untuk masa sekarang yang berangin kencang. Situasi saat ini penuh dengan kesulitan, dan kita haruslah naik bersama-sama dengan situasi ini.&#8221; Saya suka sekali dengan itu. Bukan naik menuju, melainkan naik bersama-sama dengan. &#8221;Karena kasus (yang kita hadapi) adalah baru, maka haruslah kita berpikir dengan cara yang baru, dan bertindak dengan cara yang baru, Haruslah kita memerdekakan diri kita barulah kita dapat menyelamatkan negara kita.&#8221;</p>
<p>Saya suka kata itu, &#8220;disenthrall.&#8221; (memerdekakan)Tahukah anda apa artinya? Bahwa ada ide-ide yang menawan dan mempesona kita, yang dengan mudah kita asumsikan selalu benarsebagai bentuk alami, sebagaimana seharusnya.Dan banyak dari ide-ide kita telah dibentuk, bukan untuk memenuhi keadaan abad ini, tapi untuk mengatasi keadaan abad sebelumnya. Tapi pemikiran kita masih terhipnotis dengannya. Dan kita haruslah memerdekakan diri kita dari beberapa ide-ide tersebut. Sekarang, ini lebih mudah diomongkan dibanding dilaksanakan.Sangatlah sulit untuk mengetahui, apa yang anda asumsikan selalu benar. Dan alasannya adalah anda telah mengasumsikannya selalu benar.</p>
<p>Jadi coba saya tanyakan anda sesuatu yang mungkin telah anda asumsikan selalu benar.Siapakah di antara kalian ini yang usianya di atas 25 tahun? Saya percaya itu bukan sesuatu yang anda asumsikan. Saya percaya anda memang tahu faktanya. Apakah ada yang usianya di bawah 25 tahun? Bagus. Sekarang, kalian yang usianya di atas 25, dapatkah anda angkat tangan jika anda menggunakan jam tangan? Nah, banyak sekali dari kita, bukan? Tanyalah ruangan yang penuh dengan anak muda pertanyaan yang sama. Anak muda tidaklah memakai jam tangan. Saya tidak mengatakan bahwa mereka tidak dapat atau mereka tidak boleh, mereka seringkali hanyalah memilih untuk tidak. Dan alasannya, anda tahu, bahwa kita dibesarkan di budaya pre-digital, kita yang berusia 25 ke atas. Jadi untuk kita, jika anda ingin mengetahui waktu, anda haruslah memakai sesuatu untuk dapat mengetahuinya. Remaja sekarang tinggal di dunia yang telah terdigitisasi,dan waktu, bagi mereka, ada di mana-mana.Mereka tidak melihat alasan untuk melakukan hal ini. Dan, omong-omong, anda juga tidak harus melakukan ini juga; hanya saja anda selalu melakukannya, dan anda jadi keterusan. Anak perempuan saya tidak pernah menggunakan jam tangan, Kate, yang usianya 20. Dia tidak melihat gunanya. Seperti yang dia katakan, &#8220;Itu alat yang hanya punya satu fungsi.&#8221; (Tawa) &#8221;Seperti, betapa konyolnya itu?&#8221; Dan saya berkata, &#8220;Tidak, tidak, ini menunjukkan tanggal juga.&#8221; (Tawa) &#8221;Ada banyak fungsinya.&#8221;</p>
<p>Tapi anda lihat, ada hal-hal yang mempesona kita dalam pendidikan. Mari saya beri anda beberapa contoh. Salah satu di antaranya adalah ide mengenai linearitas, mulai dari sini, dan anda menempuh sebuah jalur, dan jika anda melakukan semuanya dengan benar, anda akan menjadi siap untuk seumur hidup anda. Semua orang yang telah berbicara di TED secara tidak langsung, atau bahkan kadang secara langsung, memberikan cerita yang berbeda, bahwa hidup ini tidaklah linear, tapi organik. Kita menciptakan hidup kita secara simbiotik seiring dengan eksplorasi bakat-bakat kita dalam kaitannya dengan situasi yang tercipta untuk kita (karena bakat-bakat kita). Tapi anda tahu, kita telah menjadi terobsesi dengan pemikiran tentang linearitas ini. Dan mungkin puncak tertinggi pendidikan adalah masuk ke perguruan tinggi.Saya rasa kita terobsesi dengan membuat orang masuk kuliah, masuk ke suatu jenis perguruan tinggi. Saya tidak bilang bahwa anda tidak usah kuliah, tapi tidak semua orang perlu pergi, dan tidak semua orang perlu pergi sekarang. Mungkin mereka pergi belakangan, tidak langsung.</p>
