<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sufyan Tsauri's Blog &#187; elearning</title>
	<atom:link href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/category/elearning/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog</link>
	<description>Let's Blogging !!!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 09:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Jamboreee! Board Game</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/jamboreee-board-game/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/jamboreee-board-game/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 07:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Board Game&#8221;, satu istilah yang mulai akrab di telinga saya sejak setahun lalu ketika berkesempatan banyak berdiskusi dengan Mas Eko Nugroho dari Kummara. Banyak hal yang secara pribadi saya dapat dari diskusi-diskusi panjang itu, yang pada intinya saya sangat merasa tertantang untuk selain memainkan juga mulai membuatnya!. Di sisi lain, aktifitas di Pojok Pendidikan pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="Jamboreee masih versi coba-coba :)" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/391089_2711436275289_1538363183_2786043_694005916_n.jpg" alt="" width="297" height="285" />&#8220;Board Game&#8221;, satu istilah yang mulai akrab di telinga saya sejak setahun lalu ketika berkesempatan banyak berdiskusi dengan Mas <a href="http://twitter.com/eNugroho" target="_blank">Eko Nugroho</a> dari <a href="http://kummara.com" target="_blank">Kummara</a>. Banyak hal yang secara pribadi saya dapat dari diskusi-diskusi panjang itu, yang pada intinya saya sangat merasa tertantang untuk selain memainkan juga mulai membuatnya!.</p>
<p>Di sisi lain, aktifitas di Pojok Pendidikan pun banyak membentuk saya untuk mengetahui lebih mendalam tentang kebutuhan inovasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas, dan saya rasa board game bisa menjadi salah satu solusinya &#8212; anak-anak dan remaja itu suka bermain game!</p>
<p>Singkat cerita, teman-teman inisiator Pojok Pendidikan seperti <a href="http://twitter.com/dausgonia" target="_blank">Daus</a> dan <a href="http://twitter.com/ikhsanperyoga" target="_blank">Ikhsan Peryoga</a> pun menjadi sangat &#8216;keranjingan&#8217; dengan virus ini dan mulai mencoba mendesain beberapa board game yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, akhirnya secara resmi Pojok Pendidikan memiliki 2 (dua) board game buatan sendiri: &#8216;Hadiah Susu&#8217; demikian kami menyebutnya untuk board game untuk pembelajaran fisika dan &#8216;Bebentengan&#8217; board game yang mengangkat permainan tradisional Jawa Barat yang sekaligus dapat dimanfaatkan bagi pembelajaran Bahasa Sunda.</p>
<p>Ketika event &#8216;Indonesia Bermain 2011&#8242; lalu kami berkesempatan untuk<span id="more-1055"></span> memamerkan kedua board game tersebut, dan luar biasanya kami tidak menyangka bahwa masyarakat (pengunjung) sangat mengapresiasi kedua board game tersebut, termasuk Walikota Bandung Bapak Dada Rosada dan Wakil Gubernur Jawa Barat Bapak Dede Yusuf yang secara langsung datang dan mencoba kedua board game tersebut. Yang menarik ketika didatangi oleh Pak Wagub, selain mencoba board game &#8216;Bebentengan&#8217; kami pun ditantang oleh beliau untuk membuat satu board game yang bertemakan Pramuka!, nah lhoo..</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><img title="Dede Yusuf Melihat Board Game Bebentengan" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/291826_2552111850563_1486890320_2888235_31814474_n.jpg" alt="Dede Yusuf Melihat Board Game Bebentengan" width="604" height="453" /><p class="wp-caption-text">Dede Yusuf Melihat Board Game Bebentengan</p></div>
<p>Pramuka, ya Pramuka istilah yang sangat dekat dengan pengalaman berorganisasi saya sejak SD hingga SMA lalu, seakan mengingatkan kembali berbagai aktifitas yang pernah dilakukan, sehingga tantangan dari Bapak Dede Yusuf itu akhirnya saya terima dengan penuh semangat.</p>
<p>Pendek cerita, saya mencoba mengingat kembali aktifitas, istilah dan segala hal yang mungkin dapat diangkat dalam board game yang akan saya buat tersebut, dan setelah menemukan semua itu akhirnya saya memutuskan untuk membuat game Pramuka tingkat Penggalang (umur SD kelas 4 &#8211; SMP kelas 3).</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img title="Jamboreee prototype 1" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/377914_2617417444877_1538363183_2749299_233337560_n.jpg" alt="Jamboreee prototype 1" width="600" height="450" /><p class="wp-caption-text">Jamboreee prototype pertama</p></div>
<p>Ide telah didapat, saatnya memikirkan aturan main (game play) dari ide tersebut, akhirnya saya mencoba mengembangkan itu melalui metode prototyping, alhamdulillahnya dapat dengan mudah dilalui, tentu dengan berbagai diskusi dengan teman-teman di <a href="http://pojokpendidikan.com" target="_blank">Pojok Pendidikan</a>.</p>
<p>Terakhir, setelah melalui 3 (tiga) kali siklus &#8216;design-prototype-review&#8217; saya putuskan desain akhir dari game pramuka tersebut, saya namai game tersebut &#8220;Jamboreee!&#8217;. Berikut wujud dari board game pertama saya, meskipun grafik secara lebih sempurna sedang dibuat oleh rekan saya Ikhsan Peryoga yang memang ahlinya di bidang ini <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 514px"><img class=" " title="Jamboreee Prototype 2" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/388673_2682029460137_1538363183_2775332_2017675417_n.jpg" alt="Jamboreee Prototype 2" width="504" height="378" /><p class="wp-caption-text">Jamboreee Prototype Kedua</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1058" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-1058" title="Board Game Jamboreee!" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/AfuOsxbCMAEpFR1.jpg" alt="" width="600" height="448" /><p class="wp-caption-text">Sumber Gambar: Daus Gonia</p></div>
<div id="attachment_1059" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/AfuQrTfCIAAQNbd.jpg" rel="shadowbox[post-1055];player=img;"><img class="size-full wp-image-1059" title="Board Game Jamboreee! diperkenalkan ke Guru-Guru SD di Cileunyi" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/12/AfuQrTfCIAAQNbd.jpg" alt="" width="600" height="448" /></a><p class="wp-caption-text">Board Game Jamboreee! diperkenalkan ke Guru-Guru SD di Cileunyi</p></div>
<p>Catatan: Board Game ini nanti akan kami produksi massal setelah desain grafik finalnya rilis <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/jamboreee-board-game/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi: Manajemen Organisasi</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-manajemen-organisasi/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-manajemen-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 22:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=941</guid>
