Skip to content
Jan 21 / tsauri28

Cageur, Bageur, Bener, Pinter tur Singer

Dipublish juga di: http://pojokpendidikan.com/2011/01/20/cageur-bageur-bener-pinter-tur-singer/

——————————————————————————————

Digulirkannya program pendidikan karakter pada penyelenggaraan pendidikan di Indonesia dewasa ini (UU No. 17 Tahun 2007) menimbulkan banyak pertanyaan yang cukup beragam, dari yang paling sederhana dan mudah dijawab hingga pertanyaan menggelitik namun amat kritis untuk dijawab dan ditindaklanjuti demi keberhasilan progam ini. Salah satu pertanyaannya adalah: “apakah mungkin program ini berjalan dan sukses jika selama ini belum ada best practice-nya di Indonesia? Bukankah faktanya bahwa bangsa Indonesia sudah krisis dan miskin karakter?”.

Namun, apabila kita mau mencoba menggali nilai-nilai budaya bangsa Indonesia sesungguhnya optimisme akan keberhasilan program pendidikan karakter bukanlah sesuatu impian yang tidak mungkin dicapai, karena nilai-nilai kebangsaan adalah suatu nilai (value)spesifik yang dilahirkan oleh bangsa itu sendiri, artinya best practice itu telah ada dan nyata, hanya kita belum mendapatkan bukti konkrit dan gambarannya seperti apa.

Dalam menerapkan pendidikan karakter di Indonesia, sebaiknya kita bercermin kepada negara-negara lain yang bangkit setelah porak-poranda, China, Korea, Singapura dan Malaysia yang membanggakan budaya sendiri dalam membangun negaranya patut diperhatikan, dan Indonesia memiliki itu, bahkan lebih kaya.

Menilik beberapa ungkapan bahasa daerah di Indonesia, salah satunya bahasa sunda, penulis mendapatkan beberapa referensi yang luar biasa dan relevan untuk dijadikan acuan dalam pengembangan program pada program pendidikan karakter. Ungkapan yang pertama berbunyi“Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer”, yang memiliki makna sangat dalam untuk pedoman nilai dalam penyelenggaraan pembelajaran peserta didik.

Cageur

Kata “Cageur” dalam Bahasa Sunda mengandung pengertian sehat jasmani dan rohani. Sehingga pertanyaan bagimana membentuk peserta didik yang berorientasi pada konsep “cageur” berarti bagimana membentuk peserta didik yang sehat jasmani dan rohaninya.

Bageur

Kata “Bageur” dalam Bahasa Sunda mengandung pengertian baik. Konsep “baik” akan terkait dengan permasalahan norma dan tata nilai yang berkembang dalam masyarakat.

Bener

“Bener” artinya benar. pendidikan harus mengarahkan siswa ke arah hidup yang benar, menurut agama dan negara.

Pinter

Kata “Pinter”, dalam Bahasa Sunda berarti pintar dan cerdas, berorientasi pada penguasaan aspek kognitif dari pendidikan.

Singer

“Singer” diartikan sebagai terampil, ahli, profesional dalam bidangnya. Orientasi konsep “singer” harus diarahkan kepada penguasaan keterampilan dan teknologi yang dapat diaplikasikan dengan mudah dan murah.

***

Program pendidikan karakter yang digulirkan akhir-akhir ini semestinya tidak diartikan sempit, yaitu dengan semata membuat mata pelajaran baru di sekolah, karena karakter sesungguhnya merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari kemampuan kognitif, psikomotorik dan afektif.

Kita perlu belajar dari negara-negara yang telah ‘berhasil’ dalam menerapkan pendidikan karakter bagi warga negaranya, poin intinya adalah mereka membangun karakter kebangsaan diawali dari kearifan-kearifan lokal yang dimilikinya. Indonesia semestinya tidak sulit untuk mengadopsi langkah-langkah best practice tersbut karena Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat kaya dan beragam. Salah satunya adalah kebudayaan Sunda yang memiliki falsafah pendidikan bagi anak berupa ungkapan “cageur, bageur, bener, pinter, tur singer”.

-0-

Sumber gambar:

http://www.podcast.tv/video-podcasts/local-wisdom-san-francisco-appletv-hd-67295.html

Leave a Comment