<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sufyan Tsauri's Blog &#187; Tutorial</title>
	<atom:link href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/category/tutorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog</link>
	<description>Let's Blogging !!!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Penilaian Portofolio Online</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/penilaian-portofolio-online/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/penilaian-portofolio-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 02:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[assesment]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[metode penilaian]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[rpp]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[Dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), proses pengujian atau penilaian merupakan suatu komponen yang tidak kalah penting dibandingkan dengan proses lainnya. Penilaian atau pengujian atau sering disebut juga assessment memiliki banyak model, seperti penilaian berbasis kelas, benchmarking, dan model portofolio. Model portofolio assessment cocok digunakan untuk mata pelajaran yang bersifat menuntut output pembelajaran siswa dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), proses pengujian atau penilaian merupakan suatu komponen yang tidak kalah penting dibandingkan dengan proses lainnya. Penilaian atau pengujian atau sering disebut juga <em>assessment</em> memiliki banyak model, seperti penilaian berbasis kelas, <em>benchmarking</em>, dan model portofolio.</p>
<p>Model <em>portofolio assessment</em> cocok digunakan untuk mata pelajaran yang bersifat menuntut <em>output</em> pembelajaran siswa dari segi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Penilaian ini berupa penilaian terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisir yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.<span id="more-724"></span></p>
<p><strong>Mengapa Menggunakan Penilaian Portofolio?</strong></p>
<p>Menurut Suderajat (2004) dan Sumarna (2006), alasan mengapa menggunakan penilaian portofolio karena :</p>
<ol>
<li>dapat menghargai proses pembelajaran hasil belajar siswa</li>
<li>mengdokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung</li>
<li>memberi perhatian pada prestasi siswa yang memang memiliki prestasi</li>
<li>bertukar informasi dengan orang tua/wali, peserta didik dan guru</li>
<li>meningkatkan efektivitas proses pengajaran</li>
<li>dapat merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimen</li>
<li>dapat membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri pada siswa</li>
<li>siswa memandang lebih objektif dan terbuka dibandingkan dengan penilaian tradisional karena siswa menilai hasil kinerja sendiri</li>
<li>membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan</li>
</ol>
<p><strong>Dapatkah Dilakukan Secara Online?</strong></p>
<p>Mengkonversi penilaian portofolio menjadi online bukan pekerjaan yang sulit, bahkan cenderung lebih mudah dan <em>low cost</em>. Bagaimana caranya?</p>
<p>Di era web 2.0 seperti sekarang ini, aplikasi-aplikasi yang bersifat <em>&#8216;user generated content</em>&#8216; menjamur dimana-mana, bahkan yang lokal berbahasa Indonesia-pun mulai bertumbuhan, dan yang paling penting semuanya itu tidak ada yang berbayar, alias GRATIS!. Kesemua aplikasi tersebut bisa dijadikan alat yang sangat powerfull untuk dijadikan media penilaian portofolio secara online.</p>
<ol>
<li><strong>Blog</strong>. Guru bisa memanfaatkan media blog untuk melihat proses belajar siswa dengan tulisan. WordPress.com, Blogspot.com atau dagdigdug.com kesemuanya gratis, semua siswa dapat memiliki blog yang bisa dimanfaatkan sebagai media portofolio mereka.</li>
<li><strong>Video</strong>. Siswa atau kelompok siswa dapat diinstruksikan untuk membuat video-video kecil untuk memperlihatkan proses belajarnya, kemudian upload ke youtube.com, misalnya.</li>
<li><strong>Dokumen, Presentasi, dsb</strong>. Siswa mungkin akan memiliki kebanggaan yang lebih jika buah fikirannya berupa makalah, presentasi (ppt), dsb dapat dilihat oleh semua orang. Saat ini sangat mudah dan tidak berbayar, tinggal upload di Slideshare.net, Scribd.com, dsb.</li>
<li><strong>Social Networking</strong>. Saat ini Guru dan orang tua dapat dengan mudah melihat perkembangan siswa melalui media social networking seperti Facebook.com, twitter.com, dsb. Apalagi kecendrungan pemakai aplikasi ini di Indonesia didominasi oleh anak-anak ABG (sumber: Alexa.Com).</li>
</ol>
<p>Dalam pandangan saya justru dengan dilakukan online, semuanya dapat menggambarkan keadaan yang senyata-nyatanya. Bagaimana siswa berfikir tentang sesuatu, bagaimana tentang kreatifitas siswa dapat dilihat dari kebiasaannya melakukan <em>online activity</em> di dunia maya.</p>
<blockquote><p>Catatan ini merupakan salah satu topik penelitian di Program Studi <strong><a href="http://cs.upi.edu">Pendidikan Ilmu Komputer</a> FPMIPA UPI</strong> di Bandung, suatu Prodi baru untuk menjawab kebutuhan <strong><a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank">guru TIK </a></strong>di lapangan.</p></blockquote>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/penilaian-portofolio-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tren Website Sekolah 2009</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tren-website-sekolah-2009/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tren-website-sekolah-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 00:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[toolbox development]]></category>
		<category><![CDATA[tren]]></category>
		<category><![CDATA[Webservice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[Sekolah modern saat ini lebih banyak dituntut untuk dapat memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik dan masyarakat luas, Sekolah tak ubahnya seperti sebuah perusahaan yang harus mampu memberikan jaminan kualitas atas produk-produk keluarannya jika tidak mau ditinggalkan oleh masyarakat. Sehingga pada perkembangannya di Indonesia, banyak sekolah yang bersusah payah mengantongi sertifikat-sertifikat penjaminan kualitas seperti sertifikat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah modern saat ini lebih banyak dituntut untuk dapat memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik dan masyarakat luas, Sekolah tak ubahnya seperti sebuah perusahaan yang harus mampu memberikan jaminan kualitas atas produk-produk keluarannya jika tidak mau ditinggalkan oleh masyarakat. Sehingga pada perkembangannya di Indonesia, banyak sekolah yang bersusah payah mengantongi sertifikat-sertifikat penjaminan kualitas seperti sertifikat ISO, SBI dan sebagainya. Dalam hal sosialisasi dan komunikasi sosial, hadirnya sebuah media website Sekolah telah menjadi tren, mungkin karena lebih mudah, murah dan bisa cepat dibuat jika dibandingkan harus bersosialisasi melalui media massa.</p>
<p>Mencoba melakukan <em>scanning</em> ke beberapa situs web Sekolah / Lembaga Pendidikan di Indonesia, kok rasa-rasanya <em>&#8216;standar&#8217;</em> seperti itu ya?. Awalnya jelas, pasti dengan adanya website sekolah tersebut, sekolah ingin dapat melakukan sosialisasi<span id="more-711"></span> ke masyarakat yang lebih luas tentang keberadaannya melalui internet. Namun dengan pengadaan dan pemeliharaan yang seadanya, kok rasanya malah jadi <em>boomerang</em> &#8211;alih-alih <em>gengsi</em> malah jadi memperlihatkan<em> ketidakprofesionalan</em> manajemen di dalamnya.</p>
<p>Dalam hemat saya, sebetulnya sekolah tidak harus mengalokasikan budget yang besar untuk pengadaannya, hanya tinggal melakukan beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh siapapun bagi yang berniat membuat sebuah website sekolah yang menarik, komunikatif dan<em> marketable</em> (pembahasan strategi akan dibahas selanjutnya <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Sekarang saya akan merinci beberapa tren yang mungkin dapat dimasukkan (opsional) ke dalam website sekolah dan menurut ukuran saya bisa membuat website sekolah tersebut lebih <em>marketable</em>. Poin-poin ini merupakan hasil <em>scanning</em> ke beberapa website lembaga pendidikan di luar negeri.</p>
<h3><strong>Gambar atau foto yang &#8216;hidup&#8217;</strong></h3>
<p>Jangan ragu untuk memperlihatkan kondisi dan situasi natural sekolah setiap harinya, tampilkan di halaman website paling depan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.englishuknorth.com/"><img class="aligncenter" title="gambarhidup" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090520192659_gambarbesar_4a13f7130f7b0.jpg" alt="" width="499" height="309" /></a></p>
<p>Halaman depan website sekolah sebaiknya jangan terlalu &#8216;ramai&#8217; dengan banyak konten dan link, analogikan itu sebagai pintu gerbang sekolah dalam arti sebenarnya, jangan buat pengunjung bingung sebelum mengeksplorasi lebih dalam website tersebut.</p>
<h3><strong>Fasilitas download brosur</strong></h3>
<p>Setiap tahun, Sekolah selalu membuat brosur untuk memberikan gambaran kepada masyarakat dan calon siswa. Nah, kenapa tidak hal ini dijadikan sebuah nilai <em>plus</em> dalam website sekolah. Sehingga, distribusi brosur bisa lebih luas dan merata.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.englishuknorth.com/"><img class="aligncenter" title="brosur" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090520192659_brosur_4a13f71303454.jpg" alt="" width="358" height="136" /></a></p>
<p>Berikan tampilan tombol <em>download</em> yang menarik, sehingga mengundang orang untuk me-<em>download</em> brosurnya. <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3><strong>Testimonial</strong></h3>
<p>Seperti yang saya singgung di atas, Sekolah saat ini sudah selayaknya sebuah perusahaan yang harus mencari pelanggan setia. Dalam teori marketing, testimonial atau rekomendasi dari orang terdekat adalah cara yang sangat ampuh dalam merebut konsumen baru.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://edu.tnvacation.com/"><img class="aligncenter" title="testimoni" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090520192659_testimoni_4a13f7132f31c.jpg" alt="" width="388" height="100" /></a></p>
<p>Begitu pun dengan sekolah, sebaiknya tidak ragu untuk secara rutin meminta testimonial dari pihak-pihak yang sudah dan telah mengetahui kualitas dan keunggulan sekolah.</p>
<p>Jangan lupa!, karena website adalah alat komunikasi dan sosialisasi (dan sekaligus alat marketing juga), maka tempatkan testimonial tersebut di bagian yang strategis di website sekolah.</p>
<h3><strong>Fasilitas berlangganan berita</strong></h3>
<p>Sekolah memiliki dinamika yang sangat kaya. Setiap hari pasti memiliki cerita yang tidak ada habisnya, ini semua bisa dikemas menjadi satu berita yang rutin dikeluarkan oleh sekolah.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.chefparade.cz"><img class="aligncenter" title="email" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090520192659_newsletter_4a13f7132092a.jpg" alt="" width="314" height="79" /></a></p>
<p>Setiap Sekolah rata-rata memiliki ekstrakurikuler majalah dinding, naah kenapa aset ini tidak dimanfaatkan untuk melakukan jurnalistik sekolah.</p>
<h3><strong>Lebih menarik dengan peta, video, kalender, dsb</strong></h3>
<p>Dengan adanya aplikasi-aplikasi seperti Google Map, Google Calender, YouTube dan sebagainya bisa di <em>embed</em> di website sekolah untuk memberikan sentuhan yang lebih interaktif dan tentu juga menarik.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.internshipratings.com/"><img class="aligncenter" title="peta" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090520192659_map_4a13f7131bae1.jpg" alt="" width="472" height="285" /></a></p>