		<description><![CDATA[Presentasi yang saya sampaikan kepada teman-teman pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) UPI November tahun lalu dalam sebuah event kaderisasi pengurus. Berbicara masalah dasar-dasar manajemen organisasi, organisasi masa depan dan organisasi berbasis nilai (value). mudah-mudahan ada manfaatnya bagi pembaca Manajemen organisasi (kmnu upi) View more presentations from Asep Sufyan Tsauri Hormat Saya, &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presentasi yang saya sampaikan kepada teman-teman pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) UPI November tahun lalu dalam sebuah event kaderisasi pengurus. Berbicara masalah dasar-dasar manajemen organisasi, organisasi masa depan dan organisasi berbasis nilai (value). mudah-mudahan ada manfaatnya bagi pembaca <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div style="width:425px" id="__ss_5938866"> <strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/tsauri28/manajemen-organisasi-kmnu-upi" title="Manajemen organisasi (kmnu upi)">Manajemen organisasi (kmnu upi)</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/5938866" width="425" height="355" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
<div style="padding:5px 0 12px"> View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/tsauri28">Asep Sufyan Tsauri</a> </div>
</p></div>
</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" />
<div id="clear">&nbsp;</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-manajemen-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>E-Learning UX</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/e-learning-ux/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/e-learning-ux/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 00:11:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[UX (User Experience) adalah sebuah bidang baru yang berangkat dari hubungan manusia dengan teknologi. Interaksi antara manusia dan teknologi didefinisikan dalam desain sebelum diimplementasikan. Desain ini perlu dilakukan untuk memaksimalkan stimulus yang dapat diberikan oleh sebuah teknologi –dalam hal ini website E-learning– kepada penggunanya. Stimulus ini pada akhirnya akan melahirkan respon dan efek tertentu yang diinginkan pengembang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 542px"><img class="  " title="ux" src="http://www.chrislabrooy.com/project/UX_design_dot_net/UX_Final_high_950px2.jpg" alt="" width="532" height="388" /><p class="wp-caption-text">sumber gambar http://www.chrislabrooy.com/UX_design.html</p></div>
<p>UX (<em>User Experience</em>) adalah sebuah bidang baru yang berangkat dari hubungan manusia dengan teknologi. Interaksi antara manusia dan teknologi didefinisikan dalam desain sebelum diimplementasikan. Desain ini perlu dilakukan untuk memaksimalkan stimulus yang dapat diberikan oleh sebuah teknologi –dalam hal ini <em>website</em> E-learning– kepada penggunanya. Stimulus ini pada akhirnya akan melahirkan respon dan efek tertentu yang diinginkan pengembang terjadi pada pengguna, sehingga lahirlah pengalaman belajar melalui <em>website</em> E-Learning tersebut.</p>
<p>Pada hakikatnya UX bersifat subjektif, artinya bergantung pada penilaian pribadi seseorang sehingga pengembang aplikasi hanya bisa memberikan berbagai stimulus baik berupa grafik, gambar bergerak (animasi), dan sebagainya, sehingga setidaknya pengguna akan mengeluarkan respon, apakah itu meng-klik tombol, mengisi <em>form</em>, dan respon-respon lainnya. Tentu, respon tersebut akan berbeda-beda tiap orangnya. Pada akhirnya perlu dipahami bahwa UX hanya berbicara bagaimana mengoptimasi berbagai stimulus, bukan membahas bagaimana respon itu akan muncul.<span id="more-1026"></span></p>
<p>Hal-hal yang harus diperhatikan untuk memaksimalkan <em>user experience</em> adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><strong>Navigasi</strong><br />
Navigasi dalam sebuah <em>website</em> merupakan kunci tersampaikannya informasi hingga sesuai dengan yang ingin pengembang sampaikan. Dengan pengaturan navigasi yang tepat dan ringkas memungkinkan pengguna nyaman berinteraksi di <em>website</em> tersebut.</li>
<li><strong>Pemilihan Warna</strong><br />
Salah satu faktor yang dapat dijadikan acuan dalam menawarkan <em>user experience</em> sebuah<em> website</em> adalah dengan memilih warna yang sesuai dengan karakteristik task yang ditawarkan, seperti untuk menegaskan user untuk mengklik tombol, maka lebih baik tombol berwarna merah misalnya.</li>
<li><strong>Typografi</strong> (pengaturan huruf)<br />
Pengaturan huruf memiliki peranan penting dalam membimbing pengguna memahami arsitektur <em>website</em>, pemilihan dan pengaturan huruf yang tidak tepat akan menyebabkan pengguna ‘tersesat’ di <em>website</em> kita dan tentunya memberikan ‘<em>bad experience</em>’ bagi pengguna.<br />
<strong>5 hal penting tentang typografi:</strong></p>
<ul>
<li>Jenis Huruf</li>
<li>Pengaturan Kontras</li>
<li>Bangun Hirarki</li>
<li>Berikan ruang yang cukup (<em>white space</em>)</li>
<li>Konsisten</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Arsitektur Informasi</strong><br />
Arsitektur informasi adalah metode untuk merancang, memetakan dan mengevaluasi informasi-informasi yang ada dan harus ada ke dalam sebuah halaman-halaman web yang dikembangkan. Melalui arsitektur informasi yang baik, <em>website</em> akan memiliki keandalan berupa kesederhanaan, kemudahan akses dan tentunya memberikan <em>experience</em> yang baik bagi pengguna.</li>
</ol>
<p>Dalam merancang E-learning UX, tentukan jenis LMS yang akan dibangun termasuk pada jenis LMS seperti apa. Kemudian lihat <em>audience </em>yang akan terlibat dan analisis karakteristiknya. Setelah itu tentukan fitur-fitur apa yang akan dimunculkan serta alur informasinya.***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/e-learning-ux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi: Dasar Sistem Informasi Pendidikan</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-dasar-sistem-informasi-pendidikan/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-dasar-sistem-informasi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 22:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini presentasi yang saya sampaikan setahun yang lalu dalam satu mata kuliah , meskipun hanya sebuah tugas mata kuliah tetapi mudah-mudahan bisa bermanfaat lebih luas dan lama. Presentasi ini membahas tentang &#8220;Dasar-Dasar Sistem Informasi Pendidikan berbasis TIK&#8221;. Mudah-mudahan bermanfaat Sistem informasi pendidikan #1 View more presentations from Asep Sufyan Tsauri Hormat Saya, &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini presentasi yang saya sampaikan setahun yang lalu dalam satu mata kuliah <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , meskipun hanya sebuah tugas mata kuliah tetapi mudah-mudahan bisa bermanfaat lebih luas dan lama. Presentasi ini membahas tentang &#8220;Dasar-Dasar Sistem Informasi Pendidikan berbasis TIK&#8221;. Mudah-mudahan bermanfaat <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>
<div style="width:425px" id="__ss_5662843"> <strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/tsauri28/sistem-informasi-pendidikan-1" title="Sistem informasi pendidikan #1">Sistem informasi pendidikan #1</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/5662843" width="425" height="355" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
<div style="padding:5px 0 12px"> View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/tsauri28">Asep Sufyan Tsauri</a> </div>
</p></div>
</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" />