<p>Dan saya berada di San Fransisco beberapa waktu yang lalu menandatangani buku. Ada satu orang ini yang membeli satu buku, dan usianya sekitar 30an. Dan saya bertanya, &#8220;Apa pekerjaan anda?&#8221; Dan dia berkata, &#8220;Saya pemadam kebakaran.&#8221; Dan saya bertanya, &#8220;Berapa lama anda telah menjadi pemadam kebakaran?&#8221; Dia berkata, &#8220;Selalu, saya selalu menjadi pemadam kebakaran.&#8221; Dan saya bertanya lagi, &#8220;Oke, sejak kapan anda memutuskan hal itu?&#8221; Dia berkata, &#8220;Sejak kecil.&#8221; Dia berkata, &#8220;Sebetulnya, itu menjadi masalah untuk saya di sekolah, karena di sekolah, semua orang mau menjadi pemadam kebakaran.&#8221;Dia berkata, &#8220;Tapi saya benar-benar mau menjadi pemadam kebakaran.&#8221; Dan dia berkata, &#8220;Ketika saya hampir lulus, guru-guru saya tidak menganggap saya serius. Ada satu guru ini yang tidak menganggap saya serius. Dia bilang saya membuang hidup saya jika saya hanya memilih untuk menjadi pemadam kebakaran, bahwa saya harus kuliah, saya harus menjadi seorang profesional, bahwa saya punya potensi yang besar, dan saya membuang bakat saya jika saya menjadi pemadam kebakaran.&#8221; Dan dia berkata, &#8220;Itu sangatlah memalukan karena dia berkata itu di depan kelas, dan saya benar-benar merasa terpukul. Tapi itu adalah apa yang saya inginkan, dan begitu saya lulus sekolah, saya melamar menjadi pemadam kebakaran dan saya diterima.&#8221;Dan dia berkata, &#8220;Anda tahu, saya berpikir tentang guru saya itu barusan, beberapa menit yang lalu ketika anda sedang berbicara, mengenai guru ini,&#8221;dia berkata, &#8220;karena enam bulan yang lalu, saya menyelamatkan hidupnya.&#8221; (Tawa) Dia berkata, &#8220;Dia mengalami kecelakaan mobil, dan saya menariknya keluar, memberikan pernapasan buatan, dan saya menyelamatkan nyawa istrinya juga.&#8221; Dia berkata, &#8220;Saya rasa dia lebih menganggap baik saya sekarang.&#8221;</p>
<p>(Tawa)</p>
<p>(Tepuk tangan)</p>
<p>Anda tahu, bagi saya, komunitas masyarakat tergantung kepada diversitas dari bakat, bukannya konsepsi tunggal dari kemampuan. Dan di tengah dari tantangan kita &#8211; (Tepuk tangan) Dan di tengah tantangan kita adalah untuk menyusun kembali pandangan kita tentang kemampuan dan tentang kepandaian. Linearitas ini adalah sebuah masalah.</p>
<p>Ketika saya tiba di L.A. (Los Angeles) sekitar sembilan tahun yang lalu, Saya menjumpai sebuah kalimat di kebijakan yang niatnya baik,yang bertuliskan, &#8220;Kuliah dimulai di taman kanak-kanak (TK).&#8221; Tidaklah benar. (Tawa) Sama sekali tidak benar. Kalau kita punya waktu, saya dapat menjelaskannya lebih dalam, tapi kita tidak punya waktu. (Tawa) TK dimulai di TK. (Tawa) Seorang teman saya pernah bilang, &#8221;Kamu tahu, seorang anak tiga tahun bukanlah separuh yang usianya enam tahun&#8221; (Tawa) (Tepuk tangan) Mereka tiga tahun.</p>
<p>Tapi seperti yang kita baru saja dengan di sesi sebelumnya, ada kompetisi yang demikian sekarang ini untuk dapat masuk TK, untuk dapat masuk ke TK yang benar, bahwa orang-orang diwawancarai untuk itu pada usia tiga tahun. Anak-anak duduk di depan panel yang tidak terkesan,anda tahu, dengan resume mereka, (Tawa)membolak-balik dan berkata, &#8220;Apa? Hanya ini saja?&#8221; (Tawa) (Tepuk tangan) &#8221;Anda telah ada selama 36 bulan, dan hanya ini saja?&#8221; (Tawa)&#8221;Anda tidak punya prestasi apa-apa. Yang saya bisa lihat, anda menghabiskan enam bulan pertama hanya menyusu.&#8221; (Tawa) Lihat, sebagai konsep itu adalah sangat konyol, tapi orang-orang tertarik dengan itu.</p>
<p>Masalah besar lainnya adalah mengenai konformitas. Kita telah membangun sistem pendidikan kita dengan model makanan cepat saji. Ini juga adalah sesuatu yang Jamie Oliver bahas beberapa hari yang lalu. Anda tahu ada dua model untuk menjamin kualitas dalam katering.Satu adalah makanan cepat saji, di mana semuanya standar. Yang satunya lagi adalah seperti restoran-restoran Zagat dan Michelin. di mana semuanya tidak terstandardisasi, mereka disesuaikan dengan keadaan lokal. Dan kita telah menjual diri kita ke dalam model cepat saji pendidikan. Dan ini menghabiskan energi dan menguras semangat kita sama seperti makanan cepat saji menguras tubuh fisik kita.</p>
<p>(Tepuk tangan)</p>