<p>Akan tampak lebih menarik, jika hal-hal yang formal (seperti sambutan kepala sekolah) jika dihadirkan dengan versi multimedia seperti video. Atau, mengenai profil sekolah juga disertai versi presentasi (powerpoint) yang bisa di download juga oleh khalayak ramai.</p>
<h3><strong>Social Networking</strong></h3>
<p><a href="http://www.barackobama.com/index.php" target="_blank"><img class="alignright" title="social networking" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090520192659_socialnetw_4a13f7132a56c.jpg" alt="" width="226" height="249" /></a></p>
<p>Lahirnya layanan-layanan <em>social networking</em> (jejaring sosial) telah banyak mengubah kebiasaan pengguna internet. Hal yang menarik, bahwa pengguna Internet di Indonesia ternyata merupakan pengguna yang loyal terhadap beberapa layanan <em>social networking</em> yang ada. Menurut data dari Alexa.Com, Indonesia berada di urutan pertama untuk jumlah pengguna friendster.com di Dunia dan urutan pertama pula untuk jumlah pengguna facebook.com di Asia.</p>
<p>Tidak ada salahnya jika Sekolah ikut bersosialisasi di beberapa <em>social networking</em> populer, setidaknya untuk memperkenalkan websitenya ke masyarakat luas (karena biasanya website sekolah tidak memiliki traffic yang memuaskan). <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<h3><strong>Fasilitas penempatan jurusan tercocok</strong></h3>
<p>Untuk Sekolah yang lebih tinggi (universitas) atau Sekolah Kejuruan, biasanya selalu ada pertanyaan <em>&#8220;jurusan mana yang paling cocok dengan minat dan bakat saya?&#8221;</em>. Fasilitas ini jika di<em>-embed</em> di website sekolah akan sangat berguna bagi masyarakat</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://edu.tnvacation.com/"><img class="aligncenter" title="jurusan" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090520192659_jur_4a13f71314555.jpg" alt="" width="379" height="138" /></a></p>
<p style="text-align: center;">***************************</p>
<h3><strong><strong>Kesimpulan</strong></strong></h3>
<p>Website sekolah sewajarnya dapat membantu Sekolah dalam melakukan sosialisasi dan komunikasi yang lebih baik terhadap masyarakat luas. Namun, perkembangannya di Indonesia, website sekolah belum bisa menunjukkan tujuan di atas, sehingga perlu adanya penyesuaian atau adaptasi dari tren yang sedang berkembang di website-website sekolah di luar negeri sana.</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tren-website-sekolah-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Kaget 2.0 dan Facebook Marketing</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/pasar-kaget-20-dan-facebook-marketing/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/pasar-kaget-20-dan-facebook-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 02:26:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[TDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Judul tulisan ini hanya sekedar latah dari istilah-istilah yang diakhiri 2.0 (Web 2.0, Elearning 2.0, dsb) , jadi mau diterima atau tidak sebagai istilah baru, tidak masalah. Lagi!, tulisan ini terinspirasi dari buku Crowd-nya Pak Yuswohady, &#8220;Marketing become Horizontal!&#8221;. Sebuah fenomena yang terjadi dalam dunia marketing saat ini, yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi internet dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul tulisan ini hanya sekedar latah dari istilah-istilah yang diakhiri 2.0 (Web 2.0, Elearning 2.0, dsb) <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  , jadi mau diterima atau tidak sebagai istilah baru, tidak masalah.</p>
<p>Lagi!, tulisan ini terinspirasi dari buku Crowd-nya Pak <a href="http://www.yuswohady.com/" target="_blank">Yuswohady</a>, <em>&#8220;Marketing become Horizontal!&#8221;</em>. Sebuah fenomena yang terjadi dalam dunia marketing saat ini, yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi internet dan <em>social media</em>. Terima kasih Pak Siwo, <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://www.facebook.com/pages/KicksLab-Creative-Online-T-shirt-Shop/57194374650" target="_blank">Facebook</a>, semua sudah memaklumi bahwa perkembangannya begitu fenomenal. Menurut <a href="http://alexa.com" target="_blank">Alexa.Com</a>, Indonesia saat ini menjadi negara nomor wahid di Asia dalam hal jumlah pengguna situs jejaring sosial tersebut, dan nomor enam di dunia. Perkembangannya memang sangat cepat, dan mungkin akan segera mengalahkan rekor <a href="http://friendster.com" target="_blank">Friendster.Com</a>. <span id="more-662"></span>Namun,  sisi negatifnya, saking <em>&#8220;social&#8221;</em>-nya, facebook ini telah banyak menimbulkan korban, dari mulai mahasiswa sampai para pegawai kantoran, yaitu dengan menurunnya produktifitas mereka, gara-gara setiap saat hanya sibuk ber-<em>facebook</em> ria, maka tidak heran sudah banyak kantor yang membatasi akses facebook bagi para pegawainya.</p>
<p><a href="http://www.yuswohady.com/"><img class="alignright" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/11/crowd-marketing-becomes-horizontal.jpg" alt="crowd" width="160" height="241" /></a>Jika dihubungkan dengan teori W=mC<sup>2</sup> pak Siwo, facebook sangat tepat jika digunakan sebagai alat / media marketing bisnis (<em>facebook marketing</em>). <strong>Pertama</strong>, kecendrungan data pengguna adalah otentik <em>&#8211;asli</em>, sehingga benar-benar bisa dilihat karakteristik tiap individu; <strong>Kedua</strong>, <em>social network</em> yang sangat mirip dengan aslinya (<em>offline</em>), sehingga <em>conversation</em> sangat mudah dilakukan!; <strong>Ketiga</strong>,  <em>trafic</em> yang tinggi benar-benar potensial untuk dijadikan Crowd (kerumunan) manusia, jadi akan sangat mudah melakukan <em>buzzing</em> kepada masyarakat calon konsumen.</p>
<p>Nah, lantas apa yang bisa dilakukan untuk menjadikan facebook sebagai alat/media marketing bisnis kita?, jawabannya adalah dengan mengoptimalkan fasilitas<strong> Page</strong> dan <strong>Group</strong> yang diberikan 100% gratis oleh facebook (bener-bener bisa jadi <em>low budget, high impact!</em>). Menurut pandangan saya, <strong>Page</strong> bisa menjadi alat untuk display produk-produk bisnis kita, sekaligus bisa kita manfaatkan untuk melakukan <em>buzzing</em> kepada kosumen dan calon konsumen, sedangkan fasilitas <strong>Group</strong> bisa kita gunakan untuk melakukan conversation yang sempurna kepada para konsumen dan calon konsumen kita, <em>bussiness is all about facilitating!</em> kata Pak Siwo, lebih jauhnya lagi ini bisa menjadi berfungsi sebagai alat kolaborasi antara produsen dengan konsumen, luar biasa bukan?.</p>
<p><strong>Bagaimana caranya??</strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>, untuk membuat Page tinggal masuk ke<a href="http://www.facebook.com/pages/create.php " target="_blank"> http://www.facebook.com/pages/create.php </a>sedangkan untuk membuat Group masuk ke  <a href="http://www.facebook.com/groups/create.php" target="_blank">http://www.facebook.com/groups/create.php</a>.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, setelah dibuat, pastikan semua informasi yang mungkin akan ditanyakan oleh para konsumen/calon konsumen sudah terpasang. Seperti nama usaha, pemiliknya, gambar produk, alamat web dan emailnya, dsb. Hal ini menjadi <em>starting point</em> yang bagus untuk menumbuhkan kepercayaan, bahwa kita benar-benar serius melakukan bisnis tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.facebook.com/pages/KicksLab-Creative-Online-T-shirt-Shop/57194374650"><img class="alignnone" title="Display Produk" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090423084308_fbkickslab_49efc7aceaa77.jpg" alt="" width="370" height="191" /></a></p>
<p><strong>Ketiga</strong>, optimalkan semua fasilitas yang diberikan. Mulai dari email, <em>photo tagging</em>, <em>wall to wall</em>, <em>notes, video,</em> dan sebagainya. Perlakukan konsumen dan calon konsumen benar-benar sebagai teman seutuhnya. Ajak berbincang tentang produk, tandainya dalam foto produk, mintai saran dan kritik dan juga testimoni-nya. Sehingga hubungan produsen &#8211; konsumen akan semakin mesra.</p>
<p><strong>Sekedar Saran dan Ajakan</strong></p>
<p>Melihat sangat simpel-nya melakukan bisnis online saat ini &#8211;dengan adanya <em>social networking</em> semacam facebook, rasanya sudah tidak alasan lagi bagi kita untuk belajar memulai bisnis online. Mudah-mudahan ini bisa menjadi satu motivasi untuk rekan-rekan mahasiswa yang ingin memulai berwirausaha namun bingung dengan langkah-langkah yang harus dilakukan. Ayo, kita buat <strong>&#8220;Pasar kaget&#8221;</strong> di facebook. <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .   O ya, <a href="http://www.facebook.com/pages/KicksLab-Creative-Online-T-shirt-Shop/57194374650?ref=mf" target="_blank">KicksLab</a> mungkin bisa dijadikan contohnya. hehe..</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/pasar-kaget-20-dan-facebook-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Saya Menghindari Tacit Knowledge</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/cara-saya-menghindari-tacit-knowledge/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/cara-saya-menghindari-tacit-knowledge/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 01:30:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[asep sufyan tsauri]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiring People]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[tsauri28]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Diantara pembaca mungkin ada yang masih asing dengan istilah Tacit Knowledge. Saya pun baru mengetahuinya 3 (tiga) hari yang lalu dari blognya Pak Jamil Azzaini . Tacit Knowledge (mungkin) bisa diartikan sebagai sebuah pengetahuan yang sulit dikomunikasikan kepada orang lain, baik dengan bahasa kata maupun tulisan, hanya pemilik pengetahuan sendiri yang memahaminya. Contohnya : Anwar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diantara pembaca mungkin ada yang masih asing dengan istilah <em>Tacit Knowledge</em>. Saya pun baru mengetahuinya 3 (tiga) hari yang lalu dari blognya <a href="http://jamil.niriah.com" target="_blank">Pak Jamil Azzaini</a> <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . <em>Tacit Knowledge</em> (mungkin) bisa diartikan sebagai sebuah pengetahuan yang sulit dikomunikasikan kepada orang lain, baik dengan bahasa kata maupun tulisan, hanya pemilik pengetahuan sendiri yang memahaminya. Contohnya : Anwar bisa mengendarai mobil dengan baik, kemudian Badrun memintanya untuk mengajarinya. Anwar kesulitan menjelaskan cara &#8211; cara yang biasa dia lakukan dalam mengendarai mobil kepada Badrun, sehingga Anwar hanya bilang &#8220;<em>pokoknya gitu deh..!</em>&#8220;.<span id="more-638"></span></p>
<p>Menurut beberapa penelitian, <em>Tacit Knowledge</em> dapat diminimalisir dengan beberapa cara dan metode dan hal ini erat hubungannya dengan <em>Knowledge Management</em>. Menurut  <a title="Kamran Parsaye" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kamran_Parsaye">Parsaye</a>, <em>Tacit Knowledge</em> ini bisa ditangkap dengan beberapa cara, diantaranya dengan belajar kelompok, <em>eLearning</em>, <em>Action Learning</em>, dsb.</p>
<p>Namun, untuk ukuran (saya) pribadi, ternyata tanpa disadari bahwa selama ini saya sudah  lakukan beberapa <em>action</em> agar terhindar dari <em>Tacit Knowlede</em> tersebut. Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa dilakukan oleh teman-teman juga. Cara saya pun bisa dikategorikan kedalam 2 (dua) hal, masukan (<em>input</em>) yaitu dengan membaca dan ngobrol; kemudian keluaran (<em>output</em>) dengan Pemetaan Fikiran (<em>Mind Mapping</em>) dan Menulis.</p>
<p><strong>Membaca</strong><br />