<div id="clear">&nbsp;</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-dasar-sistem-informasi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku: Designing Successful e-Learning</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/resensi-buku-designing-successful-e-learning/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/resensi-buku-designing-successful-e-learning/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 01:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini merupakan buku yang cukup saya rekomendasikan kepada siapapun yang akan atau sedang mengelola eLearning, baik sebagai developer sistem, desainer instruksional, programmer konten maupun tutor/dosen. Buku yang ditulis oleh salah seorang begawan Instructional Design Michael Allen (http://alleninteractions.com) memaparkan secara komprehensif dari mulai konsep dasar instruksional hingga teknik desain pembelajaran eLearning yang mudah diterapkan, khususnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img title="Cover Buku: Designing Successful e-Learning" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284366_2217052796011_1538363183_2395887_5075201_n.jpg" alt="" width="432" height="500" /><p class="wp-caption-text">Cover Buku: Designing Successful e-Learning</p></div>
<p>Buku ini merupakan buku yang cukup saya rekomendasikan kepada siapapun yang akan atau sedang mengelola eLearning, baik sebagai developer sistem, desainer instruksional, programmer konten maupun tutor/dosen.</p>
<p>Buku yang ditulis oleh salah seorang begawan <em>Instructional Design</em> Michael Allen (<a title="Allen Interactions" href="http://alleninteractions.com" target="_blank">http://alleninteractions.com</a>) memaparkan secara komprehensif dari mulai konsep dasar instruksional hingga teknik desain pembelajaran eLearning yang mudah diterapkan, khususnya di lingkungan learning center perusahaan.</p>
<p>Di covernya Allen mengutip satu pernyataan yang cukup provokatif &#8220;<em>Forgot What You Know About Instructional Design and Do Something Interesting</em>&#8220;, bagaimana tidak Instructional Design sebagai cabang ilmu yang sudah cukup matang direkomendasikan untuk dilupakan saja! <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )<span id="more-1022"></span></p>
<p>Konsep yang diusung Allen secara umum bahwa suatu pembelajaran eLearning tidak hanya berbicara di ranah instruksional semata, tetapi harus juga diperhatikan<em> pre-instructional</em> dan <em>post-instructional-</em>nya juga, sehingga pembelajaran yang dihadirkan melalui eLearning dapat bermakna, selalu diingat dan memotivasi pembelajar.</p>
<div id="attachment_1023" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-1023" title="allen-models" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/allen-models.jpg" alt="" width="480" height="156" /><p class="wp-caption-text">Model Successful E-Learning Michael Allen</p></div>
<p>Selain itu, Allen memberikan tips dan trik yang mudah untuk diadopsi oleh para desainer eLearning dalam 3 (tiga) hal: <em>meaningful learning, memorable learning </em>dan <em>motivational learning</em>.</p>
<p>Secara umum apabila saya berikan rating 1-5, buku ini dapat rating 4.</p>
<p>Semoga bermanfaat <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/resensi-buku-designing-successful-e-learning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadirkan Konteks yang Tepat dalam eLearning</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/konteks-dalam-elearning/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/konteks-dalam-elearning/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 04:28:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1019</guid>
		<description><![CDATA[Menghadirkan Konteks yang Tepat dalam eLearning Berbicara tentang mendesain pembelajaran eLearning, salah satu hal yang menjadi pembeda antara desain yang berhasil dengan desain yang gagal adalah bagaimana desainer instruksional mampu membangun konteks yang tepat. Pengertian Secara umum konteks dalam pembelajaran eLearning adalah suatu kerangka kerja dan tolok ukur dalam menghadirkan kondisi awal atau latar belakang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_416"><img title="BORING-CLASS" src="http://idelearning.com/wp-content/uploads/2011/07/BORING-CLASS.jpg" alt="" width="575" height="383" />Menghadirkan Konteks yang Tepat dalam eLearning</p>
</div>
<blockquote><p>Berbicara tentang mendesain pembelajaran eLearning, salah satu hal yang menjadi pembeda antara desain yang berhasil dengan desain yang gagal adalah bagaimana desainer instruksional mampu membangun konteks yang tepat.</p></blockquote>
<h3>Pengertian</h3>
<p>Secara umum konteks dalam pembelajaran eLearning adalah suatu kerangka kerja dan tolok ukur dalam menghadirkan kondisi awal atau latar belakang kenapa pembelajaran tersebut penting untuk diikuti. Contohnya:</p>
<ol>
<li>Calon operator mesin merasa asing dengan mesin modern yang harus dioperasikan</li>
<li>Nasabah bank yang merasa kecewa dengan pelayanan</li>
<li>Banyaknya jenis aplikasi yang harus diketahui oleh petugas administrasi.</li>
</ol>
<h3>Konteks yang tepat?</h3>
<p>Desain yang berhasil menghadirkan konteks yang tepat adalah ketika pengguna/pembelajar merasa memiliki alasan untuk mengikuti pembelajaran eLearning tersebut. Konteks yang tepat adalah ketika pengguna/pembelajar merasa terikat dan memaknai kondisi tersebut, <em>“yup.., pembelajaran eLearning ini memang sangat saya butuhkan!”</em></p>
<h3>Tips Menghadirkan Konteks yang Tepat</h3>
<ul>
<li>Tempat yang sebenarnya, apabila permasalahan tentang komplain nasabah maka cerita diawali di meja customer service, bukan di lingkungan kelas yang terdapat papan tulis, kapur tulis dan sebagainya.</li>
<li>Gunakan storyline yang kuat seperti menghadirkan konflik, situasi kritis, ketegangan, drama atau bahkan humor</li>
<li>Mulai dengan aktivitas yang relevan (masalah nyata), sebaiknya hindari mengawali pembelajaran dengan pretest yang bersifat akademik seperti pretest soal pilihan ganda.</li>
</ul>
<p>Demikian pentingnya menghadirkan konteks yang tepat dalam mendesain pembelajaran eLearning, perlu selalu kita ingat bahwa desain pembelajaran eLearning sedikit berbeda dengan mendesain pembelajaran klasikal, karena pengguna/pembelajar tidak langsung berhadapan dengan tutor/dosen tetapi berhadapan langsung dengan konten pembelajaran.<span id="more-1019"></span></p>
<p>Telah juga dipublish di <a href="http://idelearning.com/2011/07/24/menghadirkan-konteks-yang-tepat-dalam-elearning">http://idelearning.com/2011/07/24/menghadirkan-konteks-yang-tepat-dalam-elearning</a></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/konteks-dalam-elearning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mengevaluasi eLearning Berbasis PLEs</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/bagaimana-mengevaluasi-elearning-berbasis-ples/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/bagaimana-mengevaluasi-elearning-berbasis-ples/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 04:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[ple]]></category>
		<category><![CDATA[ples]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=1006</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini di lini masa twitter saya dan pak Arief Bahtiar sedikit berbincang tentang bagaimana konsep eLearning dengan menggunakan pendekatan Personal Learning Environments (PLEs) dapat diterapkan di suatu lembaga pendidikan/pelatihan. (bagi yang belum mengetahui apa itu PLEs dan Konsepnya, klik http://tsauri28.myhaley.com/blog/pengertian-ples/) Pendekatan PLEs merupakan suatu perubahan mendasar dalam melihat pembelajaran melalui eLearning. Selama ini eLearning [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1007" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-1007" title="Bagaimana mengevaluasi eLearning berbasis PLEs?" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/personal_social_network.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Gambar dicuil dari theinnovativeeducator.blogspot.com</p></div>