<p>Saya rasa kita harus menyadari beberapa hal di sini. Satu adalah bahwa bakat manusia sungguhlah sangat beragam. Orang-orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Saya baru tahu baru-baru ini bahwa saya diberikan gitar ketika saya masih kecil kurang lebih pada usia yang sama Eric Clapton mendapatkan gitar pertamanya. Anda tahu, Eric berhasil, hanya itu saja yang saya bisa katakan. (Tawa) Bisa dibilang, saya tidak berhasil. Saya tidak dapat membuat benda ini untuk bekerja tidak peduli betapa sering dan betapa kuatnya saya meniupnya. Tidak bisa jalan.</p>
<p>Tapi bukan hanya tentang itu. Juga mengenai antusiasme. Seringkali, orang-orang mahir di bidang yang tidak mereka pedulikan. Itu mengenai antusiasme, dan yang merangsang semangat dan energi kita. Dan jika anda melakukan hal yang anda cintai, di bidang yang anda mahir, waktu akan berjalan dengan cara yang benar-benar berbeda. Istri saya baru saja selesai menulis sebuah novel, dan saya pikir itu adalah buku yang bagus, tapi dia menghilang selama berjam-jam.Anda tahu ini, jika anda melakukan sesuatu yang anda cintai, satu jam terasa seperti lima menit.Jika anda melakukan sesuatu yang tidak menggetarkan jiwa anda, lima menit akan terasa seperti satu jam. Dan alasan utama begitu banyak orang memilih keluar dari pendidikan adalah karena itu tidak memberikan mereka semangat, itu tidak memberikan energi dan antusiasme bagi mereka.</p>
<p>Jadi saya rasa kita harus mengubah metaforanya.Kita harus beranjak dari apa yang pada dasarnya sebuah model industri dari pendidikan, sebuah model manufaktur, yang didasari oleh linearitasdan konformitas dan mengelompokkan orang. Kita harus bergerak menuju sebuah model yang didasari lebih kepada prinsip-prinsip agrikultur.Kita harus menyadari bahwa perkembangan manusia bukanlah sebuah proses mekanik,melainkan proses organik. Dan kita tidak dapat memprediksi hasil dari perkembangan manusia;yang dapat kita lakukan hanyalah, layaknya petani,menciptakan kondisi di mana mereka dapat berkembang.</p>
<p>Jadi ketika kita melihat reformasi pendidikan dan transformasinya, itu bukanlah seperti menggandakan sistem. Ada banyak yang bagus seperti KIPP, itu adalah sistem yang hebat. Ada banyak sekali model yang hebat. Ini adalah tentang menyesuaikan dengan keadaan anda, dan mempersonalisasikan pendidikan kepada orang-orang yang anda ajari. Dan hal ini, saya rasaadalah jawaban untuk masa depan karena ini bukanlah mengenai membuat sebuah solusi baru;namun menciptakan sebuah gerakan dalam pendidikan di mana orang-orang dapat mengembangkan solusi-solusi mereka sendiri,namun dengan bantuan dari luar yang didasari oleh kurikulum yang terpersonalisasi.</p>
<p>Sekarang, di ruangan ini, ada orang-orang yang mewakili sumber daya yang luar biasa di bidang bisnis, di multimedia, di internet. Teknologi-teknologi ini, digabungkan dengan bakat luar biasa dari guru-guru, menyediakan kesempatan untuk merevolusikan pendidikan. Dan saya mengajak anda untuk terlibat di dalamnya karena ini sangat penting, bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk masa depan anak-anak kita. Namun kita harus berpindah dari model industri ke model agrikultur, di mana tiap sekolah dapat berkembang besok. Di sanalah anak-anak mengalami hidup. Atau di rumah, jika di sanalah mereka memilih untuk belajar dengan keluarga atau teman-temannya.</p>
<p>Sudah ada banyak ceramah tentang impianselama beberapa hari ini. Dan saya ingin dengan cepat &#8211; Saya sangat terkesan dengan lagu Natalie Merchant semalam, menemukan puisi lama. Saya ingin membacakan anda sepotong pendek puisidari W.B. Yeats, yang beberapa di antara kalian mungkin kenal. Dia menulis ini untuk kekasihnya,Maud Gonne, dan dia meratapi kenyataan bahwadia tidak dapat memberikan kekasihnya apa yang dia pikir kekasihnya inginkan. Jadi dia berkata, &#8220;Saya punya sesuatu yang lain, tapi mungkin itu bukan tidak cocok buatmu.&#8221;</p>