Kebiasaan ini baru muncul ketika awal-awal masa kuliah (memang telat sih..). Nah, dengan banyak membaca kita jadi mengerti bagaimana seorang penulis mengungkapkan sesuatu kepada orang lain, jadi tambah referensi <em>deh</em> buat melakukan sesuatu, baik untuk berkomunikasi langsung maupun tidak langsung. O iya, bukunya saya selalu usahakan bervariasi tema-temanya, dari buku programming (yang tebelnya minta ampun) sampai buku tips-trik wirausaha yang ringan dan tipis <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>Jadikan aktifitas membaca menjadi sebuah kesenangan dan kebutuhan, upayakan buku / tulisan yang dibaca tidak hanya satu bidang ilmu.</p></blockquote>
<p><strong>Bergaul dengan &#8220;manusia&#8221; beserta bahasanya juga</strong><br />
Meskipun saya termasuk orang yang &#8220;sulit&#8221; bergaul dengan banyak orang, saya upayakan dengan masuk banyak organisasi dan komunitas. Dengan kondisi tersebut akan menciptakan kebiasaan untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan efektif, imbasnya <em>Tacit Knowledge</em> pun akan terus berkurang.</p>
<p><strong>Menulis</strong><br />
Menurut penelitian lagi, (katanya) menulis akan sangat mempengaruhi kinerja otak kanan manusia. Media yang saya gunakan adalah media blog dan kawan-kawan, maksudnya aktifitas <em>blogging</em> secara keseluruhan, yaitu aktifitas menulis di blog sendiri, <em>blog walking</em> dan <em>bookmarking</em>.</p>
<p><strong>Mind Mapping ala sendiri</strong><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map" target="_blank"><em>Mind Mapping</em></a> hasil inovasi Tony Buzan memang sangat menarik dan revolusioner, namun ketika saya coba malah ribet juga ya <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Akhirnya saya punya cara sendiri dalam memetakan fikiran saya, yaitu dengan corat-coret di kertas bekas. Hmm, hasilnya luar biasa ide yang biasanya ada di dalam bayangan saja ternyata bisa divisualisasikan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="mind map" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090416090019_300pxGuru_Mindmap_49e6913320705.jpg" alt="" width="300" height="211" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 1 : Mind Map <em>&#8220;asli&#8221;</em></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="mind map ala saya :)" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090416090019_P4160754_49e6913327d6c.JPG" alt="" width="301" height="217" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 2 : Mind Map ala Saya</p>
<p>Inilah salah satu alasan, kenapa di kamar saya begitu banyak kertas bekas <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Itulah cara-cara saya mungkin cocok dengan anda atau mungkin saja tidak. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Referensi : <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tacit_knowledge" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Tacit_knowledge,</a> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tacit_knowledge" target="_blank"></a><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map</a></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/cara-saya-menghindari-tacit-knowledge/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metode Menumbuhkan Ide</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/metode-menumbuhkan-ide/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/metode-menumbuhkan-ide/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 04:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[asep sufyan tsauri]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[TDA]]></category>
		<category><![CDATA[tsauri28]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Ide.. satu kata yang sering kita dengar dan rasanya sangat sering kita harapkan datang disaat kita membutuhkannya. Ide untuk menulis; ide untuk mengerjakan tugas ; juga ide untuk membuat suatu hal yang baru!. Saking pentingnya sebuah ide, banyak kata-kata tokoh besar tentang hal ini : &#8220;Eureka, Aku dapat ide!&#8221; &#8211;Archimedes &#8220;Jika anda berdoa memohon sesuatu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ide..</strong> satu kata yang sering kita dengar dan rasanya sangat sering kita harapkan datang disaat kita membutuhkannya. Ide untuk menulis; ide untuk mengerjakan tugas <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ; juga ide untuk membuat suatu hal yang baru!. Saking pentingnya sebuah ide, banyak kata-kata tokoh besar tentang hal ini :<br />
<em>&#8220;Eureka, Aku dapat ide!&#8221;</em><br />
&#8211;<strong>Archimedes</strong><br />
<em>&#8220;Jika anda berdoa memohon sesuatu, mintalah sebuah gagasan (ide)!&#8221;</em><br />
&#8211;<strong>Percy Sutton</strong>, Direktur Inner City Brodcasting</p>
<p>Dalam berbisnis, ide atau gagasan biasanya dibutuhkan untuk membuat 3 (tiga) hal, yaitu <strong>ide </strong>untuk<strong> membuat produk baru</strong>;<strong> ide </strong>untuk<strong> metode marketing baru </strong>dan<strong> ide </strong>untuk<strong> layanan baru</strong>.<br />
<span id="more-597"></span><br />
Kali ini saya ingin membahas bagaimana suatu ide itu bisa tumbuh dan berkembang dengan metode-metode tertentu. Emang bisa? bisa.. Setidaknya ada 3 (tiga) metode agar ide itu bisa tumbuh dan menjadi sesuatu yang kongkret. Apa saja 3 (tiga) metode itu?, berikut ulasannya :</p>
<ol>
<li><strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Focus_group" target="_blank">Focus Group</a> (Kelompok Fokus)</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="focus group" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://www.dicp.ie/images/dicp3_425.jpg&amp;usg=AFQjCNFOVPwTbxZI_g3XHCPsSgQjvaZQyA" alt="" width="425" height="332" /></p>
<p>Adalah metode menumbuhkan ide dengan cara mengumpulkan sekelompok orang asing dalam sebuah tempat untuk berbicara tentang suatu hal. Kemudian ditambah satu orang asing lagi untuk menjadi moderator pembicaraan.</p>
<p>Biasanya kelompok ini terdiri dari 8 orang plus satu orang moderator, berlangsung selama 2 jam serta diamati oleh bagian marketing, periklanan, dan orang-orang bisnis lainnya.</p>
<p>Para peserta ditanyai untuk mengungkapkan pemikiran dan perasaan mereka tentang suatu hal yang akan perusahaan jadikan sesuatu hal yang baru (produk, marketing atau layanan).</p>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brainstorming" target="_blank"><strong>Brainstorming</strong></a></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="brainstorming" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=tbn&amp;q=http://www.uta.edu/publications/utamagazine/winter_2007/images/brainstorming.jpg&amp;usg=AFQjCNHFRM0l01bADcZEEH_861mAVaMqjA" alt="" width="300" height="215" /></p>
<p>Metode untuk menumbuhkan ide dengan cara mengumpulkan orang-orang bisnis dalam satu kondisi yang santai dan bebas. Terkadang dilakukan beberapa simulasi (permainan) untuk mencairkan suasana, agar ide-ide segar bisa tumbuh.</p>
<p>Setiap peserta bebas memberikan usulan apa saja, tidak boleh ditanggapi oleh peserta lainnya, prinsipnya semua ide bagus dan harus ditampung. Naah, baru di akhir session ide-ide yang telah masuk list disortir dan dipilih mana terbaik dan yang mungkin dilakukan.</p>
<li><strong>Rekayasa Ide</strong></li>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="rekayasa ide" src="http://images.google.co.id/url?source=imgres&amp;ct=img&amp;q=http://oneone-studio.com/filebin/img/99cf49fd8610a196f1aa0f049e09b1fb.jpg&amp;usg=AFQjCNHWUElUS3OdbFqnljsGszy2VcnwHw" alt="" width="395" height="306" /></p>
<p>Metode yang diungkapkan oleh David Minter dan Michael Reid ini merupakan metode baru untuk mengatasi kegagalan yang biasanya timbul ketika menggunakan metode <em>focus group</em> atau<em> brainstorming</em>. Inti dari metode ini adalah bagaimana menggali keinginan konsumen dengan sangat mendalam dengan melakukan 7 (tujuh) langkah penting, sehingga tidak terjadi &#8220;Piramida Terbalik&#8221; dalam membuat hal baru!. Untuk metode ini akan saya tulis terpisah nanti &#8211;sabar saja&#8230; <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </ol>
<p>Saat ini saya pun sedang mencoba menerapkan salah satu dari 3 (tiga) metode ini di bidang usaha saya yang baru, yaitu dalam industri kreatif <a href="http://shop.yw.web.id" target="_blank">KicksLab.</a> , yaitu industri kreatif dalam industri fashion bagi anak muda. Dalam bidang ini kami sangat dituntut dapat membuat ide sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya, karena konsep yang kami usung adalah<em> &#8220;Kaos unik dan terbatas, hanya 24 pcs dan update tiap 2 minggu satu kali&#8221;</em>. Hmm.. mudah-mudahan idealisme itu dapat tercapai dengan mencoba menerapkan metode-metode di atas.</p>
<p>Bagaimana dengan bisnis anda?</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/metode-menumbuhkan-ide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat CSS Jadi Lebih Baik</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-css-jadi-lebih-baik/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-css-jadi-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 03:01:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[tsauri28]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Dalam web design, tentu kita sudah tidak asing dengan istilah CSS. ya.., CSS singkatan dari Cascading Style Sheets yaitu dokumen yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu halaman yang ditulis dalam bahasa markup (Wikipedia Indonesia -red). Nah, dalam tulisan ini saya akan membahas sedikit tentang bagaimana membuat dokumen CSS agar hasilnya bisa lebih optimal (terhadap desain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dalam web design</strong>, tentu kita sudah tidak asing dengan istilah CSS. ya.., CSS singkatan dari<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cascading_Style_Sheets" target="_blank"> Cascading Style Sheets</a> yaitu dokumen yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu halaman yang ditulis dalam <em><a class="mw-redirect" title="Bahasa markup" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_markup">bahasa markup</a></em> (Wikipedia Indonesia -red). Nah, dalam tulisan ini saya akan membahas sedikit tentang bagaimana membuat dokumen CSS agar hasilnya bisa lebih optimal (terhadap desain secara keseluruhan), yaitu CSS yang elegan (mudah dibaca / dimengerti, proses render lebih cepat dan tingkat kompatibilitasnya tinggi).</p>
<p>Setidaknya ada 6 (enam) hal yang akan saya bahas di sini, diantaranya adalah :<span id="more-571"></span></p>
<p><strong>Pertama : Lakukan Reset Style</strong><br />
Reset style berfungsi untuk menghilangkan format style standar (khususnya padding dan margin)  yang dibawa oleh browser. Hal ini penting, karena setiap browser memiliki style yang berbeda, maka untuk menjaga kompatibilitas web kita perlu dilakukan reset style.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone" title="reset" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090322023339_reset_49c5411324adf.jpg" alt="" width="393" height="226" /></p>
<p>Untuk melakukannya dapat menggunakan <a href="http://developer.yahoo.com/yui/reset/" target="_blank">YUI Reset</a>, atau kita buat manual seperti ini :</p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p57110"><td class="line_numbers"><pre>1
2
</pre></td><td class="code" id="p571code10"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #808080; font-style: italic;">/* Reset */</span>
body<span style="color: #00AA00;">,</span> table<span style="color: #00AA00;">,</span> h1<span style="color: #00AA00;">,</span> h2<span style="color: #00AA00;">,</span> h3<span style="color: #00AA00;">,</span> blockquote <span style="color: #00AA00;">&#123;</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">margin</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc66cc;">0</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">padding</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc66cc;">0</span><span style="color: #00AA00;">;</span><span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></td></tr></table></div>