<p>Pagi ini di lini masa twitter <a title="twitter asep sufyan tsauri" href="http://twitter.com/tsauri28" target="_blank">saya</a> dan <a href="http://twitter.com/ariefbb" target="_blank">pak Arief Bahtiar</a> sedikit berbincang tentang bagaimana konsep eLearning dengan menggunakan pendekatan Personal Learning Environments (PLEs) dapat diterapkan di suatu lembaga pendidikan/pelatihan. <em><strong>(bagi yang belum mengetahui apa itu PLEs dan Konsepnya, klik <a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/pengertian-ples/">http://tsauri28.myhaley.com/blog/pengertian-ples/</a>)</strong></em></p>
<p>Pendekatan PLEs merupakan suatu perubahan mendasar dalam melihat pembelajaran melalui eLearning. Selama ini eLearning diidentikan dengan adanya Learning Management System yang memiliki kemampuan untuk menghadirkan kelas virtual secara lengkap, dari mulai pengadaan bahan ajar, aktivitas-aktivitas hingga asesment hasil belajar dan kesemuanya itu dikelola dalam satu &#8220;rumah besar&#8221; bernama Learning Management System. Nah, dalam pendekatan PLEs, konsep itu dibalik 180 derajat, bahwa pembelajaran eLearning harus berpusat pada pembelajar itu sendiri (bukan pada kelas virtual di LMS), sehingga imbasnya tools yang digunakan bukan hanya LMS, tetapi juga tools lain yang sudah familiar digunakan oleh pembelajar (seperti social network, blog, dll)<span id="more-1006"></span></p>
<p>IMHO, konsep PLEs ini memang masih &#8220;terlalu muda&#8221; untuk dianggap dapat sepenuhnya menggantikan paradima eLearning yang selama ini identik dengan LMS. Setidaknya terdapat beberapa tantangan dan pertanyaan yang harus dijawab seiring pengembangannya, yaitu:</p>
<ol>
<li>Mungkinkah PLEs ini diterapkan di lembaga pendidikan yang pada prakteknya akan sangat sulit melakukan labelisasi, legalisasi, atau validasi? (pernyataan pak Arief <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</li>
<li> Sulitnya melakukan asesmen (evaluasi pembelajaran) bagi peserta, karena data/jejak belajar siswa akan tersebar di begitu banyak tempat</li>
<li>Mungkinkah adanya standarisasi konten PLEs ini, karena apabila ditinjau dari konsep dasarnya justru spirit PLEs adalah &#8220;tidak distandarisasi&#8221;?</li>
<li>(Pertanyaan lain silahkan ditambahkan)</li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px;">Nah, untuk sementara ini Saya sendiri belum menemukan jawaban yang benar-benar sahih atas pertanyaan dan tantangan di atas, hanya untuk jawaban sementara ada beberapa asumsi yang dapat saya sampaikan:</span></span></p>
<ol>
<li>Untuk melakukan asesmen hasil belajar, kita memerlukan suatu validasi dan sistem untuk melakukan penilaian belajar dan pengetahuan. hal ini sebetulnya memang sedang banyak didiskusikan oleh para peneliti eLearning di Amerika dan Eropa, silahkan kunjungi kursus &#8220;Learning and Knowledge Analytics&#8221; -&gt; <a href="http://scope.bccampus.ca/course/view.php?id=365">http://scope.bccampus.ca/course/view.php?id=365</a></li>
<li>Perubahan paradigma ke PLEs tidak sekedar perubahan paradigma tools, akan tetapi ada perubahan yang lebih besar lagi yaitu perubahan kebiasaan (habit) orang untuk belajar dan berkolaborasi. sebagai contoh, PLEs ini akan berhasil jika kesadaran akan belajar dan keinginan untuk berkolaborasi antar pembelajar/tutor harus tinggi, seperti yang ditunjukkan pada kursus di atas (poin 1) -&gt; <a href="http://scope.bccampus.ca/course/view.php?id=365">http://scope.bccampus.ca/course/view.php?id=365</a></li>
<li>Perubahan kebiasaan itu tentu harus dimulai dari tutor/dosen/guru karena perannya akan sangat berbeda antara peran dosen dengan menggunakan Learning Management System dibandingkan dengan menggunakan tools web 2.0</li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px;">Sekian dulu curhatnya, semoga seiring waktu pertanyaan yang belum terjawab itu dapat ditemukan <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</span></span></p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
<div id="clear"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/bagaimana-mengevaluasi-elearning-berbasis-ples/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Content is King, Conversation is Queen!</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/content-is-king-conversation-is-queen/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/content-is-king-conversation-is-queen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 06:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Anggapan bahwa kesuksesan suatu E-learning ditentukan oleh konten yang banyak memang ada benarnya, namun tidak sepenuhnya benar! Sesungguhnya percakapan (conversation) adalah aspek lain yang perlu diperhatikan dalam mendesain pembelajaran melalui E-learning ini. — ‘Content is king, conversation is queen!’ Perkembangan teknologi web kian hari kian mengejutkan sehingga banyak konsep-konsep lama harus diganti atau setidaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: center;"><img src="http://idelearning.com/wp-content/uploads/2011/07/contentiskingconvisqueen_thumb.jpg" alt="contentiskingconvisqueen" width="510" height="283" border="0" /></div>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>Anggapan bahwa kesuksesan suatu E-learning ditentukan oleh konten yang banyak memang ada benarnya, namun tidak sepenuhnya benar! Sesungguhnya percakapan (<em>conversation</em>) adalah aspek lain yang perlu diperhatikan dalam mendesain pembelajaran melalui E-learning ini. — ‘Content is king, conversation is queen!’</p></blockquote>
<p>Perkembangan teknologi web kian hari kian mengejutkan sehingga banyak konsep-konsep lama harus diganti atau setidaknya diperbaharui. Menurut saya, bidang yang cukup responsif melakukan perubahan adalah bidang E-commerce. Lahirnya teknologi web 2.0 banyak mengubah paradima dan konsep E-commerce saat ini. Akhir-akhir ini lahir istilah yang cukup populer yaitu<em> ‘content is king, conversation is queen’</em>. Ungkapan ini merupakan ungkapan yang mengisyaratkan bahwa dalam melakukan penjualan melalui media internet (e-commerce) selain konten barang/jasa yang harus berkualitas, untuk menjamin hingga calon pembeli melakukan penetrasi pembelian, percakapan <em>(conversation)</em> adalah jurus nan ampuh untuk mewujudkannya.</p>
<p>Dalam pemikiran saya, E-learning pun tidak ubahnya seperti E-commerce, hanya berbeda konteks saja. Dengan demikian ungkapan <em>‘content is king, conversation is queen’</em> untuk E-learning pun berlaku! Jika E-commerce menawarkan barang/jasa, maka semestinya E-learning pun menawarkan ‘barang/jasa’ berupa pengalaman belajar (<em>learning experience</em>). Nah, sekarang kita akan bahas sedikit tentang bagaimana konten E-learning yang setegas raja dan percakapan selembut ratu.<span id="more-982"></span></p>
<h3>Konten Setegas Raja</h3>
<p>Salah satu konsep pengembangan konten E-learning yang saya sukai adalah konsep <strong><em>action based content</em></strong> milik<a href="http://www.cathy-moore.com/" target="_blank">Chaty Moore</a>. Menurut Moore, dalam membuat konten E-learning yang setegas raja haruslah berfokus pada aktivitas yang nyata sehingga pada akhirnya merupakan konten yang benar-benar bermanfaat dalam menyelesaikan suatu masalah di kehidupan nyata.</p>
<p>Langkah praktis yang ditawarkan konsep tersebut adalah :</p>
<ol>