<p>Dia berkata begini: Jikalau aku mempuyai kain sulaman surgawi, yang ditenun dari emas dan cahaya keperakan, Birunya dan remangnya dan kain gelap layaknya malam, dan terang, dan setengah terang, aku kan menebarkan kain-kain itu di bawah kakimu; Tapi aku, seorang miskin,hanya punya mimpiku; Maka aku menebarkan mimpi-mimpiku di bawah kakimu; Tapaklah dengan lembut karena engkau menapaki mimpi-mimpiku.&#8221; Dan setiap hari, di mana saja, anak-anak kita menebar mimpi-mimpi mereka di bawah kaki kita. Dan kita haruslah menapak dengan lembut.</p>
<p>Terima kasih.</p>
<p>(Tepuk tangan)</p>
<p>Terima kasih banyak.</p></blockquote>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/revolusi-pendidikan-ala-sir-ken-robinson/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi: Perencanaan Pendidikan dengan Pendekatan Strategik</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-perencanaan-pendidikan-dengan-pendekatan-strategik/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-perencanaan-pendidikan-dengan-pendekatan-strategik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 22:26:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=979</guid>
		<description><![CDATA[Perencanaan pendidikan merupakan satu domain penting dalam menjamin keberhasilan sistem pendidikan nasional. Berikut presentasi beberapa saat yang lalu tentang konsep perencanaan pendidikan dengan pendekatan strategik. Semoga bermanfaat Educational planning &#8211; strategic planning approach View more presentations from Asep Sufyan Tsauri Hormat Saya, &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perencanaan pendidikan merupakan satu domain penting dalam menjamin keberhasilan sistem pendidikan nasional. Berikut presentasi beberapa saat yang lalu tentang konsep perencanaan pendidikan dengan pendekatan strategik. Semoga bermanfaat <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div style="width:425px" id="__ss_8476150"> <strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/tsauri28/educational-planning-strategic-planning-approach" title="Educational planning - strategic planning approach" target="_blank">Educational planning &#8211; strategic planning approach</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/8476150" width="425" height="355" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
<div style="padding:5px 0 12px"> View more <a href="http://www.slideshare.net/" target="_blank">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/tsauri28" target="_blank">Asep Sufyan Tsauri</a> </div>
</p></div>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-perencanaan-pendidikan-dengan-pendekatan-strategik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi: Manajemen Organisasi</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-manajemen-organisasi/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-manajemen-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 22:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=941</guid>
		<description><![CDATA[Presentasi yang saya sampaikan kepada teman-teman pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) UPI November tahun lalu dalam sebuah event kaderisasi pengurus. Berbicara masalah dasar-dasar manajemen organisasi, organisasi masa depan dan organisasi berbasis nilai (value). mudah-mudahan ada manfaatnya bagi pembaca Manajemen organisasi (kmnu upi) View more presentations from Asep Sufyan Tsauri Hormat Saya, &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presentasi yang saya sampaikan kepada teman-teman pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) UPI November tahun lalu dalam sebuah event kaderisasi pengurus. Berbicara masalah dasar-dasar manajemen organisasi, organisasi masa depan dan organisasi berbasis nilai (value). mudah-mudahan ada manfaatnya bagi pembaca <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div style="width:425px" id="__ss_5938866"> <strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/tsauri28/manajemen-organisasi-kmnu-upi" title="Manajemen organisasi (kmnu upi)">Manajemen organisasi (kmnu upi)</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/5938866" width="425" height="355" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