<p>Hindari melakukan reset keseluruhan, karena proses rendering akan menjadi lebih lama. Lakukan reset style yang diperlukan saja.<br />
<em>Hindari reset seperti ini :</em></p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p57111"><td class="line_numbers"><pre>1
2
</pre></td><td class="code" id="p571code11"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #808080; font-style: italic;">/* Reset */</span>
<span style="color: #00AA00;">*</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">margin</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc66cc;">0</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">padding</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc66cc;">0</span><span style="color: #00AA00;">;</span><span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></td></tr></table></div>

<p><strong>Kedua : Kelompokkan Style</strong><br />
Pengelompokan style yang saya maksud di sini adalah pengelompokan style menurut suatu standar yang akan dipakai. Contoh saya akan mengelompokkannya menurut bagian-bagian dalam dokumen nanti, maka saya membaginya menjadi : general, header, wrap, footer, dsb.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="grup" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090322023340_compact_49c54114cd4f9.jpg" alt="" width="398" height="250" /></p>
<p><em>Contohnya :</em></p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p57112"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
</pre></td><td class="code" id="p571code12"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #808080; font-style: italic;">/* General */</span>
h1<span style="color: #00AA00;">,</span> h2<span style="color: #00AA00;">,</span> h3 <span style="color: #00AA00;">&#123;</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">color</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #993333;">red</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">font-family</span><span style="color: #00AA00;">:</span> verdana<span style="color: #00AA00;">,</span> arial<span style="color: #00AA00;">,</span> roman<span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
table <span style="color: #00AA00;">&#123;</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">border</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #933;">1px</span> <span style="color: #993333;">solid</span> <span style="color: #cc00cc;">#111111</span><span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
&nbsp;
<span style="color: #808080; font-style: italic;">/* Header */</span>
<span style="color: #cc00cc;">#header</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #993333;">transparent</span> <span style="color: #993333;">url</span><span style="color: #00AA00;">&#40;</span><span style="color: #ff0000;">'images/header.jpg'</span><span style="color: #00AA00;">&#41;</span> <span style="color: #993333;">repeat-x</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #993333;">auto</span><span style="color: #00AA00;">;</span><span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
&nbsp;
<span style="color: #808080; font-style: italic;">/* wrap */</span>
<span style="color: #cc00cc;">#wrap</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc00cc;">#f9f9f9</span> <span style="color: #993333;">url</span><span style="color: #00AA00;">&#40;</span><span style="color: #ff0000;">'images/wrap.jpg'</span><span style="color: #00AA00;">&#41;</span> <span style="color: #993333;">repeat-x</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #993333;">auto</span><span style="color: #00AA00;">;</span><span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
&nbsp;
<span style="color: #808080; font-style: italic;">/* Footer */</span>
<span style="color: #cc00cc;">#footer</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc00cc;">#000</span> <span style="color: #993333;">url</span><span style="color: #00AA00;">&#40;</span><span style="color: #ff0000;">'images/footer.jpg'</span><span style="color: #00AA00;">&#41;</span> <span style="color: #993333;">no-repeat</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #993333;">auto</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></td></tr></table></div>