<li>Tentukan <em>goal </em>yang akan dicapai melalui konten yang akan dibangun, goal harus bersifat aksi nyata.</li>
<li>Inventarisasi kompetensi yang harus dimiliki oleh <em>user</em> agar dapat mencapai <em>goal </em>di atas.</li>
<li>Tentukan aktivitas yang dapat mencapai kompetensi di atas.</li>
<li>Berikan informasi secukupnya agar <em>user </em>dapat melakukan aktivitas di atas.</li>
</ol>
<h3>Percakapan Selembut Ratu</h3>
<p>Suatu kursus E-learning yang sukses harus mengakomodasi kepentingan <em>user</em> yang sedang belajar. Salah satu langkahnya adalah dengan membuka kanal komunikasi dua arah yang baik dan efektif. Jika dalam E-commerce adanya <em>costumer service</em> adalah hal yang mutlak ada, maka dalam E-learning-pun begitu. Dosen/instruktur/widyaiswara/guru adalah ‘CS’ dalam kursus E-learning. Apabila dalam E-commerce <em>technical live support</em> itu wajib adanya, maka dalam E-learning-pun tidak ubahnya seperti itu. Harus ada pihak yang dapat dihubungi apabila terjadi kesalahan-kesalahan teknis yang dialami oleh <em>user</em> dalam mengeksplorasi kursus E-learning.</p>
<h3>4 Senjata Luar biasa milik Raja dan Ratu</h3>
<p>Pada akhirnya, raja dan ratu yang diwakili oleh konten dan percakapan tetap harus memiliki senjata pamungkas agar E-learning yang didesain dapat menjadikan pengguna benar-benar belajar. Berikut 4 jurus rahasia milik Michael Allen yang dibocorkan melalui bukunya berjudul “Designing Successful E-Learning” :</p>
<p><strong>Jurus 1: Kontekstual</strong></p>
<p>Raja dan ratu harus memberikan konteks yang sesuai dengan kondisi pengguna.</p>
<p><strong>Jurus 2: Tantangan</strong></p>
<p>Raja dan ratu harus menawarkan tantangan dalam setiap konten dan percakapan dalam sebuah E-learning.</p>
<p><strong>Jurus 3: Aktifitas</strong></p>
<p>Raja dan Ratu harus fokus pada memberikan aktivitas, bukan sekedar <em>transfer of information</em>.</p>
<p><strong>Jurus 4: Umpan Balik</strong></p>
<p>Raja dan Ratu harus menjadi teman sejawat sekaligus tutor yang mampu memberikan umpan balik yang positif dalam setiap aktivitas yang dilakukan oleh pengguna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudahkah E-learning kita memiliki raja dan ratu? <img src="http://idelearning.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<h4></h4>
<h4>—</h4>
<p>Sebelumnya telah dipublish di IDeLearning.Com : <a href="http://idelearning.com/2011/07/04/content-is-king-conversation-is-queen">http://idelearning.com/2011/07/04/content-is-king-conversation-is-queen</a></p>
<h4><strong>Referensi:</strong></h4>
<p>Action Packed Elearning, <a href="http://www.cathy-moore.com/">http://www.cathy-moore.com</a></p>
<p>Allen, Michael. 2007. Designing Successful E-Learning. Pfeiffer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/content-is-king-conversation-is-queen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi: Learning Management System di Sekolah</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-learning-management-system-di-sekolah/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-learning-management-system-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 22:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=937</guid>
		<description><![CDATA[Presentasi yang saya sampaikan ketika berkesempatan mengisi workshop selama 2 hari di salah satu SMA di Kabupaten Bandung tahun 2010 lalu, tema yang saya sampaikan tentang &#8220;Learning Management System dan penerapannya di sekolah&#8221;. Semoga bermanfaat Learning management system &#8211; elearn series View more presentations from Asep Sufyan Tsauri Hormat Saya,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presentasi yang saya sampaikan ketika berkesempatan mengisi workshop selama 2 hari di salah satu SMA di Kabupaten Bandung tahun 2010 lalu, tema yang saya sampaikan tentang &#8220;Learning Management System dan penerapannya di sekolah&#8221;. Semoga bermanfaat <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="__ss_5661806" style="width: 425px;">
<p><strong style="display: block; margin: 12px 0 4px;"><a title="Learning management system - elearn series" href="http://www.slideshare.net/tsauri28/learning-management-system-elearn-series">Learning management system &#8211; elearn series</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/5661806" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" width="425" height="355"></iframe></p>
<div style="padding: 5px 0 12px;">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/tsauri28">Asep Sufyan Tsauri</a></div>
</div>
<p style="text-align: right;"><span id="more-937"></span>Hormat Saya,</p>
<p style="text-align: right;"><img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/presentasi-learning-management-system-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Prinsip Mendesain Problem Based Course</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/mendesain-problem-based-course-elearning/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/mendesain-problem-based-course-elearning/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 01:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[desain instruksional]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[elearning 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[instructional design]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum tik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[Image taken from http://flickr.com/photos/kristalong Kapan dan di mana  menempatkan informasi dari bahan pembelajaran yang ada merupakan misteri yang cukup pelik untuk dipecahkan oleh seorang Desainer Instruksional/Dosen/SME. Terkadang kesalahan penempatan informasi akan menghilangkan ‘makna’ bagi pembelajar. Terdapat 5 prinsip yang digagas oleh David Merrill, yang sering disebut dengan istilah “5 Star Instruction“. Dalam catatan saya terdahulu: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<dl>
<dt><img src="http://idelearning.com/wp-content/uploads/2011/06/flickr.com-photos-kristalong-5049474198_thumb.jpg" alt="Image taken from http://flickr.com/photos/kristalong" width="470" height="353" border="0" /></dt>
<dd>Image taken from http://flickr.com/photos/kristalong</dd>
</dl>
</div>
<blockquote><p>Kapan dan di mana  menempatkan informasi dari bahan pembelajaran yang ada merupakan misteri yang cukup pelik untuk dipecahkan oleh seorang Desainer Instruksional/Dosen/SME. Terkadang kesalahan penempatan informasi akan menghilangkan ‘makna’ bagi pembelajar. Terdapat 5 prinsip yang digagas oleh David Merrill, yang sering disebut dengan istilah “<strong><em>5 Star Instruction</em></strong>“.</p></blockquote>
<p>Dalam catatan saya terdahulu:<strong> <a href="http://idelearning.com/2011/05/30/learning-design-dalam-elearning/" target="_blank">Learning Desain dalam E-Learning</a></strong> telah dibahas tentang pentingnya desain dalam menyampaikan suatu pembelajaran dalam e-learning. Nah, untuk bagaimana mengaplikasikannya saya menemukan model yang menarik yang digagas oleh David Merrill yang disebut “<em><strong>5 Star Instruction</strong></em>“, yaitu lima prinsip yang digunakan dalam menempatkan dan meng-alur-kan informasi dalam pembelajaran, sehingga pengguna/pembelajar tidak kehilangan makna dalam mengakses <em>course</em>. Lima prinsip itu adalah 1) Masalah (<em>Problem</em>) 2) Aktivasi (<em>Activation</em>); 3) Demonstrasi (<em>Demonstration</em>); 4) Aplikasi (<em>Application</em>); 5) Integrasi (<em>Integration</em>).<span id="more-975"></span></p>
<div>
<dl>