<div style="padding:5px 0 12px"> View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/tsauri28">Asep Sufyan Tsauri</a> </div>
</p></div>
</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" />
<div id="clear">&nbsp;</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-manajemen-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi: Intisari Buku Public Policy Analysis</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-intisari-buku-public-policy-analysis/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-intisari-buku-public-policy-analysis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 21:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=943</guid>
		<description><![CDATA[Kebijakan publik yang tidak memihak rakyat kecil, tidak feasibel dilakukan, tidak efektif dan sebagainya adalah buah dari analisis kebijakan yang keliru. Presentasi ini merupakan intisari dari sebuah buku lama, namun masih menjadi referensi yang sangat relevan tentang bagaimana penentu kebijakan menganalisis hingga melaksanakan dan mengevaluasi suatu kebijakan publik. Buku ini berjudul &#8220;Public Policy Analysis&#8221; karya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebijakan publik yang tidak memihak rakyat kecil, tidak feasibel dilakukan, tidak efektif dan sebagainya adalah buah dari analisis kebijakan yang keliru. Presentasi ini merupakan intisari dari sebuah buku lama, namun masih menjadi referensi yang sangat relevan tentang bagaimana penentu kebijakan menganalisis hingga melaksanakan dan mengevaluasi suatu kebijakan publik.</p>
<p>Buku ini berjudul <strong>&#8220;Public Policy Analysis&#8221;</strong> karya William N. Dunn, semoga bermanfaat <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div style="width:425px" id="__ss_5939099"> <strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/tsauri28/intisari-buku-public-policy-analysis-william-n-dunn" title="Intisari Buku Public Policy Analysis (William N. Dunn)">Intisari Buku Public Policy Analysis (William N. Dunn)</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/5939099" width="425" height="355" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
<div style="padding:5px 0 12px"> View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/tsauri28">Asep Sufyan Tsauri</a> </div>
</p></div>
</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" />
<div id="clear">&nbsp;</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-intisari-buku-public-policy-analysis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>E-Learning UX</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/e-learning-ux/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/e-learning-ux/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 00:11:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[UX (User Experience) adalah sebuah bidang baru yang berangkat dari hubungan manusia dengan teknologi. Interaksi antara manusia dan teknologi didefinisikan dalam desain sebelum diimplementasikan. Desain ini perlu dilakukan untuk memaksimalkan stimulus yang dapat diberikan oleh sebuah teknologi –dalam hal ini website E-learning– kepada penggunanya. Stimulus ini pada akhirnya akan melahirkan respon dan efek tertentu yang diinginkan pengembang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 542px"><img class="  " title="ux" src="http://www.chrislabrooy.com/project/UX_design_dot_net/UX_Final_high_950px2.jpg" alt="" width="532" height="388" /><p class="wp-caption-text">sumber gambar http://www.chrislabrooy.com/UX_design.html</p></div>
<p>UX (<em>User Experience</em>) adalah sebuah bidang baru yang berangkat dari hubungan manusia dengan teknologi. Interaksi antara manusia dan teknologi didefinisikan dalam desain sebelum diimplementasikan. Desain ini perlu dilakukan untuk memaksimalkan stimulus yang dapat diberikan oleh sebuah teknologi –dalam hal ini <em>website</em> E-learning– kepada penggunanya. Stimulus ini pada akhirnya akan melahirkan respon dan efek tertentu yang diinginkan pengembang terjadi pada pengguna, sehingga lahirlah pengalaman belajar melalui <em>website</em> E-Learning tersebut.</p>