<p><strong>Ketiga : Buat Alpabetis</strong><br />
Buatlah setiap properti dalam dokumen CSS alpabetis, hal ini akan memudahkan kita untuk membaca ulang style yang telah dibuat.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="alpabet" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090322023341_alpabet_49c541152791b.jpg" alt="" width="399" height="199" /></p>
<p><em>Penulisan tidak alpabetis :</em></p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p57113"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
6
</pre></td><td class="code" id="p571code13"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #cc00cc;">#header</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">margin</span> <span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #933;">12px</span> <span style="color: #933;">10px</span> <span style="color: #933;">13px</span> <span style="color: #933;">9px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">background-color</span> <span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc00cc;">#dedede</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span> <span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #933;">900px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">height</span> <span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #933;">600px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>  
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></td></tr></table></div>

<p><em>Penulisan yang alpabetis :</em></p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p57114"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
6
</pre></td><td class="code" id="p571code14"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #cc00cc;">#header</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">background-color</span> <span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc00cc;">#dedede</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">height</span> <span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #933;">600px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>  
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">margin</span> <span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #933;">12px</span> <span style="color: #933;">10px</span> <span style="color: #933;">13px</span> <span style="color: #933;">9px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span> <span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #933;">900px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></td></tr></table></div>

<p><strong>Keempat : Pisahkan Dokumen</strong><br />
Pisahkan CSS ke dalam beberapa dokumen/file jika style yang kita buat sudah sangat &#8216;<em>bejibun</em>&#8216;, sehingga akan sulit untuk dibaca ulang nantinya. Contoh kita pisahkan antara pengaturan box model dengan pengaturan typography, jadi kita buat 2 (dua) file CSS, yaitu file <code>box.css</code> dan <code>typography.css</code>, naah nanti kita tinggal melakukan importing ke salah satu file CSS tadi.</p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p57115"><td class="line_numbers"><pre>1
2
</pre></td><td class="code" id="p571code15"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #808080; font-style: italic;">/* Import file typography.css */</span>
<span style="color: #a1a100;">@import ('typography.css')</span></pre></td></tr></table></div>

<p><strong>Kelima : Penulisan Harus Konsisten</strong><br />
Setidaknya ada 3 (tiga) cara untuk menjadikan style kita penulisannya konsisten.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="target" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090322023341_target_49c5411530ed2.jpg" alt="" width="402" height="227" /></p>
<ol>
<li>
Buat semua properti kedalam satu baris</p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p57116"><td class="line_numbers"><pre>1
</pre></td><td class="code" id="p571code16"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #cc00cc;">#footer</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc00cc;">#000</span> <span style="color: #993333;">url</span><span style="color: #00AA00;">&#40;</span><span style="color: #ff0000;">'images/footer.jpg'</span><span style="color: #00AA00;">&#41;</span> <span style="color: #993333;">no-repeat</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #993333;">auto</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></td></tr></table></div>

</li>
<li>Buat semua properti kedalam banyak baris

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p57117"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
</pre></td><td class="code" id="p571code17"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #cc00cc;">#footer</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc00cc;">#000</span> <span style="color: #993333;">url</span><span style="color: #00AA00;">&#40;</span><span style="color: #ff0000;">'images/footer.jpg'</span><span style="color: #00AA00;">&#41;</span> <span style="color: #993333;">no-repeat</span><span style="color: #00AA00;">;</span> 
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #993333;">auto</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
 <span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></td></tr></table></div>

</li>
<li>Apabila style kurang dari 3 (tiga) properti jadikan satu baris, jika style lebih dari 3 (tiga) properti jadikan banyak garis.

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p57118"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
6
7
8
</pre></td><td class="code" id="p571code18"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #cc00cc;">#footer</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span><span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc00cc;">#000</span> <span style="color: #993333;">url</span><span style="color: #00AA00;">&#40;</span><span style="color: #ff0000;">'images/footer.jpg'</span><span style="color: #00AA00;">&#41;</span> <span style="color: #993333;">no-repeat</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #993333;">auto</span><span style="color: #00AA00;">;</span> <span style="color: #00AA00;">&#125;</span>
&nbsp;
<span style="color: #cc00cc;">#footer-</span><span style="color: #993333;">text</span> <span style="color: #00AA00;">&#123;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">background</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc00cc;">#000</span><span style="color: #00AA00;">;</span> 
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">width</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #933;">50%</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">color</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #cc00cc;">#dddddd</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">padding</span><span style="color: #00AA00;">:</span> <span style="color: #933;">10px</span><span style="color: #00AA00;">;</span>
<span style="color: #00AA00;">&#125;</span></pre></td></tr></table></div>