<dt><img src="http://idelearning.com/wp-content/uploads/2011/06/5-star-instruction-merrill-2002.jpg" alt="5 star instruction (merrill 2002)" width="371" height="278" border="0" /></dt>
<dd>5 Star Instruction (Merrill)</dd>
</dl>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Prinsip Masalah <em>(Problem)</em></h3>
<p>Pembelajaran harus dimulai dengan adanya masalah (<em>problem</em>), hal ini sejalan dengan prinsip <em>“problem based learning”, </em>sehingga apa yang akan disampaikan dalam pembelajaran adalah memang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata. Prinsip ini merupakan pusat/titik utama dalam prinsip “<em>5 star instruction”. </em>Dalam aplikasinya di <em>course</em>, prinsip ini dapat diterapkan melalui konten yang menggambarkan permasalahan di dunia nyata (dapat berupa video, cerita, dsb).</p>
<h3>Prinsip Aktivasi <em>(Activation)</em></h3>
<p>Prinsip ini menuntun pembelajar untuk mengingat kembali pengetahuan yang relevan dengan masalah yang telah didefinisikan. Dalam aplikasinya di <em>course,</em> prinsip ini dapat diterapkan melalui <em>pre-test</em>.</p>
<h3>Prinsip Demonstrasi<em> (Demonstration)</em></h3>
<p>Prinsip ini memberikan pengetahuan kepada pembelajar bagaimana suatu metode/cara yang ada dapat menyelesaikan masalah yang timbul, prinsip ini menuntut untuk membuat konten yang bersifat <strong><em>How-to</em></strong>. Dalam aplikasinya di <em>course</em>, prinsip ini dapat diterapkan melalui video, wiki, dsb.</p>
<h3>Prinsip Aplikasi <em>(Application)</em></h3>
<p>Prinsip ini memberikan akses agar pengguna/pembelajar dapat mensimulasikan apa yang telah dia ketahui melalui bahan ajar sebelumnya ke dalam masalah yang dia miliki. Dalam aplikasinya di <em>course</em> dapat melalui <em>post-test</em> atau<em>test </em>lain yang lebih <em>advance</em> seperti melalui <em>test</em> bersifat multimedia.</p>
<h3>Prinsip Integrasi <em>(Integration)</em></h3>
<p>Prinsip ini menuntut agar pembelajar dapat mengintegrasikan pengetahuannya di dunia nyatanya. Apabila dalam prinsip aplikasi masalah itu diberikan oleh tutor/dosen/SME, dalam prinsip ini masalah adalah muncul dari kehidupan/pekerjaan pembelajar itu sendiri. Aplikasinya dalam <em>course</em> dapat melalui forum, blog, dan sebagainya.</p>
<p>—</p>
<p>Pada akhirnya, semestinya pembelajaran melalui e-learning merupakan suatu siklus yang tidak pernah berhenti,<em>course</em> yang didesain dengan menggunakan prinsip di atas akan terus berkembang dan semakin kaya dengan pengetahuan dan keterampilan.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Telah diposting juga di <a href="http://idelearning.com/2011/06/18/5-prinsip-mendesain-problem-based-course">http://idelearning.com/2011/06/18/5-prinsip-mendesain-problem-based-course</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/mendesain-problem-based-course-elearning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis Game Edukasi</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/jenis-game-edukasi/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/jenis-game-edukasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 02:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[digital learning]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[edutainment]]></category>
		<category><![CDATA[guru kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran berbasis TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pojok pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/jenis-game-edukasi/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan ini setidaknya sampai hari ini teman-teman Pojok Pendidikan sedang asyik memperbincangkan tentang game dan hubungannya dengan pendidikan, jadi tertarik untuk sekedar nimbrung jadinya Ok, jujur saya bukan developer game, tapi setidaknya saya menikmati bagaimana game bisa menghilangkan stress :p. Nah, makanya saya tidak akan menjelaskan tentang bagaimana game itu dibuat apalagi bicara hingga dampak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img src="http://www.extravaganzi.com/wp-content/uploads/2010/08/Atomic-A1-Motion-Simulator-2.jpg" alt="" width="511" height="226" /></p>
<p>Bulan ini setidaknya sampai hari ini teman-teman Pojok Pendidikan sedang asyik memperbincangkan tentang game dan hubungannya dengan pendidikan, jadi tertarik untuk sekedar nimbrung jadinya <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ok, jujur saya bukan developer game, <img style="margin: 5px 0px 0px 15px;" src="http://i43.tower.com/images/mm113377643/learning-online-with-games-simulations-virtual-worlds-strategies-clark-aldrich-paperback-cover-art.jpg" alt="" width="175" height="232" align="right" />tapi setidaknya saya menikmati bagaimana game bisa menghilangkan stress :p. Nah, makanya saya tidak akan menjelaskan tentang bagaimana game itu dibuat apalagi bicara hingga dampak game tersebut terhadap perilaku seseorang (karena bukan psikolog juga), sekarang hanya ingin berbagi tentang jenis game edukasi yang sedang banyak dibincangkan oleh teman-teman, sumbernya saya baca dari sebuah buku berjudul &#8220;Learning Online with Games, Simulations and Virtual Worlds&#8221; karya Clark Aldrich.</p>
<p>Dalam buku tersebut disampaikan setidaknya ada 5 (lima) jenis game yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan, yaitu:</p>
<ol>
<li>Educational Simulations</li>
<li>Serious Games</li>
<li>Frame Games</li>
<li>Class Games</li>
<li>Virtual World</li>
</ol>
<p>Nah, dari kelima jenis game tersebut kita dapat membedakannya dari 4 (empat) aspek yaitu 1) tujuan pembelajaran yang dapat dicapai; 2) Kriteria Suksesnya; 3) Kebutuhan teknologi untuk diimplementasikan; dan 4) contoh dari jenis game tersebut. supaya lebih mudah dipahami saya sajikan saja melalui matrik berikut.</p>
<p><a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/image.png" rel="shadowbox[post-974];player=img;"><img style="border-width: 0px;" src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/image_thumb.png" alt="image" width="644" height="139" border="0" /></a></p>
<p>Dalam buku tersebut, penulisnya sih sangat yakin kalau virtual world adalah masa depan sistem pembelajaran di masa yang akan datang, hmmm&#8230; kita lihat saja nanti <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, untuk teman-teman developer game, mudah-mudahan rujukan di atas bisa memberikan sedikit pencerahan untuk mengembangkan game-game yang bisa membantu banyak orang untuk belajar.</p>
<p>Happy Weekend! <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Telah dipublish juga di <a href="http://pojokpendidikan.com/2011/06/17/jenis-game-edukasi/" target="_blank">http://pojokpendidikan.com/2011/06/17/jenis-game-edukasi/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/jenis-game-edukasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Instruksional Desain</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memahami-instruksional-desain/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memahami-instruksional-desain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 07:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asep sufyan tsauri]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>