<p>Pada hakikatnya UX bersifat subjektif, artinya bergantung pada penilaian pribadi seseorang sehingga pengembang aplikasi hanya bisa memberikan berbagai stimulus baik berupa grafik, gambar bergerak (animasi), dan sebagainya, sehingga setidaknya pengguna akan mengeluarkan respon, apakah itu meng-klik tombol, mengisi <em>form</em>, dan respon-respon lainnya. Tentu, respon tersebut akan berbeda-beda tiap orangnya. Pada akhirnya perlu dipahami bahwa UX hanya berbicara bagaimana mengoptimasi berbagai stimulus, bukan membahas bagaimana respon itu akan muncul.<span id="more-1026"></span></p>
<p>Hal-hal yang harus diperhatikan untuk memaksimalkan <em>user experience</em> adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><strong>Navigasi</strong><br />
Navigasi dalam sebuah <em>website</em> merupakan kunci tersampaikannya informasi hingga sesuai dengan yang ingin pengembang sampaikan. Dengan pengaturan navigasi yang tepat dan ringkas memungkinkan pengguna nyaman berinteraksi di <em>website</em> tersebut.</li>
<li><strong>Pemilihan Warna</strong><br />
Salah satu faktor yang dapat dijadikan acuan dalam menawarkan <em>user experience</em> sebuah<em> website</em> adalah dengan memilih warna yang sesuai dengan karakteristik task yang ditawarkan, seperti untuk menegaskan user untuk mengklik tombol, maka lebih baik tombol berwarna merah misalnya.</li>
<li><strong>Typografi</strong> (pengaturan huruf)<br />
Pengaturan huruf memiliki peranan penting dalam membimbing pengguna memahami arsitektur <em>website</em>, pemilihan dan pengaturan huruf yang tidak tepat akan menyebabkan pengguna ‘tersesat’ di <em>website</em> kita dan tentunya memberikan ‘<em>bad experience</em>’ bagi pengguna.<br />
<strong>5 hal penting tentang typografi:</strong></p>
<ul>
<li>Jenis Huruf</li>
<li>Pengaturan Kontras</li>
<li>Bangun Hirarki</li>
<li>Berikan ruang yang cukup (<em>white space</em>)</li>
<li>Konsisten</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Arsitektur Informasi</strong><br />
Arsitektur informasi adalah metode untuk merancang, memetakan dan mengevaluasi informasi-informasi yang ada dan harus ada ke dalam sebuah halaman-halaman web yang dikembangkan. Melalui arsitektur informasi yang baik, <em>website</em> akan memiliki keandalan berupa kesederhanaan, kemudahan akses dan tentunya memberikan <em>experience</em> yang baik bagi pengguna.</li>
</ol>
<p>Dalam merancang E-learning UX, tentukan jenis LMS yang akan dibangun termasuk pada jenis LMS seperti apa. Kemudian lihat <em>audience </em>yang akan terlibat dan analisis karakteristiknya. Setelah itu tentukan fitur-fitur apa yang akan dimunculkan serta alur informasinya.***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/e-learning-ux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi: Dasar Sistem Informasi Pendidikan</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-dasar-sistem-informasi-pendidikan/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-dasar-sistem-informasi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 22:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini presentasi yang saya sampaikan setahun yang lalu dalam satu mata kuliah , meskipun hanya sebuah tugas mata kuliah tetapi mudah-mudahan bisa bermanfaat lebih luas dan lama. Presentasi ini membahas tentang &#8220;Dasar-Dasar Sistem Informasi Pendidikan berbasis TIK&#8221;. Mudah-mudahan bermanfaat Sistem informasi pendidikan #1 View more presentations from Asep Sufyan Tsauri Hormat Saya, &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini presentasi yang saya sampaikan setahun yang lalu dalam satu mata kuliah <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , meskipun hanya sebuah tugas mata kuliah tetapi mudah-mudahan bisa bermanfaat lebih luas dan lama. Presentasi ini membahas tentang &#8220;Dasar-Dasar Sistem Informasi Pendidikan berbasis TIK&#8221;. Mudah-mudahan bermanfaat <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>