</li>
</ol>
<p>Silahkan mau pilih yang mana ?</p>
<p><strong>Keenam : Jangan Dulu Mulai!!</strong><br />
Lho kok, jangan dulu mulai?, jadi kapan dong dikerjainnya?? hehehe..</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="stop" src="http://upload.kapanlagi.com/show.php?photo=20090322023341_stop_49c541152c09a.jpg" alt="" width="398" height="309" /></p>
<p>Maksud saya, bukan melarang memulai menuliskan style kedalam sebuah file .css, tetapi akan lebih efektif jika kita<em><strong> memulai dengan membuat dulu file markup</strong></em> (html, xhtml, dsb), apabila markup sudah 100%, maka tinggal dibuatkan stylenya. Cara ini akan membantu efisiensi penulisan kode, agar tidak ada style yang tidak terpakai dan tidak pula harus bolak-balik antara markup dan style.</p>
<p>Mudah-mudahan bermanfaat, keep design! <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-css-jadi-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogging : Atur Tempo dan Konsistensi</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/blogging-atur-tempo-dan-konsistensi/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/blogging-atur-tempo-dan-konsistensi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 00:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[asep sufyan tsauri]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Photoblog]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[tsauri28]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Gaya bener ya judulnya ?!?, . Dalam tulisan ini saya hanya akan sedikit berbagi tentang beberapa tips blogging atau ngeblog yang baik dan benar (menurut saya), karena ternyata setelah saya alami bahwa ngeblog tidak hanya cukup dengan stok tulisan yang banyak dan berkualitas saja, namun harus diperhatikan juga beberapa hal agar blog kita dianggap profesional [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gaya bener ya judulnya ?!?, <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Dalam tulisan ini saya hanya akan sedikit berbagi tentang beberapa tips<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blogging" target="_blank"> blogging</a> atau ngeblog yang baik dan benar (menurut saya), karena ternyata setelah saya alami bahwa ngeblog tidak hanya cukup dengan stok tulisan yang banyak dan berkualitas saja, namun harus diperhatikan juga beberapa hal agar blog kita dianggap profesional oleh pembaca.</p>
<p>Saat ini, saya-pun sedang <em>&#8216;berjuang&#8217;</em> melakukan 2 (dua) hal yang saya tuliskan pada judul di atas, yaitu <strong>pengaturan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tempo" target="_blank">tempo</a></strong> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/konsistensi" target="_blank"><strong>konsistensi</strong></a> dalam menulis di weblog ini. Dua hal tersebut saya anggap penting dalam membangun <a href="http://romisatriawahono.net/2008/11/24/10-kiat-personal-branding-lewat-blogging/" target="_blank">personal branding</a> melalui weblog. Sejauh mana kedua hal tersebut?, berikut ulasannya :<span id="more-538"></span></p>
<p><strong>Pertama : Atur Tempo</strong><br />
Yang saya maksudkan di sini adalah, bahwa dalam melakukan aktifitas blogging (khususnya bagi yang bertujuan untuk membangun <a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;ct=res&amp;cd=2&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.virtual.co.id%2Fblog%2Finternet-marketing%2Fpersonal-branding-barack-obama-via-web-20%2F&amp;ei=8bS7SYSGOtXLkAW-7P2RCA&amp;usg=AFQjCNFkm9BWh9ACvUL0ENMOhHMB-0Grkw&amp;sig2=kREY3Xh00iw2Am8kMtA4WQ" target="_blank">personal branding</a>), maka kita perlu mengatur tempo dalam melakukan posting di weblog kita tersebut, sehingga akan menimbulkan efek positif bagi weblog kita -pembaca akan menunggu waktu tersebut.</p>
<p>Terkadang <em>mood </em>blogging suka datang tiba-tiba dan tidak bisa dipaksakan, kadang banyak yang ingin ditulis, tapi terkadang sebaliknya -tidak ada ide sedikit pun. Nah, untuk menyiasatinya kita lakukan penjadwalan <em>publishing</em>, jika memang sedang ada banyak ide, ya.. bersabarlah untuk tidak dulu langsung di<em>publish</em>, biarkan saja dahulu tulisan itu menunggu di keranjang <em>draft weblog</em> kita, biarkan tulisan itu jadi <em>&#8220;pahlawan&#8221;</em> ketika kita kehabisan ide untuk menulis.</p>
<p><img src="http://akuseniman.files.wordpress.com/2009/01/cropped-my_friend_rolex____by_ditya.jpg" alt="tempo" /></p>
<p><em><strong>&#8220;World is flat&#8221;</strong></em>, demikian <a href="http://www.thomaslfriedman.com" target="_blank">Thomas L. Friedman</a> mengungkapkan keajaiban internet dalam menghubungkan manusia dari berbagai belahan dunia, sehingga apabila sekali kita <em>&#8220;mengecewakan&#8221;</em> pembaca atau calon pembaca weblog kita, maka weblog kita-pun akan semakin sepi pembaca. &#8220;Mengingkari&#8221; janji kepada pembaca weblog kita (tentang kapan kita posting), hal itu akan berdampak <span style="text-decoration: line-through;">cukup besar</span> dalam menurunkan popularitas kita di hadapan pembaca.</p>
<p><strong>Kedua : Konsistensi</strong><br />
Konsistensi yang saya maksud di sini adalah konsistensi tema tulisan dalam weblog kita, ya.. harus konsisten!. Jika kita menentukan weblog kita sebagai diary online, maka isilah dengan kegiatan sehari-hari kita dengan detail dan penuh emosi; jika kita menginginkan weblog kita sebagai weblog programming, maka curahkan semua kemampuan programming kita pada weblog tersebut; dan seterusnya. Sehingga weblog kita secara bertahap akan memiliki pembaca yang fanatik dan <em>segmented</em>.</p>
<p>Mari kita lihat fenomena, si Kambing Jantan-nya <a href="http://radityadika.com" target="_blank">Raditya Dika</a> atau weblog mas <a href="http://romisatriawahono.net/" target="_blank">Romi Satria Wahono</a>. Kedua blog tersebut (salah satunya) mengandalkan konsistensi tulisan. Raditya dengan diary onlinenya dan mas Romi dengan tulisan ilimiahnya, keduanya telah mendapatkan begitu banyak pembaca setia yang fanatik dan <em>segmented</em>.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan weblog anda? sudahkan temponya teratur dan isinya konsisten?. Kalau saya belum!, dan sedang menuju kesana. <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sumber Gambar &#8220;piano&#8221; : http://akuseniman.files.wordpress.com/</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/blogging-atur-tempo-dan-konsistensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optimasi Search Engine Bag-1</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/optimasi-search-engine-bag-1/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/optimasi-search-engine-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>
		<category><![CDATA[ajax]]></category>
		<category><![CDATA[asep sufyan tsauri]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[JQuery]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa teman banyak yang menanyakan tentang bagaimana menerapkan SEO (Search Engine Optimization) dalam webblog dan website mereka, karena tertarik dengan blog saya yang baru berumur beberapa bulan ini bisa nangkring di urutan teratas om google dengan kata kunci : &#8220;asep sufyan tsauri&#8220;, &#8220;asep sufyan&#8220;, &#8220;asep tsauri&#8220;, dan &#8220;tsauri28&#8220;, sehingga bisa ngikut Pak Nukman Luthfie nulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beberapa</strong> teman banyak yang menanyakan tentang bagaimana menerapkan <em>SEO (Search Engine Optimization)</em> dalam webblog dan website mereka, karena tertarik dengan blog saya yang baru berumur beberapa bulan ini bisa nangkring di urutan teratas om google dengan kata kunci : &#8220;<a href="http://www.google.co.id/search?q=asep+sufyan+tsauri&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a" target="_blank">asep sufyan tsauri</a>&#8220;, &#8220;<a href="http://www.google.co.id/search?q=asep+sufyan+&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a" target="_blank">asep sufyan</a>&#8220;, &#8220;<a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;client=firefox-a&amp;rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&amp;hs=eKp&amp;q=asep+tsauri&amp;btnG=Telusuri&amp;meta=" target="_blank">asep tsauri</a>&#8220;, dan &#8220;<a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;client=firefox-a&amp;rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&amp;hs=X09&amp;q=tsauri28&amp;btnG=Telusuri&amp;meta=" target="_blank">tsauri28</a>&#8220;, sehingga bisa ngikut <a href="http://www.virtual.co.id/blog/">Pak Nukman Luthfie</a> nulis di catatan facebooknya dengan <em>&#8220;Just googling my name. Its all about me <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8221;</em>. (bukan sombong, cuma narsis) <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-516"></span></p>
<p>Jawaban saya sebetulnya simpel dan emang saya tidak banyak macem-macemin webblog saya ini, cuma sedikit melakukan trik saja. Mau tahu trik-trik dahsyat dan spektakuler apa saja yang saya lakukan selama ini?, berikut ulasannya.</p>
<p><strong>Pertama,</strong><br />
Membuat url webblog saya menjadi lebih bersahabat, maksudnya kebanyakan orang masih tidak memperdulikan url-nya tidak karuan seperti <code>http://tsauri.co.cc/index.php?p=231</code>. Nah, kalau saya menganggap url itu penting, biar ketika orang baru melihat url-nya saja sudah bisa menebak dengan jelas. Contohnya<code><a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/facebook-connector/" target="_blank"> http://tsauri28.myhaley.com/blog/facebook-connector/</a></code> , anda bisa menebak kan apa isinya url itu?.</p>
<p>Karena saya saat ini menggunakan WordPress sebagai engine-nya, untuk membuatnya seperti diatas sangat mudah, caranya tinggal masuk ke <code>wp-admin -&gt; setting -&gt; permalinks</code> disana di bagian <strong><code>common settings</code></strong> saya pilih <strong><code>custom structure</code></strong> dan mengisinya dengan <code>/%postname%/</code>, untuk mempelajari lebih lanjut tentang struktur permalinks wordpress silahkan <a href="http://codex.wordpress.org/Using_Permalinks" target="_blank">pelajari di sini!</a>.</p>
<p>Nah, dengan langkah diatas (katanya) akan mempermudah search engine seperti google untuk dapat me-<em>crawl </em>website kita adalah dengan menjadikannya relevan dengan suatu topik atau tema tertentu. Tulisan saya tentang <a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/google-crawling/" target="_blank">google crawling ada di sini!</a>.</p>
<p><strong>Kedua,</strong><br />
<img class="alignright" src="http://gembong.web.id/images/2008/03/meta-tag.jpg" alt="meta" width="189" height="126" /><br />
Membuat dan menjadikan Title dan Description webblog saya dengan senarsis mungkin <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Ya, itulah yang saya lakukan. <strong>Titlenya</strong></p>
<blockquote><p><em>&#8220;Asep Sufyan Tsauri | Founder Myhaley.com, Moslem Technopreneur, Web designer, Freelancer&#8221;</em></p></blockquote>
<p>terus <strong>descriptionnya</strong></p>
<blockquote><p><em>&#8220;Tulisan-tulisan Asep Sufyan Tsauri tentang teknologi, technopreneurship, ambisi, dan Cita-cita. Penulis sering menggunakan id dengan nama tsauri28, untuk dapat menghubunginya silahkan hubungi melalui email tsauri28@myhaley.com&#8221;.</em></p></blockquote>
<p>Coba, gak narsis gimana? hehe.. pokoknya yakinkan search engine bahwa webnya Asep Sufyan Tsauri itu ya webblog ini (gitu loh). Nah, bagi yang belum tahu bagaimana memanipulasi title dan description beginilah caranya :</p>
<p>Coba buka file web anda, disana ada tag-tag html bukan?, nah coba sisipkan atau ubah (bagi yang belum ada) dibagian &lt;head&gt;&lt;/head&gt; dengan &lt;title&gt; <code>title yang anda inginkan</code> &lt;/title&gt;, kemudian tambahkan juga &lt;meta name=&#8221;description&#8221; content=&#8221;<code>description yang anda inginkan</code>&#8221; /&gt;. Juga bisa ditambahkan &lt;meta name=&#8221;keyword&#8221; content=&#8221;&lt;<code>keyword apa saja yang anda inginkan</code>&#8221; /&gt;.  Catatan : untuk keyword dipisahkan dengan tanda koma (,) Contohnya <code>&lt;meta name="keyword" content="freelancer, webdesign, dll, dst" /&gt;</code>.</p>
<p>Nah buat pengguna wordpress ada plugin yang sangat membantu kita dalam memanipulasi title dan meta-meta lainnya namanya &#8220;All in One SEO&#8221; monggo lihat review-nya <a href="http://semperfiwebdesign.com/documentation/all-in-one-seo-pack/all-in-one-seo-faq/" target="_blank">di sini!</a>.</p>
<p>Demikian tulisan bagian pertamanya, mudah-mudahan bermanfaat!.</p>
<p><strong>Tambahan :</strong><br />
Tulisan saya tentang <a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/google-crawling/" target="_blank">google crawling ada di sini!</a>.</p>
<p>Sumber gambar &#8220;Meta&#8221;  : http://gembong.web.id/images/2008/03/meta-tag.jpg</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/optimasi-search-engine-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Theme WordPress Bag-3</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-3/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 14:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wp hack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Di minggu ke-tiga ini, seri tutorial membuat theme wordpress akan membahas tentang comments, sidebar dan footer. Comments yang saya maksud disini adalah bagian theme wordpress yang (biasanya) berada di bawah posting dan berfungsi untuk me-list komentar tentang posting tersebut dan menampilkan form untuk membuat komentar baru (begitulah kira-kira -red). Kemudian sidebar yang saya maksud adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Di minggu</strong> ke-tiga ini, seri tutorial membuat theme <a href="http://www.wordpress.org" target="_blank">wordpress</a> akan membahas tentang <code>comments</code>, <code>sidebar</code> dan <code>footer</code>. Comments yang saya maksud disini adalah bagian theme wordpress yang (biasanya) berada di bawah posting dan berfungsi untuk me-<em>list</em> komentar tentang posting tersebut dan menampilkan form untuk membuat komentar baru (begitulah kira-kira -<em>red</em>).<br />
Kemudian sidebar yang saya maksud adalah bagian theme wordpress yang biasa ditempatkan di bagian kiri kanan posting, biasanya sidebar dihubungkan dengan file <code>function.php</code> agar bisa membaca widget-widget yang dikonfigurasi dari <code>wp-admin</code> (<em>Appearance -&gt; Widgets</em>). Terakhir <em>footer</em> yang saya maksud di sini adalah bagian <span id="more-476"></span>theme wordpress yang berada di paling bawah (foot) dari theme kita.</p>
<p><strong>Step 6</strong><br />
Dalam file <em>comments.php</em> ada 2 langkah yang dilakukan, yaitu melakukan looping komentar dan menambahkan form.</p>
<p>Untuk melakukan looping komentar lakukan perintah seperti berikut ini :</p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p47621"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
</pre></td><td class="code" id="p476code21"><pre class="php" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$comments</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #666666; font-style: italic;">/* Berfungsi untuk Menahan komentar yang harus dimoderasi*/</span>
<span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span> <span style="color: #000088;">$comment</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">comment_approved</span> <span style="color: #339933;">==</span> <span style="color: #0000ff;">'0'</span> <span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #009900;">&#123;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
&lt;p class=&quot;alert&quot;&gt;Thanks for your comment. It is currently in the moderation cue and will be visible for everyone to read as soon as I have verified it&lt;/p&gt;
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #009900;">&#125;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
    <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">foreach</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #000088;">$comments</span> <span style="color: #b1b100;">as</span> <span style="color: #000088;">$comment</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
       //lakukan looping di sini
    <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endforeach</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #666666; font-style: italic;">/* end for each comment */</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
    <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endif</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endif</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span></pre></td></tr></table></div>