		<category><![CDATA[learning design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=964</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang bertanya tentang instruksional desain itu apa dan bagaimana peranannya dalam pengembangan e-learning dalam suatu institusi? Siapa yang harus menjadi instruksional desainer? dan keahlian (kompetensi) apa yang harus dimiliki oleh seorang desainer instruksional? Sebelumnya mari kita tinjau pengertiannya di wikipedia : Instructional Design (also called Instructional Systems Design (ISD)) is the practice of maximizing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/06/chef_thumb.jpg" alt="Instruksional Desain adalah Resep e-Learning" width="450" height="300" border="0" /><p class="wp-caption-text">image taken from: http://masterchefrecipes.me</p></div>
<p style="text-align: center;">
<blockquote><p>Banyak yang bertanya tentang instruksional desain itu apa dan bagaimana peranannya dalam pengembangan e-learning dalam suatu institusi? Siapa yang harus menjadi instruksional desainer? dan keahlian (kompetensi) apa yang harus dimiliki oleh seorang desainer instruksional?</p></blockquote>
<p>Sebelumnya mari kita tinjau pengertiannya di wikipedia :</p>
<blockquote><p>Instructional Design (also called Instructional Systems Design (ISD)) is the practice of maximizing the effectiveness, efficiency and appeal of instruction and other learning experiences. The process consists broadly of determining the current state and needs of the learner, defining the end goal of instruction, and creating some &#8220;intervention&#8221; to assist in the transition. Ideally the process is informed by pedagogically (process of teaching) and andragogically (adult learning) tested theories of learning and may take place in student-only, teacher-led or community-based settings. The outcome of this instruction may be directly observable and scientifically measured or completely hidden and assumed. There are many instructional design models but many are based on the ADDIE model with the five phases: 1) analysis, 2) design, 3) development, 4) implementation, and 5) evaluation. As a field, instructional design is historically and traditionally rooted in cognitive and behavioral psychology.</p></blockquote>
<p>Untuk lebih mudahnya, saya menganalogikan instruksional desain sebagai &#8216;resep masakan&#8217; dan desainer instruksional sebagai &#8216;koki&#8217;-nya. Dalam mempersiapkan suatu pembelajaran melalui e-learning terdapat banyak hal yang berbeda dengan pembelajaran konvensional (tatap muka), sehingga diperlukan resep khusus agar pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik, bahkan lebih baik. Instruksional desain merupakan rancangan pembelajaran (baca: <a href="http://idelearning.com/2011/05/30/learning-design-dalam-elearning" target="_blank">learning design</a>) agar konten-konten seperti video, teks dll memiliki <strong><span style="text-decoration: underline;">makna</span></strong> bagi para pembelajar.</p>
<h3>Peran dalam Pengembangan e-Learning?</h3>
<p>Seperti yang telah saya sampaikan, instruksional desain adalah resep dari pembelajaran melalui e-learning, dimana desain instruksional menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran termasuk di dalamnya konten bahan ajar, aktivitas, hingga evaluasi pembelajaran yang ada dalam kursus (analoginya dalam resep terdapat takaran-takaran tertentu tentang jumlah dan jenis bahan makanan).</p>
<p>Adapun rincian perannya dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bekerja sama dengan <em>subject matter expert</em>, mengidentifikasi kebutuhan user (pembelajar)</li>
<li>Membuat skenario pembelajaran e-learning sesuai dengan <a href="http://idelearning.com/2011/05/30/learning-design-dalam-elearning/" target="_blank">learning design dalam e-learning</a></li>
<li>Memilah bahan ajar yang telah tersedia (pdf, ppt, video, dll) dan menempatkannya dalam skenario pembelajaran (termasuk didalamnya menentukan bobot tiap konten)</li>
<li>Membuat/memulai aktivitas-aktivitas pembelajaran e-learning sesuai dengan karakteristik kursus dan <em>user</em> (forum, chat, dll)</li>
<li>Memastikan bahwa kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik</li>
</ul>
<h3>Kompetensi</h3>
<p>Di institusi pendidikan (kampus/sekolah) desainer instruksional seyogyanya adalah dosen/guru itu sendiri karena kompetensi pedagogik telah dimiliki oleh dosen/guru yang bersangkutan. Sedangkan di institusi lain seperti di perusahaan, sebaiknya memiliki desainer instruksional yang mampu menganalisis kebutuhan pembelajaran dalam menyampaikan e-learning kepada karyawan.</p>
<p>Kompetensi yang semestinya dimiliki oleh desainer instruksional adalah:</p>
<ul>
<li>Memiliki dasar yang kuat dalam ilmu kependidikan, yaitu mampu menganalisis kebutuhan pembelajar (Memahami teori kognitif dan psikologi behavioral)</li>
<li>Mampu memetakan kebutuhan pembelajaran sesuai dengan user (pembelajar)</li>
<li>Mampu mereduksi (membuat sederhana) bahan ajar yang tersedia, namun diyakini dapat dicerna oleh para pembelajar</li>
<li>Memiliki kemampuan komunikasi yang baik (lisan dan tulisan) untuk menyampaikan desain pembelajaran yang dirancangnya</li>
</ul>
<p>Namun, yang paling penting dan utama dalam kompetensi seorang desainer instruksional adalah: <span style="text-decoration: underline;">kaya akan ide</span> dan <span style="text-decoration: underline;">mampu berpikir lateral</span> dengan baik (IMHO) <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>==========</p>
<p>Telah dipublish juga di: <a href="http://idelearning.com/2011/06/12/memahami-instruksional-desain">http://idelearning.com/2011/06/12/memahami-instruksional-desain</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memahami-instruksional-desain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran di Era Social Network</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/pembelajaran-di-era-social-network/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/pembelajaran-di-era-social-network/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 21:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/?p=935</guid>
		<description><![CDATA[Presentasi yang saya sampaikan pada workshop di salah satu SMP Kabupaten Bandung dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2010 lalu. Mudah-mudahan bermanfaat Pembelajaran di era social network View more presentations from Asep Sufyan Tsauri Hormat Saya, &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presentasi yang saya sampaikan pada workshop di salah satu SMP Kabupaten Bandung dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2010 lalu. Mudah-mudahan bermanfaat <img src='http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div style="width:425px" id="__ss_5629744"> <strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/tsauri28/pembelajaran-di-era-social-network" title="Pembelajaran di era social network">Pembelajaran di era social network</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/5629744" width="425" height="355" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
<div style="padding:5px 0 12px"> View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/tsauri28">Asep Sufyan Tsauri</a> </div>
</p></div>
</p>
<p style="text-align: right;">Hormat Saya,<img class="alignright" src="http://www.mylivesignature.com/signatures/85713/tsauri28/e820e545a65f0ad978fa2050defbf27d.png" alt="signature" />
<div id="clear">&nbsp;</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/pembelajaran-di-era-social-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Learning Design dalam e-Learning</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/learning-design-dalam-elearning/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/learning-design-dalam-elearning/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 23:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>