<div style="width:425px" id="__ss_5662843"> <strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/tsauri28/sistem-informasi-pendidikan-1" title="Sistem informasi pendidikan #1">Sistem informasi pendidikan #1</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/5662843" width="425" height="355" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
<div style="padding:5px 0 12px"> View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/tsauri28">Asep Sufyan Tsauri</a> </div>
</p></div>
</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" />
<div id="clear">&nbsp;</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-dasar-sistem-informasi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku: Designing Successful e-Learning</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/resensi-buku-designing-successful-e-learning/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/resensi-buku-designing-successful-e-learning/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 01:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini merupakan buku yang cukup saya rekomendasikan kepada siapapun yang akan atau sedang mengelola eLearning, baik sebagai developer sistem, desainer instruksional, programmer konten maupun tutor/dosen. Buku yang ditulis oleh salah seorang begawan Instructional Design Michael Allen (http://alleninteractions.com) memaparkan secara komprehensif dari mulai konsep dasar instruksional hingga teknik desain pembelajaran eLearning yang mudah diterapkan, khususnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img title="Cover Buku: Designing Successful e-Learning" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284366_2217052796011_1538363183_2395887_5075201_n.jpg" alt="" width="432" height="500" /><p class="wp-caption-text">Cover Buku: Designing Successful e-Learning</p></div>
<p>Buku ini merupakan buku yang cukup saya rekomendasikan kepada siapapun yang akan atau sedang mengelola eLearning, baik sebagai developer sistem, desainer instruksional, programmer konten maupun tutor/dosen.</p>
<p>Buku yang ditulis oleh salah seorang begawan <em>Instructional Design</em> Michael Allen (<a title="Allen Interactions" href="http://alleninteractions.com" target="_blank">http://alleninteractions.com</a>) memaparkan secara komprehensif dari mulai konsep dasar instruksional hingga teknik desain pembelajaran eLearning yang mudah diterapkan, khususnya di lingkungan learning center perusahaan.</p>
<p>Di covernya Allen mengutip satu pernyataan yang cukup provokatif &#8220;<em>Forgot What You Know About Instructional Design and Do Something Interesting</em>&#8220;, bagaimana tidak Instructional Design sebagai cabang ilmu yang sudah cukup matang direkomendasikan untuk dilupakan saja! <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )<span id="more-1022"></span></p>
<p>Konsep yang diusung Allen secara umum bahwa suatu pembelajaran eLearning tidak hanya berbicara di ranah instruksional semata, tetapi harus juga diperhatikan<em> pre-instructional</em> dan <em>post-instructional-</em>nya juga, sehingga pembelajaran yang dihadirkan melalui eLearning dapat bermakna, selalu diingat dan memotivasi pembelajar.</p>
<div id="attachment_1023" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-1023" title="allen-models" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/allen-models.jpg" alt="" width="480" height="156" /><p class="wp-caption-text">Model Successful E-Learning Michael Allen</p></div>
<p>Selain itu, Allen memberikan tips dan trik yang mudah untuk diadopsi oleh para desainer eLearning dalam 3 (tiga) hal: <em>meaningful learning, memorable learning </em>dan <em>motivational learning</em>.</p>
<p>Secara umum apabila saya berikan rating 1-5, buku ini dapat rating 4.</p>
<p>Semoga bermanfaat <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/resensi-buku-designing-successful-e-learning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.852 seconds -->
<!-- Cached page served by WP-Cache -->