<p>Nah, kemudian untuk menampilkan form agar tampil di bawah looping di atas, tuliskan kode berikut ini :</p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p47622"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
</pre></td><td class="code" id="p476code22"><pre class="php" style="font-family:monospace;">&lt;form action=&quot;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">echo</span> get_option<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">'siteurl'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>/wp-comments-post.php&quot; method=&quot;post&quot; id=&quot;commentform&quot;&gt;
  <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span> <span style="color: #000088;">$user_ID</span> <span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
  &lt;p&gt;Logged in as &lt;a href=&quot;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">echo</span> get_option<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">'siteurl'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>/wp-admin/profile.php&quot;&gt;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">echo</span> <span style="color: #000088;">$user_identity</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>&lt;/a&gt;. &lt;a href=&quot;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">echo</span> get_option<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">'siteurl'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>/wp-login.php?action=logout&quot; title=&quot;Log out of this account&quot;&gt;Logout &amp;raquo;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
  <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">else</span> <span style="color: #339933;">:</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
  &lt;p&gt;
    &lt;input type=&quot;text&quot; name=&quot;author&quot; id=&quot;user-name&quot; value=&quot;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">echo</span> <span style="color: #000088;">$comment_author</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>&quot; /&gt;
  &lt;/p&gt;
  &lt;p&gt;
    &lt;input type=&quot;text&quot; name=&quot;email&quot; id=&quot;user-email&quot; value=&quot;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">echo</span> <span style="color: #000088;">$comment_author_email</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>&quot; /&gt;
  &lt;/p&gt;
  &lt;p&gt;
    &lt;input type=&quot;text&quot; name=&quot;url&quot; id=&quot;user-url&quot; value=&quot;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">echo</span> <span style="color: #000088;">$comment_author_url</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>&quot; /&gt;
  &lt;/p&gt;
  <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endif</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
  &lt;p&gt;
    &lt;textarea name=&quot;comment&quot; id=&quot;user-comment&quot;&gt;&lt;/textarea&gt;
  &lt;/p&gt;
  &lt;p&gt;
    &lt;input name=&quot;submit&quot; type=&quot;submit&quot; id=&quot;submit&quot; class=&quot;button&quot; value=&quot;Leave a Comment&quot; /&gt;
    &lt;input type=&quot;hidden&quot; name=&quot;comment_post_ID&quot; value=&quot;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">echo</span> <span style="color: #000088;">$id</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>&quot; /&gt;
  &lt;/p&gt;
  <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> do_action<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">'comment_form'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #000088;">$post</span><span style="color: #339933;">-&gt;</span><span style="color: #004000;">ID</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
&lt;/form&gt;</pre></td></tr></table></div>

<p><strong>Step 7</strong></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Theme WordPress Bag-2</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-2/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 16:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wp hack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan posting tutorial minggu lalu tentang bagaimana membuat theme wordpress. Minggu lalu sudah dibahas tentang hirarki dan arsitektur wordpress serta beberapa setting awal yang harus dilakukan untuk memulai membuat theme wordpress from the scratch! Di bagian kedua ini, saya akan membahas tentang beberapa fungsi yang dapat digunakan khususnya fungsi looping yang terdapat di file index.php, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Melanjutkan</strong><a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-1/" target="_blank"> </a>posting <a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-1/" target="_blank">tutorial minggu lalu</a> tentang bagaimana membuat theme <a href="http://wordpress.org" target="_blank">wordpress</a>. Minggu lalu sudah dibahas tentang <a href="http://codex.wordpress.org/Template_Hierarchy" target="_blank">hirarki</a> dan <a href="http://codex.wordpress.org/Site_Architecture_1.5" target="_blank">arsitektur wordpress</a> serta beberapa setting awal yang harus dilakukan untuk memulai membuat theme <a href="http://wordpress.org" target="_blank">wordpress</a><em> from the scratch!</em> <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di bagian kedua ini, saya akan membahas tentang beberapa fungsi yang dapat digunakan khususnya fungsi <em>looping</em> yang terdapat di file <em>index.php, single.php, page.php dan archive.php</em>. Ayoo!!<span id="more-436"></span></p>
<p><strong>Step 3</strong><br />
File index.php biasanya dibuat untuk menampilkan index posting yang ada pada blog, untuk melakukan hal tersebut gunakan perintah seperti di bawah ini :</p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p43627"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
</pre></td><td class="code" id="p436code27"><pre class="php" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span>have_posts<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">while</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span>have_posts<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> the_post<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
             //lakukan looping disini
        <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endwhile</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endif</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span></pre></td></tr></table></div>

<p>Kode di atas merupakan operasi looping dasar dalam wordpress. Di dalam <em><code>"//lakukan looping disini"</code></em> dapat disimpan beberapa variabel yang berhubungan, seperti menampilkan judul, permalink, isi posting, dsb. Adapun beberapa variabel yang sering ditampilkan di dalam looping ini adalah :</p>
<ol>
<li><code>&lt;?php the_ID(); ?&gt;</code> untuk menampilkan id post</li>
<li><code>&lt;?php the_permalink() ?&gt;</code> untuk menampilkan permalink</li>
<li><code>&lt;?php the_title(); ?&gt;</code> untuk menampilkan judul</li>
<li><code>&lt;?php comments_popup_link('0', '1', '%'); ?&gt;</code> untuk menampilkan jumlah komentar</li>
<li><code>&lt;?php the_category(', ') ?&gt;</code> untuk menampilkan kategori posting</li>
<li><code>&lt;?php the_tag(', ') ?&gt; </code>untuk menampilkan tag posting</li>
<li><code>&lt;?php the_content(',');  ?&gt;</code> untuk menampilkan content posting</li>
</ol>
<p>Terakhir kita tinggal memasukkan variabel-variabel diatas ke html yang telah dibuat sebelumnya. Contohnya untuk judul diberi tag <code>&lt;h1&gt;</code> menjadi <code>&lt;h1&gt;&lt;?php the_title(); ?&gt;&lt;/h1&gt;</code>.</p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p43628"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
6
7
</pre></td><td class="code" id="p436code28"><pre class="php" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span>have_posts<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">while</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span>have_posts<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> the_post<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
            &lt;h1&gt;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> the_title<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>&lt;/h1&gt;
            &lt;small&gt;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> comments_popup_link<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">'0'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #0000ff;">'1'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #0000ff;">'%'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;
            <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> the_content<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">','</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span>  <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
        <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endwhile</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endif</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span></pre></td></tr></table></div>

<p><strong>Step 4</strong><br />
Biasanya ketika link (menggunakan variabel &lt;?php the_permalink(); ?&gt;) yang terdapat di halaman depan (<em>index.php</em>) di-klik, maka akan menuju pada detail posting yang dimaksud. Nah, halaman tersebut diatur di <em>single.php</em> (untuk post) dan <em>page.php</em> (untuk page).</p>
<p>Dalam file singe.php ataupun page.php biasanya ditampilkan detail posting/page serta komentarnya. Nah, untuk menampilkan looping sama seperti di file index.php, yaitu :</p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p43629"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
</pre></td><td class="code" id="p436code29"><pre class="php" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span>have_posts<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">while</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span>have_posts<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> the_post<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
             //lakukan looping disini
        <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endwhile</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endif</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span></pre></td></tr></table></div>