		<category><![CDATA[asep sufyan tsauri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/learning-design-dalam-elearning/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam banyak referensi dijelaskan bahwa e-Learning merupakan kesatuan antara keunggulan teknologi elektronika dan metode pembelajaran untuk menjadikan penggunanya belajar (learning). Dengan demikian, untuk menyampaikan suatu pembelajaran melalui e-Learning kita harus mampu menggabungkan kedua hal tersebut, yaitu teknologi dan metode belajar. Ungkapan &#8220;Contents is King&#8221; sering kita dengar dalam dunia e-Learning. Apabila kita tinjau ulang ungkapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 436px"><img src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/05/flickr.com-photos-bishybarneybee-4973069335.jpg" alt="flickr.com-photos-bishybarneybee-4973069335" width="426" height="344" border="0" /><p class="wp-caption-text">Sumber gambar http://flickr.com/photos/bishybarneybee</p></div>
<p>Dalam banyak referensi dijelaskan bahwa e-Learning merupakan kesatuan antara keunggulan teknologi elektronika dan metode pembelajaran untuk menjadikan penggunanya belajar (<em>learning</em>). Dengan demikian, untuk menyampaikan suatu pembelajaran melalui e-Learning kita harus mampu menggabungkan kedua hal tersebut, yaitu teknologi dan metode belajar.</p>
<p>Ungkapan<em></em><strong><em> &#8220;Contents is King&#8221; </em></strong>sering kita dengar dalam dunia e-Learning<em></em>. Apabila kita tinjau ulang ungkapan tersebut memang ada benarnya, namun <strong>tidak selamanya benar</strong>. Apa maksudnya?</p>
<p>Betul bahwa sebuah sistem e-Learning tidak berarti apa-apa jika tidak memiliki konten. Namun di  sisi lain, sistem e-Learning yang berisi banyak konten pun tidak menjamin penggunanya &#8216;belajar&#8217; melalui sistem yang dimaksud itu.</p>
<p>Dalam filosofi pendidikan, banyak aliran dan pendekatan yang menerangkan tentang bagaimana seseorang belajar, seperti kita ketahui terdapat pendekatan <em>kognitivisme, behaviourisme, dan kontruktivisme</em>. Dalam era e-Learning, ketiga pendekatan tersebut tidak lantas menjadi kadaluarsa dan harus digantikan. Justru setelah era e-Learning seorang guru/dosen/<em>learning designer</em> harus mampu mengadopsi pendekatan-pendekatan tersebut kedalam bentuk digital, inilah yang saya sebut <em><strong>&#8216;Learning Design dalam e-Learning&#8217;</strong></em>.</p>
<p><em>Learning design</em> tidak serta merta berbicara masalah bagaimana membuat sebuah konten yang baik dan dipahami oleh penggunanya. Lebih dari itu,<em> learning design</em> akan berbicara hingga bagaimana menimbulkan kesadaran (<em>awareness</em>), daya tarik (<em>attraction</em>) dan pada akhirnya menimbulkan rasa ingin mengadopsi (<em>adoption</em>) e-Learning yang dikembangkan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://tsauri28.myhaley.com/blog/wp-content/uploads/2011/05/my_simplediagram.png" alt="Learning Design Process" width="500" height="337" border="0" /><p class="wp-caption-text">Domain Learning Design</p></div>
<p>Hal yang sering dilakukan dalam membuat sebuah pembelajaran <em>(course)</em> e-Learning adalah kita langsung berpikir bahwa pengguna akan langsung melakukan adopsi <em>(adoption</em>) terhadap <em>course</em> kita. Inilah kesalahan besar dalam merencanakan pembelajaran e-Learning. Materi berupa modul-modul pdf, presentasi-presentasi powerpoint dan sebagainya terus di-<em>upload</em> tanpa memperhatikan rancangan<em> course</em>. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembelajaran e-Learning selanjutnya adalah dengan mendesain <em>course</em> yang menimbulkan kesadaran dan daya tarik bagi penggunanya.</p>
<p>Telah dipublish juga di IDeLearning.Com &#8212; Indonesia eLearning Media -&gt; <a href="http://idelearning.com/2011/05/30/learning-design-dalam-elearning/">http://idelearning.com/2011/05/30/learning-design-dalam-elearning/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/learning-design-dalam-elearning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Authoring Tools</title>
		<link>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memilih-authoring-tools/</link>
		<comments>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memilih-authoring-tools/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 15:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsauri28</dc:creator>
				<category><![CDATA[elearning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsauri28.myhaley.com/blog/memilih-authoring-tools/</guid>
		<description><![CDATA[Diposting juga di: http://idelearning.com/2011/04/23/memilih-authoring-tools Aplikasi Learning Management System (LMS) sebagai pendukung e-learning telah banyak berkembang, baik yang berbayar maupun open source. Tantangannya kini adalah bagaimana membuat konten yang kompatibel dengan berbagai platform. Authoring tools adalah paket software yang digunakan untuk membuat konten e-learning dengan berbagai macamoutput sesuai kebutuhan author. Software yang digunakan sangat beragam, mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diposting juga di: <a href="http://idelearning.com/2011/04/23/memilih-authoring-tools">http://idelearning.com/2011/04/23/memilih-authoring-tools</a></p>
<p>Aplikasi <em>Learning Management System</em> (LMS) sebagai pendukung e-learning telah banyak berkembang, baik yang berbayar maupun <em>open source</em>. Tantangannya kini adalah bagaimana membuat konten yang kompatibel dengan berbagai <em>platform</em>.</p>
<p><em><img style="margin: 0px 10px 15px 0px" src="http://michaelhanley.ie/elearningcurve/wp-content/uploads/2009/07/authoring_tools2.jpg" align="left" /> Authoring tools</em> adalah paket software yang digunakan untuk membuat konten e-learning dengan berbagai macam<em>output</em> sesuai kebutuhan <em>author</em>. Software yang digunakan sangat beragam, mulai dari software untuk membuat presentasi, konten video, konten audio, dan lain sebagainya. Kita mungkin sudah akrab dengan microsoft power point, lectora, camtasia, dan software-software lainnya. Beberapa hal harus diperhatikan dalam memilih<em>authoring tools</em> yang tepat terkait jenis konten, pendistribusian konten, dan tim pengembang konten.</p>
<p> <span id="more-914"></span>
</p>
<p><strong>Jenis Konten yang diproduksi</strong></p>
<p>Konten apakah yang akan diproduksi, apakah audio, ataukah visual, ataukah multimedia? Perhatikan juga bagaimana konten akan didistribusikan, apakah dengan CD, atau diakses melalui web atau mobile?</p>
<p><strong>Kemampuan Tim</strong></p>
<p>Kemampuan tim pengembang sangat penting untuk diperhatikan, baik dari segi ketersediaan waktu, biaya, maupun <em>skill</em>. Apakah sumber daya manusia yang ada sudah cukup, ataukah memungkinkan untuk <em>outsourcing</em>?</p>
<p><strong>Open Source vs Berbayar ?</strong></p>
<p>Apakah memungkinkan untuk optimalisasi dengan investasi pada software <em>authoring tools</em> berbayar, ataukah cukup dengan <em>free open source software</em>? Bagaimana dengan waktu dan kemampuan produksi tiap bulannya?</p>
<p>Hal-hal demikian hendaknya diperhatikan. Prinsipnya, sesuaikan saja dengan kebutuhan. Tidak harus serba<em>perfect</em>, tetapi fokuskan bagaimana membuat konten yang tepat waktu dan tepat sasaran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsauri28.myhaley.com/blog/memilih-authoring-tools/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.540 seconds -->