<p>Kemudian lakukan <em>customizing</em> seperti di step 3.</p>
<p>Setelah menampilkan posting lengkap, kita akan menampilkan komentar posting ybs serta form untuk menambahkan komentar baru. Untuk melakukannya kita tinggal meng-<em>include</em>-kan file comments.php diantara looping diatas (sebelum endwhile), yaitu dengan kode . Adapun pembahasan pembuatan file comments.php akan dibahas nanti (sabar ya.. <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p><strong>Step 5</strong><br />
Untuk melihat kelompok posting dalam kategori / tag / tanggal tertentu, biasanya diatur melalui file archive.php. Pada dasarnya hampir sama seperti pembahasan di atas (step 3, tentang <em>index.php</em>), namun untuk <em>archive.php</em> biasanya tidak menggunakan variabel <code>&lt;?php the_content(',');?&gt;</code> tetapi menggunakan<code> &lt;?php the_excerpt(); ?&gt;</code>. Contoh :</p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p43630"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
6
7
</pre></td><td class="code" id="p436code30"><pre class="php" style="font-family:monospace;"><span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">if</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span>have_posts<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
	<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">while</span> <span style="color: #009900;">&#40;</span>have_posts<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span> <span style="color: #339933;">:</span> the_post<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
            &lt;h1&gt;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> the_title<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>&lt;/h1&gt;
            &lt;small&gt;<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> comments_popup_link<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">'0'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #0000ff;">'1'</span><span style="color: #339933;">,</span> <span style="color: #0000ff;">'%'</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;
            <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> the_excpert<span style="color: #009900;">&#40;</span><span style="color: #0000ff;">','</span><span style="color: #009900;">&#41;</span><span style="color: #339933;">;</span>  <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
        <span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endwhile</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span>
<span style="color: #000000; font-weight: bold;">&lt;?php</span> <span style="color: #b1b100;">endif</span><span style="color: #339933;">;</span> <span style="color: #000000; font-weight: bold;">?&gt;</span></pre></td></tr></table></div>

<p>Nah segitu dulu untuk tutorial bagian keduanya. Untuk bagian ketiga akan kita bahas beberapa hal menarik untuk membuat theme yang kita buat lain dari yang lain. <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>See u..</em></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear">&nbsp;</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Theme WordPress &#8211; Bag 1</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-1/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 22:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wp hack]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama ingin membuat tutorial ini, selalu bentrok dengan malas dan keterbatasan inspirasi , namun sekarang lah saatnya, kita mulai dari yang paling dasar, semangat!!. Asumsi awal, kita telah mempunyai 1 (satu) halaman template (.html) yang siap dikonversi menjadi theme wordpress. Nah, sebelum ke teknis bagaimana membuat theme tersebut sebaiknya kita bahas terlebih dahulu tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sudah</strong> lama ingin membuat tutorial ini, selalu bentrok dengan malas dan keterbatasan inspirasi <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , namun sekarang lah saatnya, kita mulai dari yang paling dasar, semangat!!.</p>
<p>Asumsi awal, kita telah mempunyai 1 (satu) halaman template (.html) yang siap dikonversi menjadi theme wordpress. Nah, sebelum ke teknis bagaimana membuat theme tersebut sebaiknya kita bahas terlebih dahulu tentang struktur direktori dari theme wordpress itu sendiri.<span id="more-386"></span></p>
<p><a href="http://wordpress.org" target="_blank">WordPress</a> memiliki struktur direktori theme yang cukup mudah dimengerti, wordpress menyimpan semua file-file theme kedalam satu direktori yang ditempatkan di bagian <code>wp-content -&gt; themes</code>. Jadi jika kita akan membuat satu theme buat satu direktori (contoh : 2133), kemudian simpan di direktori <code>themes</code>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2009/02/struktur-theme-wp.jpg" rel="shadowbox[post-386];player=img;"><img class="size-full wp-image-390 aligncenter" title="struktur-theme-wp" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2009/02/struktur-theme-wp.jpg" alt="struktur-theme-wp" width="153" height="181" /></a></p>
<p>Sedangkan di dalam direktori theme itu sendiri setidaknya memiliki file-file berikut ini :</p>
<p><a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2009/02/struk-wp.jpg" rel="shadowbox[post-386];player=img;"><img class="size-full wp-image-395 alignnone" title="struk-wp" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2009/02/struk-wp.jpg" alt="struk-wp" width="538" height="270" /></a></p>
<ol>
<li><strong>style.css</strong><br />
Ini untuk menyimpan style untuk theme kita. Tetapi ada hal yang penting disini, nama file harus tetap style karena engine wordpress hanya membaca nama file tersebut, kemudian di dalam file ini harus disimpan juga informasi tentang theme (akan dibahas selanjutnya).</li>
<li><strong>screenshot.png</strong><br />
Adalah file gambar yang akan dibaca oleh engine WP.</li>
<li><strong>index.php</strong><br />
File yang pertama kali akan di-render, biasanya untuk halaman utama blog.</li>
<li><strong>functions.php</strong><br />
File yang berisi fungsi-fungsi yang ada pada theme kita, seperti fungsi untuk pengaturan widget, panel dan sebagainya.</li>
<li><strong>header.php</strong><br />
File ini menyimpan header theme kita. Yang saya maksud header disini adalah bagian yang sering digunakan kembali dibagian lain (index, single, page, dsb).</li>
<li><strong>sidebar.php</strong><br />
File ini akan ditempatkan sebagai sidebar blog kita. Pengaturan agar terhubung dengan widget terletak di file <code>functions.php</code>, file ini pun adalah bagian yang sering digunakan kembali.</li>
<li><strong>footer.php</strong><br />
File untuk footer blog.</li>
<li><strong>single.php</strong><br />
Adalah file untuk halaman detail sebuah posting.</li>
<li><strong>page.php</strong><br />
Adalah file untuk halaman detail sebuah page.</li>
<li><strong>comments.php</strong><br />
File untuk menyimpan list komentar dan form komentar.</li>
</ol>
<p>Untuk lebih lengkapnya (tentang struktur theme wp) bisa dibaca di wordpress codex, <a href="http://codex.wordpress.org/Site_Architecture_1.5" target="_blank">site architecture</a> dan <a href="http://codex.wordpress.org/Template_Hierarchy" target="_blank">template hierarchy</a>. Selanjutnya kita langsung lakukan langkah-langkah berikutnya :</p>
<p><strong>Step 1</strong><br />
Buat folder theme yang akan kita buat, salin file html (dan kelengkapannya) ke folder tersebut. Kemudian buat 10 (sepuluh) file yang disebutkan diatas (file kosong pun tidak masalah).</p>
<p><strong>Step 2</strong><br />
File css yang telah dibuat, sesuaikan dengan ketentuan WordPress -<em>rename </em>menjadi style.css. Kemudian di baris paling atas tambahkan komentar berupa informasi theme yang akan dibuat. Contoh :</p>

<div class="wp_codebox"><table><tr id="p38632"><td class="line_numbers"><pre>1
2
3
4
5
6
7
8
</pre></td><td class="code" id="p386code32"><pre class="css" style="font-family:monospace;"><span style="color: #808080; font-style: italic;">/*
Theme Name: t-simple
Description: 2 Column, CSS, xHTML, JQuery.
Version: 0.1
Author: Asep Sufyan Tsauri
Author URI: http://www.tsauri28.myhaley.com/
*/</span>
<span style="color: #808080; font-style: italic;">/* css-nya dilanjut disini */</span></pre></td></tr></table></div>

<p>Komentar ini akan dibaca oleh <em>engine</em> sebagai informasi utama <em>theme</em>.</p>
<p><strong>Step 3</strong></p>
<p>(sementara bersambung dulu ya.. )</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/membuat-theme-wordpress-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial : WordPress Custom Fields</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tutorial-wordpress-custom-fields/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tutorial-wordpress-custom-fields/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 06:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Web Services]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Plugin WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;WordPress memang powerfull !!&#8221;, mungkin demikian yang saya ungkapkan setelah bekerja keras mencoba mengimplementasikan Custom Fields dalam blog saya ini . Custom Fields, merupakan salah satu atribut dari post dalam WordPress (atribut lainnya seperti &#8220;Title&#8221;, &#8220;Post&#8221;, &#8220;Tags&#8221;, &#8220;Categories&#8221;, dst), berfungsi untuk memberikan keleluasaan kepada pengguna wordpress supaya bisa menambahkan field atau atribut dalam setiap post-nya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;<a href="http://wordpress.org" target="_blank"><strong>WordPress</strong></a> memang powerfull !!&#8221;</em>, mungkin demikian yang saya ungkapkan setelah bekerja keras mencoba mengimplementasikan Custom Fields dalam blog saya ini <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Custom Fields, merupakan salah satu atribut dari post dalam WordPress (atribut lainnya seperti<em> &#8220;Title&#8221;, &#8220;Post&#8221;, &#8220;Tags&#8221;, &#8220;Categories&#8221;</em>, dst), berfungsi untuk memberikan keleluasaan kepada pengguna wordpress supaya bisa menambahkan field atau atribut dalam setiap post-nya. Ilustrasinya bisa digambarkan seperti ini :<span id="more-309"></span></p>
<blockquote><p>Selain menampilkan artikel-artikel yang ditulisnya, sang blogger juga ingin menyertakan file agar bisa di<em>download</em> oleh pembacanya, karena blog yang dia miliki adalah <span style="text-decoration: underline;">blog jurnal </span>yang banyak dibutuhkan orang. Awalnya, setiap akan menyisipkan file yang siap didownload sang blogger membuatnya secara manual yaitu dengan cara membuat link ke file yang dimaksud dengan menuliskan<code> "&lt;a href="filenya.pdf"&gt;Download!&lt;/a&gt;".<br />
</code>, awalnya sih ok, tapi selanjutnya itu membuat pekerjaan bertambah ribet, ditambah lagi posisi dan <em>style</em>-nya jadi tidak standar. Maka sang blogger menambahkan satu field dalam setiap postnya yang berisi alamat file yang siap di<em>download</em>.</p></blockquote>
<p>Pusing dengan ilustrasinya?, kita praktekkan saja langsung.. <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" />
<div id="clear">&nbsp;</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/tutorial-wordpress-custom-fields/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 1.781 seconds -->

